INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyesalkan sikap Polda Metro Jaya saat mendatangi kantor PB HMI Senin (7/11) malam. Anggota Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) PB HMI Dafit Zuhendra mengatakan, kedatangan anggota Polda Metro Jaya terjadi secara mendadak dan tiba-tiba.
"Saya tidak ada di PB HMI tadi malam, namun dari informasi dari kawan-kawan yang ada disana katanya saat kedatangan anggota Polda Metro Jaya terjadi perdebatan yang cukup alot antara pengurus dengan anggota Polda," kata Dafit saat dihubungi wartawan, Selasa (8/11/2016).
Dia menambahkan, anggota Polda Metro Jaya membawa surat penggeledahan dan penangkapan terhadap Sekjen HMI Ami Jaya. Ketua PB HMI Mulyadi pun sempat dibawa oleh anggota Polda Metro.
"Ketum sempat diseret menuju mobil, anggota Polda mengira dia Sekjen PB, namun kawan-kawan melakukan penolakan, lalu dilepas lagi," ujarnya.
Dafit menuturkan, kejadian bermula saat PB HMI menggelar rapat evaluasi tentang demo 4 November, namun tiba-tiba anggota Polda Metro Jaya tiba dilokasi sambil membawa surat penangkapan. Meskipun sempat melakukan penolakan, namun Sekjen Ami Jaya tetap dibawa ke Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Senin (7/11) kemarin Polda Metro Jaya juga melakukan pemanggilan terhadap Ketum PB HMI Mulyadi. Mulyadi dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan peristiwa rusuh setelah aksi damai 4 November. [fad]
Senin, 07 November 2016
PB HMI Sesalkan Penangkapan Kader Oleh Polda Metro
PB HMI Sesalkan Penangkapan Kader Oleh Polda Metro

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar