Laman

Kamis, 01 September 2016

Puluhan Jukir Pasar Demo Lahannya Diambil DKI

Puluhan Jukir Pasar Demo Lahannya Diambil DKI

INILAHCOM, Jakarta - Pengambilalihan 17 lahan parkir milik pasar jaya oleh Dishubtrans berlangsung ricuh.

Kerusuhan terjadi antara lain di pasar Tanah Abang Blok G, Pulo Gadung, Pondok Bambu, Cibubur, Asam Reges, Ciracas.

Puluhan Juru Parkir (Jukir) menolak angka Rp80 ribu yang dijanjikan pihak pengelola parkir. Padahal upah dari outsortsing sebelumnya Rp160 ribu perhari.

"Kami menuntut janji Kadishubtrans DKI. Dia berjanji akan memberi upah sesuai UMR. Tapi di bawah, di potong alias di korupsi anak buah kepala UP Perparkiran, Tiodor Sianturi,“ kata Arman, jukir Pasar Ciracas, Kamis (1/9/2016).

Sejatinya, para jukir tak mau jika sampai mogok kerja. Sebab, jukir merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka untuk menghidupi keluarga.

"Kami bukan baru jadi jukir dan kami siap dipecat karena kami mempertahankan nasib anak bini dirumah, upah 80 ribu tidak sepadan dengan pendapatan parkir di pasar ini," ungkapnya lirih.

Keluhan jukir Pasar Cirasa juga dialami jukir-jukir di Pasar Rawamangun. Sejak diambil alih UP Parkir, para jukir harus menyetor Rp2 juta perhari. Bandingkan saat dibawah Pasar Jaya, para jukir hanya diminta setoran Rp1.050.000 perhari.

"Kondisi ini sangat disayangkan. Mereka diperas, kemudian upahnya disunat anak buah Tiodor," ujar Ketua LSM Pemantau Pasar Tradisional Wibisono yang ikut mendampingi.

Wibisono menyayangkan pengambilan alihan lahan milik PD Pasar Jaya yang membabi buta. Seharusnya, UP Parkir memperhatikan atensi Ketua DPRD.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi meminta agar pengelolaan parkir di kembalikan ke PD Pasar Jaya. Alasannya, pengawasan akan sulit dilakukan.[jat]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar