Laman

Rabu, 14 Desember 2016

Bangunan MRT Tambah Daya Tahan Gempa Hingga 8,7 SR

Bangunan MRT Tambah Daya Tahan Gempa Hingga 8,7 SR

INILAHCOM, Jakarta - PT MRT Jakarta menambah daya tahan gempa proyek MRT di Jakarta. Jika semula daya tahan gempa terowongan MRT sebesar 7 Skala Richter (SR), kini ditingkatkan hingga mampu menahan gempa hingga 8,7 SR.

"Tingkat kekuatan terhadap gempa kami tingkatkan levelnya. SNI tahun 2002 itu dengan pertimbangan gempa setiap 500 tahun sekali dan besaran gempanya 7 SR," kata Direktur Kontruksi PT MRT Jakarta, Silvi Halim, Kamis (15/12/2016).

Hal itu sesuai dengan SNI 1726 tahun 2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa. Silvi menjelaskan,  pada SNI 2002, ketahanan gempa hanya diatur dengan kekuatan 7 SR. Namun dengan aturan yang baru tahun 2012 meningkat menjadi 8,5 sampai 8,7 SR.

Dengan aturan yang baru pertimbangan gempa terjadi setiap 100 tahun sekali dan 1.000 tahun sekali. Sehingga ketahanan terhadap gempa juga meningkat.

"Kenapa dilakukan perubahan itu karena melihat gempa-gempa yang terjadi maka designnya harus diperkuat," tandasnya.

Dengan adanya perubahan desain ini, berpengaruh dengan pendanaan yang dikeluarkan. Pihaknya pun meminta tambahan dana sebesar Rp2,566 triliun, dari pinjaman yang diberikan.

Tambahan pinjaman tersebut diajukan kepada Japan International Coorporation Agency (JICA) selaku pemberi pinjaman. PT MRT Jakarta sudah mengajukannya kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). [ton]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar