Laman

Sabtu, 08 Februari 2020

Siang Ini Jaksel-Jaktim Diprediksi Hujan Ringan

Siang Ini Jaksel-Jaktim Diprediksi Hujan Ringan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta pagi ini, Sabtu (9/2/2020) akan cerah berawan.

Siang harinya, dalam situs resminya, BMKG memprakirakan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan dilanda hujan ringan. Di Jakarta Pusat akan terjadi hujan lokal. Sementara daerah lainnya akan berawan.

Malam harinya cuaca di DKI Jakarta akan merata. BMKG memprediksi langit Jakarta akan diselimuti awan tebal. Hanya di Jakarta Barat yang diprakirakan akan terjadi hujan lokal. [hpy]



Jumat, 07 Februari 2020

Depok Terus Dilanda Banjir

Depok Terus Dilanda Banjir

INILAHCOM, Depok - Hujan lebat mengguyur Kota Depok sepanjang Sabtu (8/2/2020) dini hari hingga siang mengakibatkan sejumlah wilayah kebanjiran.

Banjir terparah terjadi di turunan Jalan Raya Sawangan, yakni di pertigaan Kodim 0508, Mampang, Pancoranmas. Tinggi air lebih dari 70 sentimeter.

"Tadi pagi tinggi air 70 sentimeter. Tapi sekarang udah sedengkul," kata Duslani, 49, pengendara motor.

Duslani mengaku tak berani menembus banjir besar karena khawatir motornya mogok dan terbawa arus. "Ngeri, takut terseret arus," katanya.

Turunan Jalan Raya Sawangan ini kerap terkena banjir akibat datarannya yang sangat rendah dan saluran airnya tak berfungsi karena tersumbat tumpuk sampah. "10 menit turun hujan daerah ini pasti banjir," tutur dia.

Selain Jalan Raya Sawangan, daerah Kecamatan Cimanggis, tepatnya di Jalan Radar AURI, Kelurahan Mekarsari, juga dilanda banjir. Ada sembilan titik di jalan ini yang tergenang banjir.

"Sepanjang Jalan Radar AURI kerap terkena banjir. Tak hujan deras pun jalan Radar AURI pasti kebanjiran. Banjir terjadi akibat gorong-gorong kanan kiri jalan banyak sampahnya," ujar Kohar Sutanto, 39, warga sekitar.

Sutanto mengaku sejak tinggal di sini wilayahnya sering terdampak banjir. Tinggi air 60-70 sentimeter. "Saya harap sih bisa berkurang ya genangannya. Setidaknya Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa atasi ini. Karena ini terjadi puluhan tahun," ungkapnya.

Dia menyebutan kurun empat tahun pemerintahan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, frekuensi banjir semakin sering akibat gorong-gorong tidak berfungsi. Ditambah kesadaran warga yang masih banyak membuang sampah di lingkungan drainase dan di kali membuat cepat meluapnya air dari drainase dan kali. Aparat pemerintah seharus menyuluh warga agar tumbuh kesadaran tidak membuang sampah sembarang.

"Saya harap Wali Kota tegas kepada Kadis PUPR dan Kadis DLHK untuk menindaklanjuti masalah banjir ini. Pemerintah jangan terkesan masa bodoh," jelas dia.

Selain Jalan Radar AURI, banjir juga terjadi di Jalan Taman Duta, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Genangan air sudah terjadi sejak subuh.

"Ya, setinggi paha orang dewasa. Hujan dari subuh tadi menyebabkan banjir," timpal Encep, 55, warga Gang Mesjid, Kelurahan Cisalak.

Dia menambahkan di wilayahnya jika intensitas hujan tinggi memang ada genangan air. Karena drainase di sekitar Jalan Taman Duta kurang baik.

"Kalau hujan terus menerus memang banjir karena drainase kurang bagus sehingga air enggak ngalir. Selokan banyak yang mampet, "ucapnya. [yha]



Pakar Sebut Tak Ada Urgensinya

Pakar Sebut Tak Ada Urgensinya

INILAHCOM, Jakarta - Wacana penerbitan STNK, SIM dan BPKB diambil alih dari Polri ke Kemenhub dinilai tak ada urgensinya. Begitu kata Pakar Trasnportasi Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung.

"Itu alasannya DPR apa sih. Menurut saya, harus tau dulu alasannya apa," kata Ellen saat dihubungi, Sabtu (7/2/2020).

Ellen mengatakan sejauh ini Polri telah menjalankan fungsi yang baik dalam menata penerbiatan STNK, SIM dan BPKB. Jika diambil alih ke Kemenhub, menurut Ellen, perlu penataan ulang sedari awal.

"Karena selama dijalankan oleh kepolisian kan prosesnya sudah semakin baik, mendapatkan STNK sudah online, SIM juga, TNKV juga. Jadi tidak ada terlalu ada alasan diambil alih ke kemenhub," ucapnya.

Menurutnya, jika Kemenhub mengambil alih, maka proses panjang harus dilakukan mulai dari menyiapkan SDM, infrastruktur sampai anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, wacana tersebut harus benar-benar punya dasar yang jelas.

"Memang kalau di negara-negara lain ada yang ditangani Kemenhub dan ada yang ditangani Kepolisian. Kalau itu dialihkan ke Kemenhub, harus ada infrastruktur baru lagi, SDM baru lagi, itu makan biaya, jadi buat apa harus dialihkan?" ucap Ellen mempertanyakan.

Jika alasannya karena tugas Polri banyak, maka Ellen memberikan saran agar hal itu diperbaiki, bukan justru diambil alih oleh Kemenhub. Selain itu, Ellen juga menyebut Kemenhub banyak pekerjaan lebih berat yang salah satunya menyediakan angkutan umum massal.

"Mungkin ada pendapat polisi ini banyak pekerjaannya atau ada kekurangan lah, itu saja yang diperbaiki, apa sih kekurangannya, itu dimasukkan ke dalam UU. Sedangkan di kemenhub segala sesuatu harus baru, biaya besar dan memakan waktu lama. Kalau alasannya kuat saya mendukung, tapi sejauh ini saya belum mendengarkan," jelasnya.

"Lalu perhubungan sendiri masih ada PR, PR-nya misalnya kalau di UU 22 tahun 2009, kewajiban menyediakan angkutan umum kan oleh negara. Bertahap di provinsi oleh pemprov, dan kalau kita lihat di daerah itu penyediaan angkutan umum masih parah, makin turun, makin sedikit. PR kedua tentang ojol, menurut saya masih banyak pekerjaan oleh perhubungan, sehingga kalau ditambah lagi ini tuh buat apa, itu yang saya belum memperoleh informasi, apa sih urgensinya," sambung dia.

Sebelumnya, Komisi V DPR RI mengusulkan penerbitan STNK, SIM dan BPKB agar dilakukan oleh Kemenhub. DPR akan memasukkan dalam RUU LLAJR yang akan dibahas dalam waktu dekat.

Anggota DPR RI Herson Maluyu menyebut alasan pengusulan itu agar Polri dalam fokus dalam tugas dan fungsinya sebagaimana Pasal 30 ayat 4 UUD 1945. [Hpy]



Titik Genangan Air di Jakarta Hari ini

Titik Genangan Air di Jakarta Hari ini

INILAHCOM, Jakarta - Hujan mengguyur Jakarta  sejak Sabtu (8/2/2020) dini hari mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Dikutip dari akun Twitter @TMCPoldaMetro, genangan terjadi di depan Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan ketingian air mencapai 30-40 cm. Lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Jakarta Timur ketinggian air 20-40 cm.

Kemudian air juga menggenangi Kolong Semanggi, Jakarta Selatan, ketinggian air 20 cm. Lalu di Traffic Laght Pintu Air Jl. Gunung Sahari, ketinggian air 30-40 cm. [wll]

 



Waspada Hujan Disertai Petir & Angin Hari ini

Waspada Hujan Disertai Petir & Angin Hari ini

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi  wilayah Jakarta keseluruhan bakal diguyur hujan sampai malam hari, Sabtu (8/2/2020).

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan  siang hingga sore hari.

Hal serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dari siang hingga malam hari. Wilayah Jakarta Utara diperkirakan hujan sedang siang jelang malam hari. Kepulauan Seribu berawan di siang hari dan hujan lokal malam hari.

Diketahui hujan mengguyur Jakarta  sejak Sabtu dini hari mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan di Jakarta.  [wll]



Pasar-Pasar di Depok Tercemar Limbah Berbahaya

Pasar-Pasar di Depok Tercemar Limbah Berbahaya

INILAHCOM, Depok - Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim mengungkapkan, semua pasar tradisional di kota ini teridentifikasi tercemar limbah berbahaya.

Dari lima pasar tradisional terparah Pasar Kemiri Muka. Akibatnya, kualitas air dan udara pada pasar milik Pemerintah Kota Depok tersebut menjadi sangat buruk.

“Kondisi Pasar Kemiri Muka membahayakan,“ kata Nurhasim usai menelusuri limbah berbahaya di Pasar Kemiri Muka, Jumat (7/2/2020).

Lima pasar tradisional yang dikelola Pemekot Depok adalah Pasar Cisalak, Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Sukatani dan Pasar Kemiri Muka. Pencemaran di Pasar Kemiri Muka diketahui dari penelusuran Komisi A DPRD Kota Depok setelah menerima laporan warga di dekat pasar yang tercemar tersebut.

Nurhasim menyebutkan, jumlah warga yang tercemar sumur airnya di Pasar Kemiri Muka mencapai ratusan kepala keluarga (KK). Dari hasil penelusuran Komisi A, ada timbunan sampah yang dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS), yang sudah berpekan-pekan tidak diangkut ke tempat pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok.

Sampah pasar itu memadati TPS yang berada di samping Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kemiri Muka. Tinggi sampah pada pasar yang berada dekat dengan Apartemen Margonda Recident 3 Kota Depok itu mencapai tinggi 7  meter.

Sampah-sampah itu sudah menebarkan aroma busuk. Lalat hijau beterbangan dan ulat-ulat merayapi sudut-sudut pasar. Lantaran sudah lama dibiarkan, sampah pasar tersebut telah mengeluarkan air limbah sampah yang sudah menghitam serta bau busuk yang menyengat.

Nurhasim mengatakan, persoalan sampah di TPS Pasar Kemiri Muka sering diprotes warga. Namun tak ditanggapi Pemerintah Kota Depok. Ia mempertanyakan TPS yang biaya pembangunannya diambil dari dana APBD Kota Depok tahun 2008 sebesar Rp500 juta tidak difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah.

DPRD juga mempertanyakan pengadaan 35 unit pengolahan sampah (UPS) di 11 wilayah kecamatan yang anggarannya dari APBD sebesar Rp35 miliar.

“Tujuan didirikannya TPS dan UPS-UPS di pasar-pasar adalah dalam rangka mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah-sampah, agar tak meluber ke badan jalan, dan lingkungan drainase pada pasar-pasar,“ ujarnya.

Ia mengaku curiga dengan dana Rp35 miliar apakah digunakan ke pengadaan TPS dan UPS?

Salah seorang warga, Yahya, 47, mengatakan sejak TPS di Pasar Kemiri Muka dibangun pada 2008, belum dioperasikan sampai sekarang sebagai tempat pendaur ulang sampah.

"Saya tak melihat adanya mesin pengolahan sampah di TPS tersebut. Saya meluhat justru yang terjadi, TPS pasar tersebut hanya dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah oleh para pedagang yang berjualan di pasar tersebut," ujar Yahya.

Yahya mengaku tidak sedikit warga di dekat TPS Pasar Kemiri Muka, menderita penyakit gatal-gatal dan sesak napas yang ditimbulkan limbah sampah. Hal lainnya, lalat hijau banyak beterbangan karena sampah sudah lama tak diangkut petugas. “Parahnya, sumur air warga telah tercemar limbah sampah,“ paparnya.

Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan  Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar  mengatakan, timbunan  sampah di Pasar Kemiri diangkut tapi sampah-sampah tetap banyak menumpuk. "Pengangkutan sampah dilakukan bergiliran," kata Iyai.[yha]



Kamis, 06 Februari 2020

Wajar Rekontruksi Kasus Novel Tertutup

Wajar Rekontruksi Kasus Novel Tertutup

INILAHCOM, Jakarta - Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti mengatakan, hal yang wajar bila rekonstruksi kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan digelar secara tertutup.


"Itu adalah hal wajar dalam pelaksanaan rekontruksi dimanapun, pengamanan dan penjagaan disekitar lokasi pelaksanaan rekontruksi," ucap dia di kawasan Kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 7 Februari 2020.

Salah satu alasannya, agar proses rekonstruksi kasus Novel berjalan lancar dan tuntas sesuai target waktu. Sementara itu dua tersangka yang juga oknum anggota polisi, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir memerankan langsung adegan dalam proses rekonstruksi. Sementara Novel tidak ikut dalam rekonstruksi ulang ini.

"Supaya pelaksanaan rekontruksi berjalan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," tutupnya. [wll]



Rekonstruksi Kasus Novel 10 Adegan Tapi Tertutup

Rekonstruksi Kasus Novel 10 Adegan Tapi Tertutup

INILAHCOM, Jakarta - Rekonstruksi kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kembali digelar secara tertutup di kediaman Novel Jumat (7/2/2020) pagi.


Sementara itu, Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti menyatakan ada 10 adegan yang dilakukan saat proses rekonstruksi di kediaman Novel, tepatnya di Jl. Deposito Blok T no. 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Ada 10 adegan dan ada beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi dilapangan sesuai dengan rekan-rekan Jaksa Penuntut Umum," ujar Dedy di lokasi,

Rekonstruksi dilakukan guna memenuhi persyaratan formil maupun materil agar melengkapi berkas perkara yang dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Pemenuhan persyaratan administrasi baik formik maupun materil dalam berkas perkara yang sudah kami kirimkan sebelumnya ke JPU. Intinya adalah supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan," pungkasnya. [wll]



Rabu, 05 Februari 2020

Bullly di Warung Kopi Pria ini Tewas

Bullly di Warung Kopi Pria ini Tewas

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria NRA (52) dipukuli hingga tewas hanya karena ia menghina pelaku MNA (43) dengan kata kasar dan cenderung menyudutkan. Hal itu terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Paseban, Jakarta Pusat.

"Kejadian bermula ketika antara korban, pelaku dan dua saksi lainnya pesta minum-minuman keras," ujar Kapolsek Senen Kompol Ewo Sawono, Rabu (5/2/2020).

Ewo mengatakan, NRA yang dalam keadaan mabuk langsung membully MNA dengan kata-kata yang kasar. Seperti menghina pribadi dan memegang-megang kepalanya maupun kerahnya.

"Tersangka ini masih sabar dan tak membalas ledekan korban," ungkap Ewo.

Setelah minuman tersebut habis, NRA masih memojokkan MNA sambil mengeluarkan perkataan yang menyinggungnya.

"Saksi ini sempat melerai keduanya agar tak berujung pada pertengkaran. Saksi juga sempat menjauhkan botol minuman keras itu agar tak dipakai menganiyayaa," ungkap Ewo.

Namun, MNA yang emosi langsung mengambil minuman botol keras kosong hingga langsung memukulkannya ke kepala NRA.

"Korban dipukul di bagian kepala dan leher bagian belakang," ungkap Ewo.

Menurut Ewo, saat dibawa ke rumah sakit, NRA langsung meninggal dunia.

"Nah, paginya pelaku langsung kami tangkap pelaku dalam keadaan tak berkutik. Dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Senen Iptu Wildan Alkautsar," jelas Ewo.

Sementara, MNA mengaku melakukan aksi penganiyaan tersebut karena spontan. Dijerat pasal 351 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Iya saya kesal sama dia makanya saya langsung aniyayaa," kata MNA yang merupakan pengangguran ini. [adc]



Bullly di Warung Kopi Berujung Dari Maut

Bullly di Warung Kopi Berujung Dari Maut

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria NRA (52) dipukuli hingga tewas hanya karena ia menghina pelaku MNA (43) dengan kata kasar dan cenderung menyudutkan. Hal itu terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Paseban, Jakarta Pusat.

"Kejadian bermula ketika antara korban, pelaku dan dua saksi lainnya pesta minum-minuman keras," ujar Kapolsek Senen Kompol Ewo Sawono, Rabu (5/2/2020).

Ewo mengatakan, NRA yang dalam keadaan mabuk langsung membully MNA dengan kata-kata yang kasar. Seperti menghina pribadi dan memegang-megang kepalanya maupun kerahnya.

"Tersangka ini masih sabar dan tak membalas ledekan korban," ungkap Ewo.

Setelah minuman tersebut habis, NRA masih memojokkan MNA sambil mengeluarkan perkataan yang menyinggungnya.

"Saksi ini sempat melerai keduanya agar tak berujung pada pertengkaran. Saksi juga sempat menjauhkan botol minuman keras itu agar tak dipakai menganiyayaa," ungkap Ewo.

Namun, MNA yang emosi langsung mengambil minuman botol keras kosong hingga langsung memukulkannya ke kepala NRA.

"Korban dipukul di bagian kepala dan leher bagian belakang," ungkap Ewo.

Menurut Ewo, saat dibawa ke rumah sakit, NRA langsung meninggal dunia.

"Nah, paginya pelaku langsung kami tangkap pelaku dalam keadaan tak berkutik. Dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Senen Iptu Wildan Alkautsar," jelas Ewo.

Sementara, MNA mengaku melakukan aksi penganiyaan tersebut karena spontan. Dijerat pasal 351 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Iya saya kesal sama dia makanya saya langsung aniyayaa," kata MNA yang merupakan pengangguran ini. [adc]



DPRD DKI Bakal Larang Ondel-ondel Ngamen di Jalan

DPRD DKI Bakal Larang Ondel-ondel Ngamen di Jalan

INILAHCOM, Jakarta - DPRD DKI Jakarta berencana mengajukan revisi peraturan daerah (Perda) mengenai kebudayaan ondel-ondel ke Pemprov DKI khususnya Disparbud DKI Jakarta. Perihal revisi itu, agar ondel-ondel tak diperbolehkan untuk mengamen di jalanan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria. Hal ini dilakukan, agar tak ada yang salah memamfaatkan kesenian budaya Betawi itu dengan mengamen di jalan.

"Sekarang kan kita miris, kita lihat dipinggir jalan ondel yang jadi icon yang megah di taro di ruang rapat paripurna tiba-tiba dibawa ke jalanan untuk mengemis," kata Iman,  Senin (4/2/2020).

"Kita kan sudah punya perdanya disitu dimasukkan salah satu klausul bahwa ondel-ondel tidak boleh dipakai untuk ajang ngamen," lanjut dia.

Menurut dia, sebelum revisi disahkan, Pemprov DKI  harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Pasalnya, bila ada oknum yang memanfaatkan ondel-ondel untuk mengamen bakal dikenakan sanksi tegas, yaitu kurungan penjara. Dipastikan revisi Perda ondel-ondel bakal rampung pada tahun 2020 ini.

"Akan dikenakan sanksi, contoh pemberitahuan dulu. Lalu bagi tempat yang menyewakan itu tidak boleh lagi, bisa sanksi kurungan atau apa gitu. Ini baru wacana, kita kan baru sosialisasi kemaren. Insyaallah tahun ini mungkin bisa," tutupnya. [adc]



Berbuat Vandalisme, 4 Pelajar Dibekuk Polisi

Berbuat Vandalisme, 4 Pelajar Dibekuk Polisi

INILAHCOM, Jakarta - Empat pelajar berinisial SA, NA, MA dan MAI dibekuk Polisi, lantaran terlibat aksi vandalisme di underpass Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ke empat sekawan ini diketahui, viral di media sosial lantaran coret-mencoret tembok terowongan.

"Setelah ada viral ini kami tangkap pelaku dini hari tadi. Mereka pelajar bukan SMP 72 tapi sudah lulus. Mereka menuliskan 'Haul SMP 72'. Mereka satu kelompok yang ada disana. Semua beda sekolah namun melakukan aksi bersama," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, Selasa (4/2/2020).

Heru mengungkapkan, alasan ke empat remaja ini melakukan vandalisme, lantaran terbawa euforia kebangaan akan sekolah asal mereka.

"Kalau mereka sudah menyatu, ada sesuatu yang menyenggol dikit, bisa saja terjadi aksi (tawuran) maka kami amankan agar tak melebar kemana-mana," bebernya.

Heru menambahkan, kepada para pelaku dikenakan pasal 489 Ayat 1 KUHP atau tindak pidana kenakalan terhadap benda atau orang dengan denda Rp 250 ribu.

Para orangtua pelaku juga diimbau anaknya untuk mengekspresikan hobinya dengan kegiatan yang positif, jangan melakukan aksi vandalisme juga tawuran.

"Mereka pelanggaran aja tindak pidana ringan," tutupnya. [adc]



Sekda DKI : Pohon di Dunia Ditebang Harus Diganti

Sekda DKI : Pohon di Dunia Ditebang Harus Diganti

INILAHCOM, Jakarta - Sekda DKI Jakarta, Saefullah, menyatakan sebanyak 300 pohon sedang dalam proses penanaman di kawasan Monas. Hal ini sebagai pengganti penebangan pohon, akibat proses revitalisasi di kawasan Monas beberapa waktu lalu.

"Itu rumusnya karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti 3 kali lipat satu banding 3. Sedang dikerjakan per hari minggu sore sudah ada 300 lebih di kawasan monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti. Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti," ucap Saefullah, kepada wartawan Selasa (4/2/2020).

Saefullah memastikan, sebelumnya ada sekitar 191 pohon yang ditebang
proses revitalisasi sisi selatan Monas, namun ada pula sebanyak 85 pohon yang dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas.

"hari ini saya terima laporan kan begini itu pohon sesuatu yang tidak bisa dihindari, ada yang digali kemudian dipindahkan, ada yang sama sekali tidak bisa dihindari kemudian ditebang," tutupnya. [adc]



Hadiri Peresmian Fly Over Bekasi, Ini Kata Anies

Hadiri Peresmian Fly Over Bekasi, Ini Kata Anies

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menghadiri peresmian Jembatan Fly Over Simpang Cipendawa dan Simpang Rawa Panjang di Kota Bekasi.

Pada kesempatan ini, Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta ingin menyampaikan bahwa kerja bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta didasari dengan semangat untuk saling menopang.

"Bukan Bekasi penyangga Jakarta, tapi Jakarta juga penyangga bagi Bekasi. Kita saling menyangga, kita saling menopang," kata Anies.

Anies menyatakan, Jakarta dan Bekasi adalah tetangga yang memiliki integrasi di hampir semua sektor. Mulai dari perekonomian, sampai pada transportasi.

"ketika pak Wali Kota waktu itu menyampaikan rencana-rencana pembangunan di sini, yang punya implikasi luas bagi warga Bekasi yang juga berkegiatan di Jakarta. Seperti tadi disampaikan, hampir 60% warga Bekasi yang berkegiatan di Jakarta. Kita ingin agar manfaat dari pembangunan itu dirasakan oleh semuanya," tutup dia.

Diketahui, pembangunan Flyover Rawapanjang dan Cipendawa menggunakan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta. Flyover Cipendawa untuk menghubungkan Jl. Raya Cipendawa dan Jl. Raya Narogong. Sedangkan Flyover Rawapanjang menghubungkan Jl. Jenderal Ahmad Yani dan Jl. Raya Narogong.

Pembangunan ini bertujuan, mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kedua lokasi tersebut, lalu sebagai akses dilewati truk sampah DKI Jakarta menuju ataupun kembali dari TPST Bantargebang.



Pagelaran Busana di MRT Curi Perhatian Warga

Pagelaran Busana di MRT Curi Perhatian Warga

INILAH.COM, Jakarta - Ada peristiwa unik di transportasi massal MRT, baru-baru ini. Sebuah pagelaran busana bertajuk Fashion Rocks 2020 yang menampilkan karya tiga desainer dipamerkan.

Fashion show di MRT itu mengundang perhatian warga Jakarta yang sedang beraktivitas menggunakan kereta massal. Pagelaran busana ini digagas oleh Radio 87,6 Hard Rock FM yang mengelaborasi antara musik dan fashion. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-8 ini didukung oleh Pemprov DKI dan MRT Jakarta.  

Diselenggarakan pada 31 Januari 2020, Fashion Rocks hadir di 10 stasiun MRT. Mulai dari stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Cipete. Menampilkan tiga desainer muda Indonesia, Fashion Rocks 2020 membawa penyegaran di industri fashion.

Ketiga desainer ini merupakan peserta dari Harper's Bazaar Asia NewGen Fashion Award (ANFA) di Singapura. Mereka adalah Kelly Valerie, Wilsen Willim, dan Andandika Surasetja.

Mengambil tema "Commuting Life", Fashion Rocks 2020 ingin mengajak pengunjung untuk menikmati dan menggunakan fasilitas umum seperti ruang publik yang dibuat lebih nyaman, area pejalan kaki yang lebih besar, serta moda transportasi yang sudah terintegrasi satu sama lain.

Fashion Rocks sendiri merupakan bagian dari rangkaian acara MRT Festival yang rencananya akan digelar pada Maret 2020. Namun, rangkaian kegiatan Fashion Rocks 2020 sendiri sudah dimulai dengan program yang mengajak pengguna MRT Jakarta untuk menyumbangkan pakaian bekas layak pakai. Disediakan fashion box di tiga stasiun MRT Jakarta.

Nantinya, pakaian bekas ini akan digunakan untuk membantu pendidikan Indonesia. Melalui organisasi nirbala Sadari Sedari, pakaian bekas layak pakai ini akan dijual untuk kemudian disumbangkan. [adc]



Senin, 03 Februari 2020

Anies: Gus Sholah Amalnya Mengalir Tiada Henti

Anies: Gus Sholah Amalnya Mengalir Tiada Henti

INILAHCOM, Jakarta - KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah,
meninggal dunia pada Minggu, 2 Februari 2020, di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, sekira pukul 20.55 WIB.


Jenazah almarhum Gus Sholah lalu dimakamkan di area kompleks pemakaman keluarga Ponpes Tebu Ireng. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan pun menghadiri prosesi pemakaman Gus Sholah yang diketahui sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang tersebut.

Hingga saat ini Anies masih mengenang Gus Sholah, yaitu soal perbuatan amal mendiang.

"Pemakaman itu telah selesai. Di saat satu per satu meninggalkan, amalnya mengaliri tiada henti," kicau akun Twitter @aniesbaswedan, dikutip Selasa (4/2/2020).

Bahkan lanjut Anies, yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, bahwa dari perbuatan amal itu aliran pahala seakan mengalir dari berbagai sumber.

"Itulah Gus Sholah, itulah KH Salahuddin Wahid," tutup Anies.

KH. Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, diketahui sebagau adik Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid tutup usia dalam usia 77 tahun. [adc]



Prakiraan Cuaca Ibu Kota Jakarta Hari Ini

Prakiraan Cuaca Ibu Kota Jakarta Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Ibu kota DKI Jakarta pagi ini, Selasa (4/2/2020) diprakirakan BMKG berawan.

Namun pada siang hari, cuaca disejumlah wilayah Ibu kota akan dilanda hujan ringan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Padaa malam hari, BMKG kembali memprediksi hujan lokal dikedua wilayah tersebut ditambah wilayah Jakarta Barat.

Sedangkan pada dini hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan dilanda hujan ringan kecuali di Jakarta Selatan yang bercuaca berawan. [fad]



Sabtu, 01 Februari 2020

Hari Pertama e-TLE Motor, 167 Pelanggar Ditindak

Hari Pertama e-TLE Motor, 167 Pelanggar Ditindak

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP FahrI Siregar mengatakan, penindakan kendaraan roda dua lewat sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) di ruas Jalan Sudirman-Thamrin Jakpus dan di busway koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas 2) Jaksel sudah berlangsung sejak 1 Februari 2020. Pada hari pertama pelaksanaan kemarin, tercatat sebanyak 167 pemotor yang melanggar ditindak polisi.

"Jumlah pelanggar sepeda motor yang tercaptur kamera E-TLE sejumlah 167 pelanggar pada 1 Februari 2020," katanya, Minggu (2/2/2020)

Dari dua lokasi penindakan pemotor dengan E-TLE itu, Fahri menyebut lokasi terbanyak pelangaran berada di Halte Duren Tiga Koridor 6, Jaksel. Banyak pemotor yang melintasi jalur busway di hari pertama penindakan E-TLE motor itu.

"Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi berada di jalur busway Koridor 6 sejumlah 57 pelanggar terdiri dari 55 pelanggar sepeda motor melintas jalur busway dan 2 pemotor tidak gunakan helm," jelas Fahri.

Seperti diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai Februari 2020 menerapkan tilang elektronik di ruas Jalan Sudirman-Thamrin Jakpus dan di busway koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas 2) Jaksel. Bagi pemotor yang mengendarai motor sambil memainkan HP, polisi menegaskan pemotor itu akan ditindak menggunakan E-TLE.

"Nyetir pakai HP kena. Kalau sambil jalan main HP kena. Kalau berhenti dulu main HP dan kemudian jalan lagi enggak (kena E-TLE)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, Senin (27/1/2020).

Selain menggunakan HP saat berkendara, ada beberapa jenis pelanggaran lainnya yang akan ditindak oleh polisi. Salah satunya yakni tidak menggunakan helm saat berkendara. [hpy]