Laman

Sabtu, 08 Februari 2020

Siang Ini Jaksel-Jaktim Diprediksi Hujan Ringan

Siang Ini Jaksel-Jaktim Diprediksi Hujan Ringan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta pagi ini, Sabtu (9/2/2020) akan cerah berawan.

Siang harinya, dalam situs resminya, BMKG memprakirakan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan dilanda hujan ringan. Di Jakarta Pusat akan terjadi hujan lokal. Sementara daerah lainnya akan berawan.

Malam harinya cuaca di DKI Jakarta akan merata. BMKG memprediksi langit Jakarta akan diselimuti awan tebal. Hanya di Jakarta Barat yang diprakirakan akan terjadi hujan lokal. [hpy]



Jumat, 07 Februari 2020

Depok Terus Dilanda Banjir

Depok Terus Dilanda Banjir

INILAHCOM, Depok - Hujan lebat mengguyur Kota Depok sepanjang Sabtu (8/2/2020) dini hari hingga siang mengakibatkan sejumlah wilayah kebanjiran.

Banjir terparah terjadi di turunan Jalan Raya Sawangan, yakni di pertigaan Kodim 0508, Mampang, Pancoranmas. Tinggi air lebih dari 70 sentimeter.

"Tadi pagi tinggi air 70 sentimeter. Tapi sekarang udah sedengkul," kata Duslani, 49, pengendara motor.

Duslani mengaku tak berani menembus banjir besar karena khawatir motornya mogok dan terbawa arus. "Ngeri, takut terseret arus," katanya.

Turunan Jalan Raya Sawangan ini kerap terkena banjir akibat datarannya yang sangat rendah dan saluran airnya tak berfungsi karena tersumbat tumpuk sampah. "10 menit turun hujan daerah ini pasti banjir," tutur dia.

Selain Jalan Raya Sawangan, daerah Kecamatan Cimanggis, tepatnya di Jalan Radar AURI, Kelurahan Mekarsari, juga dilanda banjir. Ada sembilan titik di jalan ini yang tergenang banjir.

"Sepanjang Jalan Radar AURI kerap terkena banjir. Tak hujan deras pun jalan Radar AURI pasti kebanjiran. Banjir terjadi akibat gorong-gorong kanan kiri jalan banyak sampahnya," ujar Kohar Sutanto, 39, warga sekitar.

Sutanto mengaku sejak tinggal di sini wilayahnya sering terdampak banjir. Tinggi air 60-70 sentimeter. "Saya harap sih bisa berkurang ya genangannya. Setidaknya Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa atasi ini. Karena ini terjadi puluhan tahun," ungkapnya.

Dia menyebutan kurun empat tahun pemerintahan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, frekuensi banjir semakin sering akibat gorong-gorong tidak berfungsi. Ditambah kesadaran warga yang masih banyak membuang sampah di lingkungan drainase dan di kali membuat cepat meluapnya air dari drainase dan kali. Aparat pemerintah seharus menyuluh warga agar tumbuh kesadaran tidak membuang sampah sembarang.

"Saya harap Wali Kota tegas kepada Kadis PUPR dan Kadis DLHK untuk menindaklanjuti masalah banjir ini. Pemerintah jangan terkesan masa bodoh," jelas dia.

Selain Jalan Radar AURI, banjir juga terjadi di Jalan Taman Duta, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Genangan air sudah terjadi sejak subuh.

"Ya, setinggi paha orang dewasa. Hujan dari subuh tadi menyebabkan banjir," timpal Encep, 55, warga Gang Mesjid, Kelurahan Cisalak.

Dia menambahkan di wilayahnya jika intensitas hujan tinggi memang ada genangan air. Karena drainase di sekitar Jalan Taman Duta kurang baik.

"Kalau hujan terus menerus memang banjir karena drainase kurang bagus sehingga air enggak ngalir. Selokan banyak yang mampet, "ucapnya. [yha]



Pakar Sebut Tak Ada Urgensinya

Pakar Sebut Tak Ada Urgensinya

INILAHCOM, Jakarta - Wacana penerbitan STNK, SIM dan BPKB diambil alih dari Polri ke Kemenhub dinilai tak ada urgensinya. Begitu kata Pakar Trasnportasi Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung.

"Itu alasannya DPR apa sih. Menurut saya, harus tau dulu alasannya apa," kata Ellen saat dihubungi, Sabtu (7/2/2020).

Ellen mengatakan sejauh ini Polri telah menjalankan fungsi yang baik dalam menata penerbiatan STNK, SIM dan BPKB. Jika diambil alih ke Kemenhub, menurut Ellen, perlu penataan ulang sedari awal.

"Karena selama dijalankan oleh kepolisian kan prosesnya sudah semakin baik, mendapatkan STNK sudah online, SIM juga, TNKV juga. Jadi tidak ada terlalu ada alasan diambil alih ke kemenhub," ucapnya.

Menurutnya, jika Kemenhub mengambil alih, maka proses panjang harus dilakukan mulai dari menyiapkan SDM, infrastruktur sampai anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, wacana tersebut harus benar-benar punya dasar yang jelas.

"Memang kalau di negara-negara lain ada yang ditangani Kemenhub dan ada yang ditangani Kepolisian. Kalau itu dialihkan ke Kemenhub, harus ada infrastruktur baru lagi, SDM baru lagi, itu makan biaya, jadi buat apa harus dialihkan?" ucap Ellen mempertanyakan.

Jika alasannya karena tugas Polri banyak, maka Ellen memberikan saran agar hal itu diperbaiki, bukan justru diambil alih oleh Kemenhub. Selain itu, Ellen juga menyebut Kemenhub banyak pekerjaan lebih berat yang salah satunya menyediakan angkutan umum massal.

"Mungkin ada pendapat polisi ini banyak pekerjaannya atau ada kekurangan lah, itu saja yang diperbaiki, apa sih kekurangannya, itu dimasukkan ke dalam UU. Sedangkan di kemenhub segala sesuatu harus baru, biaya besar dan memakan waktu lama. Kalau alasannya kuat saya mendukung, tapi sejauh ini saya belum mendengarkan," jelasnya.

"Lalu perhubungan sendiri masih ada PR, PR-nya misalnya kalau di UU 22 tahun 2009, kewajiban menyediakan angkutan umum kan oleh negara. Bertahap di provinsi oleh pemprov, dan kalau kita lihat di daerah itu penyediaan angkutan umum masih parah, makin turun, makin sedikit. PR kedua tentang ojol, menurut saya masih banyak pekerjaan oleh perhubungan, sehingga kalau ditambah lagi ini tuh buat apa, itu yang saya belum memperoleh informasi, apa sih urgensinya," sambung dia.

Sebelumnya, Komisi V DPR RI mengusulkan penerbitan STNK, SIM dan BPKB agar dilakukan oleh Kemenhub. DPR akan memasukkan dalam RUU LLAJR yang akan dibahas dalam waktu dekat.

Anggota DPR RI Herson Maluyu menyebut alasan pengusulan itu agar Polri dalam fokus dalam tugas dan fungsinya sebagaimana Pasal 30 ayat 4 UUD 1945. [Hpy]



Titik Genangan Air di Jakarta Hari ini

Titik Genangan Air di Jakarta Hari ini

INILAHCOM, Jakarta - Hujan mengguyur Jakarta  sejak Sabtu (8/2/2020) dini hari mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Dikutip dari akun Twitter @TMCPoldaMetro, genangan terjadi di depan Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan ketingian air mencapai 30-40 cm. Lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Jakarta Timur ketinggian air 20-40 cm.

Kemudian air juga menggenangi Kolong Semanggi, Jakarta Selatan, ketinggian air 20 cm. Lalu di Traffic Laght Pintu Air Jl. Gunung Sahari, ketinggian air 30-40 cm. [wll]

 



Waspada Hujan Disertai Petir & Angin Hari ini

Waspada Hujan Disertai Petir & Angin Hari ini

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi  wilayah Jakarta keseluruhan bakal diguyur hujan sampai malam hari, Sabtu (8/2/2020).

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan  siang hingga sore hari.

Hal serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dari siang hingga malam hari. Wilayah Jakarta Utara diperkirakan hujan sedang siang jelang malam hari. Kepulauan Seribu berawan di siang hari dan hujan lokal malam hari.

Diketahui hujan mengguyur Jakarta  sejak Sabtu dini hari mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta.  [wll]



Pasar-Pasar di Depok Tercemar Limbah Berbahaya

Pasar-Pasar di Depok Tercemar Limbah Berbahaya

INILAHCOM, Depok - Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim mengungkapkan, semua pasar tradisional di kota ini teridentifikasi tercemar limbah berbahaya.

Dari lima pasar tradisional terparah Pasar Kemiri Muka. Akibatnya, kualitas air dan udara pada pasar milik Pemerintah Kota Depok tersebut menjadi sangat buruk.

“Kondisi Pasar Kemiri Muka membahayakan,“ kata Nurhasim usai menelusuri limbah berbahaya di Pasar Kemiri Muka, Jumat (7/2/2020).

Lima pasar tradisional yang dikelola Pemekot Depok adalah Pasar Cisalak, Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Sukatani dan Pasar Kemiri Muka. Pencemaran di Pasar Kemiri Muka diketahui dari penelusuran Komisi A DPRD Kota Depok setelah menerima laporan warga di dekat pasar yang tercemar tersebut.

Nurhasim menyebutkan, jumlah warga yang tercemar sumur airnya di Pasar Kemiri Muka mencapai ratusan kepala keluarga (KK). Dari hasil penelusuran Komisi A, ada timbunan sampah yang dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS), yang sudah berpekan-pekan tidak diangkut ke tempat pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok.

Sampah pasar itu memadati TPS yang berada di samping Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kemiri Muka. Tinggi sampah pada pasar yang berada dekat dengan Apartemen Margonda Recident 3 Kota Depok itu mencapai tinggi 7  meter.

Sampah-sampah itu sudah menebarkan aroma busuk. Lalat hijau beterbangan dan ulat-ulat merayapi sudut-sudut pasar. Lantaran sudah lama dibiarkan, sampah pasar tersebut telah mengeluarkan air limbah sampah yang sudah menghitam serta bau busuk yang menyengat.

Nurhasim mengatakan, persoalan sampah di TPS Pasar Kemiri Muka sering diprotes warga. Namun tak ditanggapi Pemerintah Kota Depok. Ia mempertanyakan TPS yang biaya pembangunannya diambil dari dana APBD Kota Depok tahun 2008 sebesar Rp500 juta tidak difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah.

DPRD juga mempertanyakan pengadaan 35 unit pengolahan sampah (UPS) di 11 wilayah kecamatan yang anggarannya dari APBD sebesar Rp35 miliar.

“Tujuan didirikannya TPS dan UPS-UPS di pasar-pasar adalah dalam rangka mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah-sampah, agar tak meluber ke badan jalan, dan lingkungan drainase pada pasar-pasar,“ ujarnya.

Ia mengaku curiga dengan dana Rp35 miliar apakah digunakan ke pengadaan TPS dan UPS?

Salah seorang warga, Yahya, 47, mengatakan sejak TPS di Pasar Kemiri Muka dibangun pada 2008, belum dioperasikan sampai sekarang sebagai tempat pendaur ulang sampah.

"Saya tak melihat adanya mesin pengolahan sampah di TPS tersebut. Saya meluhat justru yang terjadi, TPS pasar tersebut hanya dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah oleh para pedagang yang berjualan di pasar tersebut," ujar Yahya.

Yahya mengaku tidak sedikit warga di dekat TPS Pasar Kemiri Muka, menderita penyakit gatal-gatal dan sesak napas yang ditimbulkan limbah sampah. Hal lainnya, lalat hijau banyak beterbangan karena sampah sudah lama tak diangkut petugas. “Parahnya, sumur air warga telah tercemar limbah sampah,“ paparnya.

Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan  Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar  mengatakan, timbunan  sampah di Pasar Kemiri diangkut tapi sampah-sampah tetap banyak menumpuk. "Pengangkutan sampah dilakukan bergiliran," kata Iyai.[yha]



Kamis, 06 Februari 2020

Wajar Rekontruksi Kasus Novel Tertutup

Wajar Rekontruksi Kasus Novel Tertutup

INILAHCOM, Jakarta - Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti mengatakan, hal yang wajar bila rekonstruksi kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan digelar secara tertutup.


"Itu adalah hal wajar dalam pelaksanaan rekontruksi dimanapun, pengamanan dan penjagaan disekitar lokasi pelaksanaan rekontruksi," ucap dia di kawasan Kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 7 Februari 2020.

Salah satu alasannya, agar proses rekonstruksi kasus Novel berjalan lancar dan tuntas sesuai target waktu. Sementara itu dua tersangka yang juga oknum anggota polisi, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir memerankan langsung adegan dalam proses rekonstruksi. Sementara Novel tidak ikut dalam rekonstruksi ulang ini.

"Supaya pelaksanaan rekontruksi berjalan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," tutupnya. [wll]