INILAHCOM, Jakarta - Stres ditinggal sang ayah, seorang pria bernama Adi Saputro (18) nekat terjun menjalani bisnis narkoba jenis ganja yang diedarkan ke sejumlah pelajar di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Saat dimintai keterangan, tersangka mengaku terlibat bisnis narkoba berawal dari harapan sang ayah yang menginginkannya meraih cita-cita sebagai anggota polisi. Namun sang ayah sudah terlebih dulu meninggal pada 2014 lalu karena sakit liver.
Sejak ditinggal sang ayah, Adi pun kerang mengonsumsi ganja untuk menghilangkan depresi. "Setelah lama konsumsi, saya lalu diajak teman untuk bisnis ganja," ujarnya di Mapolsek Sawah Besar, Selasa (27/9/2016).
Dalam menjalani bisnisnya, tersangka yang tinggal di Kampung Sukasari, Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat itu memasokkan ganja ke sejumlah pelajar SMA di wilayah Sawah Besar dan Kemayoran. Pemesanannya pun melalui handphone.
Dan hasil bisnis narkoba itu digunakan untuk bersenang-senang. "Paling untungnya seminggu dapat Rp100-200 ribu saja," tambahnya.
Sebelumnya, aparat Polsek Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan Adi Saputro lantaran kedapatan membawa narkotika jenis ganja seberat 5 kilogram. Namun, salah satu pelaku lainnya atas nama Baggol yang juga rekan korban berhasil meloloskan diri.
Atas perbuatan itu, Adi dikenakan pasal 114, pasal 111, dan pasal 132 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman maksimum 6 tahun kurungan penjara. [ton]
Selasa, 27 September 2016
Kehilangan Ayah, Remaja Ini Jadi Bandar Ganja
Kehilangan Ayah, Remaja Ini Jadi Bandar Ganja

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar