INILAHCOM, Jakarta - Kawasan silang Monas Tenggara atau di sekitar bundaran depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tak dapat dilalui kendaraan roda empat. Karena ada ribuan kendaraan roda dua yang terparkir di sepanjang kawasan tersebut.
Adapun ribuan kendaraan itu merupakan milik jamaah yang ikut acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 yang diselengarakan oleh DPP Majelis Rasulullah di pelataran Monas Jumat 1 Desember 2017.
Sementara itu, pantauan INILAHCOM ribuan orang mulai dari remaja hingga orang dewasa hadir di acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 itu. [rok]
Kamis, 30 November 2017
Silang Monas Tenggara Tak Bisa Dilalui Mobil
Anies Hadiri Acara Maulid Nabi di Monas
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017). Saat kedatangannya di lokasi acara, Anies tampak disambut oleh Habib Muhammad Bahar. Ribuan jamaah pun bersorak antusias atas kedatangan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Setelah itu, Anies bergabung dengan para tamu undangan lainnya di atas panggung.
Tanggal Merah, Sebagian Jakarta Diguyur Hujan
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah ibukota akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sepanjang pagi hingga siang hari ini, Jumat (1/12/2017). Adapun wilayah yang diprediksi berpotensi hujan ringan antara lain Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan prakiraan suhu atara 24 hingga 32 derajat celcius. Sementara itu wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan bakal berawan dengan suhu berkisar antara 25 hingga 31 derajat celcius. Sementara itu, pada sore hingga malam hari nanti d tanggal merah hari ini, seluruh wilayah Jakarta diprediksi dalam keadaan cerah berawan dengan kisaran suhu antara 24 hingga 32 derajat celcius.
Dini Hari, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Bekasi
INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah kecelakaan dilaporkan terjadi di jalan raya sekitar Bekasi dan Jakarta sepanjang Jumat (1/12/2017) dini hari. Akun Twitter TMC Polda Metro melaporkan pada pukul 00.53 WIB terjadi kecelakaan beruntun di Jembatan Layang Kranji, Bekasi. "00:53 Kecelakaan beruntun di Jembatan Layang Kranji Bekasi & msh penanganan Polri," cuit akun @TMCPoldaMetro. Sekitar dua jam berikutnya, akun yang sama melaporkan telah terjadi kecelakaan terjadi di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. "02:15 Kecelakaan Pemotor B 4610 BLN di Jembatan Gantung Jl. Daan Mogot (arah ke Cengkareng), korban luka2 & sdh dlm penanganan Polri," kicau akun tersebut. Setelah itu, sekitar pukul 02:27 WIB, terjadi kecelakaan truk dengan sebuah mobil di kawasan Tol Tomang, Jakarta Barat. "Kecelakaan Truk BE 9435 CW & Toyota Yaris E 1504 PT di KM 12,400 Tol Tomang (arah ke Kebon Jeruk) & sdh dlm penanganan Polri," cuit akun yang sama. Tampak mobil Toyota Yaris berwarna merah tersebut rusak parah di bagian belakangnya akibat tabrakan truk.
Fadli Zon Temui Ahmad Dhani di Polres Jaksel
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017) malam. Fadli tiba di Polres Metro Jakarta Selatan pada pukul 23. 31 WIB. Kedatangannya langsung disambut oleh tim Advokasi Cinta Tanah Air ( ACTA) yang mendampingi Ahmad Dhani selama menjalani pemeriksaan oleh polisi. Ia mengatakan kedatangannya ke polres untuk menemui musisi sekaligus kader partainya, Ahmad Dhani yang tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka ujaran kebencian. "Saya kesini untuk melihat kondisi Mas Ahmad Dhani, yang diperiksa hari ini, karena tadi dia mau ke DPR tidak jadi, maka saya ke sini," kata Fadli di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). Untuk diketahui, Ahmad Dhani sudah menjalani pemeriksaan mulai Pukul 14.00 WIB. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dengan pelanggaran Undang-undang ITE. Dhani dilaporkan Jack Lapian yang merupakan mantan relawan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) - Djarot Saiful Hidayat/BTP Network karena cuitan sarkastis melalui akun Twitternya.
Kuasa Hukum Nilai Kasus Asma Dewi Kriminalisasi
INILAHCOM, Jakarta - Kuasa hukum Asma Dewi, Sari Nurmala menilai kasus penghinaan serta ujaran kebencian dan SARA (Saracen) terhadap kliennya terkesan dipaksakan.
"Saya berharap majelis hakim dapat melihat dengan terang dakwaan yang terkesan dipaksakan tehadap klien kami dan untuk itu, kami ingin majelis hakim dapat menerima nota keberatan kami ," kata Sari saat dikonfirmasi INILAHCOM, Kamis (30/11/2017).
Sari membantah jika kliennya mengirimkan uang Rp 75 juta ke kepada kelompok Saracen. Ia menegaskan, kliennya tidak pernah mengenal dan berhubungan dengan kelompok Saracen.
Lebih jauh, wanita yang juga menjabat sebagai juru bicara perempuan ACTA ini menjelaskan postingan - postingan Asma Dewi di Facebook hanya sebagai kritik yang konstruktif atas situasi yang terjadi.
"Tidak ada indikasi untuk menyebar kebencian dalam komentar AD di facebook," ungkapnya. Saya kira ada indikasi unsur kriminalisasi," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sidang Perdana tersangka penyebar ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan, Asma Dewi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).
Sementara itu, polisi sudah menyelesaikan berkas perkara kasus penghinaan serta ujaran kebencian dan SARA ( Saracen) dengan tersangka Asma Dewi. Berkas tersebut dinyatakan lengkap dan dinilai layak memasuki proses penuntutan oleh Kejaksaan Agung.
Gegara Ponsel,Pemeriksaan Dhani Berhenti Sementara
INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Ahmad Dhani, Razman Arief Nasution mengatakan, acara pemeriksaan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di Polres Jakarta Selatan pada Kamis (30/11/2017), dihentikan sementara.
Adapun penghentian ini, lanjutnya, lantaran tidak dibawanya alat bukti untuk pemeriksaan berupa simcard dan ponsel milik pentolan grup band Dewa 19 itu. "Jadi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP) sementara dihentikan, menunggu simcard juga telepon genggam milik Ahmad Dhani," kata Razman kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).
Ia menuturkan, kliennya telah kooperatif dengan pihak kepolisian selama menjalani pemeriksaan. Setelah itu, Ahmad Dhani diminta untuk menunjukkan simcard beserta telepon genggamnya.
Lebih jauh, Razman mengatakan saat ini polisi masih terus mencari telepon genggam milik kliennya itu. "Pencarian telah dilakukan di rumah Ahmad Dhani. Saat memenuhi panggilan, (Ahmad Dhani) tidak membawa telepon genggam karena tidak ada perintah untuk membawanya," ujarnya.
Hasil Tangkapan Operasi Nila 2017 Meningkat
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Naninggolan mengatakan dalam operasi Nila jaya 2017, pihaknya mengamankan barang bukti 6 jenis narkotika yang berbeda.
"Sabu seberat 29,94 Kg, Ganja sebetar 72,19 Kg, Ekstasi 17.100 butir, Heroin 28,51 gram, Happy Five 600 butir, dan tembakau Gorilla 11,83 Kg," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/11/2017).
Suwondo mengatakan Operasi Nila Jaya 2017 ini mengalami pengingkatan yang cukup singnifikan dari tahun sebelumnya. Ia mengatakan target penangkapan tahun ini meningkat sebanyak 25 persen.
"Ada peningkatan tindakan yang dilakukan oleh tim dalam Operasi Nila Jaya 2017 ini dibanding tahun sebelumnya sebesar 25 persen. Peningkatan tersebut disebabkan karena jumlah kasus yang terus meningkat dan juga peningkatan kerja sama antara Polda dan BNN untuk memberantas pengedaran narkotika di Indonesia," ujarnya.
Ia berharap agar kedepannya tindak kejahatan pidana narkotika di Indonesia terus berkurang. Polisi juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas pengedaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat.
"Kita harapan upaya yang kita lakukan ini dapat menghambat peredaran narkotika di masyarakat. Semoga tahun depan hasilnya bisa lebih sedikit dari tahun ini. Kita juga sudah bekerjasama dengan BNN untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia," tandasnya..
Sebelumnya, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Naninggolan mengatakan selama 15 hari operasi Nila dilakukan, tercatat ada sebanyak 291 laporan masuk ke seluruh jajaran Polda Metro terkait penyalahgunaan narkotika.
Operasi Nila Jaya ini dilakukan guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.[jat]
Gerindra Optimis Mendagri Setujui APBD DKI 2018
INILAHCOM, Jakarta - DPRD DKI akhirnya menyepakati dan mengesahkan APBD DKI 2018 sebesar Rp77.117.365.231.898 triliun lewat rapat paripurna oleh DPRD DKI Jakarta.
Namun, anggaran itu masih akan ditinjau kembali oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menanggapi hal di atas, Anggota DPRD Jakarta Fraksi Gerindra Syarif meyakini APBD Jakarta Rp77,11 triliun itu bakal restui Kemendagri.
"Silahkan dievaluasi oleh Kemendagri, kalau ditanya optimis, saya optimis. Saya sering mengatakan itu 97 sampai 98 persen pasti bisa disepakati," kata Syarif Kamis (30/11/2017).
Selain itu, kata dia, soal anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sebesar Rp28 miliar pun diyakini bakal disetujui Ke Mendagri.
"TGUPP di tingkat provinsi sekitar Rp2,3 miliar di tingkat kota 14 miliar, eksisting sekarang belanja untuk TGUPP 14 ditambah 28, hanya menambah 11 miliar. Jadi, bukan dari 2,8 jadi Rp28 miliar. Saya optimis," pungkasnya.[jat]
Rachmawati Laporkan Presenter Fadlan Muhammad
INILAHCOM, Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri melalui pengacaranya Kamaruddin Simanjutak, melaporkan presenter Fadlan Muhammad ke Polda Metro Jaya, Kamis (30/11/2017).
Fadlan dilaporkan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan sejumlah uang di PT Perintah Berkat yang dipimpin oleh Fadlan.
"Di mana saudara Fadlan mengajak klient saya yakni ibu Rachmawati Soekarno Putri untuk menanamkan saham di PT Perintah Berkat yang dipimpin oleh saudara Fadlan. Di mana ibu Rachmawati ditawari untuk berinvestasi di PT. Perintah Berkat milik Fadlan Muhammad," ujar Kamaruddin di SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (30/11/2017).
Dia menjelaskan, kasus tersebut bermula pada 23 Agustus 2016 lalu ketika Rachmawati ditawari untuk berinvestasi di PT. Perintah Berkat milik Fadlan Muhammad.
"Ibu sempat mencarikan uang sebesar Rp5 miliar kepada Fadlan sebagai modal awal investasi," ujarnya.
Tapi saat hendak mencairkan dana kedua sebesar Rp50 miliar, Rachmawati sempat curiga sehingga meminta bantuan kepada seseorang untuk melakukan investigasi.
"Akhirnya diketahui PT Perintah Berkat, Perusahaan ini ternyata fiktif," tegasnya.
Mengetahui perusahaan tersebut fiktif, Rachmawati langsung menarik diri dan meminta kepada Fadlan untuk mengembalikan uang sebesar Rp5 miliar yang telah diberikan sebelumnya.
"Fadlan pun berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada awal tahun 2017. Tapi hingga kini janji itu tidak pernah terbukti. Bahkan ibu memberikan kesempatan kepada Fadlan dengan mengundangnya untuk bertemu, tapi dia tidak datang dan malah menyuruh pengacaranya yang menghadap kami," kata Kamaruddin.
Karena dinilai tidak ada niatan baik dari Fadlan, Rachmawati memutuskan untuk melaporkan Fadlan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang. Laporan tersebut sudah diterima dengan nomor laporan LP/5860/XI/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pertanggal 30 November 2017.[jat]
Polda Metro Petakan 41 Titik Rawan Narkoba
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Naninggolan mengatakan selama operasi Nila jaya 2017 di akhir November, pihaknya menangkap 35 dari total 44 Target Operasi (TO) Narkoba.
"Untuk TO kita ada 44 target dimana 35 tersangka berhasil kita amankan," katanya, Kamis (30/11/2017).
Sementara polisi mendeteksi sejumlah lokasi rawan peredaran narkoba. Setidaknya 41 titik jadi target operasi.
"Lokasi rawan di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang kita lakukan penindakan ada sebanyak 41 titik yang terdiri dari 29 pemukiman dan 12 tempat hiburan," jelas Suwondo.
Sebelumnya, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Naninggolan mengatakan selama 15 hari operasi Nila dilakukan, tercatat ada sebanyak 291 laporan masuk ke seluruh jajaran Polda Metro terkait penyalahgunaan narkotika.
Diketahui, Polda Metro Jaya beserta jajarannya telah melaksanakan giat Operasi Nila Jaya 2017 terhitung sejak 15 November sampai dengan 29 November 2017. Operasi Nila Jaya ini dilakukan guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. [ton]
Anies Beri Keringanan Penunggak Pajak Kendaraan
INILAHCOM, Jakarta - Mulai hari ini Pemprov DKI Jakarta memberikan keringanan biaya pajak terhadap pemilik kendaraan bermotor di ibukota, melalui program penghapusan pajak hingga 23 Desember 2017 nanti.
"Bagi warga Jakarta yang memiliki mobil atau motor tapi belum melunasi pajak kendaraan bermotor, atau belum balik nama, maka hari ini ada kabar baik," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Kamis (30/11/2017).
Anies meminta pewajib pajak agar memanfaatkan sebaik mungkin program pemutihan yang telah dicetuskan. Sebab, meski telah menunggak pajak kendaraan selama satu bulan bahkan sampai lima tahun dan seterusnya dibebaskan dari sanksi denda.
"Segeralah bayar pajak kendaraan bermotor anda mulai 30 November sampai dengan 23 Desember 2017. Maka Anda hanya cukup membayar pokok pajaknya saja. Ayo manfaatkan program pemutihan denda pajak ini," tuturnya.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya memberlakukan program penghapusan pajak kendaraan bermotor mulai Kamis 30 November hingga 23 Desember 2017 nanti. Adapun kebijakan ini dilakukan untuk mendorong ketaatan pajak dan tertib administrasi.
Untuk informasi selanjutnya maka warga Jakarta dapat meninjau informasi lebih jauh melalui lama ini http://ift.tt/2Ar2Qsb [ton]
Sandi: Pengusaha Jakarta Harusnya Jadi Jawara
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) telah berubah dari sebelumnya.
"Saya bangga sekarang anak HIPMI kalau masuk balai kota bukan minta proyek tapi akan bantu ciptakan lapangan kerja," kata Sandi, saat mengukuhkan 100 Anggota HIMPI, Kamis (30/11/2017).
Pemprov DKI Jakarta sedang gencar menggalakkan beberapa bidang, yakni financial service, persiapan MRT, dan LRT. Untuk itu, Sandi berharap pengusaha yang tergabung dalam HIMPI dapat menjadi mitra Pemprov DKI Jakarta membangun ibukota jauh lebih baik kedepan.
"Ini peluang usaha baru, gunakan kesempatan itu dan jadilah mitra pemerintah sehingga jadi tuan rumah di kampung sendiri, pengusaha Jakarta harusnya jadi jawara dan bisa berdaya saing tinggi," pungkasnya. [ton]
Dua Pekan, Polisi Jaring 351 Penyalahguna Narkoba
INILAHCOM, Jakarta - Selama 15 hari operasi Nila digelar, tercatat ada sebanyak 291 laporan masuk ke seluruh jajaran Polda Metro terkait penyalahgunaan narkotika.
"Selama 15 hari kita lakukan opersi, tercatat ada 291 laporan masuk dari seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Naninggolan, Kamis (30/11/2017).
Dari jumlah laporan tersebut, polisi menangkap sebanyak 351 tersangka. Prosentase pelaku yang paling banyak ditangkap adalah pengedar narkoba sebanyak 239 orang.
"Dari laporan yang masuk kita lakukan penindakan dan kita berhasil menangkap sebanyak 351 orang tersangka yang terdiri dari 26 orang bandar, 239 pengedar, dan 88 pemakai," bebernya.
Diketahui, Polda Metro Jaya beserta jajarannya telah melaksanakan giat Operasi Nila Jaya 2017 terhitung sejak 15 November sampai dengan 29 November 2017. Operasi Nila Jaya ini dilakukan guna menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. [ton]
Anies Legas Akhirnya APBD 2018 Disahkan DPRD
INILAHCOM, Jakarta - Proses pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 sebesar Rp77,11 triliun telah disepakati. Ditengah proses pengesahan banyak interupsi dari pihak legislatif.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi santai banyaknya interupsi DPRD itu.
"Dinamika-dinamika di dalam sidang adalah dinamika wakil rakyat selalu normal dan ini tuntas," kata Anies, Kamis (30/11/2017).
Meski demikian, Anies mengucap syukur karena telah disahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2018 Rp77.117.365.231.898.
"Pertama kita bersyukur, alhamdulillah rancangan anggaran sudah di sepakati. Kami juga mengapresiasi besarnya perhatianya masyarakat terhadap rancangan anggaran kita, dilihat semuanya secara detail," tuturnya.[jat]
Kata TransJakarta Soal Kabar Bus Gratis Alumni 212
INILAHCOM, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah kabar jika pihaknya akan menyediakan bus gratis bagi peserta acara reuni alumni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).
"Tidak ada bus gratis untuk tanggal 2 Desember 2017," ucap staff Humas PT Transjakarta, Wibowo, Kamis (30/11/2017).
Wibowo pun meminta masyarakat agar tak mengindahkan informasi yang tidak benar itu. "Tidak ada bus gratis tanggal 2 Desember 2017," tutupnya.[jat]
Ini Senpi yang Diamankan dari Rumah Sonny
INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan pihaknya telah mengamankan Robby dan Sonny dua pelaku penjual senjata api (senpi) ilegal ke dokter Ryan Helmi.
Senpi itu dipakai Helmi untuk membunuh istrinya sendiri, dokter Letty Sultri di Klinik Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur.
"Penangkapan terhadap R dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur pada Selasa 28 November 2017. Dari situ, polisi kemudian menangkap S di Surabaya, Jawa Timur," katanya di Jakarta, Kamis (30/11/2017).
Dari penggeledahan di lokasi penangkapan di Surabaya, polisi mengamankan senjata juga membawa beberapa butir peluru. Selain itu, dokter Sonny disebut juga sebagai perakit dan penjual senpi.
Berikut barang bukti yang diamankan kepolisian dari dua tempat penggeledahan tersebut;
1. 1 buah KTP A/n Sonny Sujatno
2. 1 buah ATM BCA Sonny Sujatno
3. 1 buah ATM BCA Sonny Sujatno
4. 1 buah buku Tabungan Bank BCA
5. 1. buah buku Tabungan Bank BCA
6. 1 buah kartu tanda angggota PERBAKIN
7. 1. Revolver north arms 22 Beli dari Suwandi servis perbakin surabaya/ 10 juta (1995)
8. Revolver iverjohn cal32 9.5jt Beli dari suwandi servis perbakin surabaya/ 9.5 juta (2002)
9. Sigsauer32 (Rakitan)Suwandi servis perbakin surabaya 17.5 juta (2010)
10. Waltherppk32mdlgun (Model Gun modif jadi Senpi) Suwandi servis perbakin Surabaya - 5juta (2010)
11. Tricolongrifle22 (Model Gun modif jadi Senpi) Suwandi servis perbakin surabaya/ 10juta (2011)
12. Rifle 9mm (Rakitan) Beli toko online harga 10juta (2011)
13. Berettarakitan6mm (Model Gun modif jadi Senpi) Beli di toko airsoft umbrella di sito 350ribu (1997)
14. Makarov'modif cal32 (Rakitan) Beli dari suwandi 15juta (2003)
15. Pen gun caliber22 (Rakitan)Beli dari online harga 3.5juta (2010)
16. Zoraki925 6mm (Model Gun modif jadi Senpi) Suwandi servis perbakin surabaya 15 juta (2012)
17. Derringer cal22 (Model Gun modif jadi Senpi) beli dari toko online harga 5juta (2010)
18. Beretta mg 0.38 (Model Gun modif jadi Senpi) Beli dari online model Gun harga 5juta (2012)
19. Minicoltblack cal25 (Model Gun modif jadi Senpi) Beli dari toko online harga 5juta (2012)
20. Zoraki914 6mm 7.5jt 10jt (Model Gun modif jadi Senpi) Beli dari suwandi servis perbakin surabaya (2012)
21. Socomdce (Model Gun modif jadi Senpi) Beli di toko online dari air soft di upgrade harga 2.6 juta (2015)
22. 270 butir amunisi caliber 9 mm
23. 100 butir amunisi caliber 38
24. 30 butir amunisi caliber 5.56
25. 50 butir amunisi blank gun 38
26. 300 butir amunisi caliber 32
27. 600 butir amunisi caliber 22
28. 200 butir amunisi blank gun caliber 32
29. 200 butir amunisi blank gun caliber 22
30. 7 (tujuh) pucuk air soft gun
31. 1 (satu) pucuk senapan angin.[jat]
Anies Belum Pastikan Hadiri Reuni Akbar 212
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan telah menerima surat permohonan penggunaan kawasan Monas untuk pelaksanaan kegiatan reuni akbar Alumni 212 tanggal 2 Desember 2017.
"212 suratnya sudah masuk kira-kira seminggu lalu kemudian diberi acc kita pastikan sesuai pergub baru," kata Anies, di Balai Kota DKI, Kamis (30/11/2017).
Namun Anies belum memastikan bakal menghadiri ataupun memberikan kata sambutan dalam kegiatan reuni akbar Alumni 212 itu atau tidak. "Belum tahu," singkatnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan belum mengetahui soal izin penggunaan kawasan Monas untuk kegiatan reuni. Dia justru melempar soal proses perizinan merupakan tugas Anies Baswedan sebagai Gubernur.
"Belum tahu saya. Karena itu kan nanti akan diputuskan oleh tim dan itu semua di bawah Pak Gubernur," kata Sandi, Rabu (29/11/2017).
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Anies mantan Menteri Pendidikan ini justru menegaskan bahwa izin merupakan kewenangan Polisi. "Itu dengan pak polisi bukan saya," tuturnya.[jat]
Rabu, 29 November 2017
DPRD Sahkan APBD DKI Puluhan Triliun
INILAHCOM, Jakarta - Setelah melewati proses, DPRD DKI Jakarta mengesahkan APBD Jakarta 2018 sebesar Rp 77,117 triliun dalam rapat paripurna.
"Dengan telah disetujui raperda APBD 2018 menjadi perda. Perda tersebut akan diserahkan ke gubernur untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan undang-undang yang berlaku," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dalam rapat, Kamis (30/11/2017).
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui pengesahan Raperda APBD DKI 2018 menjadi Perda APBD tak lepas dari kerja keras DPRD dan Pemprov DKI.
"Kita apresiasi masukan dari warga secara langsung. Bagi kami ini adalah sebuah manfaat keterbukaan," tuturnya. [rok]
Polisi Amankan Penjual Senpi ke Dokter Helmi
INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan pihaknya telah menangkap Robby, penjual senjata api jenis Revolver kepada dokter Ryan Helmi.
Selain Robby, polisi pun sudah meringkus penjual senpi itu ke Robby. Orang itu juga berprofesi sebagai seorang dokter bernama Sonny. Penggeledahan di rumah Sonny di kawasan Surabaya, Jawa Timur sudah dilakukan.
"Dari sana (rumah Sonny), kami mendapati dua unit senpi Revolver pabrikan, serta 12 unit air soft gun berbagai merk yang sudah dirakit menjadi senjata api. Kami juga menyita sebuah kartu tanda angggota Persatuan Penembak Indobesia (Perbakin). Dan 1000 buah amunisi senjata api berbagai merk," katanya lewat keterangan tertulisnya.
Saat diperiksa soal senpi yang dijualnya ke Robby, kemudian ternyata dijual lagi oleh Robby ke Helmi, Sonny mengaku mendapatkan senjata itu dari oknum anggota TNI yang dibelinya sekitar tahun 1990. Mereka kenal di Perbakin
"Ketika sedang berkumpul dengan rekan-rekannya di Perbakin," katanya.
Diketahui, dokter Helmi menembak mati dokter Letty Sultri pada Kamis 9 November 2017. Letty ditembak sebanyak enam kali.
Penembakan ini bermotif rencana perceraian antara keduanya. Saat pembunuhan terjadi, gugatan cerai yang diajukan dokter Letty sedang ditangani di pengadilan agama. [rok]
BW Masuk TGUPP Anies-Sandi?
INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto (BW) menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/11/2017).
"Ada obrolan sama Pak Anies," kata BW.
Saat dikonfirmasi apakah kedatangannya terkait dengan perekrutan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), BW menampik hal itu dan mengatakan pertemuannya dengan Anies untuk membahas perihal mengenai pencegahan korupsi.
"Enggak ada agenda cuma ngobrol-ngobrol soal pencegahan korupsi aja, sama temen-temen senior," tuturnya. [rok]
787 Polisi Diturunkan Atur Lalin di Libur Panjang
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa Lalulintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan keluar Jakarta pada long weekend Jumat 1 Desember 2017 hingga 3 Desember 2017.
"Ada sekitar 787 anggota akan diturunkan guna mengatur lalin di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama libur long weekend. Nanti ada dari Dishub juga," katanya di Jakarta, Kamis (30/11/2017).
Ia menjelaskan, skema pengaturan lalin dibagi jadi tiga. Yang pertama, pengalihan arus, lalu contra flow, sedangkannyang terakhir adalah penutupan jalan.
Skema itu diyakini bisa membuat kondisi lalin tak macet. Kata dia, pengaturan lalin pada libur long weekend difokuskan di gardu tol masuk dan keluar Cikarang Utama. Mengingat, kawasan itu nerupakan titik rawan kemacetan.
"Kami akan memilih salah satu dari tiga skema itu. Harus lihat kondisi juga ya," ujarnya.
Selain menyiapkan skema pengaturan lalin, polisi pun akan memberikan penjagaan di lokasi wisata di Jakarta yang diprediksi akan ramai pada libur panjang long weekend nanti seperti, Kebun Binatang Ragunan dan Ancol. [rok]
Cuaca Ibukota Hari Ini Diprediksi Hujan
INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Ibukota hari ini, Kamis (30/11) diprakirakan hujan.
Pagi hari, hujan diprakirakan akan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diprakirakan berawan.
Pada siang hari, seluruh wilayah Ibukota akan hujan. Hujan deras disertai petir diprakirakan akan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hujan sedang di Jakarta Barat dan hujan ringan di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Malam hari, seluruh wilayah Ibukota diprakirakan akan berawan, dan pada dini hari cuaca Ibukota diprediksi cerah berawan. [fad]
Novel Duga Ahmad Dhani Korban Kriminalisasi
INILAHCOM, Jakarta - Anggota Lembaga Dakwah FPI Habib Novel menduga Ahmad Dhani sebagai korban kriminalisasi sebelum Reuni Akbar 212 mendatang.
"Kalau kami menduga hal ini bagian kriminalisasi para tokoh 212 yang dilakukan untuk penggembosan acara Reuni Akbar 212," kata Novel saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Dia menyebutkan peristiwa setahun lalu cukup menjadi pembelajaran soal penggembosan sebelum Aksi Bela Islam digelar.
"Sebab aksi 212 tahun lalu, ada 9 orang ditangkap, kemudian sebelum aksi 313 Ustaz Al- Khathah ditangkap juga," ucapnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, polisi sudah menetapkan musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian melalui media sosial (medsos). Sementara itu, kasus tersebut telah ditangani Polres Jakarta Selatan.[jat]
Besok, Novel akan Dampingi Ahmad Dhani
INILAHCOM, Jakarta - Kuasa hukum Ahmad Dhani, Habib Novel mengatakan pihaknya akan mendampingi pemeriksaan kliennya yang akan dilakukan di Mapolres Jakarta Selatan pada Kamis (30/11/2017) besok.
"Saya besok akan dampingi pemeriksaan terhadap Ahmad Dhani di Polres Jaksel," kata Novel saat dikonfirmasi, Rabu (29/11/2017).
Novel menyebutkan pihaknya saat ini masih mempertimbangkan pengajuan praperadilan terhadap kliennya. "Kita lihat besok apakah dia (Dhani) ditahan, kita akan minta penangguhan dan pra peradilan," ucapnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, polisi sudah menetapkan musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian melalui media sosial (medsos). Sementara itu, kasus tersebut telah ditangani Polres Jakarta Selatan.[jat]
Polisi Masih Tunggu Kehadiran Dewi Perssik
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan sampai saat ini belum dapat informasi rencana kedatangan Dewi Perssik ke Ditlantas Polda Metro soal ada petugas yang menyuruhnya menerobos jalur bus TransJakarta.
"(Kalau DP atau Dewi Persik mau laporan) Boleh silakan, saya akan terima dengan lapang dada," kata Halim di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Menurut dia, tidak ada anggota polisi yang mengawal Dewi Perssik saat menerobos jalur bus TransJakarta. Namun polisi belum melakukan penindakan terhadap Dewi Perssik karena yang bersangkutan belum masuk portal jalur busway.
"Sedangkan, masalah penghinaan ataupun perlakuan tidak senang antara petugas TransJakarta dengan DP kalau dia keberatan silakan laporan ke kantor polisi nanti diproses oleh reserse," ujarnya.
Maka dari itu, Halim menantang Dewi Perssik untuk datang ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro supaya bisa dikonfirmasi tentang kabar sering menerobos jalur bus TransJakarta.
"Nanti akan kita tanya kalau dia sudah datang kesini nanti akan kita tanyakan siapa yang sering izinkan, itu kan tidak boleh," jelas dia.[jat]
Anies dan Sandi Saling Lempar Soal Aksi Reuni 212
INILAHCOM, Jakarta - Alumni 212 bakal menggelar reuni akbar dan kabarnya Pemprov DKI Jakarta mengizinkan acara tersebut digelar dalam kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) mendatang.
Namun pihak kepolisian meminta kegiatan untuk memperingati satu tahun aksi 212 itu, tak dilaksanakan di Monas melainkan Masjid Istiqlal.
Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan belum mengetahui soal izin penggunaan kawasan Monas untuk kegiatan reuni. Dia justru melempar soal proses perizinan merupakan tugas Anies Baswedan sebagai Gubernur.
"Belum tahu saya. Karena itu kan nanti akan diputuskan oleh tim dan itu semua di bawah Pak Gubernur," kata Sandi, Rabu (29/11/2017).
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Anies mantan Menteri Pendidikan ini justru menegaskan bahwa izin merupakan kewenangan Polisi. "Itu dengan pak polisi bukan saya," tuturnya.[jat]
DKI Terapkan Pemutihan Pajak, Razia Tetap Lanjut
INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya memberlakukan program penghapusan pajak kendaraan bermotor mulai Kamis 30 November hingga 23 Desember 2017 nanti.
Adapun kebijakan ini dilakukan untuk mendorong ketaatan pajak dan tertib administrasi.
Nantinya Pemprov DKI bakal bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika guna menyampaikan program pemutihan itu kepada masyarakat.
"Program pemutihan siapapun yang belum melakukan pelunasan atas kewajiban pajaknya sekarang mulai lakukan dari mulai besok sampai 23 Desember. Periode itu bebas melakukan pelunasan tampa terkena sanksi apapun," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (29/11/2017).
Alasan penerapan pemutihan bagi wajib pajak guna menstimulus kesadaran masyarakat guna membayar pajak. Mengingat hal itu menjadi kewajiban warga negara dalam menggunakan kendaraan.
"Kami ingin membiasakan untuk melunasi pajak itu penting sehingg ada kebiasaan untuk melunasi tanggung jawab," ucapnya.
Meski demikian, kata Anies, pihak kepolisian nantinya bakal tetap menggelar razia gabungan menyasar kendaraan bermotor yang menunggak pajak dan belum daftar ulang.
"Razianya sambil diberikan bebas dari sanksi bila terjadi penunggakan," pungkasnya.[jat]
Ratusan Orang Telepon Polisi Soal Penyiram Novel
INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan sudah ada ratusan masyarakat yang menghubungi hotline terkait pencarian orang yang diduga menyiramkan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.
"Ada 400 lebih sudah sampai hari ini, kemarin saya sampaikan ada yang menawarkan paranormal juga apa perlu pak kita bantu dengan paranormal. Setelah kita cek kembali bapak siapa, dia mati (sambungan teleponnya)," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/11/2017).
Jadi, kata Argo, sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan berita yang signifikan karena mereka yang menelpon tidak jelas indentitasnya.
"Tapi tetap kita hitung, namun belum ada yang valid informasinya," ujarnya.
Akan tetapi, kata Argo, pihaknya terbuka untuk disebarkan di media sosial dan seluruh Polda agar mereka menyebarkan juga ke Polres-polres dengan mencantumkan hotline.
"Yang jelas, kita tidak akan sampaikan siapa yang menghubungi pasti kita lindungi," jelas dia.[jat]
Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran Rampung
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Dwi Nugroho mengatakan, saat ini proses pembangunan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat telah rampung.
"Untuk Wisma Atlet di Kemayoran dikerjakan untuk tujuh tower yang ada di lokasi blok D 10. Ini untuk bangunannya sudah 100 persen jadi sekarang ini kita menunggu penyelesaian untuk landscape (fasilitas penunjang di sekitar bangunan) dan lingkungan akan selesai pada pertengahan akhir bulan Desember tahun ini," kata Dwi, Kamis (29/11/2017).
Menurut dia, di gedung tersebut nantinya bakal menjadi fasilitas penginapan sekitar 15.000 atlet peserta Asian Games 2018.
Fasilitas yang tersedia seperti area berolahraga, klinik, minimarket, kantor travel, dan kantor perwakilan bagi setiap negara peserta Asian Games 2018.
"Bangunannya sudah sesuai dengan target dimulai dari bulan Maret 2016 sampai bulan Oktober 2017. Rampung keseluruhan Desember 2017," pungkasnya.[jat]
Polda Siap Amankan Reuni Akbar Alumni 212 di Monas
INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya siap untuk mengamankan kegiatan Reuni Akbar 212 sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Monas pada Sabtu (2/12/2017).
"Jadi untuk Reuni 212 yang sudah dikirim pemberitahuannya ke Mabes Polri. Polda Metro Jaya siap untuk mengamankan disitu, baik pengamanan lokasi di Monas," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/11/2017).
Ia menjelaskan pihaknya juga dibantu oleh pasukan TNI, termasuk juga tambahan dari Brimob se-Indonesia yang diminta datang ke Jakarta untuk melakukan pengamanan jalannya Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat.
"Sudah (ada pemberitahuan)," ujarnya.
Menurut dia, jumlah massa yang akan hadir diperkirakan ratusan ribu orang. Namun, nanti akan dicek lagi klarifikasi ke wilayah-wilayah juga. Sementara, untuk personel juga akan dicek estimasinya berapa yang dikerahkan.
"Nanti kita cek, kita kaitkan dengan jumlah estimsi massa dengan informasi intelijen tapi kita siap," jelas dia.[jat]
Polisi Harap Ahmad Dhani Penuhi Panggilan
INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono berharap musisi Ahmad Dhani Prasetyo atau Ahmad Dhani dapat memenuhi panggilan penyidik Polres Jakarta Selatan pada Kamis (30/11).
"Untuk pemeriksaan Dhani Ahmad sebagai tersangka yang dilakukan Polres Jakarta Selatan agendanya besok jam 10-an," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/11/2017).
Untuk itu, Argo mengatakan penyidik akan menunggu kehadiran dari mantan suami Maia Estianti untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial.
"Jadi nanti kita tunggu saja apa yang bersangkutan hadir atau tidak, mudah-mudahan yang bersangkutan hadir sehingga kita bisa memeriksa yang bersangkutan seperti apa," ujarnya.
Menurut dia, apabila Ahmad Dhani tidak hadir dalam agenda pemeriksaan besok tentunya penyidik akan mengagendakan kembali pemeriksaan yang kedua. "Kita tunggu saja sampai besok," jelas dia.[jat]
Sandi: Namanya Tim Gubernur Jadi Tanya Gubernur
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga melempar ke Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta ketika dikonfirmasi soal nama 73 anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
"Namanya juga itu tim gubernur jadi mungkin tanyanya ke pak gubernur (Anies), kalau tim tiwagup tanyanya sama saya," kata Sandi di Jakarta, Kamis (29/11/2017).
Ketika dikonfirmasi soal darimana saja latar belakang anggota TGUPP selain Pegawai Negeri Sipil, dia mengaku belum mengetahui persis.
"Belum ada, i wish i can tell u, tapi saya juga sendiri gak tau," tutupnya. [rok]
Brimob Dikeroyok, Polda Klaim Sudah Damai
INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan insiden dugaan pengeroyokan terhadap anggota Brimob Polri Brigadir LAS oleh kelompok orang tak dikenal sudah clear alias damai.
"Sudah damai, sudah dicabut semua," kata Argo singkat di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/11/2017).
Namun, Argo tidak mau menanggapi terkait duduk persoalan terjadinya pertikaian antara anggota Brimob tersebut dengan kelompok orang tak dikenal yang mengeroyoknya di Basement Parking Cibubur Junction Mall Ciracas, Jakarta Timur. Sebab, informasi yang beredar terkait uang palsu.
Untuk diketahui, telah terjadi tindak pidana pengeroyokan terhadap anggota Brimob Polri inisial Brigadir LAS di Basement Parking Cibubur Junction Mall Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017).
Informasinya, kronologi sekitar pukul 12.30 WIB korban Brigadir LAS janjian dengan Mulyadi di Maxx Coffee Cibubur Junction. Mulyadi merupakan orang suruhan dari Syaifudin yang mengaku sebagai korban penipuan uang palsu yang dituduhkan kepada korban.
Karena merasa kurang nyaman, korban diajak ke basement parkir oleh Mulyadi. Sesampainya di basement tepat di depan Musala, korban langsung dikeroyok oleh diduga lima orang tidak dikenal (kelompok Ambon).
Lalu, korban lari menuju mobil yang parkir di Basement Ruas A06-A07 disisi tengah untuk mengambil senjata api di dalam tas. Namun, lima pelaku langsung menendang korban dan senpi terjatuh langsung dirampas oleh salah satu pelaku.
Salah satu pelaku menggunakan kaos kuning sempat menitipkan senpi ke Outlet Daily Store, namun saksi tidak mau karena takut. Selanjutnya, pelaku lari ke atas LG Floor dengan menggunakan ekskalator.[jat]
Terima Tantangan Susi, Ini Jawaban Sandi
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menantang Pemprov DKI menyulap Danau Sunter seperti Danau Jenewa, Swiss.
"Tantangan saya terima dan Bu Susi terima kasih sudah memberikan challange," kata Sandi, Kamis (29/11/2017).
Kendati demikian menurut Sandi, tantangan yang di lontarkan oleh Susi tersebut berbanding jauh dengan kondisi Danau Sunter. Sebab Danau Jenewa lebih luas ketimbang Danau Sunter.
"Kebetulan saya pernah naik kapal dari Jenewa ke Beve di Legeniva itu, tapi itu perbandingannya jomplang banget, di sana itu kaya di Danau Toba sementara Danau Sunter mungil," pungkasnya.[jat]
Sandi Akui DPRD Rasional Pangkas Dana Hibah
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno tak menampik adanya sebagian dana hibah dicoret dan dipangkas dari APBD 2018. Pasalnya, dia meyakini legislatif memiliki pertimbangan yang rasional.
"Pertimbangannya tentu teman-teman di DPRD punya pertimbangan yang sangat rasional dan kita apresiasi," ujar Sandi di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Menurut dia, anggaran APBD 2018 itu nantinya bakal difokuskan untuk masyarakat yang termarjinalkan. Selain itu difokuskan untuk menata kampung dan menciptakan lapangan kerja.
"Dan fokus pada kaum difabel dan buruh. Dengan ini kami yakin ada tema-tema yang penting. 2018 ini kolaborasi pemerintah dulu dan kini," tutunya.
Adapun dana yang dicoret dalam APBD 2018, di antaranya dana hibah bagi Paguyuban Wardatama Jaya sebesar Rp2,1 miliar, Yayasan Pensiunan Provinsi DKI Jakarta Rp739 juta, hibah untuk DPD RI Provinsi Jakarta Rp1,5 miliar. Dana perbaikan kolam ikan DPRD sebesar Rp620 juta dicoret.
Dana hibah untuk Laskar Merah Putih dikurangi Rp100 juta sebelumnya Rp500 juta. Anggaran kunjungan kerja komisi DPRD Jakarta awalnya Rp107 miliar dikurangi menjadi Rp43.015.832.680. [rok]
Polisi Tangkap Penjual Senpi ke Dokter Helmi
INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya membekuk dua orang pedagang senjata api yakni Robby dan Sonny yang dijual kepada dokter Helmi untuk menembaki istrinya hingga tewas di Cawang, Jakarta Timur.
"Pelaku ditangkap di dua tempat berbeda, kini pelaku masih di Surabaya rencana hari ini dibawa ke Jakarta usai penggeledehan," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, Rabu (29/11/2017).
Ia mmenjelaskan dari keterangan sementara kalau Helmi membeli senjata api dari Robby seharga Rp25 juta yang dibayar secara bertahap, kemudian Helmi dan penjual senjata api itu berada dalam satu grup di media sosial Facebook.
"Mereka ini satu grup di Facebook. Oleh R, senjata itu diserahkan ke klinik Helmi di Cawang, Jaktim," ujarnya.
Menurut dia, untuk cara pembayarannya dokter Helmi mengirim ke rekening BCA milik Robby sejumlah Rp18 juta. Kemudian, transaksi dilakukan di Klinik Media Center Cawang tempat Helmi bekerja.
"Robby berangkat ke Jakarta dibiayai oleh dokter Helmi dengan mentransfer sejumlah Rp.2.000.000 untuk biaya berangkat," tandasnya. [ton]
Sandi Segera Temui Sumber Waras
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menemui Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) setelah yayasan yang bergerak di bidang kesehatan itu menolak pembayaran dana Rp 191 miliar ke Pemprov DKI sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Daripada deadlock kita akan berkunjung untuk pastikan tindak lanjut temuan BPK sehingga masalah lahannya clear," kata Sandi di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Menurut dia, pertemuan itu guna mencari solusi permasalahan sehingga lahan yang rencananya dibangun rumah sakit pusat pengobatan kanker itu dapat dibangun.
"Karena ini sudah lama ditunggu oleh penderita kanker di DKI dan kita bisa dorong dengan skema KPBU. Tapi memang harus diselesaikan statusnya agar celar and celan," tutupnya.
Pemprov DKI memiliki dua opsi kebijakan mengenai rekomendasi BPK. Pertama menagih Rp 191 miliar atas dugaan kelebihan dana atau membatalkan pembangunan. Namun untuk membatalkan pembangunan diperlukan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. [rok]
Bea Cukai-Polda Sulsel Gagalkan Peredaran Ekstasi
INILAHCOM, Makassar – Bea Cukai dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berhasil menggagalkan aksi seorang gembong narkoba yang mengendalikan peredaran ekstasi meski telah ditahan dan divonis hukuman mati. Dari sinergi antara kedua instansi ini, petugas berhasil menggagalkan peredaran 989 butir ekstasi, Senin (20/11/20917).
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Untung Basuki menyatakan sinergi positif ini harus terus terjalin guna meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap barang-barang terlarang khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. “Bea Cukai sangat serius dalam memberantas peredaran narkoba. Untuk itu kami akan terus bekerja sama dengan instansi penegak hukum khususnya Kepolisian di Sulawesi Selatan untuk menindak tegas para pengedar,” ungkapnya, kemarin.
Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Muktiono turut mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan Bea Cukai. “Kami dari Kepolsisian sangat mendukung kerja sama ini untuk menciptakan keamanan bangsa Indonesia. selain itu tentunya dengan kerja sama ini diharapkan dapat menopang proses pembangunan di Sulawesi Selatan,” ungkap Muktiono.[*]
Selasa, 28 November 2017
APBD 2018 Pertama Kali Beri Dana Hibah ke PAUD
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyikapi soal anggaran Rp40,2 miliar bagi Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) yang menjadi buah bibir masyarakat.
Terlebih lagi setelah proses verifikasi, diketahui alamat Himpaudi ternyata tak sesuai atau salah. "Mereka (PAUD) di mana-mana, yang namanya kantor itu pinjam, bahkan kantor itu biasanya numpang," kata Anies, Rabu (29/11/2017).
Anies mengklaim PAUD pertama kali mendapat hibah dari APBD 2018. Mengingat selama ini pendidikan anak usia dini tersebut jarang mendapat perhatian pemerintah.
"Sekarang kita tunjukkan dengan memberikan hibah pada guru PAUD dengan jumlahnya Rp 500 ribu perguru dengan alokasi Rp 40,2 miliar," pungkasnya. [ton]
Anies Harap Anggaran Himpaudi Tak Perlu Diributkan
INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp40,2 miliar bagi Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).
Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan publik, apa alasan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai pemegang tampuk kepemimpinan memilih organisasi yang menghimpun unsur pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini itu.
Gubernur Anies menilai, adalah hal yang wajar untuk memberikan anggaran kepada para pengajar PAUD seperti halnya guru-guru lainnya demi memaksimalkan pendidikan.
"Ya itu karena himpunan guru-guru PAUD, sama juga kita menyalurkannya seperti PGRI, PGTKI (Persatuan Guru TK Indonesia) jadi alokasinya untuk guru-guru TK swasta lewat PGTKI, kemudian PAUD lewat Himpaudi. Ya sesuatu yang biasa saja, bahkan kalau dilihat kasihan enggak sih guru-guru PAUD itu selama ini ? Enggak dikasih apa-apa," kata Anies, Rabu (29/11/2017).
Anies pun mengklaim bahwa pihaknya yang pertama kali memberikan bantuan melalui APBD kepada Himpaudi. Untuk itu dia meminta agar tak perlu meributkan persoalan itu lantaran bantuan ini demi meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta.
"Kita paling awal pertama kali loh mau membagi satu-satu lewat himpunan lewat asosiasi guru sama seperti yang lain lewat PGRI. Jadi ini satu mekanisme yang kita lakukan karena baru pertama kali," pungkasnya. [ton]
Sandi Klaim Rp 77 T Untuk Kaum Termajinalkan
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan anggaran APBD DKI Jakarta sebesar Rp 77,11 triliun yang telah disetujui oleh pihak legislatif bakal difokuskan kepada rakyat miskin.
"Ini ditujukan pada kaum yang belum tersentuh pembangunan dan termarjinalkan. Juga kami mendorong penataan pada kampung kumuh di wilayah Jakarta," kata Sandi di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Dari anggaran itu, pihaknya dapat berusaha guna menciptakan lapangan kerja yang banyak namun berkualitas. Seperti memanfaatkan program OKE OCE.
"Jadi nanti pembangunan itu ada tumpuan utamanya ada tiga yaitu private sektor, BUMD, dan penciptaan lapangan kerja," pungkasnya. [rok]
APBD Disepakati, Anies Puji Prasetio
INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucap terima kasih kepada pihak legislatif lantaran telah menyepakati APBD 2018.
"Jadi, alhamdulillah APBD sudah disepakati dan kami terimakasih sekali pada seluruh jajaran dan apresiasi pada ketua DPRD pada ketua fraksi ketua banggar yang sudah mempermudah masalah ini," kata Anies di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Anies pun memuji sikap Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi karena memberikan contoh yang baik dalam proses penetapan APBD 2018.
"Secara khusus kami ingin menegaskan bahwa sikap Prasetyo itu merupakan contoh. Jadii hari senin, saya komunikasi sama dia. ketika muncul rame-rame soal kolam. lalu dia bilang wis mas iki di skip aja. Ya udah dihapus saja," tuturnya.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta menganggarkan APBD 2018 sebesar Rp 77.110.885.760 dan besaran jumlah itu telah disepakati bersama dengan pihak legislatif. [rok]
Pagi Ini Cuaca Ibukota Diprakirakan Berawan
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Ibukota pagi ini, Rabu (29/11) berawan.
Pada sinag hari seluruh wilayah Ibukota diprakirakan akan tejadi hujan ringan.
Pada malam hari, cuaca di Jakarta diprediksi akan kembali berawan.
Namun pada dini hari, cuaca diprediksi akan kembali hujan ringan. [fad]
Anies Tarik TGUPP Tingkat Kota ke Pusat
INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan Gubernur DKI Anies Baswedan menginstruksikan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di tingkat kota ditarik ke provinsi.
"Karena kita otonomi, tingkat 1, sehingga di tingkat kota tidak ada lagi tim percepatan pembagunan untuk para wali kota jadi semua ditarik ke provinsi personalnya sedang digodok, mudahan dateng dari profesional," kata Saefullah, Selasa (26/11/2017).
Saefullah pun memastikan tidak ada penambahan maupun pengurangan jumlah 73 anggota TUGPP. "73 karena kita sudah bagikan kepada bidang-bidangnya," tutupnya.[jat]
Pelaku Penculik Terkait Penggelapan Uang Ditangkap
INILAHCOM, Jakarta - Tim Satgas Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga pelaku penculikan. Tiga pelaku itu antara lain adalah Ignatius Anjar Pramono (59), Sepi Mularsih (29), dan Ronald Djohan (28).
Adapun penculikan yang dilakukan oleh ketiganya bertujuan untuk memancing orang berisial K itu keluar dari tempat persembunyian. K diketahui membawa kabur uang senilai Rp1 miliar yang diakui milik penculik.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, ada tiga orang yang menjadi penyekapan diantaranya Karsito, Riki dan satu orang asal Aceh yang masih belum diketahui identitasnya.
Mereka disekap karena dianggap kenal dengan K, ia berkesimpulan dengan menyekap kenalan K maka K akan muncul.
"Pelaku utamanya itu namanya Anjar Pramono itu, uangnya dibawa lari oleh inisial K. Kemudian untuk bisa uangnya kembali, Pramono ini menyuruh beberapa orang untuk mencari orang-orang yang pernah kenal dengan K, biar K ini muncul," kata Hendy pada saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2017).
Kasus penculikan ini bisa terbongkar setelah istri salah satu korban, yakni Karsito melapor ke polisi karena suami tidak kunjung pulang. Atas laporan itu, kemudian polisi memeriksa CCTV tempat Karsito bekerja yakni di hotel Puri Mega, Jakarta Timur.
Dari sana polisi menemukan jejak-jejak penculikan. Polisi langsung menuju tempat penyekapan di Apartemen Cibubur Village, Tower A7 No 26, Jalan Radar Auri No 1 Ciracas, Jakarta Timur.
Di lokasi penyekapan itu, ternyata Pramono sedang melancarkan aksinya, mengintrogasi para korban. Semuanya langsung diangkut ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata, Karsito disekap sejak Selasa 21 November, sementara Riki dari Sabtu 25 November 2017.
"Begitu kemarin pagi kita dobrak lokasi di Cibubur Village, kita temukan ada empat orang di dalam, satu orang di dalam itu termasuk bagian pelaku yang menyekap, kemudian tiga orang, satu Karsito, satu lagi Riki, satu lagi ini orang Aceh," kata dia.
Hendy mengatakan, Riki disekap karena berprofesi sebagai pegawai di Bank Mega Syariah dan dianggap kenal dengan K selaku nasabah di Bank terebut, sedangkan Karsito hanya sebagai kenalan saja.
Sementara untuk orang Aceh, ia juga korban K, alasan Paramono menyekapnya agar K mengganti uang miliknya sebelum mengganti milik orang Aceh.
"(Orang Aceh) itu korban juga, uangnya ditipu oleh K juga. Akhirnya sama-sama disekap agar uang Pramono dulu yang dikembalikan," tuturnya.
Ketiga tersangka itu ditangkap pada Senin Senin 27 November kemarin. Selain ketiga tersangka, polisi masih memburu enam pelaku lainnya yang diduga turut andil dalam penculikan disertai penyekapan. Anjar dan rekan-rekannya dijerat pasal 328 KUHP tentang perampasan hak kemerdekaan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.[jat]
DPRD Bandingkan Tim Gubernur dengan Tim Presiden
INILAHCOM, Jakarta - Jumlah anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinilai berlebihan.
Hal ini dikatakan oleh anggota DPRD DKI Gembong Warsono yang mengungkapkan TGUPP Pemprov DKI Jakarta saat ini berjumlah 73 orang.
Dirinya membandingkan jumlah tersebut dengan tim yang membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menteri-menterinya yang sebanyak 34 orang.
"Mengurus negara ini saja enggak sampai 73 orang, ini (TUGPP Anies-Sandi) urus Jakarta sampai segitu," ujar Gembong, Selasa (28/11/2017).
Menurut dia, jumlah 73 orang guna menunjang kerja gubernur ini terlalu banyak bila diterapkan di Jakarta. Untuk itu, dia menyarankan Anies-Sandi segera mengurangi jumlah anggota TGUPP, agar tak boros anggaran APBD.
"Berkaitan dengan kemarin yang kita bicarakan sampai berbusa-busa, kita bahas di sini kaitan dengan alokasi anggaran TGUPP. Dari jumlah yang 73 jadi berapa? Kemudian alokasi anggaran yang kita glontorkan jadi berapa?" tandasnya. [ton]
Polisi Belum Berencana Tahan Ahmad Dhani
INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Polres Jakarta Selatan belum melakukan upaya penahanan kepada musisi Ahmad Dnahi dalam waktu dekat. Dhani resmi menjadi kasus dugaan ujaran kebencian melalui akun media sosial twitter.
"Kami belum sampai berpikir untuk penahanan (pada Ahmad Dhani)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan pada saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Menurut dia, penahanan akan dilakukan oleh pihaknya setelah dinyatakan perlu oleh penyidik. Pasalnya, keweangan itu ada pada penyidik.
"Nanti kami ini aja, pertimbangan situasi kondisi. Kalau pertimbangan subjektif penyidik diperlukan penahanan, ya akan dilakukan," ujar dia.
Demikian juga terkait pencekalan pada suami Mulan Jamiela. Kedepan apabila pencekalan diperluakan maka pihaknya akan melakukan hal itu.
“Tapi sejauh ini belum berpikir unuk lakukan penahanan dan pencekalan," ujar dia.
Musisi Ahmad Dhani resmi dijadikan tersangka oleh Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Dhani dijadikan tersangka atas kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian lewat media sosial (medsos) Twitter.
Dhani diketahui dijadikan tersangka pada 23 November setelah dilakukan gelar perkara. Hal ini diungkapkanJack Lapian selaku pihak yang melaporkan Ahmad Dhani.
Adapun kasus ini bermula dari konten unggahan Dhani di Twitter yang isinya 'Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yang perlu di ludahi muka nya - ADP'.
Atas cuitannya, Dhani dilaporkan dan atas cuitannya itu Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Selain itu, Dhani juga telah berstatus tersangka terkait kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Kasus ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.[jat]
Coret Anggaran Kolam, Gerindra:Ikuti Nurani Publik
INILAHCOM, Jakarta - Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku menganggarkan perbaikan kolam air mancur DPRD DKI dalam RAPBD Jakarta 2018, untuk menambah kesejukan dan membangun hubungan baik dengan legislatif.
Namun, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menghapus anggaran perbaikan kolam air mancur senilai Rp620 juta itu.
Sementara itu, anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Syarif tak mempersoalkan hal itu dan dia memastikan apa yang diminta Prasetio sudah mengikuti nurani publik.
"Ya baik baik saja, kita harus ikuti nurani publik," kata Syarif kepada INILAHCOM, Selasa (27/11/2017).
Dia pun tak ingin menyikapi hal itu lebih jauh dan membiarkan masyarakat yang menilai.
"Baik dan tidak kan itu tetap ikut nurani publik," pungkasnya. [ton]
Seorang Ayah di Kedoya Tega Cabuli Dua Putrinya
INILAHCOM, Jakarta - Seorang ayah bernama Suhendi tega mencabuli dua anak gadisnya yang masih di bawah umur. Aksi bejat ini terjadi di tempat tinggalnya yakni kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Atas perbuatannya, pelaku diamankan polisi berkat laporan sang istri yang berinisial RO (32) sekaligus ibu kandung korban yang berinisial LP (16) dan L (14).
Tersangka Suhendi digelandang ke kantor polisi tanpa perlawanan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.
"Semalam sudah ditangkap. Tapi didorong ke (ditangani) polres (Jakarta Barat). Jadi saya tidak bisa detail pemeriksaan," kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Marbun saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/11/2017).
Dari pengakuan tersangka, aksi bejat itu sudah dilakukan secara berulang-ulang di rumahnya pada malam hari ketika korban tengah pulas tertidur. Diketahui, korban LP masih duduk di bangku SMA, dan L masih SMP.
"Anaknya empat, korban yang paling dewasa sedangkan dua lagi masih balita," ujar dia.
Setiap melakukan aksinya, tersangka kerap mengancam korban, sehingga sang anak tak berani untuk berontak atau melawan. Parahnya lagi Suhendi beberapa kali merekam kedua putrinya itu ketika sedang mandi.
Karena sudah tak lahan lagi dengan kelakuan bejat si ayah, akhirnya mereka pun memberanikan diri melapor ke ibu mereka, hingga akhirnya sang ibu melaporkan sang suami ke pihak kepolisian. [ton]