INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya mengaku masih mengalami kendala dalam menyelesaikan kasus meninggalnya Akseyna Ahad Diri alias Akseyna alias Ace (18), mahasiswa Universitas Indonesia.
"Itu PR bagi saya pertama saya menjabat, kan concern saya ke Akseyna tetapi ada beberapa benturan misalkan dari olah TKP awal, kemudian pemeriksaan saksi yang sudah lama, setelah diperiksa lama berhenti itu jadi problema sendiri ketika kita membuka kembali sebuah case. otomatis olah TKP yang sekarang kita lakukan tidak sama ketika TKP itu masih belum terkontaminasi," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, Jumat (24/3/2017).
Ia mengakui saat ini pihaknya tidak mendapatkan bukti baru meskipun, telah berupaya keras. Saat ini pihaknya sedang berupaya menganalisis bukti-bukti yang sudah dikumpulkan, untuk mencari pelaku.
"Kalau sudah setahun itu kan susah untuk dianalisa, tapi tetap kita lakukan upaya yang intinya adalah scientific investigasi mengarah kepada dugaan pelaku. (Seperti surat wasiat) Itu sudah kita mintakan juga ke ahli untuk memilah apakah ini tulisan Akseyna atau bukan," ulasnya.
Menurutnya, hasilnya memang dalam kesimpulan ahli, ada dua penulis yang berbeda. Ini salah satu yang berupaya dibongkar polisi.
"Berbeda nya ini siapa kan kita harus cari pembanding, nah ini yang kita harus intens untuk mencari pembanding siapa penulis yang memodifikasi tulisan tersebut," bebernya.
Saat ini, dalam pengembangan kasus ini, Hendy mengaku sudah memeriksa 13 orang saksi yang berasal dari orang dekat korban.
"Sementara baru sekitar 13, baik keluarga, teman maupun dari dugaan dugaan asumsi asumsi pelaku," pungkasnya.
Diketahui, 26 Maret 2017 nanti, tepat 2 tahun meninggalnya Akseyna Ahad Diri alias Akseyna alias Ace (18). Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga, dan hingga kini belum terungkap siapa pembunuhnya.
Mahasiswa UI jurusan Biologi ini ditemukan pertama kali oleh mahasiswa bernama Fauzi, yang curiga dengan penampakan tangan mengambang di pinggir danau. Saat itu Akseyna menggendong ransel berisi batu seberat 14 kilogram. [ton]
Jumat, 24 Maret 2017
Pengungkapan Kasus Tewasnya Akseyna Masih Buntu
Pengungkapan Kasus Tewasnya Akseyna Masih Buntu

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar