Laman

Senin, 19 Desember 2016

Roestandi Tsamanov Pengusaha Sukses Idola Sandi

Roestandi Tsamanov Pengusaha Sukses Idola Sandi

INILAHCOM, Jakarta – Tekadnya ingin menjadi 20 orang terkaya sudah ditanamkan dalam diri Roestandi Tsamanov, pengusaha muda ini. Ia pun serius menapaki bisnis laser welding yang sangat potensial di Tanah Aniar

”Saya ingin menjadi orang terkaya di Indonesia atau masuk 20 orang terkaya di Indonesia,” ucap Roestandi Tsamanov optimis ketika menyampaikan mimpinya kepada salah satu majalah yang ada di Asia.

Pria yang akrab disapa Manov itu kini menjabat Direktur PT DSI Laser Internasional Indonesia. Lewat perusahaannya itu Manov menjadi pionir teknologi laser welding di Indonesia. Manov merupakan pengusaha muda yang terbilang berani dengan bidang usaha pengelasan dengan menggunakan sinar laser (laser welding). Sebab, dia merupakan perintis teknologi pengelasan dengan laser di Indonesia.

Pemenang Djie Sam Soe Award untuk Young Entrepreneur dari PT HM Sampoerna Tbk ini memulai usahanya dengan mendirikan PT DSI Laser Indonesia pada Oktober 2005.  Kurang lebih setahun sejak dia lulus pada September 2004. Ia memperoleh lisensi dari perusahaan laser welding di Jerman, DSI Laser Service Gmbh.

Core bisnisnya adalah Laser Welding Services and Sales dengan pasar utama perusahaan-perusahaan manufaktur di sektor otomotif dan elektronik. Bisa dikatakan sarjana teknik dari Swiss German University (SGU) di Serpong, Tangerang, ini adalah pionir usaha laser welding di Indonesia. “Bisnis baru ini sesuai dengan disiplin ilmu saya, mekatronika, di Swiss German University (SGU),” ujar Manov, dalam perbincangannya, Senin (19/12/2016).

Teknologi laser dimanfaatkan untuk memperbaiki (repair) cetakan atau mold komponen produk otomotif dan elektronik yang berbahan plastik atau aluminium. "Dengan laser welding, molding maker bisa diperbaiki seperti baru dengan tingkat presisi tinggi," jelas Manov.

Berbeda dengan pengusaha muda lainnya, Manov ternyata memulai usaha dengan utang. Sehingga masa tersulit pada awal-awal usaha. Saat income belum ada, pria yang memiliki jambang itu harus membayar utang sekitar Rp 15 juta/bulan, hingga ada income yang cukup untuk membayar utang dan gaji karyawan. "Saya sendiri selama 1,5 tahun tidak menerima gaji. Titik balik terjadi pada pertengahan 2006 ketika ada order dari produsen motor terbesar di Indonesia,” kenang Manov.

Memasuki 2010, Manov mulai menuai hasil kerja kerasnya,  dia berhasil meningkatkan kapasitas produksi PT DSI dan memenuhi kenaikan permintaan order dari para pelanggannya, serta memperbesar omzet. Sebagai industri penunjang di industri otomotif dan elektronika, Manov berpandangan prospek bisnis laser welding sangat besar. karena industri ini masih baru di Indonesia sehingga pertumbuhannya masih sangat terbuka.

Di Jerman saja yang merupakan pioner teknologi ini, laser welding baru diperkenalkan ke publik pada 1990. Sedangkan di Jepang lebih baru lagi, 2000. Dan di Indonesia diperkenalkan oleh Manov pada 2005. ”Prospek bisnis ini cerah, meski sekarang ada perusahaan asing dari Korea masuk ke bisnis laser welding ini," tambah pria yang mengidolakan Sandiaga Uno itu.

Manov menganggap kesuksesannya selama ini tak dapat dilepaskan dari perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai anak yang tumbuh dalam budaya betawi, Manov memiliki impian cukup besar untuk meraih cita-citanya. "Untuk itu babe selalu menekankan ke saya pentingnya pendidikan dan ilmu sebagai bekal berkarya," ucap putra dari Hasbullah Thabrany dan Roosyana Hasbullah itu.

Dukungan moril yang diberikan otang tua kepada Manov, untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya juga diimbangi dengan dukungan finansial yang penuh perjuangan. "Seperti kebanyakan orang tua betawi, mereka menjual tanhnya untuk sekolah anak. Pokoknya ortu saya T.O.P dah," ungkapnya jika mengingat jasa kedua orang tuanya.

Perjalanan hidup Manov memang sangat menginspirasi. Hal itu juga diakui oleh Cawagub DKI Sandiaga Uno. Bahkan Sandiaga mengaku mengidolakan Manov. ”Sebab pada umur 27 tahun, saya belum berpikir jadi pengusaha. Tapi Manov sudah menjadi pengusaha pada umur 23 tahun. Saya baru pada umur 28 tahun saya menjadi pengusaha setelah di-PHK,” katanya.

Menurut Sandiaga, Manov merupakan sosok pengusaha muda yang sangat smart dan mempunyai masa depan cerah sekali. Apalagi kemampuan komunikasinya juga prima. ”Saran saya kepada Manov untuk menjadi pengusaha yang sukses adalah maju terus, kerja cerdas, dan ikhlas," tandas mantan ketua Hipmi itu. [*]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar