Laman

Kamis, 31 Oktober 2019

Catatan Kecil Untuk Pulau Seribu

Catatan Kecil Untuk Pulau Seribu

Pekan depan, tepatnya 9 November 2019, Kabupaten Kepulauan Seribu genap berusia 18 tahun.  Menggunakan analogi gadis remaja, Kepulauan Seribu saat ini harusnya sudah pandai bersolek, tahu cara tampil cantik, dan piawai merayu banyak orang untuk menyambanginya.

Yang terlihat justru sebaliknya. Kabupaten Kepulauan Seribu masih bergelut dengan pekerjaan rumah menahun yang menjadi masalah klasik, yaitu pembangunan yang tidak tepat sasaran, yang berkelindan dengan persoalan baru berupa tekanan populasi dan merosotnya daya dukung lingkungan.

Tahun ini, Kepulauan Seribu adalah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau ‘Bali Baru’ yang dikembangkan pemerintah. Kementerian PUPR telah merencanakan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Kepulauan Seribu sebagai KSPN. Status ‘Bali Baru’ diharapkan meningkatkan pembangunan dan kualitas Kepulauan Seribu.

Kepulauan Seribu memiliki potensi luar biasa untuk dua hal; pariwisata dan perikanan laut. Setiap pembangunan di Kepulauan Seribu hendaknya diarahkan pada pengembangan kedua potensi ini. Satu hal lagi, pembangunan infrastruktur transportasi, pengamanan pantai, jalan, taman, serta kawasan-kawasan khusus harus terintegrasi.

Khusus sarana transportasi, dan penyediaan moda transportasi, seharusnya mempertimbangkan aspek kenyamanan wisatawan yang akan berlibur ke Kepulauan Seribu. Pebangunan Pelabuhan Kaliadem, yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengabaikan aspek kenyamanan wisatawan penyandang disabilitas. Ketiadaan fasilitas untuk disabilitas bergerak membuat pelabuhan penyeberangan Kaliadem tidak manusiawi.

Pembangunan pemecah gelombang (breakwater) seakan mengabaikan aspek pariwisata dan tidak ramah lingkungan. Wisatawan, dalam dan luar negeri, datang ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu untuk menikmati keindahan pantai. Namun yang wisatawan temui bukan pantai alami dengan pasir putih, bangunan beton pemecah gelombang di sekujur pulau.

Breakwater dibangun untuk menyelamatkan pulau dari abrasi, tapi di sisi lain bangunan itu menghilangkan keindahan pantai. Dampak buruk lain pembangunan breakwater adalah rusaknya terumbu karang.

Bukti pembangunan yang tidak tepat sasaran terlihat pada pembuatan rumpon, atau rumah ikan. Pemprov DKI Jakarta, melalui KPKP membuat rumpon dengan biaya tidak sedikit. Namun, nelayan tangkap (pancing) tidak tahu lokasi rumpon. Muncul pertanyaan di masyarakat, rumpon dibuat untuk siapa?

Untuk mendukung kelangsungan hidup industri perikanan laut Kepulauan Seribu, Dinas KPKP membangun Balai Benih di Pulau Tidung. Di pulau sama juga terdapat SMK 61, yang memiliki jurusan perikanan. Menariknya, Balai Benih tidak pernah mempekerjakan sumber daya lulusan SMK 61, tapi mendatangkan orang dari luar. Yang terjadi adalah pengkhianatan semangat awal dan konsep ‘Dari Pulau, Oleh Pulau, dan Untuk Pulau.’

Jelang usia ke-18, Kepulauan Seribu seakan tertatih-tatih memikul persoalan paling pelik, yaitu pertumbuhan penduduk dan keterbatasan ruang hidup. Contoh paling menarik untuk melihat keadaan ini adalah Pulau Panggang dan Kelapa. Pertumbuhan angka kelahiran yang sedemikian tinggi membuat Pulau Panggang dan Kelapa padat penduduk, dan mengalami krisis pengadaan tanah untuk permukiman dan pemakaman.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu seharusnya mulai mencari solusi bagi kedua pulau itu. Misal, merestorasi garis pantai kedua pulau yang mengalami abrasi, atau membebaskan pulau-pulau tak berpenghuni untuk merelokasi sebagian penduduk, atau dicadangkan untuk pemakaman.

Solusi lain untuk mengatasi krisis ini adalah menggunakan Pulau Panjang. Alasannya, sampai saat ini tidak ada kejelasan proyek prestisius landasan udara di pulau itu. Pemprov DKI Jakarta harus berani mengambil keputusan mengakhiri proyek itu, dan menjadikan Pulau Panjang sebagai tempat kawasan percontohan permukiman wisata untuk warga Pulau Panggang.

Mungkin sangat bijak jika Pemprov DKI Jakarta menggunakan skema KPR dengan down payment (DP) nol persen untuk menarik minat warga Pulau Panggang, dan pulau-pulau lainnya, migrasi ke Pulau Panjang.

Krisis lebih serius dihadapi Pulau Kelapa. Dari sebelas pulau berpenduduk, hanya Pulau Kelapa yang tidak memiliki lahan pemakaman umum. Yang ada adalah lahan pemakaman keluarga. Masyarakat Pulau Kelapa butuh keseriusan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi keadaan ini.

Satu hal yang harus diingat, Kepulauan Seribu adalah bagian Jakarta – ibu kota Republik Indonesia – dan layak mendapat perlakuan sama dengan lima wilayah lainnya.

*Penulis adalah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem


 



Polda Metro Bongkar Penyelundupan 63 Kg Sabu

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 63 Kg Sabu

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 63 kilogram yang akan diedarkan ke kawasan Jabodetabek.

"Masuk ke Malaysia, Aceh ke Batam lalu dipecah (ke Jabodetabek)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (31/10/2019)

Ia menyatakan dari pengungkapan ini, polisi menangkap dan menetapkan 15 tersangka.

"15 tersangka itu adalah YA, MS, EM, AF, AA, JM, MD, TM, ZZ, MS, MH, RS, MD, RR dan MM," bebernya.

Argo menjelaskan, semua berawal ketika polisi dapat informasi soal akan masuknya sabu dari luar Jakarta dalam jumlah tak sedikit. Lantas ditangkaplah tersangka YA pertama kali di kawasan Beiji, Depok, Jawa Barat. Dari tangan YA, disita sebanyak 5 kg sabu.

Saat diinterogasi polisi, YA menyebut tersangka lain, yaitu MS. Kemudian, MS pun dicokok di kawasan Cibinong dengan barang bukti 3 kg sabu. Namun, saat rumahnya di Sentul digeledah didapati 29 kg sabu lagi.

"Ada juga mobil pengangkut (yang dipakai angkut sabu)," katanya.

Sampai akhirnya dari pengembangan lebih lanjut ditangkap tersangka lain di Batam dan Lampung. Berbagai modus penyelundupan dilakukan guna mengelabuhi polisi. Mulai dari disamarkan dengan kain bekas helm, memakai mobil yang dimodifikasi sampai diselipkan ke dalam sepatu yang digunakan.

Atas perbuatannya, ke-15 tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112, Pasal 132 UU Narkotika 35 tahun 2009. Para tersangka terancam hukuman paling lama 20 tahun. Hingga kini polisi masih memburu bos besar penyelundupan ini.

"Di Lampung itu kita tangkap di sekitar pintu tol. Kita dapat tersangka MS, MA, MD, RS dan RR itu yang bersangkutan memasukan narkotika di sepatu, ini sepatunya baru," tambahnya. [ton].



Rabu, 30 Oktober 2019

Pelaku Usaha Odong-odong Tanya Solusi

Pelaku Usaha Odong-odong Tanya Solusi

INILAHCOM, Jakarta - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir menegaskan bakal menertibkan odong-odong yang ada di Ibu Kota.

Pasalnya odong-odang masuk dalam daftar kendaraan tak layak beroperasi di Jakarta. Dan, tertuang dalam Undang-undang 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan, kemudian Peraturan Pemerintah (PP) 55 tahun 2025 tentang kendaraan. Juga ada PP nomor 74 tahun 2004 tentang angkutan jalan.

Menanggapi hal tersebut, Pengusaha Odong-odong dari PT Kereta Mini Indonesia, Frans Hendra Winata menegaskan pihaknya tak sepakat dengan kebijakan Dishub DKI. Namun, bila ingin direalisasikan pihaknya menanyai solusinya seperti apa. Mengingat, banyak warga yang mata pencahariannya
dihasilkan dari odong-odong.

"Pemerintah harus ada solusi. Mereka UKM ini dididik, contohnya gojek, sekarang kita lihat gojek berapa omsetnya, ada gofood, goride, gosend dan lain-lain, begitu juga dengan odong-odong," kata Frans, Rabu (30/10/2019).

Menurut dia, semestinya apabila ingin menerapkan suatu kebijakan maka harus disertai dengan solusinya. Sehingga, masyarakat tidak dirugikan dengan kebijakan sepihak pemerintah.

"Ngusulin pemerintah harusnya bikin sentralisasi pasar malam. Misalnya di desa-desa, penggunaan dana desa yang amburadul enggak ada konsep, bisa dijadikan konsep buat pembangunan sentra hiburan desa, jadi membangun ekonomi desa juga," tutupnya. [gam]



Bappeda Tekankan Susunan APBD 2020 Masih Proses

Bappeda Tekankan Susunan APBD 2020 Masih Proses

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bappeda DKI Sri Mahendra menegaskan bahwa sampai saat ini penyusunan APBD 2020 masih dalam proses. Mulai dari sejak penyusunan RKPD kemudian KUA-PPAS, dan akan dilanjutkan APBD.

"Karena sekarang baru sampai dalam tahap penyusunan KUA-PPAS, yang harusnya KUA-PPAS ini sudah selesai pada bulan Agustus. Tapi, karena ada pergantian anggota DPRD yang baru, kita baru akan memproses KUA-PPAS saat ini," kata Mahendra, di Balai Kota DKI, Rabu (30/10/2019).

Mengenai adanya komponen-komponen yang tak sesuai dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), diharapkan publik memaklumi lantaran masih berproses.

"Memang masih proses, saat ini prosesnya belum sampai input komponen. Tetapi karena supaya dalam prosesnya itu tidak mengalami hambatan, maka dari sekarang sudah dicicil komponennya. Namun, bebrapa hal memang diakui masih ada bebeeapa teman-teman skpd yang mengisi komponennya itu tidak sesuai, dan itu dampaknya," katanya lagi.

Karena memang masih proses, kata dia semua akan menuju ke perbaikan. Pihak SKPD yang mengusulkan e-komponen juga bersama BPAD dan BPKD sedang memperbaiki hal hal yang dinilai salah.

"Saat ini KUA-PPAS masih menggunakan komponen-komponen yang berdasarkan usulan2 SKPD," tandasnya. [ton]



Anies Akui Bukan Tipikal Gubernur Cari Panggung

Anies Akui Bukan Tipikal Gubernur Cari Panggung

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebenarnya telah mengetahui adanya anggaran sebanyak Rp82,8 miliar untuk digunakan membeli lem Aibon bagi 37.500 orang selama 12 bulan dalam rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Namun ia tak mengumumkan ke publik mengenai hal tersebut, namun dijadikan bahan evaluasi internal, mengingat permasalahannya ada pada sistem digital yang masih mengandalkan langkah manual.

"Sebenarnya itu yang saya panggil dua minggu yang lalu jadi cuma saya memang tidak mengumumkan karena memang itu untuk review internal, dan ini ada problem system yaitu system digital," kata Anies, di Balai Kota DKI, Rabu (30/10/2019).

Anies menekankan, dirinya bukan tipikal Gubernur yang mencari panggung dengan memanfaatkan kesalahan bawahan. Sebab bila ada kesalahan, ia langsung melakukan koreksi secara internal agar penganggarannya oleh SKPD tepat sasaran.

"Saya kerjakan satu-satu, cuma saya ini nggak berpanggung, tapi saya tidak umumkan keluar. Kalau diumumkan menimbulkan kehebohan, gubernur kelihatan keren, marahin anak buahnya, tapi bukan begitu yang saya cari," tuturnya. [ton]



Pemukiman Padat Penduduk di Jakbar Dilalap Api

Pemukiman Padat Penduduk di Jakbar Dilalap Api

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romli membenarkan informasi kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di kawasan samping stasiun Taman Kota, Rabu (30/10/2019).

"Benar kebakaran terjadi di pemukiman dekat Stasiun Taman Kota," kata saat dikonfirmasi, Rabu 30 Oktober 2019.

Diketahui kebakaran terjadi sekira pukul 09.25 WIB pagi ini. Namun, pukul 10.55 WIB sudah masuk proses pendinginan. Petugas Piket Sudin Gulkarmar Jakbar, Firman menambahkan api menyala dari salah satu rumah di sana. Kemudian api merembet ke rumah lain.

"Tapi berapa jumlah rumah yang terbakar, belum diketahui," kata Firman menambahkan.

Setidaknya ada 14 unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi guna memadamkan api. Belum diketahui apa penyebab kebakaran di sana. Jumlah kerugian pun belum bisa ditafsir. Firman juga mengaku belum tahu adakah korban dalam kejadian ini.

"Nanti diinfokan lebih lanjut updatenya," sambungnya. [adc]



Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Kelas Internasional

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Kelas Internasional

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya berhasil mengamankan empat orang pengedar narkotika jaringan sekitar perkampungan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakaeta Barat.

"Mereka adalah YG (20) ANJ (25) AM (29) AJ (32)," katanya, Rabu (30/10/2019).

Ia menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan warga soal peredaran narkoba di sekitaran wilayah depan Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng. Dari informasi ini, kemudian dicokoklah YG.

"Dari penangkapan ke empat pelaku ini merupakan jaringan terorganisir sekitar kawasan perkampungan komplek ambon," paparnya.

Ia menduga, jaringan ini adalah sindikat internasional. YG pun nyanyi dan menyebut kalau barang haram ini didapat dari ANJ. Setelah dapat informasi ini, lantas polisi bergerak cepat menciduk ANJ, AM, serta AJ.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz menambahkan empat orang pelaku dikendalikan oleh Warga Negara Malaysia.

"Kita masih terus kembangkan jaringan atasnya, dari hasil penangkapan ke empat pelaku tersebut didapat saat ini berubah pola dimana yang biasa jadi basis peredaran yaitu dikampung ambon sekarang sudah berpindah ke kampung kampung sekitar komplek ambon dan notabene barang haram yang masuk bukan hanya dari lokal saja melainkan dari internasional sudah mulai masuk," kata dia.

Keempatnya mulai terjun ke bisnis haram ini sejak tahun 2018. Salah satu tersangka, yaitu AJ merupakan residivis atas kasus yang sama. Total keseluruhan barang bukti yang disita antaranya 7 bungkus plastik klip sabu seberat 442 gram (setengah kilo), 190 lempeng psikotropika jenis H5 sebanyak 1900 butir, satu buah timbangan elektrik, dan 5 unit handpone.

"Para tersangka kita jerat Pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Juncto 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 60 ayat (1) Sub 62 Juncto pasal 71 ayat (1) UU RI tahun 1997 tentang psiktoropika," kata dia lagi. [adc]



Pemakaman Padat Penduduk di Jakbar Dilalap Api

Pemakaman Padat Penduduk di Jakbar Dilalap Api

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romli membenarkan informasi kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di kawasan samping stasiun Taman Kota, Rabu (30/10/2019).

"Benar kebakaran terjadi di pemukiman dekat Stasiun Taman Kota," kata saat dikonfirmasi, Rabu 30 Oktober 2019.

Diketahui kebakaran terjadi sekira pukul 09.25 WIB pagi ini. Namun, pukul 10.55 WIB sudah masuk proses pendinginan. Petugas Piket Sudin Gulkarmar Jakbar, Firman menambahkan api menyala dari salah satu rumah di sana. Kemudian api merembet ke rumah lain.

"Tapi berapa jumlah rumah yang terbakar, belum diketahui," kata Firman menambahkan.

Setidaknya ada 14 unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi guna memadamkan api. Belum diketahui apa penyebab kebakaran di sana. Jumlah kerugian pun belum bisa ditafsir. Firman juga mengaku belum tahu adakah korban dalam kejadian ini.

"Nanti diinfokan lebih lanjut updatenya," sambungnya. [adc]



Selasa, 29 Oktober 2019

Soal Anggaran Lem Aibon Diduga Kuat Salah Ketik

Soal Anggaran Lem Aibon Diduga Kuat Salah Ketik

INILAHCOM, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI Jakarta sedang memeriksa soal anggaran Rp 82 miliar untuk pengadaan lem aibon seperti yang tertera dalam situs resmi penyedia informasi APBD DKI Jakarta, apbd.jakarta.go.id.

Dugaan kuat anggaran tersebut salah ketik. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati, menyusul beredar Anggaran dengan nama mata anggaran Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri.  Bakal digunakan membeli lem aibon untuk 37.500 orang selama 12 bulan. Harga satuan lem aibon sebesar Rp184 ribu per buah. Sehingga ditotal menjadi Rp82,8 miliar.

"Kami sedang cek kembali. Apakah ini salah ketik atau bagaimana," ujar Susi, Rabu (30/10/2019).

Susi menampik pihaknya menganggarman pengadaan lem aibon untuk siswa sekolah. Sebab, sejauh ini anggaran dari Disdik DKI hanya untuk keperluan pengadaan peralatan alat tulis kantor (ATK).

"Enggak mungkin (soal anggaran untuk lem ibon)" tutupnya. [Ivs].



Soal Kenaikan Anggaran, Ini Kata Dishub DKI

Soal Kenaikan Anggaran, Ini Kata Dishub DKI

INILAHCOM, Jakarta - Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta mengimbau Dishub DKI Jakarta merasionalisasi usulan anggaran pembangunan jalur sepeda dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020.

Pasalnya, diketahui Dishub DKI Jakarta mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp69,2 miliar untuk pembangunan jalur sepeda. Karena sebelumnya hanya sebesar Rp4,4 miliar. Sehingga kini naik menjadi Rp73,7 miliar.

“Kita memang prioritaskan jalur sepeda, tapi kita lihat kenaikannya luar biasa, makanya dipertanyakan kenapa bisa seperti itu, apa karena perencanaan sebelumnya kurang baik? Kita masih minta informasi yang rinci dahulu,” ujar Ketua Komisi B Abdul Aziz,

Sementara itu, Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo menjelaskan, kenaikan anggaran itu
terkait penambahan jalur sepeda sepanjang 49 kilometer dan akan terkoneksi dengan sejumlah titik jalan protokol di Ibukota. Lalu menambah marka atau rambu-rambu agar masyarakat yang menggunakan sepeda merasa lebih nyaman saat mengaspal.

“Itu ada kenaikan karena kita akan tambah marka jalan dan pembatas fisik di sepanjang 49 kilometer itu,” imbuhnya. [adc]



Senin, 28 Oktober 2019

Cuaca Ibu Kota Diprediksi Cerah Hari Ini

Cuaca Ibu Kota Diprediksi Cerah Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Ibu kota pagi ini, Selasa (29/10) diprakirakan BMKG cerah.

Pada siang hari, cuaca DKI Jakarta masih diprediksi cerah dan berawan.

Kondisi tersebut diprakirakan akan berlanjut hingga malam dan dini hari. [fad]



Ini Jumlah Kuota PNS DKI Dibutuhkan Tahun 2019

Ini Jumlah Kuota PNS DKI Dibutuhkan Tahun 2019

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI membutuhkan sebanyak 2.998 Pegawai Negeri Sipil tahun 2019. Bagi warga Jakarta bisa mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2019. Ribuan PNS itu, nantinya bakal mengisi posisi tenaga pendidikan, teknis, administrasi dan masih banyak lagi.

"Ini baru diarahkan Kementerian, kurang lebih 2.998 formasi untuk tenaga pendidikan, kesehatan, serta tenaga teknis dan administrasi lainnya," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir, Senin (28/10/2019).

Meski demikian jumlah tersebut masih tergolong sedikit. Pasalnya, jumlahnya yang diajukan lebih banyak dari kuota yang ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpar-RB).

"Sebenarnya untuk PNS kami ajukan 2.500 dan P3K kami ajukan 11.150 untuk menampung tenaga K2 (honorer)," tuturnya.

Dia menambahkan, kuota yang disediakan hanya 2998, tidak sebanding dengan pensiunan setiap tahun yang mencapai 4.500 orang.

"Kalau setiap tahun yang pensiun totalnya sekira 4.500," tutupnya. [adc]



Alasan Mahasiswi Nekat Tabrak Apotek di Senopati

Alasan Mahasiswi Nekat Tabrak Apotek di Senopati

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar mengatakan mahasiswi berinisial PKH (21), pengendara mobil Nissan Livina yang menabrak apotek di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku hilang konsentrasi karena tidak terlalu hafal jalan saat melintas di sana.

"Pada saat kita tanyakan konsentrasi apa yang menyebabkan, dia saat itu tidak terlalu hafal jalan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/10/2019).

Pada polisi, PKH juga mengaku lupa jalan di sana. Meski begitu, PKH tak bertanya pada dua temannya yang juga ada di mobil itu. Sangat disayangkan sudah tak hafal, dia tetap memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup kencang yaitu 60 kilometer perjam saat mendekat ke tikungan di depan Apotek Senopati.

"Waktu itu disangkanya lurus, ternyata berbelok. Pada saat berbelok itulah, dia seharusnya menginjak rem, tapi akhirnya menginjak gas," paparnya.

Memang sebelumnya mereka habis dari bar. Tapi, hasil tes urine membuktikan PKH tak terpengaruh alkohol apalagi narkoba. Begitu pun kedua rekannya. Yang bersangkutan juga tidak mengantuk saat kejadian, namun murni salah melihat jalan yang harusnya berbelok malah tetap jalan lurus.

"Dia saat itu tidak mengatakan lelah atau enggak, karena saat melihat jalan, harusnya jalan itu lurus, ternyata jalannya belok," ujar dia.

Diketahui, kecelakaan itu terjadi pada Minggu dini hari pukul 03.30 WIB. Nissan Livina yang dikendarai PKH hilang kendali dan menabrak Apotek Senopati. Imbasnya, seorang petugas keamanan bernama Asep Kamil meninggal dunia.

Mobil Nissan yang dikendarai PKH itu juga membawa dua orang. Dari keterangan salah satu temannya, diketahui mereka dalam perjalanan pulang dari salah satu bar di Jakarta Selatan.

Namun, pengemudi terbukti tak mengonsumsi alkohol atau narkoba. Hal ini berdasarkan hasil tes urine atas perempuan yang masih berstatus mahasiswi tersebut. [adc]



Stasiun Kemayoran Tak Lagi Melayani KA Lokal

Stasiun Kemayoran Tak Lagi Melayani KA Lokal

INILAHCOM, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali membuat kebijakan baru. Kini Stasiun Kemayoran tak lagi melayani kereta lokal. Sementara tiga perjalanan KA Walahar Ekspres dan dua perjalanan KA Jatiluhur dalam satu hari akan berhenti di Stasiun Kramat untuk pelayanan naik penumpang.

"Dengan berhentinya KA lokal, maka stasiun Kramat akan melayani dua jenis KA, yakni kereta rel listrik (KRL) dan KA lokal," kata Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, Senin (28/10/2019).

Para pengguna KA dari Jakarta tujuan Purwakarta serta Cikampek  dapat naik melalui Stasiun Tanjung Priok, Kramat, Cikarang, dan Tambun. Sementara penumpang dari  Purwakarta atau Cikampek menuju Jakarta dapat turun di Stasiun Pasar Senen dan Tanjung Priok.

Berikut jadwal KA lokal di stasiun Kramat, Walahar Ekspress KA 324 B Relasi Tanjung Priok - Purwakarta Pkl 10.24 WIB, Walahar Ekspress KA 326 B Relasi Tanjung Priok - Purwakarta Pkl 11.30 WIB.

Walahar Ekspress KA 322 B Relasi Tanjung Priok - Purwakarta Pkl 16.44 WIB, Jatiluhur KA 328 B Relasi Tanjung Priok - Cikampek Pkl 17.35 WIB, Jatiluhur KA 330 B Relasi Tanjung Priok - Cikampek Pkl 19.29 WIB. [adc]



Minggu, 27 Oktober 2019

Anies : Bahasa Daerah Memiliki Kekayaan Diksi

Anies : Bahasa Daerah Memiliki Kekayaan Diksi

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  berharap, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 ini, semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, terus mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sehingga Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih berkembang dan kaya kosa kata.

Caranya, kata Anies, antara lain dengan menyerap kosa kota dari berbagai macam bahasa daerah yang ada di Indonesia. Sebab, bahasa daerah memiliki kekayaan diksi yang luar biasa, dan berpotensi dapat diserap menjadi kekayaan Indonesia sebagai Bahasa Indonesia.

"Hari ini kita memperingati 91 tahun sumpah pemuda. Di tahun 1928, tantangan terbesar bangsa ini adalah membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena pada masa itu memang belum ada negara Indonesia, (masih) sebuah cita-cita. Salah satu kalimat paling penting adalah merumuskan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Di kalimat paling bawah, lokasinya di Negeri Jakarta. Memang waktu itu masih banyak konsep tentang kawasan nusantara ini,"  kata Anies, Senin (28/10/2019).

Kemudian, lanjut Anies, dalam mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ini merupakan salah satu cara menjaga dan merawat persatuan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

"Ketika itu mereka merumuskan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk mempersatukan. Dan alhamdulillah itu efektif sekali. Sampai dengan hari ini, dengan adanya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, maka begitu banyak hal di Indonesia bisa diselesaikan dengan jauh lebih mudah. Dengan cara seperti itu, maka persatuan kita akan terus bisa dirawat melalui bahasa. Jadi bahasanya harus berkembang," tutupnya. [rok]



Tagih Utang, Tiara Dikeroyok Sekelompok Wanita

Tagih Utang, Tiara Dikeroyok Sekelompok Wanita

INILAHCOM, Jakarta - Niat menagih hutang seorang wanita malah dikeroyok oleh sekelompok wanita lainnya di Houstel Borneo 35 Jl. Kebon Sirih Barat I, Kebon Sirih,  Menteng, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut bermula dari korban Tiara Elma Nur Alfazria (18) mendatangi seorang pelaku di tempat kejadian perkara lantaran pelaku yang masih dalam pengejaran Polisi ini sebelumnya mengutang kue ke korban.

"Pelaku malah memarahi korban dengan mengeluarkan kata kasar memukuli dan mencakar pipi serta menggigit jari tangan korban. Kemudian pelaku lainnya yang juga ada di Tkp ikut memukuli paha korban berkali kali dan menendang pinggul kanan korban," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Beruntung Tiara masih bisa menyelamatkan diri. Namun ia mengalami luka cukup serius saat ini kasus tersebut masih ditangani Polsek Menteng.

"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Sektor Menteng Untuk pengusutan lebih lanjut," pungkasnya. [rok]



Anies Terus Berusaha Hadirkan Rasa Keadilan

Anies Terus Berusaha Hadirkan Rasa Keadilan

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Indonesia terus bersatu, kemudian kota Jakarta terus bersatu, dan terus  berusaha serius untuk menghadirkan rasa keadilan. Hal ini disampaikan Anies bertepatan dengan perayaan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.

"Harus ada usaha serius untuk menghadirkan rasa keadilan," kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Menurut Anies, kebijakan yang dibuat harus kebijakan yang mendorong rasa keadilan, lantaran tujuan  merdeka menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

"Jadi dalam peringatan ini saya sampaikan ke seluruh jabatan jika dulu anak muda beehasil menemukan tantangan di zamannya yaitu membentik persatuan, sekarang tantangan kita mengjadirkan keadilan. Semua kebijakan kita harus bisa menghadirkan keadilan," pungkasnya. [rok]
 



Cuaca Ibu Kota Awal Pekan Ini Diprakirakan Cerah

Cuaca Ibu Kota Awal Pekan Ini Diprakirakan Cerah

INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Ibu kota DKI Jakarta pagi awal pekan ini, Senin (28/10/2019) diprakirakan BMKG cerah berawan.

Kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga siang hari, kecuali untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang diprediksi akan terjadi hujan ringan.

Pada malam hari, cuaca Ibu kota diawal pekan kembali diprediksi cerah dan berawan. Kondisi tersebut diprediksi akan berlanjut hingga dini hari. [fad]
 



Alasan Pelaku Bacok Lawan Saat Tawuran di Tambora

Alasan Pelaku Bacok Lawan Saat Tawuran di Tambora

 

INILAHCOM, Jakarta - Tawuran kembali pecah di Kali Pojok Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada Sabtu (26/10/2019). Dalam aksi tawuran ini puluhan orang diamankan. Satu pemuda tewas akibat sabetan senjata tajam.
 
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suprihatin dari puluhan orang yang ditangkap 8 orang positif narkoba dan13 orang positif konsumsi tramadol.
 
“saat dilakukan tes urine kepada 27 orang ini, ada 4 orang positif ganja, 4 orang positif sabu, 13 orang positif tramadol dan sisanya negatif dari narkoba jenis apapun,” kata Prihatin, Minggu (27/10/2019).
 
Alasan mengkonsumsi obat terlarang guna meningkatkan keberanian serta menghilangkan rasa takut saat proses tawuran.
 
“Mereka pakai narkoba supaya berani atau tidak takut saat tawuran. Makanya mereka tidak memiliki rasa empati dengan membacok korban,” pungkasnya. [wll]


Tubruk Apotek Senopati, Polisi Tes Urine Mahasiswi

Tubruk Apotek Senopati, Polisi Tes Urine Mahasiswi

 

INILAHCOM, Jakarta - Seorang mahasiswi berinisial PKH (21) menubruk Apotek Senopati sehingga menyebabkan seorang satpam bernama Asep Kamil (50) tewas seketika dalam insiden tersebut. 
 
Saat ini Polisi masih melakukan pemriksaan terhadap PKH, lalu turut serta melakukan tes urine.
 
"Untuk sementara dia saat ini lagi dibawa ke Dokkes, sedang dicek urine kadar alkoholnya berapa. Nanti kembali ke sini di-BAP secara penyidikan lebih dalam," kata Kanit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Suharno, Minggu (27/10/2019).
 
Saat kecelakaan ada dua orang lagi di mobil tersebut. Meski demikian PKH masih berstatus sebagai saksi. 
 
"Masih terperiksa sementara karena belum di-BAP lebih detail. Nanti setelah dicek urine dan gimana kejadiannya, kronologinya, kami mintai keterangan saksi-saksi, baru kami bisa menetapkan," tuturnya. [wll]
 


Sabtu, 26 Oktober 2019

Mobil Hantam Apotek, Satu Orang Meninggal

Mobil Hantam Apotek, Satu Orang Meninggal

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah mobil minibus menghantam sebuah apotek di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (27/10/2019) dinihari tadi.

Informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya melalui akun resmi Twitternya, kecelakaan maut tersebut terjadi pukul 03.30 WIB.

"Kecelakaan Nissan Livina B 2794 STF menabrak Apotik Senopati Jl. Senopati Raya Jaksel pukul 03:30 WIB," tulis TMC di Twitter.

Akibat insiden itu menyebabkan satu korban jiwa, yaitu seorang petugas keamanan atau satpam apotik bernama Asep Kamil (50).

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan.[Ivs].



Jumat, 25 Oktober 2019

Faisal Sembuh, Ibunda: Pak Anies Luar Biasa

Faisal Sembuh, Ibunda: Pak Anies Luar Biasa

INILAHCOM, Jakarta - Ratu Agung, ibu dari Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia korban kekerasaan saat aksi demonstrasi menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK, menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota DKI hari ini. ia ingin menyampaikan perkembangan kesehatan Faisal.

"Di dalem ngobrol. Yang pertama bapaknya Faisal, dokter, menyampaikan perkembangan kesehatan Faisal. Faisal Selasa cek lagi kalau ga bagus akan operasi yang ke dua. mohon doakan," kata Ratu di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (25/10/2019).

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Anies. Ia menyebut, Anies memiliki andil penting dalam proses kesembuhan putranya.

"Sungguh luar biasa Pak Anies senang sekali. Senangnya karena Faisal cepat sekali. Tapi memang berkat usaha pak Anies juga. Karena pak Anies itu kan bertanggungjawab terhadap warganya," tandasnya. [fad]



Tak Sesuai Pergub, Warga Minta PSU Pemilihan P3SRS

Tak Sesuai Pergub, Warga Minta PSU Pemilihan P3SRS

INILAHCOM, Jakarta - Warga Apartemen Mediterania Palace Residences (AMPR), Kemayoran, Jakarta Pusat, mendesak dilakukannya pemilihan suara ulang (PSU) pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) karena tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 132 tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rusun Milik dan Apartemen.

"Kalau kita mau konsisten menegakkan aturan, maka saudara Khairil Poloan dan Saudari Yenny Rosa yang mengklaim sebagai pengurus baru itu tidak memenuhi syarat pasal yang dimaksud. Meski kedua orang ini memiliki unit, tetapi kenyataan mereka tidak tinggal di sini," kata perwakilan warga, Ade Suryani melalui keterangannya, Jumat (25/10/2019).

Adapun pasal yang dimaksud Ade yaitu, pasal 45, huruf f dalam Pergub tersebut, yang menyebutkan syarat sebagai pengurus adalah, pemilik yang berdomisili di Rumah Susun dan berstatus sebagai Pemilik sah berdasarkan bukti kepemilikan yang dimilikinya.

"Para pengurus baru tersebut tidak tinggal di AMPR, melainkan di Apartemen Mediterania Lagoon Residences yang berada persis di sebelah AMPR," ujar Ade.

Menurut Ade, pasal dalam Pergub tersebut sudah sangat bagus, dengan tujuannya agar para pengurus dapat mengetahui situasi dan kondisi terkini.
Keresahan warga mengenai pengurus yang tidak sah tersebut pun ditampilkan dalam bentuk spanduk besar di dinding gedung AMPR.

"Siapapun yang melintas, pasti akan melihat spanduk kuning berukuran besar tersebut. Dalam spanduk tersebut, warga juga menolak kepengurusan saudara Khairil Poloan CS karena belum ada serah terima yang didampingi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga tidak dibenarkan mengambil alih kepengelolaan Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran," tuturnya.

Sementara itu, Yanuar, warga AMPR lainnya menjelaskan, dalam pasal 54 ayat 4 Pergub 132 juga menyatakan, bahwa Akta Pendirian AD/ART, P3SRS harus dicatat dan mendapat pengesahan dari Gubernur. Untuk itu, dia meminta agar dilakukan pemilihan ulang.

 "Selain itu, warga juga mengimbau agar para pemilik, peghuni AMPR tetap melakukan pembayaran Iuran pengelolaan lingkungan (IPL), air, dan listrik di Bank Artha Graha milik pengelola lama yang statusnya masih aktif, atau langsung di badan pegelola di lantai M," tegas Yanuar.

Untuk diketahui, AMPR memang tengah terjadi dualisme kepengurusan. Satu P3SRS diketuai oleh Ikhsan, dan P3SRS lainnya diketuai oleh Khairil Poloan. Khairil mengaku sebagai pengurus P3SRS AMPR lantaran mengantongi Surat Keputusan dari Dinas Perumahan (Disperum) DKI Jakarta. Sedangkan pengurusan P3SRS Ikhsan sudah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur.
 
Dinas Perumahan DKI Jakarta pada 18 Juni 2019 sejatinya telah melakukan mediasi dan meminta agar perkara ini jangan sampai mengganggu layanan kepada para penghuni.

Pasalnya sebelumnya telah terjadi masalah pemutusan listrik. Beberapa unit apartemen di AMPR diputus listriknya lantaran selama tiga bulan, tagihan listrik di unit tersebut belum dibayarkan. Padahal pemilik telah membayar tagihan listrik tersebut ke rekening BCA yang dipegang oleh P3SRS yang dipimpin Khairil CS. Namun menurut warga yang telah memnayar, uang titipan pembayaran rekening tersebut tidak dibayarkan selama tiga bulan.

Usai mediasi, kedua pihak P3SRS pun bersepakat untuk menanggung pembayaran listrik sesuai porsi uang yang masuk ke rekening P3SRS masing-masing.

Dimana sebanyak 65 persen penghuni membayarkan tagihan listrik kepada P3SRS versi Ikhsan di Bank Artha Graha, sedangkan 35 persen penghuni membayarkan tagihan listriknya kepada P3SRS versi Khairil di BCA.
 
Namun menurut warga sejak kesepakatan tersebut dibuat, tagihan listrik seluruh AMPR justru ditanggung sendiri oleh P3SRS versi Ikhsan.

Masalah dualisme kepengurusan ini sudah masuk ke ranah pengadilan dan tengah berproses.



Kamis, 24 Oktober 2019

Ini Penjelasan Saefullah Soal Revisi KUA-PPAS 2020

Ini Penjelasan Saefullah Soal Revisi KUA-PPAS 2020

INILAHCOM, Jakarta - Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah membeberkan alasan pihaknya merevisi jumlah anggaran Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebagai dasar Anggaran Pendapatan dan Belanjar daerah (APBD) 2020.

Dia berujar, dalam rancangan KUA-PPAS 2020  sebelumnya anggaran diusulkan senilai Rp 95,99 triliun dan kini direvisi senilai Rp 89,441 triliun. Terjadi perubahan sekitar Rp 6 triliun. Hal ini karena dana bagi hasil Pemerintah Pusat ke Pemprov DKI  itu tak disetorkan sebesar Rp 6 Triliun.

Maksudnya, pemerintah pusat memiliki utang kepada DKI senilai Rp 6 triliun. Lantaran belum terbayarkan dana perimbangan kepada DKI tahun ini menjadi jumlah tersebut. Dana perimbangan, seperti dana bagi hasil, dana alokasi umun, dan dana alokasi umum.

"Sebesar 6,4 triliun (dibulatkan). Itu tidak disetorkan dan menjadi piutang pemerintah pusat dan dibayarkan pada 2020 nanti," kata Sekda Saefullah.

Kendati demikian, Saefullah menekankan revisi merupakan hal yang biasa ketika  pembahasan anggaran.

"Turun naik itu biasa, itu pembahasan biasa. Yang penting bisa dijelaskan," pungkasnya. [ton]



Inilah Kronologis Pemukulan Putra Vena Melinda

Inilah Kronologis Pemukulan Putra Vena Melinda

INILAHCOM, Jakarta - Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan percobaan pencurian dengan kekerasan terhadap Athala Naufal, putra artis Vena Melinda bermula saat korban pulang dari temannya.

"Pada tanggal 09 Oktober 2019 sekitar pukul 03.00 WIB pada saat korban pulang dari rumah temannya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan menuju daerah Ciganjur, Jakarta Selatan. Selanjutnya pada saat melintas di perempatan Transmart, Jakarta Selatan, korban dibuntuti oleh 1 (satu) Unit Angkutan Kota (Angkot) Warna
Biru," paparnya.

Sedangkan, Kanit I Subdit Resmob PMJ AKP Herman Edco Simbolon menjelaskan, mobil korban tersebut diikuti oleh 1 (satu) Unit Angkutan Kota (Angkot) Warna Biru. Angkot tersebut sambil memepet mobil korban dan selanjutnya sampai didaerah samping SPBU Sarpa di Jalan Moch. Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mobil korban diberhentikan dengan cara dipalang didepan mobil.

"Setelah mobil korban berhenti tersebut turun 2 (dua) orang laki-laki dari dalam mobil Angkot dan salah satu laki-laki tersebut langsung menggebrak pintu kaca mobil korban sebelah kanan secara berulang-ulang dan berteriak-teriak kepada korban

‘’Turun Lo…turun lo….turun lo' sambil menunjuk korban yang berada didalam mobil. Selanjutnya korban membuka pintu mobil dan seorang laki-laki yang badan nya penuh dengan Tato menarik dengan keras Jaket korban warna Coklat sehingga korban ketarik keluar dari dalam mobil korban tersebut," paparnya.

Selanjutnya setelah korban keluar dari Mobil seorang pelaku yang menarik jaket korban langsung melakukan pemukulan ke arah bibir atas sebelah kiri yang mengakibatkan bibir atas sebelah korban mengalami luka robek dan berdarah.

"Pada saat yang bersamaan teman pelaku yang tidak korban kenali namanya melakukan pemukulan dari arah belakang yang mengenai tepat di muka korban sebelah kanan," bebernya.

Selanjutnya pada saat korban mengalami pemukulan secara bersama-sama tersebut, datang teman pelaku dari mobil  Angkot dengan membawa Dongkrak mobil sambil mengayunkan dongkrak tersebut kearah korban,

"Saat itu datang warga masyarakat di sekitar tempat kejadian menahan dan melerai," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya mengatakan Unit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya pimpinan AKP Herman Edco Simbolon berhasil mengamankan tiga orang pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Athala Naufal, putra artis Vena Melinda.

"Yang diamankan tiga orang. Pertama Lukman Hakim alias Lupus, Yudha Wibawa, Derry Hermansyah alias Penyok," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/10/2019). [adc]



Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Putra Vena Melinda

Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Putra Vena Melinda

INILAHCOM, Jakarta - Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan Unit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya pimpinan AKP Herman Edco Simbolon berhasil mengamankan tiga orang pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan terhadap korban Athala Naufal, putra artis Vena Melinda.

"Yang diamankan tiga orang. Pertama Lukman Hakim alias Lupus, Yudha Wibawa, Derry Hermansyah alias Penyok," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/10/2019).

Ia menjelaskan, para pelaku awalnya merencanakan akan melakukan pencurian di daerah Cilandak Jakarta Selatan, selanjutnya pelaku pergi menggunakan 1 (satu) unit mobil angkutan umum menuju Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Pada saat melintas di TKP pelaku melihat mobil korban dan pelaku seolah-olah mencari masalah dengan korban, kemudian pelaku langsung menghadang dan memberhentikan mobil korban," paparnya.

Setelah itu, pelaku turun dari mobil dan mengetok kaca jendela mobil, kemudian membuka pintu kemudi dan menarik jaket
korban hingga robek untuk menyuruh korban keluar.

"Karena korban tidak mau turun kemudian pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban. Tapi karena banyak warga yang melihat kejadian tersebut akhirnya pelaku mengurungkan niatnya untuk melakukan pencurian dan seolah-olah pelaku sedang mempunyai masalah dengan korban," ungkapnya.

"Untuk menghilangkan jejak, para pelaku mengganti nomor polisi kendaraan yang mereka gunakan dengan nomor polisi yang berbeda," sambungnya.

Atas perbuatannya, tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan dan atau dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 KUHP jo pasal 365 KUHP dan atau pasal 170 KUHP

"Ancamannya pidana penjara maksimal sembilan tahun," tandasnya. [adc]



DPRD DKI Fokus Bahas KUA-PPAS Daripada Wagub DKI

DPRD DKI Fokus Bahas KUA-PPAS Daripada Wagub DKI

INILAHCOM, Jakarta - DPRD DKI Jakarta lebih mengutamakan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebagai dasar RAPBD 2020, ketimbang soal wakil gubernur DKI.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik saat menanggapi soal perkembangan pemilihan wagub DKI.

"Iyalah anggaran lebih penting (dari pembahasan Wagub). Pak anies kerja sendiri senyum-senyum aja," kata Taufik, Kamis (24/10/2019).

Alasan pembahasan KUA-PPAS 2020 didahulukan lantaran, apabila tak tuntas pada 30 November 2019 mendatang Anggota DPRD DKI tak boleh digaji selama 6 bulan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020. Pembahasan KUA-PPAS juga menyakut uang rakyat.

"Makanya kita bilang APBD dulu aja lah. Menyangkut kehidupan masyarakat Jakarta," tandasnya. [adc]



Rabu, 23 Oktober 2019

Penetapan UMP DKI 2020 Ditunda

Penetapan UMP DKI 2020 Ditunda

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Pengupahan DKI Andri Yansyah mengatakan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 DKI Jakarta bakal kembali dibahas pada 1 November 2019 untuk UMP 2020.

Mengingat, saat ini serikat pekerja menginginkan UMP 2020 Rp 4,6 juta, sedangkan asosiasi pengusaha  Rp4,2 juta.

''Nanti kami sama-sama kaji kembali untuk ditetapkan tanggal 1 November 2019 untuk UMP 2020,'' kata Andri.

Menurut Andri, pihaknya sudah berusaha mengakomodir usulan asosiasi pengusaha dan serikat pekerja. Kemudian juga sudah melakukan survei di sebanyak 45 pasar guna menentukan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) warga Jakarta dan berkisar di antara Rp3,965 juta.

Patokan Pemprov DKI untuk menaikan UMP yakni di angka 8,51 persen. Hal itu sesuai keputusan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  yang menaikkan UMP tahun 2020 sebesar 8,51 persen.

"KHL kita setelah kita melakukan survei di 15 titik pasar, tiga gelombang, berkisar di antara Rp3,965 juta," tuturnya.

Dengan demikian, penetapan UMP DKI tahun 2020, yang sebelumnya direncanakan Rabu, 23 Oktober 2019 akhirnya ditunda hingga 1 November 2019. [ton]



Anggaran APBD DKI 2020 Direvisi, Ini Besarannya

Anggaran APBD DKI 2020 Direvisi, Ini Besarannya

INILAHCOM, Jakarta  - Sekda DKI Jakarta Saefullah, mengatakan pihaknya merevisi besaran usulan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS untuk APBD 2020, senilai Rp 89,441 triliun. Mengingat, sebelumnya dalam rancangan KUA-PPAS diusulkan sebesar Rp 95,99 triliun.

"Perhitungan kami eksekutif sampai kemarin sore Rp 89,44 triliun," kata Saefullah, Rabu (23/10/2019).

Adapun revisi itu meliputi, pajak daerah  masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) Rp 50,5 triliun menjadi Rp 49,5 triliun. Lalu Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran pun direvisi dari Rp 8,5 triliun menjadi Rp 3,08 triliun.

"Lalu kami sedang mempersiapkan karena ada perubahan signifikan ada perbedaan Rp 6 triliun. Kami mohon ini perubahan sambil berjalan saat pembahasan," ungkapnya. [hpy]



Anies Instruksi Cegah Anggaran Ganda di RAPBD 2020

Anies Instruksi Cegah Anggaran Ganda di RAPBD 2020

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kembali menelaah Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI 2020. Guna memastikan tak ada anggaran ganda.

"Tadi itu lebih pada perintah untuk menyisir ulang semua anggaran agar tidak muncul, satu, duplikasi," kata Anies, Rabu (23/10/2019).

Anies mengingatkan, agar seluruh dinas terkait jangan mencoba-coba untuk mengalokasikan anggaran ganda, lantaran bakal ditindak tegas.

"Kalau alat habis pakai memang harus belanja, tapi harus dicek statusnya seperti apa. Kegiatan pembangunan, kami menggunakan bahan alat material dari mana. Kami milih material dari lokal, lokal itu maksudnya daerah Jakarta atau luar Jakarta, menggunakan tukang atau pabrik," pungkasnya. [hpy]



Dilarang Polisi, Pemanjat Patung di HI Ogah Turun

Dilarang Polisi, Pemanjat Patung di HI Ogah Turun

INILAHCOM, Jakarta - Polisi mendesak dua pemanjat patung selamat datang Bundaran Hotel Indonesia (HI)  segera turun. Apabila tak diindahkan bakal diturunkan secara paksa.

"Mohon adek-adek untuk turun, ini demi keselamatan dan menghormati banguan yang memiliki sejarah," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP, Dedi Supriadi, Rabu (23/10/2019).

Sementara itu, hingga saat ini kedua orang pria yang belum diketahui identitasnya dan beredar kabar merupakan aktivis dari Green Peace itu tetap tak mengindahkan himbauan Polisi mereka masih membentangkan spanduk besar bertuliskan "Orang Baik Pilih Energi Baik".

"Kami mohon adek-adek untuk turun, jika tidak kami terpaksa akan menurunkan paksa adek-adek," pintanya. [hpy]



Selasa, 22 Oktober 2019

Inilah Rute Baru Integrasi Transjakarta-LRT

Inilah Rute Baru Integrasi Transjakarta-LRT

INILAHCOM, Jakarta - Berbagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna transportasi massal di Jakarta terus dilakukan. Kini Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta melakukan integrasi dengan Transjakarta.

Rute resmi yang dibuka adalah melalui koridor 10F, rute Stasiun Pegangsaan Dua - Sunter Via Mall Artha Gading dan Mall of Indonesia. Rute ini mulai berlaku pada hari ini, 23 Oktober 2019. Yakni bisa gunakan Rute Non-BRT Transjakarta jurusan Sunter Kelapa Gading – Stasiun Pegangsaan Dua.

Manager Humas LRT Jakarta Melisa Suciati menjelaskan, bagi pengguna LRT Jakarta yang tiba di Stasiun Pegangsaan Dua bisa melanjutkan perjalanan menuju Mall Artha Gading dan Mall of Indonesia  menggunakan Mini Trans 10F yang berhenti tepat di area penjemputan Stasiun Pegangsaan Dua.

"Selain itu, warga pemukiman yang tinggal di area Kelapa Gading juga dapat menikmati fasilitas Rute 10F untuk  menuju ke Stasiun Pegangsaan Dua," jelas Melisa, Rabu (23/10/2019).

Rute 10F melewati perumahan sepanjang Jl. Boulevard Artha Gading hingga Jl. Raya Kelapa Nias, dan apartemen Gading Nias.

LRT juga membuka seluruh stasiun LRT Jakarta guna melayani masyarakat dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Stasiun Velodrome setiap harinya dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Lalu layanan integrasi Mini Trans 10F ini dibuka dari pukul pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Pembukaan rute 10 F ini, juga sebagai upaya LRT Jakarta untuk mendukung penyediaan moda transportasi publik ramah lingkungan dalam program Jaklingko.

Rute 10F Stasiun Pegangsaan Dua - Sunter juga terintegrasi dengan rute transjakarta lainnya sebagai berikut; rute koridor 10, M10 Pusat Grosir Cililitan - Tanjung Priok, 10D Kampung Rambutan – Tanjung Priok, koridor 12 Sunter Kelapa Gading – Penjaringan, koridor L10 Pusat Grosir Cililitan - Tanjung Priok via Tol, B12 Bekasi Timur – Tanjung Priok, 12D Rusun Sukapura-Sunter Kelapa Gading. [rok]



Kenaikan UMP 2020 DKI Ditentukan Hari ini

Kenaikan UMP 2020 DKI Ditentukan Hari ini

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta bakal dilakukan hari ini Rabu (23/10/2019).

"Ditentukan sidang terakhir terkait masalah UMP. Komponennya sudah kami lakukan," kata Andri.

Pembahasan UMP ini bakal dilakukan bersama Dewan Pengupahan DKI Jakarta. Setelah ada angka yang disepakati disampaikan ke Gubernur DKI Anies Baswedan guna diputuskan.

Meski demikian, Andri menegaskan patokan Pemprov DKI untuk menaikan UMP berada pada angka 8,51 persen. Hal itu sesuai keputusan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menaikkan UMP tahun 2020 sebesar 8,51 persen. Angka ini berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Nanti Gubernur yang memutuskan angka berapa kenaikannya UMP," tutupnya. [rok]



Jakarta Akan Cerah Sepanjang Hari Ini

Jakarta Akan Cerah Sepanjang Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat cuaca terik masih akan melanda wilayah Jakarta pada hari ini, Rabu (23/10/2019).

Sejak pagi hari, seluruh wilayah Jakarta akan cerah merata. Siang harinya, kondisi masih sama, hanya wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang cerah berawan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini waspada potensi angin kencang di wilayah Jakarta Utara.

Lanjut ke malam hari, langit Jakarta akan cerah berawan tak ada tanda-tanda turun hujan.

Sementara suhu rata-rata pada hari ini akan berkisar antara 25-25 derajat celcius dengan tingkat kelembapan antara 50-85%.[Ivs].



Senin, 21 Oktober 2019

Jakarta Diprediksi Cerah Sepanjang Hari

Jakarta Diprediksi Cerah Sepanjang Hari

INILAHCM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di semua wilayah Jakarta akan cerah sepanjang hari ini, Selasa (22/10/2019).

Sejak pagi, seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan cerah hingga siang hari. Hanya Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang akan cerah berawan meski tak sampai hujan.

Malam harinya, kondisi tak jauh berbeda dengan siang hari.

Sementara suhu rata-rata pada hari ini akan berkisar antara 25-35 derajat celcius dengan tingkat kelembapan berkisar antara 45-80%[Ivs].
 



Minggu, 20 Oktober 2019

Awal Pekan, Jakarta Cerah Sepanjang Hari

Awal Pekan, Jakarta Cerah Sepanjang Hari

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah pada awal pekan ini, Senin (21/10/2019).

Lewat situs resminya, BMKG menulis, cuaca di seluru wilayah Jakarta pada pagi ini akan cerah. Cuaca cerah akan berlanjut pada siang hari. Malam harinya, BMKG memprakirakan cuaca tidak akan berubah. Malam Jakarta akan cerah. [hpy]



Sabtu, 19 Oktober 2019

Pelantikan Jokowi-Maaruf, Jakarta Cerah Berawan

Pelantikan Jokowi-Maaruf, Jakarta Cerah Berawan
INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Jakarta pada pagi ini jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma'aruf Amin (Jokowi-Ma'aruf), Minggu (20/10/2019) akan cerah berawan. Berdasarkan situs resminya, BMKG menulis cuaca pagi ini seluruh wilayah Jakarta akan cerah. Namun sebagian besar cerah berawan. Siang harinya cuaca tidak akan berubah saat pelantikan berlangsung. Matahari akan bersinar cerah di balik awan langit Jakarta. Malam harinya cuaca di seluruh wilayah Jakarta tidak akan berubah. Jakarta tetap diprediksi cerah berawan. [hpy]

Toko Percetakan di Koja Dilalap Api

Toko Percetakan di Koja Dilalap Api
INILAHCOM, Jakarta - Petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Utara, Yapman mengatakan kobaran api di Koja Jakarta Utara berasal dari sebuah bangunan toko percetakan. Kebakaran tersebut, diduga akibat dari hubungan pendek atau korsleting listrik. "Yang terbakar satu bangunan. Penyebabnya korsleting listrik," kata saat dihubungi, Minggu (20/10/2019). Ia menjelaskan, kebakaran itu diperkirakan terjadi sejak Sabtu (19/10/2019) sekitar pukul 21.55 WIB. Api baru dapat dipadamkan pada Minggu (20/10/2019) pukul 00.58 WIB. "Padam pukul 00.58 WIB. Unit yang meluncur ke lokasi ada 14 unit," ujarnya. Tak ada korban jiwa maupun luka akibat peristawa ini. Meski begitu belum diketahui total kerugian akibat kebakaran. "Korban jiwa tidak ada. Korban luka tidak ada," pungkasnya. [hpy]

Truk vs Motor di Jaktim, Satu Tewas

Truk vs Motor di Jaktim, Satu Tewas
INILAHCOM, Jakarta - Petugas NTMC Polri, Hendri membenarkan kejadian kecelakaan yang terjadi antara satu unit sepeda motor dengan satu unit mobil truk di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Kejadian itu mengakibatkan satu orang tewas. "Untuk kecelakaan tersebut benar. Yang terlibat sepeda motor dengan truk," katanya saat dihubungi, Minggu (20/10/2019). Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu (19/10/2019) sekitar pukul 23.18 WIB. Korban tewas merupakan pengendara sepeda motor dengan nomor polisi B-3989-TTN. "Untuk korban jiwa satu orang pengendara sepeda motor. Meninggal di lokasi," ujarnya. Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan mengatur arus lalu lintas. Kondisi lalu lintas di lokasi kejadian pun terpantau lancar. "Lalu lintas saat ini kondisinya ramai lancar," pungkasnya. [hpy]

Rabu, 16 Oktober 2019

Artis Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Narkoba

Artis Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Narkoba

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap artis Vicky Nitinegoro. Vicky ditangkap terkait narkoba.

"Ya benar, kita amankan Vicky," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Kombes Argo mengaku belum bisa merinci apa saja barang bukti yang diamankan dari tangan Vicky, termasuk berapa orang yang diamankan. Vicky saat ini dimintai keterangan di Polda Metro.

"Masih diamankan dan barangnya sedang dicek di labfor," pungkas Argo. [gam]



Gerindra Pastikan Anies Butuh Wagub

Gerindra Pastikan Anies Butuh Wagub

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif menegaskan meski saat ini Gubernur DKI Jakarta dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun, tetap membutuhkan Wakil Gubernur untuk membantunya, dalam merealisasikan program kerja.

"Ditanya pak Gub gimana butuh Wagub? Butuh. Kemudian apa tanpa Wagub bisa jalan? Pak Gub bilang bisa," kata Syarif, Rabu (18/10/2019).

Menurut Syarif, selama ini lambannya pemilihan Wagub DKI dikarenakan banyaknya terbentur persoalan politik, yakni ada Pemilu 2019.

Namun calon yang sebelumnya diajukan PKS, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sudah selesai mengikuti proses fit and proper test. Dia berharap akhir tahun 2019 dapat dilakukan paripurna pemilihan Wagub DKI.

"Nah soal itu kita tanyakan ke teman-teman pengusung ya, PKS. PKS masih belum berubah, masih dua nama itu, pak Ahmad Syaikhu dan pak Agung Yulianto. Kecuali kalau di bulan terakhir ini ada pergerakan, ada perubahan ya kita ikuti. Tap intinya DPRD sudah siap dengan tatibnya yang sudah hampir disahkan sebentar lagi," pungkasnya. [ton]



Nyabu, Sutradara Amir Mirza Gumay Diamankan Polisi

Nyabu, Sutradara Amir Mirza Gumay Diamankan Polisi

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan informasi, pihaknya mengamankan Sutradara bernama Amir Mirza Gumay karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis Sabu.

Penangkapan dilakukan oleh Unit 3 Subdit II Ditresnarkoba pimpinan AKBP Bagoes Wibisono. Penangkapan dilakukan Senin kemaren.

"Ia betul. Senin 14 Oktober 2019, sekitar pukul 14.00 WIB telah berhasil ungkap kasus TP Narkotika. Ada tiga orang yang diamankan. AMG, BK dan TR," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (16/10/2019).

Dari penangkapan di dua TKP ini polisi berhasil menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu berat total 0,9 gram dan ganja seberat 0,72 gram.

"Barang bukti yang diamankan di TKP pertama ada satu klip berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu 0,52 gram bruto. Di TKP kedua ada plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika shabu 0,38 gram bruto dan satu linting Ganja berat 0,72 gram," paparnya. [adc]



Anies: Sopir Tak Perlu Tegang Setoran Kurang

Anies: Sopir Tak Perlu Tegang Setoran Kurang

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengelolaan transportasi di Jakarta justru salah satu yang paling dirasakan terobosannya. Dari catatan pihaknya, Tahun 2017 jumlah penumpang sistem transportasi darat di ibu kota 300.000 penumpang per hari. Dalam dua tahun, berberubah, menjadi 640.000 per hari.

"Dua kali lipat dalam dua tahun. Artinya itu sebuah lompatan yang cukup signifikan. Pengelolaannya pun diubah. Kalau dulu, bus-bus itu milik DKI, sekarang kita kerjakan itu sebagai milik pihak ketiga," kata Anies, Rabu (18/10/2019).

Jadi, lanjut Anies Pemprov DKI membeli jasa, dibayar per kilo meter. Sehingga perawatan, kemudian pengelolaan, tidak menjadi aset Pemprov DKI lagi. Tapi sudah pihak ketiga.

Pihaknya juga menerapkan standar pelayanan yang harus diberikan. Jadi penyedia itu memberikan pelayanan bagi warga. Dan bukan saja, bus besar, sedang, dan kecil. Angkot-angkot juga tergabung dalam lingkup, mereka pun tak lagi ngetem.

"Kenapa? karena kami menghitung kontraknya berdasarkan kilometer. tidak berdasarkan jumlah penumpang. Jadi tak perlu ngetem. Kalau ngetem, maka efeknya macet. Sopirnya juga kami gaji bulanan. Mereka tidak perlu tegang setorannya kurang," jelasnya.

Anies menambahkan, dengan cara seperti itu maka, bakal lebih fokus pada pelayanan, bukan fokus pada operasi pengelolaan. Jadi kalau ada bus mogok, dan macet, langsung diganti oleh penyedianya

"Bila mereka tidak berhasil itu menjadi catatan dari kita dan bisa tidak diteruskan kontraknya. Itu membuat pekerjaan jauh lebih efisien," tutupnya. [adc]



Selasa, 15 Oktober 2019

Tagih Utang, Pria Ini Nyaris Tewas Diamuk

Tagih Utang, Pria Ini Nyaris Tewas Diamuk

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria berinisial MAS (21) nyaris tewas dikeroyok sekelompok orang di Jl. Dwi Warna, Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika MAS menyambangi seorang pelaku berinisial YP untuk menagih utang.

Lalu pelaku yang merasa kesal akibat terus ditagih mengeluarkan celurit. Hal tersebut membuat MAS langsung memegang tangan YP dengan harapan tak dibacok..

Bersamaan ada teman-teman YP di lokasi. Kemudian mereka beramai-ramai langsung menganiaya MS hingga babak belur.

"Pelaku dan temannya langsung menganiyaya korban dengan cara ditendak dan dipukul," kata Purwadi, Rabu (18/10/2019).

Akibat kejadian ini, MAS menderita luka di jari, mata, dan pipinya. Setelah korban sekarat, para pelaku langsung melarikan diri. Setelah sadar MAS langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"Kasus ini sekarang masih dalam proses penyelidikan," tuturnya.[rok]



Genap 2 Tahun Rakyat Terimakasih ke Anies

Genap 2 Tahun Rakyat Terimakasih ke Anies

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan genap dua tahun memimpin Pemprov DKI Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Lewat akun Twiiter @aniesbaswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bersyukur karena dapat melewati  dua tahun kepemimpinannya dengan melakukan berbagai terobosan untuk warga Jakarta.

Anies juga mengapresiasi seluruh warga Jakarta yang telah berpartisipasi dengan Pemprov DKI untuk membangun Jakarta lebih baik ke depan.

"Alhamdulillah, kita bersyukur pada hari ini menggenapi dua tahun perjalanan tugas bersama-sama di DKI Jakarta Terima kasih dan apresiasi kepada semua yang telah berkolaborasi dalam menghadirkan Wajah Baru Jakarta!," cuit Twiiter @aniesbaswedan, dikutip Rabu (16/10/2019).

Dalam laman akun Twitter-nya Anies turut mengunggah video yang menceritakan tetang berbagai program yang telah dilakukan.

Yakni penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP 0 Rupiah, pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, perlindungan perempuan dan anak, beragam Pagelaran bergengsi di Jakarta, program makanan tambahan untuk anak sekolah, perluasan penerima manfaat penggratisan pajak bumi dan bangunan, pengaspalan jalan kampung, aksesibilitas Pulau Seribu hingga hibah untuk Guru PAUD.

Sementara itu, banyak netizen turut mengomentari tulisan Anies. Berikut komentar para netizen ;

@ZAEffendy @aniesbaswedan
Barakallah warga #DKIJakarta memiliki Goodbener

@topesuspend : Terima kasih mas gub yg telah kembali memberikan ruang terbuka hidup bagi warga Jakarta

@bangeka75 : Alhamdulillaaaah.. sehat dan sukses selalu mas Anies. Salam hangat dari kami

@LindoTaehyung1 : Barakallah fikum Pak @aniesbaswedan semoga Bapak sekeluarga dan para pengikut2 Bapak yang tawadhu, sholeh & sholeha selalu berada dalam lindungan dan ridha Allah SWT setiap saat, Aamiin YRA.

[rok]



Warga Diimbau Tak Aksi Saat Pelantikan Presiden

Warga Diimbau Tak Aksi Saat Pelantikan Presiden

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) demonstrasi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden. Masyarakat diminta tidak turun ke jalan pada tanggal 15 - 20 Oktober 2019.

"Jadi kita ada diskresi kepolisian yang disampaikan bahwa dari Polda Metro Jaya, dari kepolisian tidak akan menerbitkan STTP dari tanggal 15-20 Oktober di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

"Kita berharap bahwa memang tidak ada unjuk rasa sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan baik dan lancar di situ. Ya tentunya ini semua untuk kebaikan ya, untuk semua kelancaran dari pada kegiatan tersebut," sambung Argo.

Argo berharap masyarakat mengerti karena ada moment sakral pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang akan disorot dunia. Maka, Argo mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan.

"Kita berharap nggak ada ya. Kita kalau misalnya, kalau kita melihat ya, seperti kemarin-kemarin terjadi ricuh dan sebagainya kan nanti bisa menurunkan harkat martabat Indonesia," tuturnya.

"Kita berharap Indonesia bisa jaga harkat martabatnya, bisa kita jaga semuanya," imbuhnya.

Pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 nanti akan digelar di gedung DPR. Polda Metro Jaya telah menyiapkan 30 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan kegiatan tersebut. [gam]



Genap 2 Tahun, Ini Program Dikerjakan Anies

Genap 2 Tahun, Ini Program Dikerjakan Anies



INILAHCOM, Jakarta - Hari ini, Rabu 16 Oktober 2019, kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memasuki usia dua tahun. Ada banyak program yang telah dilakukan Anies saat berada di tampuk kepemimpinan Pemprov DKI.

Adapun program unggulan itu mulai dari penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP 0 Rupiah, pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, perlindungan perempuan dan anak, beragam Pagelaran bergengsi di Jakarta, program makanan tambahan untuk anak sekolah, perluasan penerima manfaat penggratisan pajak bumi dan bangunan, pengaspalan jalan kampung, aksesibilitas Pulau Seribu hingga hibah untuk Guru PAUD.

"Sesungguhnya banyak hal yang dikerjakan memerlukan waktu dan sebagina menimbulkan tantangan saat dijalani," kata Anies.

Anies menyatakan, dalam membangun Jakarta pihaknya menggunkan model pendekatan kolaborasi bersama masyarakat. Yakni, dengan melibatkan masyarakat sebagai creator. Semua itu, bermuara pada satu tujuan yakni membuat Jakarta lebih baik kedepan.

"Selama 2 tahun ini, kami menggalang berbagai kolaborasi dari berbagai unsur dari digital, transportasi, dan penataan kampung," ucapnya.

Anies juga telah menghadirkan sejumlah kartu untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di Jakarta. Di antaranya bagi lansia, penyandang disabilitas, pekerja, dan peserta didik.

"Semoga 3 tahun ke depan, karna ini belum separuh jalan. Masih 40 persen. Nanti sama-sama dituntaskan," tutupnya. [rok]



Ada Kartu Kesejahteraan Sosial di Era Anies

Ada Kartu Kesejahteraan Sosial di Era Anies

INILAHCOM, Jakarta - Dua tahun Gubernur Anies Baswedan menjabat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan sejumlah kartu untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di Jakarta.

Jumlah pemegang kartu-kartu bantuan sosial mencapai 1.107.000 orang. Tak hanya untuk peserta didik, tetapi juga untuk warga lanjut usia (lansia) yang tidak mampu, para pekerja dengan UMR, dan yang terbaru ditujukan untuk penyandang disabilitas.

Kartu yang paling baru diluncurkan adalah Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, tepatnya pada 28 Agustus 2019, oleh Gubernur Anies. Program ini bertujuan mencegah terjadinya kerentanan sosial bagi para Penyandang Disabilitas di Jakarta, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar mereka. Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta bekerja sama dengan Bank DKI untuk menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 300.000 per orang per bulan yang dapat dicairkan setiap triwulan.

“Penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta pada tahap I berjumlah 7.137 dari total jumlah yang terdata dalam Basis Data Terpadu sebanyak 14.459 orang. Dari 7.137 orang, dibagi ke dalam 5 wilayah untuk Jakarta Pusat sebanyak 1.042 orang, Jakarta Utara berjumlah 1.322 orang, Jakarta Barat berjumlah 1.018 orang, Jakarta Selatan berjumlah 1.361 orang, dan Jakarta Timur berjumlah 2.352 orang, serta Kepulauan Seribu sebanyak 42 orang,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI, Irmansyah Selasa (15/10/2019).

Sektor pendidikan, dari anak usia sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Jumlah penerima KJMU dan kampus yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 terus mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu 594 mahasiswa di 46 PTN (2016), 2.191 mahasiswa di 68 PTN (2017), 4.542 mahasiswa di 85 PTN (2018), dan 5.061 mahasiswa di 90 PTN (2019). Para penerima manfaat KJMU mendapatkan bantuan dana sebesar 9 (sembilan) juta per semester, termasuk Uang Kuliah Tunggal, yang diberikan melalui pendebitan dari Bank DKI.

Untuk KJP Plus, Pemprov DKI melakukan sejumlah penyempurnaan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dana operasional ini bukan hanya dapat diperoleh bagi mereka yang masih aktif menjadi siswa, tetapi juga anak-anak putus sekolah yang akan mengambil keterampilan atau paket A, B dan C.

Usia penerima KJP Plus yang sebelumnya diperuntukkan bagi usia 7-18 tahun, kini menjadi 6-21 tahun. dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah, gratis menaiki Transjakarta, gratis untuk masuk area rekreasi dan edukasi (Ancol dan museum), hingga dapat digunakan untuk membeli pangan murah.

Tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menganggarkan 3,975 triliun rupiah untuk KJP Plus. Pada tahap 1 tahun 2019, penerima KJP Plus sebanyak 860.397 siswa, terdiri atas 828.785 penerima lama dan 31.612 peserta baru. Jumlah ini bertambah jika dibandingkan jumlah penerima KJP Plus tahap 1 pada tahun 2018 yakni 805.015 siswa.

Dana bantuan yang diberikan pun lebih besar, SD yang semula Rp 210.000  menjadi Rp 250.000  per bulan. SMP yang semula Rp 260.000  menjadi Rp 300.000  per bulan. Sementara itu, untuk tingkat SMA yang semula hanya Rp 375.000, kini menjadi Rp 420.000  per bulan. Kenaikan juga diberikan untuk tingkat SMK yang semula Rp 390.000  menjadi Rp 450.000  per bulan, dengan dana tarikan tunai Rp 100.000 per bulan untuk semua jenjang pendidikan.

Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan bantuan pendidikan untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari 210.000 rupiah menjadi 300.000 rupiah per bulan dengan dana tarikan tunai 150.000 rupiah per bulan. Pemprov DKI Jakarta pun memberikan bantuan untuk Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) 1.800.000 rupiah per semester dengan dana tarikan tunai 150.000 rupiah per bulan.

Komitmen untuk menyejahterakan warga Jakarta ditunjukkan Pemprov DKI juga kepada para pekerja. Sejauh ini, 17.934 orang telah menerima Kartu Pekerja Jakarta. Dengan KPJ, pekerja memperoleh bantuan bahan pangan murah untuk kebutuhan sehari-hari serta akses TransJakarta gratis. Selain itu, penerima manfaat KPJ yang telah memiliki anak usia sekolah juga secara otomatis mendapatkan KJP Plus.   

Untuk bantuan kepada lansia  tidak mampu, Gubernur Anies mengeluarkan terobosan berupa Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Sampai 31 Agustus 2019, Kartu Lansia Jakarta telah didistribusikan kepada 40.419 orang. Masing-masing lansia berhak mendapat tunjangan sebesar Rp 600 ribu setiap bulan yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. [adc]



Anies Sediakan Kebutuhan Pangan Terjangkau

Anies Sediakan Kebutuhan Pangan Terjangkau

INILAHCOM, Jakarta - Pucuk kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  memasuki masa dua tahun pada 16 Oktober 2019 besok. Salah satu capaian Anies adalah, menyediakan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau bagi warga Jakarta.

Dalam rangka menstabilkan, harga pangan ini Pemprov DKI mengalokasikan anggaran lebih dari 1 triliun rupiah per tahun untuk subsidi bahan pangan, sehingga harga lebih murah serta dapat dijangkau oleh seluruh warga Jakarta, khususnya warga yang tidak mampu.

Komitmen ini diwujudkan dengan meluncurkan aplikasi info pangan murah Jakarta dan aplikasi sistem informasi pangan bersubsidi (SPIB), menyalurkan dana bantuan pangan non tunai bagi warga tidak mampu, menggelar pasar murah, serta membangun gerai pangan bersubsidi bagi pekerja atau buruh. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar Festival Pangan Jakarta 2019 yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi pengembangan pangan di Jakarta.

Terbaru, Pemprov DKI Jakarta meresmikan JakGrosir pada 22 September 2019, yang merupakan pusat perkulakan pertama di Kepulauan Seribu, tepatnya berlokasi di Pulau Tidung Kecil. Harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan di Kepulauan Seribu saat ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan harga yang ada di daratan Jakarta. Dengan adanya JakGrosir, kini masyarakat Kepulauan Seribu dapat berbelanja kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Hal ini sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta untuk menekan harga pangan.

Lebih rendahnya harga suplai barang yang diterima oleh pedagang diharapkan diikuti dengan harga yang lebih murah dan stabil ditingkat konsumen. Hal ini akan mendukung terkendalinya inflasi di Ibu Kota.

Melalui JakGrosir, pedagang bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah dan bersaing. Inilah yang Pemprov kendalikan bagaimana harga di warga itu bisa dikontrol, sehingga masyarakat di pulau bisa terjaga daya belinya.

Dengan beroperasinya JakGrosir di Pulau Tidung Kecil ini, maka nantinya kebutuhan pangan murah untuk pulau-pulau yang ada di seluruh Kepulauan Seribu juga akan disalurkan dari sana. Ke depan, JakGrosir diharapkan dapat hadir di wilayah atau pulau lainnya di Kepulauan Seribu.

Untuk jenis produk bahan pokok yang disubsidi, yakni:
- Daging sapi: 35.000 rupiah per kg,
- Daging ayam: 8.000 rupiah per kg,
- Telur ayam: 10.000 rupiah per tray,
- Beras: 30.000 rupiah per 5 kg,
- Ikan: sekitar 13.000 rupiah per kg,
- Susu: 30.000 rupiah per karton (isi 24 pak, @200 ml).

Satu paket komoditas ini memiliki harga pasaran sekitar 350.000 rupiah. Namun, penerima manfaat program pangan murah cukup membayar sebesar 126.000 rupiah saja dan sisanya dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyatakan, peruntukan target penerima subsidi pangan, yaitu pemegang KJP Plus, pemegang Kartu Pekerja Jakarta, pemegang Kartu Lansia Jakarta, pemegang Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta. Pada 2019, program Pangan Murah dianggarkan sebesar 1,078 triliun rupiah untuk 1.100.894 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018, sebesar 885 miliar rupiah untuk 840.630 orang.  

Program pangan murah tersebut diselenggarakan di toko perkulakan dan pasar-pasar yang ada di Jakarta, buka setiap hari Senin – Sabtu pukul 08.00 – 17.00 WIB. Selain itu, pangan murah juga bisa diperoleh di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, rutin diadakan setiap bulan, pada pukul 08.00 – 12.00 WIB. [adc]



Dua Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta

Dua Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta dalam kurun waktu dua tahun terakhir, gencar membangun infrastruktur publik sebagai Ruang Ketiga bagi masyarakat ibu kota. Ruang Ketiga merupakan tempat berinteraksinya masyarakat, di mana setiap pembangunannya memiliki nilai bernama Kesetaraan.

Salah satu pembangunan Ruang Ketiga yang massif dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah Taman Kota. Taman Kota dapat berupa Taman Maju Bersama atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) lainnya, misalnya Taman Dukuh Atas Jakarta Pusat, Taman Kembang Kerep Jakarta Barat, dan taman yang sudah eksis dan perlu direvitalisasi agar menjadi lebih baik, seperti Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

"Taman Maju Bersama merupakan dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah ada. Pembangunan masing-masing Taman Maju Bersama disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Tidak ada kriteria khusus lokasi dalam membangun Taman Maju Bersama. Terpenting tujuan utama dibangunnya taman ini untuk menambah RTH sebagai tempat berinteraksi warga,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Selasa (15/10/2019).

Pemprov DKI Jakarta telah menargetkan pembangunan 261 Taman Maju Bersama, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022. Arah pembangunan RTH dan seluruh pembangunan taman di Jakarta adalah agar semua penduduk dapat mengakses dalam radius kurang lebih sekitar 300 meter dengan berjalan kaki. Sehingga, taman menjadi tempat pertemuan antar perbedaan kelas sosial masyarakat, juga pertemuan antar manusia dengan alam.  

Pada tahun 2018, ditargetkan sebanyak 21 Taman Maju Bersama dibangun dengan anggaran Rp 27,3 miliar. Dari target tersebut, yang masuk ke proses lelang hanya 10 Taman Maju Bersama, dan yang selesai dirampungkan sebanyak 7 Taman Maju Bersama dengan anggaran Rp 10 miliar.

Meskipun demikian, pada tahun 2019, target pembangunan Taman Maju Bersama naik hingga mencapai 53 taman dengan anggaran Rp 130 miliar dan total luas 335.807 meter persegi. Secara realisasi per 2 Oktober 2019, sebanyak 30 lokasi taman telah mencapai progres pembangunan sebesar 80 persen hingga 90 persen. Sisanya, telah mencapai progres antara 40 persen hingga 80 persen, kurang dari 40 persen, terkendala lahan, dan terkendala hasil lelang. Meskipun demikian, Gubernur Anies memastikan bahwa pada 10 Desember 2019, seluruh Taman Maju Bersama di 53 lokasi tersebut dapat tercapai secara pekerjaan fisik.


Lokasi Taman Maju Bersama yang telah mencapai progres 90 persen di antaranya adalah RTH Kampung Jati, Jakarta Timur; RTH Taman Kampung Baru, Jakarta Barat; RTH Jalan Centex, Jakarta Timur; RTH Mangga XIV, Jakarta Barat; RTH Jalan Panglima Polim II, Jakarta Selatan; RTH Jalan Setapak, Jakarta Timur; dan RTH Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Gubernur Anies pun menegaskan pembangunan Taman Maju Bersama (TMB) memiliki paradigma yang berbeda dalam pembangunan taman-taman sebelumnya, yaitu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Meskipun keduanya sama-sama tergolong Ruang Terbuka Hijau (RTH), Taman Maju Bersama lebih variatif, tematik, disesuaikan dengan karakteristik dan luas lahannya, serta dibangun secara kolaboratif bersama masyarakat.

Taman Maju Bersama didominasi oleh ruang terbuka dan berkonsep "park" dibanding "garden". Sehingga, meskipun sama-sama berlokasi di tengah-tengah pemukiman, dengan hadirnya konsep "park" tersebut, warga menjadi lebih leluasa untuk dapat bermain di atas rumput dikarenakan minimnya pembangunan di tengah-tengah taman.

Konsekuensi dari minimnya pembangunan di tengah taman tersebut, Taman Maju Bersama dapat pula berfungsi dari sisi ekologis, yaitu sebagai resapan air untuk menjaga ketersediaan air tanah, baik saat musim hujan terlebih saat musim kemarau.
Salah satu contoh suksesnya pembangunan Taman Maju Bersama adalah di Taman Piknik di Jalan Manunggal II, Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur. Di taman seluas 1 hektare tersebut, warga tidak hanya bisa merasakan hijaunya taman, tapi juga merasakan sejuknya udara karena memiliki danau buatan dengan ragam jenis ikan di dalamnya dan tanaman eceng gondok.

Selain pembangunan Taman Maju Bersama, pada tahun 2019 ini pula, Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi dua jenis Taman Grande, yaitu Taman Mataram dan Taman Puring. Revitalisasi kedua taman ini dilakukan pertama kali pada 16 Agustus 2019 dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2019.

Berbeda dengan Taman Maju Bersama yang benar-benar baru dibangun, konsep Taman Grande lebih menekankan untuk revitalisasi taman-taman yang berskala besar dengan tetap menjadi lahan untuk retensi air. Konsep taman ini adalah Fun Transit Park, yaitu sebagai tempat transit yang nyaman para pedestrian karena terintegrasi dengan transportasi publik. Sehingga, selain untuk transit, Taman Grande juga mendukung untuk RTH (ekologis), penuh sarana bermain (playful), termasuk dapat diakses siapa pun termasuk berpenyandang disabilitas (inclusive).    

Kebutuhan akan RTH di Jakarta tidak cukup hanya dalam rangka untuk memenuhi amanat perundang-undangan semata. Jakarta juga perlu mempercepat penyelesaian target pembangunan RTH tersebut, dalam rangka untuk menjawab respon publik terhadap tingginya pencemaran udara di langit Jakarta. Oleh karena itu, pada 1 Agustus 2019, Gubernur Anies menandatangani Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Dalam Ingub tersebut, Gubernur Anies menggalakkan penanaman tanaman berdaya serap polutan tinggi mulai pada tahun 2019, hingga menekankan para pengelola gedung untuk untuk menerapkan prinsip green building. Beberapa tanaman yang ditekankan untuk massif ditanam tersebut misalnya adalah Bougenville, Tabebuya, Sansiviera (lidah mertua), dan Sirih Kuning.

Di sisi lain, penggalakkan tersebut tak cukup hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta semata, melainkan perlu juga keterlibatan (kolaborasi) yang intensif dari masyarakat. Oleh karena itu, pada Minggu 18 Agustus 2019, Gubernur Anies telah meluncurkan gerakan #200Taman2JutaTanaman untuk melibatkan beragam instansi dan komunitas warga di bidang lingkungan hidup. 2 Juta Tanaman tersebut berupa 500.000 pohon dan 1.500.000 tanaman hias. Hingga September 2019, progress penanaman Tanaman Hias telah mencapai 339.590 tanaman, dan penanaman pohon mencapai 6.787 pohon.

Dengan hadirnya beragam Taman Kota yang telah, sedang, dan terus dilakukan pembangunannya tersebut, membuktikan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan Ruang Ketiga yang nyaman bagi warganya. Sehingga, penataan kota menjadi lebih maju dan melibatkan seluruh komponen masyarakat sesuai dengan konsep City 4.0. [adc]