INILAHCOM, Jakarta - Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Polisi dan TNI bekerja sama mengamankan suasana perayaan nari Natal dan Tahun Baru 2018.
Tak tanggung-tanggung TNI-Polri akan menerjunkan pasukan khusus penembak jitu atau sniper di sejumlah posisi strategis.
Meski demikian, pengerahan petugas sniper akan dilakukan saat adanya potensi yang mengancam.
"Itu Standar Operasional Polri (SOP). Pada Polri ada ketika ada potensi ancaman membutuhkan kami lakukan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/12/2017).
Ia menjelaskan, ini adalah salah satu tugas aparat yang bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dari ancaman pelaku kejahatan yang bisa kapan saja terjadi.
"Penembakan di tempat itu apabila kebutuhan setiap anggota Polri berhak melakukan diskresi, ketika diancam nyawanya atau nyawa masyarakat terancam, dia harus melakukan kegiatan diskresi itu, tembak walaupun tindakannya mematikan," jelasnya.
Eks Kapolrestabes Surabaya ini berharap agar pengamanan maksimal itu tak dicurigai sebagai tingginya ancaman kejahatan.
"Soal sniper itu SOP dan kami siap. Misalnya harus ada sniper satu detik ke depan kami siap," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, selain untuk amankan Natal dan tahun baru 2018 polsi juga akan turunkan anjing pelacak.
"(Anjing pelacak) Semua kita kerahkan ya," kata Argo.[jat]
Rabu, 20 Desember 2017
Amankan Natal, TNI-Polri Turunkan Pasukan Sniper
Amankan Natal, TNI-Polri Turunkan Pasukan Sniper

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar