Laman

Selasa, 07 Maret 2017

Begini Keluhan Ayah Usai Fikri Tewas Tertembak

Begini Keluhan Ayah Usai Fikri Tewas Tertembak

INILAHCOM, Jakarta - Wanto Susilo (41) ayah dari Fikri Fadhlur Rahmasyah (21), salah satu korban yang tewas dalam aksi tawuran antar warga Manggarai, Jakarta Selatan dan warga Tambak, Jakarta Pusat, meminta pemerintah untuk membantu biaya perawatan jenazah Fikri.

Fikri saat itu tidak mengikuti aksi tawuran, hanya berdiri dan melihat aksi tawuran antarwarga beda wilayah tersebut.

"Jujur saya ingin dari pemerintah ada kebijakan. Memang kondisi anak kami ngak ikut tawuran, karena memang lagi kumpul acara hajatan," ujar Wanto, kepada wartawan, Rabu (8/3/2017).

Wanto menuturkan, pihaknya terpaksa hanya menandatangani surat utang dengan pihak rumah sakit dikarenakan tidak memiliki uang untuk membayar biaya perawatan jenazah Fikri.

"Kemarin itu hampir 35 juta, sepesrpun belum saya berikan. Almarhum kerja aoutsourcing jadi ngak ada BPJS," tuturnya.

Sebelumnya tawuran pecah menjelang waktu maghrib, hal tersebut dipicu oleh petasan yang dilemparkan oleh salah satu warga kemudian terjadi selisih antara warga Tambak Jakarta Pusat dengan warga Manggarai Jakarta Selatan, Minggu 5 Maret 2017.

Dalam tawuran tersebut, setidaknya ada 2 orang yang meninggal dunia akibat tertembak senapan angin dan 6 orang mengalami luka-luka yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur. [rok]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar