INILAHCOM, Jakarta - Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko bakal menyebar anak buahnya ke sejumlah titik rawan pelanggaran trotoar di Ibukota Jakarta.
Selama sebulan penuh, dalam rangka program Bulan Patuh Trotoar, personel gabungan di tingkat provinsi akan bergerak satu hari ke titik-titik rawan dimana banyak pedagang berjualan di trotoar dan pemotor masuk trotoar. Selain menjaga trotoar, petugas juga akan melakukan perbaikan dan pembersihan trotoar termasuk dicat.
"Setelah itu diserahkan pada kecamatan dan kelurahan setempat," katanya di Balai Kota, Selasa (1/8/2017).
Khusus di wilayah, kata dia, wali kota dibantu Suku Dinas Perhubungan dan personil Satpol PP tetap melakukan penertiban di sejumlah trotoar wilayahnya masing-masing. Petugas berjaga dari pagi hingga sore hari terutama jam berangkat dan pulang kerja.
"Kita akan lakukan pembinanan, kalau masih kucing-kucingan kita angkat (lapak dagangannya) nanti, agar nggak bandel," ujarnya.
Menurut dia, petugas Satpol PP akan menyita barang dagangan warga yang berjualan di trotoar. Hal ini akan dilajukan petugas apabila pedagang yang sudah diperingati masih bandel.
Kemudian, Yani juga telah memerintahkan pada seluruh kasat kota untuk berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk mempersiapkan sanksi pidana sebagai hukuman terakhir.
"Pelanggar tipiring ini seperti PKL segala macam akan kita sidangkan, kita melibatkan Dishub juga, kalau itu parkir liar akan disidangkan, motor diangkat," tandasnya.[ris]
Senin, 31 Juli 2017
PKL Jualan di Trotoar akan Diberi Sanksi Pidana
Kawasan Tanah Abang Target Bulan Patuh Trotoar
INILAHCOM, Jakarta - Kawasan pejalan kaki di Tanah Abang bakal menjadi titik fokus program Bulan Patuh Trotoar yang digelar selama bulan Agustus ini.
Pasalnya, kawasan pusat niaga terbesar itu sering menjadikan trotoar sebagai lapak pedagang kaki lima hingga tukang ojek untuk mangkal.
"Jalan Tanah Rendah sampai Jalan Fachrudin menuju ke Stasiun Tanah Abang menjadi tempat pertama petugas menerapkan Bulan Tertib Trotoar," kaya Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko, Selasa (1/8/2017).
Khusus di titik rawan, Yani mengatakan tim gabungan dari tingkat provinsi yang terdiri dari personel Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Satpol PP dibantu Polri dan TNI akan dikerahkan di titik-titik rawan.
"Jalan Fachrudin sampai ke bawah itu trotoarnya sudah dibangun bagus sekali oleh Bina Marga, lebarnya tiga sampai lima meter. Nah, ini saya lihat banyak pedagang loak di sana hampir seluruhnya diokupasi," ujarnya.
Menurut dia, seluruh kasat kota dan kecamatan akan berkoordinasi dengan lurah dan camat. Kemudian, trotoar yang sudah lebar dan bagus akan didata dan dijaga supaya hak untuk pejalan kaki tidak kembali diambil.
"Karena ini mengganggu hak pejalan kaki, termasuk haknya disabilitas. Kan pemprov sudah menyediakan ruang itu untuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas," tandasnya.[ris]
Djarot Minta Pencurian Air Tanah Diinvestigasi
INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah serius menyelidiki dugaan pencurian air tanah oleh koorporasi. Parahnya, dugaan pencurian air tanah ini audah terjadi sejak lama.
"Masih investigasi semuanya, penindakannya dengan denda. Masih diinvestigasi ada berapa titik," kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Selasa (1/8/2017).
Berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pencurian air tanah diduga terjadi di sekitar 10 ribu titik Jakarta.
Djarot sudah mencermati titik-titik pencurian air yang massif terjadi. Namun, dia enggan memberi informasi lebih karena dapat menganggu proses investigasi.
"Tapi ada beberapa titik yang kita investigasi yang kemungkinan itu menyedot air tanah bawah banyak, kerugiannya belum tahu," ujarnya.
Penggunaan air tanah merupakan objek pajak seperti yang diatur dalam Perda DKI Jakarta Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pajak Air Tanah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan pemilik gedung ataupun apartemen untuk melaporkan pemakaian air tanah.[ris]
Polda Metro Bentuk Tim Tibcar Lantas
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra mengatakan saat ini pihaknya akan fokus mengatasi pelanggaran lalu lintas berupa pengendara lawan arus, penerobos Jalan Layang Non Tol (JLNT) dan trotoar.
Ia mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim Tibcar Lantas (ketertiban dan kelancaran lalu lintas) guna melakukan penindakan dan pemantauan terhadap titik yang sering digunakan pengendara untuk melanggar dengan cara melawan arus dan menggunakan pedestrian.
"Kami sudah bentuk tim Tibcar, mereka yang selalu melakukan pemantauan dan penindakan," katanya di Jakarta, Selasa (1/8/2017).
Menurut Halim, berdasarkan UULLAJ Nomor 22 tahun 2009 dijelaskan bahwa pejalan kaki wajib diutamakan dan berhak mendapatkan kenyamanan. Para pelanggar lalu lintas ini nantinya akan dikenakan sanksi denda maksimal.
"Denda yang kita berikan tentunya maksimal, ini supaya bisa menimbulkan efek jera," ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar saling menghargai dan menghormati hak pemakai jalan lainnya.
"Pedestarian sudah jelas untuk pejalan kaki, jadi kami minta kepada pemotor bisa menghormati hak pejalan kaki," tandasnya.[ris]
Program Bulan Patuh Trotoar Bakal Libatkan TNI
INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan telah melibatkan 10 TNI dan 10 petugas kepolisian yang setiap harinya menertibkan 155 titik trotoar di tingkat wilayah kota.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka program Bulan Tertib Trotoar yang akan digelar selama satu bulan penuh mulai hari ini.
"Apel akan dilaksanakan Kasatpol PP bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kepolisian, serta TNI pada 1 Agustus/hari ini," katanya di Balai Kota, Selasa (1/8/2017).
Nantinya, setiap titik-titik trotoar di Jakarta bakal dijaga agar tidak disalah gunakan. Mulai dari pengendara motor yang kerap melintas, hingga pedagang kaki lima yang kerap mangkal dan menyingkirkan pengguna jalan.
Menurut dia, dana sekitar Rp219 miliar sisa dana pembangunan Simpang Susun Semanggi bakal dimanfaatkan untuk mempercantik trotoar yang ada.
"Jadi betul-betul kita bangun trotoar yang ramah pejalan kaki dari Patung Pemuda ke Semanggi, dari Semanggi sampai Benhil. Itu tugasnya PT Mitra Panca Persada," tandasnya.[ris]
Avanza Ringsek di Tol Pondok Indah
INILAHCOM, Jakarta - Sebuah Toyota Avanza mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jakarta outer ring road (Jorr), Pondok Indah Selasa (1/8/2017) pagi.
Informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Avanza berwarna putih itu terlihat ringsek dibagian depan nya. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa terhadap mobil berplat Banten tersebut.
Saat ini kecelakaan tersebut sudah ditangani oleh petugas. [fad]
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan
INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Jabodetabek hari ini, Selasa (1/8/2017) diprakirakan akan cerah berawan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jabodetabek pagi, siang dan malam bahkan hingga dini hari akan cerah berawan.
Belum ada prakiraan akan turun hujan disemua wilayah Jabodetabek. [fad]
Rehab Berkesinambungan Bisa Hapus Riwayat Pengguna
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut masih banyak aparat hukum yang mudah disuap jadi salah satu alasan massifnya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya Jakarta.
"Kita lemah dalam penegakan hukum. Law enforcement lemah. Petugas sangat mudah disuap, backing mereka. Celakanya, mereka masuk jajaran TNI, Polri, atau PNS sendiri," kata Djarot di Balai Kota, Senin (31/7/2017).
Djarot pun meminta aparat yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba di tanah air dihukum berat. Sebab, mereka merupakan penjaga masyarakat.
"Kalau seperti itu, mereka sebagai pengedar atau bandar, dia harus dihukum 2 kali lipat. Apabila TNI dan Polri juga harus dihukum jauh lebih berat, supaya penegakkan hukum kuat," ungkapnya.
Kerja sama pemerintah DKI dengan BNNP Provinsi DKI Jakarta, harap Djarot, bisa memutus riwayat penggunaan narkoba pada warga korban penyalahgunaan narkoba nantinya.
"Jangan sampai mereka yang mau keluar, di masyarakat dikucilkan. Berikan tempat yang sudah pada mereka yang mulai sadar, yang keluar dari jeratan narkoba untuk lebih produktif," tandasnya.[jat]
Pemprov DKI Diharap Evaluasi Dana KLB
INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga meminta Pemprov DKI Jakarta memberlakukan aturan jelas terkait kebijakan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) terhadap pembangunan di Jakarta.
"Penggunaan dana KLB ini perlu ditinjau ulang, sumber pendanaan dan penggunaan dananya juga harus jelas," katanya kepada INILAHCOM, Senin (31/7/2017).
Contohnya yang terbaru adalah anggaran KLB untuk pembangunan Jalan Simpang Susun Semanggi (SSS). Dari anggaran semula yang disiapkan sebesar Rp579 miliar, hingga kemarin mulai dioperasikan, dana yang terpakai 'hanya' Rp360 miliar. Sehingga masih ada sisa Rp 219 miliar.
Meski dipastikan sisa anggaran akan dialokasikan untuk pembangunan lain, namun pengelolaanya yang tidak transparan bisa merugikan.
"Untuk plaksanaan pembangunannya harus tetap di bawah pengawasan dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, KemenPUPR dan lembaga jasa konstruksi sehingga hasil pembangunannya dapat dipertanggungjawabkan keselamatan dan keamanan konstruksinya," ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan kompensasi tersebut harus menjadi pilihan terkahir Pemprov DKI. Apalagi untuk pembangunan publik seperti jalan, taman dan sebagainya. Sebab, kata dia, pembangunan dengan KLB dan CSR tidak berkelanjutan dan perawatanya juga tidak jelas.
Selain itu, lanjut Nirwono, penggunaan dana KLB itu tidak bisa menghitung total rupiah tinggi gedung yang dibangun lalu hasilnya digunakan untuk pembangunan kota Jakarta. "Penggunaan air, listrik dan kemacetan akibat peninggian gedung perusahaan swasta sangat penting kedepannya dan tidak bisa dihitung rupiah. Ini yang harus dievaluasi oleh Pemprov DKI," tandasnya.
Seperti diketahui, pembangunan jalan layang Simpang Susung Semanggi dibebankan kepada PT Mitra Panca Persada (MPP). Pembangunan simpang susun Semanggi oleh PT MPP dilakukan sebagai kompensasi untuk meninggikan gedung Wisma Sudirman dari 17 lantai menjadi 60 lantai sesuai yang diatur dalam Peraturan Gubernur No. 210/2016 tentang koefisien bangunan. [ton]
Kasus Cyber Crime Rugikan Negara Rp6 Triliun
INILAHCOM, Jakarta - Wakasatgasus Kombes Hery Heriawan mengatakan pihaknya mengamankan 148 WN Tiongkok pelaku kejahatan cyber crime. Pelaku diamankan oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri dari tiga lokasi, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Ia menjelaskan, selama lakukan kejahatan di Indonesia, pelaku diperkirakan mendapatkan keuntungan hingga triliunan rupiah.
"Itu total kerugian selama 1 tahun aja untuk 3 tempat kejadian perkara (Jakarta, Surabaya, Bali) kerugian mencapai Rp6 Triliun, itu sudah dirupiahkan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/7/2017).
Ia menjelaskan, selain di Indonesia, para pelaku juga tersebar di sejumlah negara di Asean seperti Thailand, Kamboja, dan Filipina.
"Kalau untuk seluruhnya di seluruh tempat itu mencapai Rp 26 triliun," katanya.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Cyber Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, kalau pelaku sangat terorganisir.
"Kejahatan cyber ini teroganisir yang tidak kenal batas negara. Perlu teman-teman tahu TKP kejadian bukan hanya di Indonesia, tapi ada beberapa negara lain kawasan Asean," kata Fadil.
Diketahui sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan aparat gabungan dari Polri dan Polisi Tiongkok menangkap 148 warga Cina dan 5 warga Indonesia dalam kasus kejahatan siber.
Para pelaku itu ditangkap di wilayah Jakarta, Surabaya dan Bali pada Sabtu, 29 Juli 2017. Ia menjelaskan, dari kejahatan yang dilakukan para pelaku, semua korbannya merupakan warga Cina. Pelaku memilih Indonesia sebagai tempat melakukan aksi karena luas wilayah yang membuat mereka sulit dideteksi. [ton]
Kasus Cyber Crime, Polisi Tangkap 148 WN Tiongkok
INILAHCOM, Jakarta - Aparat gabungan dari Polri dan Polisi Tiongkok menangkap 148 warga Cina dan 5 warga Indonesia atas kasus kejahatan siber.
Para pelaku itu ditangkap di wilayah Jakarta, Surabaya dan Bali. Dari kejahatan yang dilakukan para pelaku, semua korbannya merupakan warga Cina.
"Jadi ini pelaku dari Tiongkok dan korbannya juga dari Tiongkok. Kebetulan tempat lokasi di Indonesia. Mereka memilih Indonesia karena wilayahnya luas. Garis pantainya panjang. Jadi kererangannya susah untuk dideteksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (31/7/2017).
Ia menjelaskan, para pelaku datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan dan tidak ditemukan paspor. Kemudian, dalam melakukan aksi jahatnya itu, para pelaku menipu korbannya yang kebanyakan bekerja sebagai pengusaha dan pejabat di Cina yang memiliki masalah hukum.
"Kemudian dari kelompok pelaku ini, menelepon bersangkutan (korban) yang bermasalah dan kemudian ketiga ada sendiri yang melakukan negosiasi. Mengaku sebagai jaksa atau polisi di sana, tentunya dengan adanya imbalan," bebernya. [ton]
Pemprov DKI-BNN Sepakat Soal Program Rehab Narkoba
INILAHCOM, Jakarta - Demi menekan penggunaan narkotika khususnya di Jakarta, Pemprov DKI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama untuk menanganinya.
Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol Johny Pol Latupeirissa, mengatakan upaya untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba diantaranya melalui rehabilitasi. BNN melakukan program rehabilitasi berkesinambungan, dengan tahap rehabilitasi medis dan sosial, lalu dilanjutkan dengam program pascarehabilitasi.
"Program ini lanjutan bagi mereka yang telah selesai menjalani rehabilitasi, didalamnya diberikan kemampuam pencegahan kekambuhan serta vokasional atau pelatihan ketenagakerjaan," ujar Johny di Balai Kota, Senin (31/7/2017)..
Beberapa bentuk kerja sama yang diberikan kepada mantan penyalahguna narkotika antara lain Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan memfasilitasi pelatihan keterampilan handicraft, Dinas Perindustrian memfasilitasi pelatihan fashion, dan Dinas Pendidikan membantu untuk menangani mantan penyalahguna narkoba yang ingin melanjutkan sekolah.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai salah satu faktor penyebab masyarakat berkecimpung dengan narkoba karena faktor ekonomi dan lingkungan. Untuk itu, harus ada tempat untuk memfasilitasi mereka setelah menjalani rehabilitasi.
"Kita harus tempatkan mereka bekerja supaya produktif supaya tidak terjebak lagi. Sebelumnya, kita sudah kerja sama dengan BNNP lewat tes urin dengan aparatur," katanya. [ton]
Sekda Santai Tanggai Soal Kualitas Buruk Udara DKI
INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta kembali mendapat predikat negatif. Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Greenpeace menunjukkan kualitas udara di Jabodetabek memasuki level tidak sehat melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah menanggapi santai laporan tersebut. Dia mengatakan, dua wilayah di Jakarta masuk nomisasi peraih Anugerah Adipura tahun 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Kedua wilayah itu adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
"Kita dapat Adipura nih Insya Allah tahun ini, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Salah satu item penilaian itu kan kualitas udara," katanya di Balaikota, Senin (31/7/2017).
Pemerintah DKI, kata Saefullah, tidak memakai hasil pemantauan Greenpeace sebagai tolak ukur penilaian. Sebab, DKI memiliki alat pantau udara sendiri.
"Tergantung metodologinya, kita percaya alat kita dulu. Ya mungkin jelek pada sore hari, tapi malam hari kan bagus lagi (udaranya). Pagi lumayan, siang kotor lagi udaranya. Kita lihat saja alat pantau udara kita kan ada," bebernya.
Sebelumnya, juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu dalam keterangan tertulisnya mengatakan hasil pemantauan ini sama dengan hasil pemantauan udara yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Menurut dia, pemantauan di wilayah Jakarta Pusat, misalnya, udara dengan kualitas yang baik hanya kurang dari 20 hari selama semester pertama. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
Hal ini pertanda buruk bagi penduduk Jakarta, serta masyarakat luar Jakarta yang banyak beraktivitas di Ibu Kota. Konsentrasi polutan PM2,5 yang tinggi, lanjut Bondan, sangat berbahaya bagi masyarakat khususnya kelompok sensitif, seperti anak-anak, ibu hamil, dan kelompok lanjut usia.[jat]
Sandi Bakal Kembangkan Setu Babakan dengan OK OCE
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno menghadiri hajatan besar Lebaran Betawi 2017 di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/7/2017). Didampingi sang istri, Mpok Nur Asia, Bang Sandi, sapaan akrabnya, tampak antusias mengunjungi stan-stan pameran.
Memakai peci merah khas Betawi, Sandi mampir ke rumah panggung khas betawi, dan berkunjung ke stan pandai golok untuk mencoba langsung proses pembuatan senjata khas Betawi itu dengan cara menempa besi yang telah dibakar hingga membara. "Tadi cobain menempa besi untuk membuat golok dan ternyata seru juga," ucap Sandiaga yang masih memakai celemek pelindung.
Selama berkeliling di perkampungan budaya betawi Setu Babakan, mantan Ketua Hipmi itu tampak menikmati suasana meriah lebaran betawi dengan diiringi musik tradisional keroncong. Aksi Sandi ini menyedot perhatian warga. Mereka mengabadikan dan meminta foto bersama. Sandi pun dengan ramah meladeni meski cuaca cukup terik.
Menanggapi kemeriahan lebaran betawi tahun ini, Sandi mengungkapkan rasa bangganya terhadap budaya betawi. Ia ingin Betawi bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. "Luar biasa, kami sangat menikmati acara ini. Kami inginkan budaya betawi bisa jadi tuan rumah di tempat sendiri," kata Sandi.
Sandi mengatakan akan menunjang kegiatan kebudayaan seperti lebaran betawi ini dengan aspek ekonomi. Ia berkomitmen terhadap pengembangan ekonomi Perkampungan Budaya Betawi (PBB) salah satunya di Setu Babakan.
"Komitmennya, kami akan terus kembangkan ini. Kami ada program buat pemuda betawi lewat program OKE OCE. Diharapkan pemuda di sini bisa diberdayakan dan dikembangkan lewat entrepreneurship," paparnya.
Selain itu semangat enterpreneurship dianggap Sandi juga akan membuat para pemuda lebih mandiri, kreatif dalam mengembangkan potensi wisata perkampungan budaya betawi, dan tentu hal itu akan berdampak pada ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan warga. [*]
Ma'ruf Minta Kapolda Berantas Paham Intoleran
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin mengatakan ada beberapa hal yang akan menjadi pekerjaan rumah oleh Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol Idham Azis, salah satunya soal pandangan keagamaan yang intoleran.
"Saya kira keamanan supaya lebih aman. Lalu masalah suka gangguan keamanan di jalan. Kemudian juga masalah yang menyangkut soal paandangan keagamaan yang sifatnya intoleran atau kurang toleran terhadap kelompok lain," katanya usai bertemu Irjen Pol Idham Azis di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).
Ia juga menitipkan pesan terkait komitmen kebangsaan yang dianggapnya harus dijaga. Rais Am PBNU itu berharap persoalan kebangsaan harus dibuat sebagai sesuatu yang mutlak.
"Kemudian komitmen kebangsaan yang setengah-stengah. Itu harus diutuhkan. Kalau soal kebangsaan, kita harus final, jangan sampai 'iya' tapi jangan setengah-setengah," ulasnya.
Diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan kunjungannya ke kediaman Ketua MUI KH Ma'ruf Amin hanyalah untuk bersilaturahmi. Ini adalah hal biasa dilakukan sebagai seorang Kapolda yang baru.
"Jadi saya kesini karena saya menjabat baru di Polda Metro Jaya sebagai seorang anak. Saya datang silaturahmi ke orang tua, karena beliau ini adalah ketua MUI dan itu biasa. Kami datang dalam konteks silaturahmi. Kemarin kemarin saya dan beliau sudah saling kenal, ketika saya masih di Mabes Polri," katanya usai bertemu Rois Am PBNU di kediaman Ma'ruf Amin di Koja.[jat]
Djarot: Harusnya Gubernur DKI Setingkat Menteri
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai permasalahan di Jakarta seperti macet dan banjit, bukan cuma urusan Jakarta.
Menata Jakarta juga meliputi penataan daerah penyangga yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Konsepnya Jakarta kan sudah bukan lagi kota metropolitan, tapi megapolitan. Artinya bangun Jakarta juga harus sekaligus menata kawasan sekitarnya, Jabodetabek. Ini harus, ya," ujarnya di Balaikota, Senin (31/7/2017).
Seharusnya DKI Jakarta bukan lagi berkonsep metropolitan, melainkan kota megapolitan. Gubernur DKI perlu diberi kewenangan setingkat menteri.
"Nanti iya. Itu kan tergantung. Ini kan lintas provinsi, Jakarta, Banten, dan Jabar. Oleh karena itu, Gubernur Jakarta itu levelnya selevel menteri sebenernya. Karena ini namanya daerah khusus ibukota. Ada kata khususnya lho," imbuhnya
Dengan kewenangan menata daerah sekitarnya, maka Gubernur DKI Jakarta dapat meng-integrasikan kawasan Jabodetabek untuk menjadi kota megapolitan. [rok]
Ini Kekurangan Simpang Susun Semanggi
INILAHCOM, Jakarta - Simpang Susun Semanggi (SSS) sempat kembali ditutup untuk umum setelah open traffic pada 28 Juli 2017. Penutupan dilakukan setelah pada evaluasi open traffic masih belum banyak rambu-rambu lalu lintas yang terpasang.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengakui saat ini pihaknya masih terus melakukan evaluasi terhadap SSS.
Djarot beralasan belum lengkapnya rambu-rambu di SSS membuat pengendara belum sepenuhnya mengetahui.
"Kebanyakan yang saya lihat (pengendara) belum paham ya. Ragu-ragu, belum paham ya, sehingga pelan gitu ya. Makanya rambu-rambu saya minta harus diperjelas," ujarnya di Balaikota, Senin (31/7/2017).
Djarot menambahkan ujicoba dan evaluasi akan terus dilakukan hingga menjelang peresmian SSS oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus 2017 mendatang. Djarot menjamin pemasangan rambu-rambu di SSS akan rampung sebelum peresmian.
"Pasti selesai pada 17 Agustus (selesai). Saya pastikan selesai. Kemudian, termasuk penataan taman-tamannya di sana, ya. Mudah-mudahanan 17 Agustus juga sudah mulai rapi. Misalnya, pos untuk pekerja proyek di situ, ya. Itu harus kembali hijau," pungkasnya. [rok]
Ma'ruf Yakin Kapolda Bisa Buat Jakarta Kondusif
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'aruf Amin mengaku yakin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dapat membuat kondisi DKI Jakarta jadi lebih kondusif.
Apalagi sebelum bertugas, Idham berencana mengunjungi dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat.
"Karena saya sudah tau beliau. Beliau polisi yang prestasinya. Beliau pernah kesini juga dengan pak Kapolri. Jadi saya suda mengenal beliau. Karena itu harapan dan keyakinan saya, bahwa sebagai Kapolda insyallah beliau bisa mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Apalagi dengan beliau lakukan silaturahmi ke saya dan yang ulama atau tokoh lainnya, saya yakin kondisi jakarta akan lebih baik lagi," katanya usai bertemu Irjen Idham Azis di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).
Rois Am PBNU ini menilai cara pendekatan humanis yang dijanjikan Idham dapat meredam dan menjadi kunci kondusifitas Ibukota Republik Indonesia ini.
"Seperti yang disampaikan beliau, beliau akan mengelola Jakarta secara humanis dengan cara pendekatan yang soft. Ini saya kira kunci dalam rangka mengatasi Jakarta lebih kondusif, sehingga bisa meredakan mungkin kalau tidak dikendalikan akan menimbulkan masalah. Tapi dengan cara beliau yang humanis dan sering melakukan konsultasi," ujarnya.
Diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan kunjungannya ke kediaman Ketua MUI KH Ma'ruf Amin hanyalah untuk bersilaturahmi. Ini adalah hal biasa dilakukan sebagai seorang Kapolda yang baru.
"Jadi saya kesini karena saya menjabat baru di Polda Metro Jaya sebagai seorang anak. Saya datang silaturahmi ke orang tua, karena beliau ini adalah ketua MUI dan itu biasa. Kami datang dalam konteks silaturahmi. Kemarin kemarin saya dan beliau sudah saling kenal, ketika saya masih di Mabes Polri," katanya usai bertemu Rois Am PBNU di kediaman Ma'ruf Amin.[jat]
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Ini Langkah Pemprov
INILAHCOM, Jakarta - Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Jakarta, Pemprov DKI meluncurkan gerai sembako mandiri bernama Jakmart.
"Ini merupakan gerai keempat kita, kedepannya memang kita akan terus tambah dilokasi pasar yang dinilai layak dan ideal, ini juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pengunjung pasar," Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin saat peresmian di Pasar Baru Metro Atom di Jalan Samanhudi, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).
Tiga gerai sebelumnya sudah lebih dulu eksis di Kantor Pusat Cikini, Pasar Pramuka, dan Pasar Rawabening.
Adapun gerai Jakmart di pasar tersebut nantinya akan menempati ruangan kurang lebih 34,2 meter persegi. Untuk jam operasional sendiri akan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00–18.00 Wib.
"Saat ini ada kurang lebih 400 item makanan dan minuman yang kita jual disana, kita harapkan dengan kehadiran Jakmart yang menjual produk dengan harga yang lebih murah bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. [rok]
Minggu, 30 Juli 2017
Djarot: Pemindahan Ibukota Hanya Buang Energi
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut wacana pemindahan ibukota selama ini hanya buang energi.
Selain menimbulkan kegaduhan di masyarakat memindahkan ibukota bukan hal yang sederhana mengingat geografis Indonesia adalah negara kepulauan.
“Daripada kita buang buang energi, buang-buang perkataan, gaduh untuk pindah. Ada yang di Kalimantan Timur, kek, Kalimantan Tengah kek, Sulawesi Selatan kek. Makanya kenapa kemarin kebetulan bertemu dengan Presiden, saya sampaikan. Saya belum yakin terus terang saja," kata Djarot di Balai Kota, Senin (31/7/2017)..
Daripada itu, Djarot optimis pembangunan Jakarta sekarang semakin menunjukkan pergeseran transportasi dari pribadi ke umum atau massal.
“Memang masih macet tapi coba kita lihat kalau program ini tetep berlanjut, program pembenahan transportasi publik, secara mendasar di lakukan di Jakarta. Dan ini sudah dimulai kemudian baru mencapai 50-60 persen ini diteruskan maka Jakarta akan sangat berkurang tingkat kemacetannya,” ungkapnya.
Djarot menambahkan integrasi sistem transportasi juga tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini guna memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum. Diharapkan denga kemudahan tersebut, masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi.
Rencana pemberlakuan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di beberapa jalan protokol di ibukota juga diyakini akan mengurangi tingkat kepadatan kendaraan.
“Yang kedua, untuk di Jakarta perlu ada jalan berbayar, ERP untuk urai kemacetan. Yang ketiga, integrasi antar sistem transportasi dilakukan, itu perintah presiden, baik itu antara commuter line, Transjakarta , LRT, MRT,” tandas Djarot.
Sebelumnya pada puncak perayaan Lebaran Betawi, Minggu (30/7/2017), Djarot menyampaikan ketidaketujuannya terhadap wacana pemindahan ibukota ke Preisden Joko Widodo.
Pemerintah Joko Widodo memang mewacanakan pemindahan ibukota, daerah yang disebut-sebut sebagai kandidat ibukota negara selanjutnya adalah kota Palangkaraya.[jat]
Besok, Pemprov Bakal Jaga Trotoar dari Pelanggar
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat optimis program Bulan Patuh Trotoar akan efektif menekan pelanggaran lalu lintas yang biasa terjadi di trotoar, tempat bagi pejalan kaki.
"Saya sudah tandatangani instruksi gubernurnya. Mulai besok (berlaku)," ujar Djarot di Balai Kota, Senin (31/7/2017).
Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Seluruh dinas terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Bina Marga akan diterjunkan untuk mengamankan trotoar dari pelanggar.
Nantinya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan pihak kepolisian akan menindak pengendara motor yang mengambil hak pejalan kaki. Termasuk pedagang yang masih berjualan di trotoar akan ditertibkan oleh petugas Satpol PP.
Pemerintah DKI, kata Djarot, akan terus membuat pedestrian yang layak, termasuk ramah pada penyandang disabilitas. Saat ini, perbaikan trotoar tengah dilakukan di sejumlah wilayah.
"Dan yang kami inginkan adalah ada perubahan perilaku dari masyarakat kita. Kan masalahnya masih soal perilaku yah," tandasnya.[jat]
Temui Ma'ruf Amin, Kapolda Ingin Minta Doa Restu
INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan kunjungannya ke kediaman Ketua MUI KH Ma'ruf Amin hanyalah untuk bersilaturahmi.
"Jadi saya ke sini karena saya menjabat baru di Polda Metro Jaya sebagai seorang anak. Saya datang silaturahmi ke orang tua, karena beliau ini adalah ketua MUI dan itu biasa. Kami datang dalam konteks silaturahmi. Kemarin kemarin saya dan beliau sudah saling kenal, ketika saya masih di Mabes Polri," katanya usai bertemu Rois Am PBNU di kediaman Ma'ruf Amin di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).
Dalam posisi barunya sebagai Kapolda Metro, ia ingin mendatangi semua tokoh masyarakat yang ada di Jakarta. Ini bertujuan agar ada sinerjitas antara polisi dan tokoh untuk menjaga stabilitas negara.
"Saya sekarang menjabat sebagai Kapolda Metro sekarang saya akan datang dan akan silaturahmi kepada semua orang-orang tua agar situasi Jakarta ini bisa kita kelola dengan baik dan humanis. Saya minta petunjuk an doa restu kepada orang tua yang saya anggap beliau seperti orang tua saya sendiri," ulasnya. [rok]
Kapolda Metro Kunjungi Rumah Ma'ruf Amin
INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengunjungi rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017) pagi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan kunjungan itu hanyalah kunjungan biasa dari seorang Kapolda ke tokoh masyarakat.
"Ya, biasa ini karena Kapolda baru, silaturahmi saja," kata Argo di lokasi.
Ia belum bisa menyampaikan lebih detail tentang maksud pertemuan itu. Keterangan akan diberikan langsung Kapolda saat pertemuan selesai.
Pantauan di lokasi, Kapolda Metro tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, memakai seragam lengkap dengan peci menempel di kepala.
Kedatangan Irjen Idham Azis disambut langsung oleh KH Ma'ruf Amin di depan pintu rumahnya. Setelah diadakan sesi foto, Kapolda dan rombongan langsung masuk dan melakukan pertemuan secara tertutup. [rok]
BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Jabodetabek hari ini Senin (31/7/2017). Diprediksi, hampir seluruh wilayah akan diguyur hujan ringan.
Jakarta Selatan pagi ini diperkirakan hujan ringan, siangnya hujan sedang dan malam hari hujan lokal lalu dini hari baru berawan. Begitu juga di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat cuaca sama seperti Jakarta Selatan.
Kemudian, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara pagi ini diprediksi hujan ringan, siangnya hujan lokal dan malam berawan. Selain itu, wilayah Kepulauan Seribu pagi hari diperkirakan hujan sedang, siang hujan lokal dan malam berawan.
Bergeser ke wilayah Depok diperkirakan pagi ini hujan lokal, siang hujan ringan, malam hujan lokal dan dini hari cerah berawan. Sedangkan, wilayah Bogor juga diperkirakan cuaca sama dengan Depok.
Kemudian, Bekasi pagi ini diprediksi hujan ringan, siang hujan sedang dan malam berawan. Lalu, wilayah Tangerang juga demikian pagi ini diperkirakan hujan ringan, siangnya hujan sedang dan malam hari berawan.[ris]
Truk Tabrak Separator Busway di Latumenten
INILAHCOM, Jakarta - Sebuah truk mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Latumenten arah Grogol, Jakarta pada Senin (31/7/2017).
Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, truk trailer itu menabrak separator Busway. Truk yang berwarna hijau itu terlihat posisinya melengkung menabrak separator, sedangkan box kontainernya menutup ruas jalur Busway.
Namun, belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut dan petugas Polri di lapangan masih menangani perkara tersebut.[ris]
Avanza Tabrak Railing di Gardu Tol Semanggi 2
INILAHCOM, Jakarta - Sebuah kendaraan roda empat mengalami kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Senin (31/7/2017) dini hari.
Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, kendaraan itu jenis Toyota Avanza nomor polisi B 1894 TOI yang mana menabrak railing dekat Gardu Tol Semangggi 2.
Namun, belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan dan ada korban jiwa atau tidak atas insiden tersebut. Kini, petugas Polri di lapangan masih menangani kejadian ini.[ris]
Penghuni Apartemen Desak Dibentuknya PPRS yang Sah
INILAHCOM, Jakarta - Penghuni apartemen Tamansari Sudirman Executive Residence (TSER) Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan mendesak Wika Realty selaku developer untuk dibentuknya Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) yang sah.
Sehingga mereka tidak lagi kesulitan mengurus administrasi kependudukannya sebagai warga hunian vertikal tersebut.
Menurut Anthony salah seorang penghuni, pembentukan PPRS di tempat tinggal pernah diinisiasi pihak Wika Realty sebagai developer apartemen pada tahun 2011. Pada saat itu ditunjuk Lehman Sirait sebagai ketuanya.
"Namun di tengah jalan yang bersangkutan entah kemana. Dan sampai kini, kami sebagai penghuni tidak mengetahui keberadaannya," ujar Anthony, Minggu (30/7/2017).
Seiring perjalanan waktu, tanpa sosialisasi pihak developer kembali menginisiasi terbentuknya PPRS pada tahun 2014 dengan menunjuk Donny Bernadi sebagai ketua. Dan berdasarkan masa jabatan telah berakhir pada Mei 2017.
Sayangnya pihak developer masih memaksakan kepengurusan PPRS tersebut. Padahal sebagian dari pengurus periode itu juga mempertanyakan keabsahan kepengurusan PPRS di bawah kepemimpinan Donny.
Hal tersebut membuat penghuni heran lantaran tanpa pemberitahuan. Padahal sesuai dengan ketentuan pembentukan PPRS harus melalui pertemuan dan kesepakatan 2/3 pemilik dari total unit yang ada di apartemen tersebut. Adapun jumlah penghuni apartemen TSER berjumlah 450 penghuni dan 21 ritel.
Dengan tidak dipenuhinya persyaratan tersebut, diungkapkan Anthony maka bisa dikatakan pembentukan PPRS di tahun 2014 bisa dikatakan tidak sah.
Anthony mengatakan, penghuni pun hingga kini belum menerima Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang merupakan hak penghuni. "Bagaimana mungkin kami tidak boleh mengetahui AD/ART PPRS tempat kami tinggal. Padahal itu hak kami," tegasnya.
Lebih lanjut Anthony menambahkan bahwa ia bersama warga telah melakukan pertemuan dengan Dinas Perumahan dan Gedung DKI termasuk Camat Setiabudi dan Lurah Karet Kuningan untuk memediasi tuntutan warga ini. Pasalnya dengan ketidakpastian kepengurusan PPRS ini pihak penghunilah yang dirugikan.
Seperti mengurus legalitas kepemilikan, perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB), administrasi kependudukan dan pertanggung jawaban hak penghuni. "Semua itu kan harus melalui PPRS. Jika tidak ada PPRS yang sah yang memiliki badan hukum, bagaimana hak-hak penghuni bisa terpenuhi," tandasnya.
Guna memfasilitasi aspirasi, Anthony mengungkapkan penghuni dapat menyampaikan melalui alamat email pprs.tamansudirman@gmail.com.
Iapun bersama penghuni lainnya berharap Pemprov DKI dapat menindaklanjuti permintaan penghuni tersebut. Terlebih sebelumnya Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat menyatakan pembenahan administrasi kependudukan di apartemen harus segera dilakukan. Sehingga pendataan penduduk ibukota tidak lagi amburadul.
"Penghuni menuntut developer segera menyelenggarakan rapat umum anggota pengurus baru. Dalam hal ini pak Purwanto Budi sebagai kepala pengelola apartemen tidak menundanya," tegasnya.[jat]
Sabtu, 29 Juli 2017
Bikers Tewas Kecelakaan di Warung Jengkol Joglo
INILAHCOM, Jakarta - Pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat pada Minggu (30/7/2017) dini hari.
Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, pemotor itu kecelakaan dekat warung jengkol Joglo pada pukul 02.50 Wib.
Namun, belum diketahui penyebab kecelakaan pengemudi Yamaha B 6996 VBC itu. Hanya saja, korban langsung tewas tutup usia di lokasi dan sudah dalam penanganan petugas Polri di lapangan.[ris]
Mobil Livina Terbakar di Tol Cilandak
INILAHCOM, Jakarta - Sebuah mobil terbakar di KM 24 Tol Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (30/7/3027) dini hari.
Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, mobil yang terbakar jenis Nissan Grand Livina nomor polisi F 1087 GV.
Api terlihat membara di jalan tol tersebut dari arah Lebak Bulus ke Serpong. Namun, belum diketahui penyebab kebakarannya mobil tersebut.
Kemudian, apakah korban jiwa atas kejadian itu juga belum diketahui karena masih dalam penanganan petugas Polri di lapangan.[ris]
Pekerja Sosial Harus Kuasai Pengetahuan
Jambret, Pria Bertato Burung Ditelanjangi Warga
INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria bertato burung hantu ditelanjangi warga karena kedapatan menjambret telephon genggam milik Ipana Adik Dewasta (38) yang bekerja sebagai karyawati.
Tidak hanya ditelanjangi, pelaku Aris (25) juga babak belur dihajar warga lantaran geram dengan aksi jahatnya yang telah merugikan orang lain.
Danramil 05 Kebon Jeruk, Kapten Inf Sunarjo menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat 28 Juli 2017 sekira pukul 22.36 WIB malam di Jalan Raya Kebayoran Lama, perbatasan antara wilayah Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk dengan Kebayoran Jakarta Selatan.
"Pada saat itu korban sedang mengendarai sepeda motornya menuju arah Kebayoran Lama. Tiba-tiba pelaku merampas Hp Samsung korban yang disimpan dibox depan sepeda motornya," kata Sunarjo, Sabtu (29/7/2017).
Mendapat perlakuan tersebut, korban langsung meneriakinya 'jambret' serta meminta tolong kepada warga setempat yang berada disekitar lokasi kejadian untuk mengejar pelaku.
''Pelaku pun langsung dikejar massa dan melarikan diri kearah RS Medika Pertama Hijau, dan langsung ditangkap oleh Security, dan langsung diamankan di Pos Keamanan RS Medika Pertama Hijau," ucapnya.
Meski sudah ditangkap oleh pihak sekurity, para warga tidak memperdulikanya, bahkan malah memukuli pria bertato itu serta menelanjanginya.
''Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan warga sudah semakin banyak, akhirnya anggota security menghubungi Babinkamtibmas, Aiptu Rustam dan Babinsa, Serda Agus Wiyono," ucapnya.
Dia menambahkan, dikarenakan kejadian penjambretan berada di wilayah hukum Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan, maka oleh Babinkamtibmas dan Babinsa, pelaku diserahkan ke Mapolsek Metro Kebayoran Lama. [hpy]
Curi Hp Di Kosan, Sutikno Masuk Ditangkap Polisi
INILAHCOM, Jakarta - Sutikno alias Tikno (33) harus berurusan dengan pihak kepolisian karena nekat mencuri telephone gengam milik seorang karyawati di sebuah kosan di Jalan Krendang Selatan Rt 011/06, Krendang, Tambora, Jakarta Barat.
Saat menjalankan aksinya, warga asal Kebumen itu terlebih dahulu merusak gembok milik korban, Ika Silvia (19) di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Syafi'i menjelaskan, kejadian bermula saat korban sedang keluar kamar kos untuk membeli makanan.
''Lalu meninggalkan kamar dalam keadaan terkunci gembok. Setelah sekitar 15 menit lalu korban kembali ke kamar kos dan terkaget melihat pintu kamar kos terbuka dan terlihat pelaku sedang keluar terburu-buru menuruni tangga sambil memegang Hp ditangan kanannya," kata Syafi'i di Jakarta Barat, Sabtu (29/7/2017).
Syafi'i menambahkan, lantaran merasa curiga, korban bergegas menuju kamarnya dan ternyata benar Handphone miliknya yang sedang dicas telah hilang.
"Korban langsung berteriak maling sambil mengejar pelaku yang akhirnya berhasil ditangkap dengan dibantu oleh warga sekitar. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti (bb) diserahkan ke kantor kami," tandasnya. [fad]
Kedapatan Bawa Ganja, Polisi Tangkap Pencuri Helm
INILAHCOM, Jakarta - Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Beddy Suwendi meringkus pelaku pencurian helm oleh seorang pria bernama Danang Goro Widi Sukmana, di Samsat Jakarta Timur, Sabtu (29/7/2017).
Kejadian tersebut bermula saat Beddy sedang melakukan pengecekan rutin terhadap jajarannya yang sedang bekerja di lingkungan Samsat Jakarta Timur. Saat tiba di parkiran Danang terlihat sedang berusaha mengambil helm dari sebuah sepeda motor.
"Kemudian pelaku kita tangkap disaat sedang mau curi helm," kata Beddy kepada INILAHCOM, Sabtu (29/7/2017).
Kejadian tersebut sontak membuat warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha menghakimi pelaku. Namun, berhasil dilerai oleh Beddy. Di samping itu, lanjut Beddy, saat diperiksa ditemukan barang bukti narkotika jenis ganja dari tangan pelaku.
"Pelaku masih kita tahan di Mako dan bakal diserahkan ke pihak Polres atau Polsek terdekat guna ditangani lebih lanjut," pungkasnya. [fad]
Jumat, 28 Juli 2017
Dua Kecelakaan Terjadi di Jakarta Dinihari Tadi
INILAHCOM, Jakarta - Sebuah truk tangki terguling di dekat halte Jembatang gantung, Jalan Daan Mogot Jakarta Barat, Sabtu (29/7/2017) dini hari tadi.
Dalam laporan tertulis dari laman @TMCPoldaMetro, sebuah truk besar berwarna biru tampak menyangkut sebuah besi besar tepat ditengah jalan.
Akibatnya, badan truk yang besar membuat pengendara lain sulit melintas di jalur tersebut. Petugas kepolisian yagn tiba dilokasi terpaksa harus mealkukan contra flow arus lalu lintas yang mengarah ke Cengkareng.
Sementara petugas tampak terus berusaha memindahkan badan truk yang melintang.
Masih dari @TMCPoldaMetro, dikabarkan kecelakaan antara sepeda motor dengan mobil terjadi di Jalan Tirtayasa Jakarta Selatan.
Sebuah mobil Toyota Crown bernopol F 315 menghantam pemotor ( B 6615 ZEQ) hingga ringsek. Akibatnya, korban luka langsung dilarikan ke RS Pusat Pertama untuk mendapat perawatan intensif.
Belum diketahui identitas korban luka dan penyebab pasti kecelakaan. Namun saat ini, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kecelakan yang diketahui pukul 04.36 tersebut.
Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini
INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang pagi hari ini (Sabtu, 29/7/2017), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat cuaca di seluruh wilayah Jabodetabek bakal cerah dan cerah berawan.
Hanya saja siangnya, beberapa wilayah bakal diguyur hujan. Mulai dari Bekasi (Hujan Lokal), Bogor (Hujan Lokal), Depok (Hujan sedang), Jakarta Selatan dan Jakarta Timur (hujan lokal).
Sementara daerah Jakarta Barat, Pusat dan Utara cuaca bakal berawan tebal. Sama halnya dengan daerah Tangerang pada siang hari.
Beralih ke malam hari, cuaca berawan kembali merata di seluruh Jabodetabek hingga dini hari.
Djarot Diminta Evaluasi Kinerja Bos Pasar Jaya
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta diminta mengevaluasi kinerja Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI itu.
Demikian disampaikan olej Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad. Hal itu diminta karena dia menduga Dirut PD Pasar Jaya telah menerima pekerja profesional tidak melalui proses seleksi yang semestinya.
"Gubernur Djarot harus segera mengevaluasi kinerja Direksi PD Pasar Jaya atas dugaan koncoisme itu," kata Syaiful melalui siaran siaran pers, Jumat (28/7/2017).
Menurut dia, kehadiran jajaran direksi ini diharapkan dapat memberikan suasana baru yang positif di lingkungan PD Pasar Jaya. Namun, kata dia, seiring dengan berjalannya waktu, jajaran direksi tidak menunjukan silap itu. Melainkan diduga telah melakukan tindakan sebaliknya.
Dalam kesempatan ini ia mengungkap, tenaga profesional yang direkrut direksi yang tidak melalui proses seleksi yang sesuai peraturan antara lain, BS Manager Bidang Sumber Daya Manusia sebelumnya bekerja di Hero Supermarket memiliki kedekatan khusus dengan Arief Nasrudin, satu-satunya manager bidang yang menerima fasilitas kendaraan operasional.
FA Manager UPB Jatinegara sebelumnya bekerja sebagai Manager Foodhall Supermarket, kerabat dari Anugrah Esa. AM Kepala Unit Layanan Pengadaan, keponakan Arief Nasrudin.
HH Manager UPL Perkulakan sebelumnya merupakan Manager PT Sukses Swalayan Abadi (Foodhall) dan sudah purna bakti, senior dan mentor dari Arief Nasrudin dan Anugrah Esa.
RMS Asisten Manager UPL Perkulakan sebelumnya Asisten Eksekutif PT Cardig Aero Service dan merupakan orang dekat Arief Nasrudin. LPSS Manager Bidang Keuangan rekan kerja di Singapura dan sekaligus saudara Ramses Butarbutar dan rekanan Melvani (Staf Ahli Gubernur DKI/Ahok).
AT Manager Keamanan I relasi dekat Arief Nasrudin. Dj Manager Keamanan II relasi dekat Arief Nasrudin. FA Manager IT relasi dekat Ramses Butarbutar dan Melvani. ET Asisten Manager Subbid Perencanaan Sumber Daya Manusia kerabat dekat BS dan Arief Nasrudin, sering terlibat dalam proyek pengadaan di PD Pasar Jaya seperti pengadaan baju dinas pegawai dan konsultan SDM.
Kemudian, An Asisten Manager UPL Perkulakan sebelumnya di PT Cardig Aero Service sangat dekat dengan Arief Nasrudin. Dan lainnya seperti AN Asisten Manajer UPL Perkulakan, SS Kepala Toko JakMart UPL Perkulakan, Ag Manager Pajak, Ha Manager Pembangunan.
Tenaga profesional yang direkrut Direksi telah menerima gaji yang nilainya jauh lebih besar dari para Manager/Asisten Manager selevel. Selain itu daftar gaji seluruh pegawai yang selama ini selalu terbuka (sistim Open Governance) sekarang ditiadakan sehingga membuat karyawan curiga ada perbedaan penggajian satu dengan lainnya.
Selain itu, program kerja yang dilakukan hanya untuk kejar tayang namun tidak ada perencanaan yang matang sehingga berpotensi merugikan perusahaan dan konflik dengan pedagang. Contohnya JakGrosir di Pasar Induk Kramat Jati yang masih terkendala hak pengelolaan lahan dengan pihak ketiga namun tetap dipaksakan. Keberadaan JakMart yang meresahkan para pedagang di pasar karena membuat lesu pendapatan para pedagang.
Tindakan Direksi PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, Anugrah Esa, Ramses Butarbutar dianggap bertentangan dengan company value yang dibuat pada jaman direksi ini sendiri yaitu Integrity, Service, Profesional, Discipline dan Teamwork.
"Sekali lagi, Direksi PD Pasar Jaya harus segera mengklarifikasi atas informasi ini," kata dia.
Dihubungi terpisah, Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin enngga berkomentat soal isu tersebut. "Saya ikhlas. Semoga Allah SWT memberikan hidayah untuk kita semua. Amin ya robbal alamin," tulis Arief. [ton]
Kasus Pemalsuan, Pengusaha Apresiasi Polda Metro
INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha Umar Azhar mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang menangani kasus dugaan pemalsuan surat dan keterangan palsu pada akta otentik yang melibatkan mantan Direktur Utama PT MIT berinisial HS.
"Berdasarkan informasi penyidik Polda Metro Jaya telah menahan (HS)," kata pengacara Azhar Umar, Tony Budi Yanto, Jumat (28/7/2017).
Ia menjelaskan kliennya telah melaporkan HS dan Z berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/3081/VI/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 27 Juni 2017 terkait dugaan pemalsuan data dan keterangan palsu pada akta otentik.
Selain ke Polda Metro Jaya, Tony mengatakan kliennya mengadukan HS ke KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lantaran dugaan merugikan keuangan negara terkait aset TNI Angkatan Laut.
"HS diduga melakukan inbreng berupa lahan tanah milik TNI AL senilai Rp3 triliun di Marunda Jakarta Utara," ujarnya.
Menurut dia, inbreng merupakan suatu transaksi pemasukan harta tidak dalam bentuk uang tunai dari para pemegang saham melalui penyertaan modal perseroan berupa aktiva antara lain lahan tanah.
"Kita sudah menyerahkan bukti dugaan penyelewenangan dan diterima penyidik KPK. Klien kami sebagai pemegang saham PT MIT mengalami kerugian lantaran dinyatakan pailit," jelasnya.
HS diduga merubah Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) dengan cara melakukan inbreng bermasalah melalui PT Unitras Nusa Jaya.
PT MIT dinyatakan pailit karena terbukti lalai menyelesaikan utang induk usahanya yaitu PT Multi Logistics Company kepada tiga investor yakni Singapura China Investment Find II L.P, UVM Venture Investment L.P dan SACLP Investment Limited.
PT MIT sebagai anak perusahaan Multigroup yang dijadikan jaminan pinjaman perusahaan induk senilai Ro50,32 juta Dolar Amerika Serikat pada 2013. [ton]
Sakit Jiwa, Pencuri Bus Transjakarta Bisa Bebas
INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan polisi belum menentukan status hukum Sentot Setiadi pria yang mencuri bus Transjakarta. Pasalnya Sentot terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Jika Sentot dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, maka proses penyidikan kasus ini akan dihentikan dan Sentot akan dibebaskan.
"Jika dinyatakan bahwa yang bersangkutan ada gangguan dalam berfikir atau kejiwaan, maka pemeriksaan tidak akan dilanjutkan, karena tidak memenuhi syarat formil hukum acara pidana yaitu sehat jasmani dan rohani," kata Andry di Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Selain itu, dalam waktu dekat ini, polisi juga akan mempertemukan keluarga Sentot dengan pihak PT Mayasari Bhakti dan Transjakarta.
"Pertemuan untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan dan keputusan (hukum selanjutnya)," kata Andry.
Diketahui, Sentot diduga mencuri bus Transjakarta milik PT Mayasari Bhakti bernomor polisi B 7540 TGC. Saat dilacak, bus yang dibawa kabur Sentot diketahui berada di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah. Pihak Mayasari lantas menghubungi polisi.
Sentot ditangkap polisi di Pekalongan pada Rabu malam 26 Juli 2017 sekira pukul 19.00 WIB. Penangkapan bermula saat pelaku mengisi BBM di SPBU, namun tidak membayar.
Karyawan SPBU sempat berupaya mengejar bus tersebut sebelum akhirnya melaporkan ke pos polisi terdekat. Sentot akhirnya ditangkap setelah sempat kejar-kejaran dengan petugas kepolisian.
Aksi Sentot yang membawa kabur bus Transjakarta seorang diri ini tergolong nekat. Selama pelariannya, Sentot sempat menabrak kendaraan lain dan menggadaikan CCTV bus Transjakarta yang ia bawa.[jat]
Polisi Periksa Kejiwaan Pencuri Bus Transjakarta
INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, penyidik Polsek Ciracas, masih memeriksa Sentot Setiadi yang diduga mencuri bus Transjakarta milik PT Mayasari Bhakti.
Namun selama diperiksa, keterangan Sentot berubah-ubah. Bahkan beberapa kali ia meracau. "Sampai siang ini yang bersangkutan masih meracau atau berbicara ngawur," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Atas dasar itu, polisi bakal memeriksa kejiwaan sopir bus Transjakarta yang tengah diskorsing tersebut. Apalagi hingga saat ini polisi belum berhasil menggali alasan Sentot membawa kabur bus berkelir putih biru itu hingga ke Jawa Tengah.
"Makanya perlu dilakukan pemeriksaan oleh psikiater," ucap dia.
Diketahui, Sentot diduga mencuri bus Transjakarta milik PT Mayasari Bhakti bernomor polisi B 7540 TGC. Saat dilacak, bus yang dibawa kabur Sentot diketahui berada di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah. Pihak Mayasari lantas menghubungi polisi.
Sentot ditangkap polisi di Pekalongan pada Rabu malam 26 Juli 2017 sekira pukul 19.00 WIB. Penangkapan bermula saat pelaku mengisi BBM di SPBU, namun tidak membayar.
Karyawan SPBU sempat berupaya mengejar bus tersebut sebelum akhirnya melaporkan ke pos polisi terdekat. Sentot akhirnya ditangkap setelah sempat kejar-kejaran dengan petugas kepolisian.
Aksi Sentot yang membawa kabur bus Transjakarta seorang diri ini tergolong nekat. Selama pelariannya, Sentot sempat menabrak kendaraan lain dan menggadaikan CCTV bus Transjakarta yang ia bawa.[jat]
Sandi: Jakarta Harus Menangkan Persaingan Global
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menyatakan kota Jakarta harus menjadi pemenang dalam persaingan global masa depan. Hal ini disampaikannya dalam Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Hotel Fairmont, Jl. Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).
"Kita ingin salah satu masalah Jakarta diselesaikan yaitu lapangan kerja yang lebih baik dan berkualitas. Yang bisa menyerap lapangan kerja begitu kuat adalah UMKM bukan sekadar dari pemerintah," ujar Sandi
Mantan ketua HIPMI ini menilai pertumbuhan wirausaha menjadi penting untuk difasilitasi pemerintah. Karenanya Sandi berusaha mewujudkannya dengan program OK OCE. "Kita punya PR untuk terus menciptakan wirausaha. Indonesia punya banyak peluang usaha melalui pemanfaatan teknologi dan digital," ucap Sandi.
Sandi berharap IAEI dapat memperlihatkan ekonomi islam sebagai alternatif dalam membangun wirausaha Indonesia. Ekonomi islam, sebutnya, harus membantu dan membentuk ekosistem yang baik agar wirausaha Indonesia menjadi pengusaha tangguh. [*]
Ini Kesan CEO Bukalapak Terhadap Mentornya
INILAHCOM, Jakarta - CEO Bukalapak Achmad Zaky mengaku Wakil Gubernur DKI terpilih Sandiaga Uno merupakan salah satu inspirasi dan mentor dalam membangun e-commerce Bukalapak.com.
Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi narasumber bersama Sandi dalam seminar bertema "menumbuhkan wirausaha generasi muda" di Hotel Fairmont, Jl. Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). "Mentor saya adalah Bang Sandi. Saya masih ingat saat kuliah dahulu bertemu beliau dan salah satu yang menginspirasi untuk membuat dan membesarkan Bukalapak," kenang Zaky
Pria asal Sragen ini menegaskan role model yang tepat dibutuhkan untuk membentuk jiwa wirausaha. Zaky mencontohkan interaksinya dengan Sandi telah membuka peluang bisnis meskipun tidak memiliki ilmu maupun pengalaman usaha.
Menanggapi hal tersebut, Sandi kemudian menyatakan kebanggaannya atas kesuksesan Zaky dan Bukalapak yang didirikannya. Mantan ketua HIPMI inipun menceritakan pertemuannya pertama kali dengan Zaky.
"Sekitar 2010 atau 2011, Ada pelatihan dimana anak muda terlihat bersemangat saat saya memberi materi tentang wirausaha. Di situ, Saya berkesempatan bertemu dengan Achmad Zaky. Ia menyebut akan membuat bukalapak.com. Kita belum bisa membayangkan marketplace itu bisa sebesar ini," terang Sandi.
Sandi menyebut Zaky menjadi contoh nyata pentingnya mentor dalam pertumbuhan wirausaha. Bukalapak yang dibangun Zaky, sebutnya, telah cukup dikenal hingga masyarakat bawah. "I am really proud of you (Achmad Zaky. Saya senang, motivasi sedikit ternyata bisa membangkitkan (wirausaha baru)," ujarnya. [*]
Kamis, 27 Juli 2017
Polda Kerahkan 10 Ribu Personil Amankan Aksi 287
INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya menyiapkan puluhan ribu personel untuk mengamankan aksi 287 pada Jumat (28/7/2017). Aksi ini dilakukan menolak Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 2 tentang ormas.
"Kita antisipasi aksi itu dengan melibatkan sekitar 10 ribu personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dihubungi.
Argo mengatakan, pihaknya memang sudah menerima surat pemberitahuan adanya aksi tersebut. Dari surat itu, diperkirakan massa yang akan mengikuti aksi tersebut sebanyak 5 ribu orang.
"Kita sudah melakukan TFG (Tactical Floor Game). Artinya bahwa kita karena ada pemberitahuan yang masuk ke Polda jumlah massa sekitar 5.000 disurat pemberitahuannya," katanya menambahkan.
Rencananya, aksi tersebut akan dilakukan setelah salat Jumat di Masjid Istiqlal. Setelahnya, massa akan melakukan long march ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Nantinya, setelah berada di MK, pihaknya akan mengupayakan perwakilan massa menemui pejabat di MK untuk menyampaikan aspirasinya. "Dia nanti kan mau ke MK. Nanti kita koordinasi untuk perwakilan untuk ketemu dengan MK sepuluhan orang."
Untuk rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Pihak Kepolisian juga sudah menyiapkan lahan parkir untuk para pengunjuk rasa agar berjalan tertib. "Pengalihan arus lalu lintas situasional. Tapi kita usahakan agar tetap tidak menggangu ketertiban umum. Dua lahan parkir disediakan di Monas dan IRTI," ujarnya.
Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan turun dibeberapa wilayah di Jabodetabek mulai Jumat (28/7/2017) siang ini.
Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang akan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak siang hingga malam nanti. Untuk wilayah Jakarta, daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur bakal diguyur hujan dengan intensita ringan hanya disiang hari.
Pada malam hari, cuaca akan berawan tidak hanya di timur dan selatan, melainkan diseluruh wilayah Jakarta.
Bagi anda yang akan bepergian hari ini, jangan lupa untuk selalu mempersiapkan diri terhadap potensi hujan. Seperti membawa payung dan juga jas hujan.
Polda Metro Sikapi Reaksi Dishub Soal Pak Ogah
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, rencana pemberdayaan 'Pak Ogah' telah dikaji di internal kepolisian sesuai dengan undang-undang lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009.
Hal ini diungkapkan guna menanggapi rencana pemberdayaan 'Pak Ogah' yang bakal diberi nama Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supertas) dipersoalkan oleh Dishub DKI Jakarta. Mengingat hal tersebut dinilai berseberangan dengan Pasal 7 ayat 1 Perda Nomor 8 Tahun 2017 tentang ketertiban umum.
"Kalau kita kan ada undang-undang, ada Pasal 256, coba lihat," jelas Halim di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Dia menjelaskan, dalam Pasal 257 peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 dapat dilakukan secara perseorangan, kelompok, organisasi profesi, badan usaha, atau organisasi kemasyarakatan lain sesuai dengan prinsip keterbukaan dan kemitraan.
Untuk itu, sebelum resmi diperbantukan mengatur lalu lintas, Supertas bakal dilatih dan dibekali pemahaman lalu lintas. Bahkan diawasi agar tidak melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada pengendara.
Kendati demikian, Halim mengakui pemberdayaan Supertas perlu dikaji secara serius dan melibatkan berbagai unsur seperti Pemda DKI Jakarta dan Perusahaan.
"Ia kita kan proses ini, sementar satu bulan ini kita lakukan pendataan siapa orangnya, lokasi dimana, kalau memang di lokasi ini buat macet kita pindahkan," tuturnya.[jat]
Kiswar Putus Komunikasi Dengan Mario Teguh
INILAHCOM, Jakarta - Ario Kiswar Teguh mengaku putus komunikasi dengan Mario Teguh semenjak Lebaran 2017.
Ario mengaku tidak memiliki akses lagi untuk berkomikasi baik lewat telepon seluler maupun media sosial.
"Di-block kan mau komunikasi gimana, di-block, ngertikan kalo di-block, ya udah," kata Kiswar di Molda Metro Jaya, Kamis (27/7/2017).
Selain itu, Kiswar pun berharap kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang melibatkan Mario Teguh yang diakui sebagai ayah biologisnya tersebut cepat selesai.
"Kita ke sini sebetulnya karena mau minta kejelasan lah, masa ga cape sih penyidiknya ditanyain mulu, masa ngerjain yang ini-ini aja. Kita juga pengennya ada cepet ada pencerahan," tandasnya. [rok]
Rabu, 26 Juli 2017
Hari Ini Jakarta Berawan
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada pagi ini Kamis (27/7/2017) akan berawan.
Lewat situs resmi BMKG, kondisi cuaca itu akan bertahan hingga dini hari nanti. Untuk Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi . BMKG akan meramalkan juga akan berawan.
Suhu udara terpantau berada di kisaran 23-32 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 60-95%.[hpy]
DPRD Tolak Usul Djarot Soal Tunjangan Berbasis TKD
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPRD Jakarta, Triwicaksana tak setuju usulan Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa sistem tunjangan anggota dewan dibuat seperti Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) layaknya PNS.
Bang Sani, panggilannya, mengatakan sistem kerja PNS dan Anggota Dewan sangat berbeda.
"DPR dan DPRD ini kan politisi, dia tidak bekerja berdasarkan jam kerja, tidak kerja berdasarkan apa yang dilakukan birokrasi lah," katanya di Gedung DPRD, Rabu (26/7/2017).
Politisi katanya, bekerja berdasarkan target. Misalnya dilihat dari penyelesaian Peraturan Daerah yang dibuat atau dilihat dari cara penyelesaian APBD tepat waktu atau tidak.
Selain itu, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, tidak ada bahasan soal kenaikan tunjangan dewan harus seperti TKD.
"Raperda ini kan mengacu pada PP 18-nya, nanti kita akan lihat memungkinkan atau nggak, sebab kan kita agak sulit juga keluar dari regulasi yang di atasnya, karena menyangut masalah keuangan," tandasnya.[jat]
Kepulangan Rizieq tak Harus Koordinasi ke Polisi
INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera mengatakan rencana kepulangan Rizieq ke Indonesia bukan karena perkara yang sedang ditangani polisi, tetapi Rizieq kembali sebab Indonesia sebagai kampung halamannya.
"Tidak ada kaitan dengan perkara, tapi Indonesia kampung halamannya, kalau ada UU dilanggar silahkan di proses, tapi ini tidak ada yang dilanggar," kata Kapitra kepada INILAHCOM, Rabu (26/7/2017).
Kapitra menyebutkan jika Rizieq akan pulang ke tanah air sebelum tanggal 17 Agustus. Pihaknya juga tidak akan di koodinasikan dengan polisi.
"Ya insyaallah dia akan kembali, ya semoga aja sebelum tanggal 17 Agustus, tidak ada urusan soal koordinasi ke pihak polisi, kita ada langgar apa," jelasnya. [hpy]
Bangunan di PIK Rugikan Jakarta?
INILAHCOM, Jakarta - Pelanggaran pelampauan nilai koefisien dasar bangunan (KDB) kawasan Pantai Utara II, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan harus jadi pintu masuk audit bangunan di Jakarta. Sebab, kerugian itu mengakibatkan hilangnya pendapatan asli daerah (PAD).
Padahal, disepanjang jalan itu semua bangunan pertokoan hanya tiga lantai. Namun, ada dua bangunan menjulang tinggi dan kokoh yakni satu enam lantai dan 13 lantai. Tentu, ini berpengaruh terhadap pemasukan keuangan daerah.
Kepala Dinas Cipta Karya DKI, Benny Agus Chandra mengatakan bangunan di PIK memang sudah jelas melanggar KDB. Menurut dia, pelanggarannya itu ada perbedaan antara izin yang diterbitkan dengan kondisi di lapangan.
"Temuan pelanggaran itu setelah tim melakukan tinjauan lapangan secara serta melihat kondisi, kami sudah terbitkan surat peringatan kepada yang bersangkutan," kata Benny di Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Ia menjelaskan tim sudah menghitung pelanggaran diantaranya kurang lebih luas lantai dasar dibagi luas efektif daerah perencanaan, namun Benny tidak menjawab secara detail.
Sementara Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI, Edy Junaedi mengatakan apabila perbedaannya ada izin dan kondisi di lapangan, maka bukan izinnya yang salah.
"Tetapi itu merupakan tigas pengawasan dan cipta karya yang harus bergerak. Kalau begitu posisinya, itu berarti ini tugas pengawasan," katanya.
Ia menjelaskan harusnya Dinas Cipta Karya DKI menyesuaikan antara desain dan luasan KDB dengan kondisi di lapangan, sehingga apabila itu memang benar harus ditindaklanjuti dengan pembongkaran bagian yang melanggar.
"Izin ya tak perlu diapa-apakan lagi, kan sudah benar izinnya. Tinggal disesuaikan saja," jelasnya. [rok]
Persoalan 'Pak Ogah' Bukan Ranah Polisi
INILAHCOM, Jakarta - Rencana kepolisian merekrut 'Pak Ogah' untuk membantu mengatur lalu lintas dianggap tidak pas. Selain ekses yang bisa ditimbulkan dari mempekerjakan tenaga yang tidak ahli, merangkul Pak Ogah juga bukan urusan kepolisian.
"Pak Ogah harusnya ditangani Pemda DKI seperti dari Dishub, Disnaker, wali kota sampai dengan kelurahan," kata Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga kepada INILAHCOM, Rabu (26/7/2017).
Sebab nantinya, urusan sistem kerja sampai pesangon, bakal sulit jika dibebankan kepada kepolisian. Selain sumber dana, persoalan pak Ogah jika dilihat dari kacamata Nirwono, merupakan masalah sosial.
"Karena inikan masalah sosial masyarakat dan kebutuhan lapangan kerja yang belum memadai," ungkapnya.
Sejauh ini, Pemprov DKI belum menunjukkan minatnya merealisasikan wacana kepolisian tersebut. Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meminta kepolisian mengkaji lebih dalam wacana tersebut.
Dishub DKI justru mengkritik mental pak Ogah jika diberi kewenangan legal mengatur lalu lintas. [ton]