Laman

Kamis, 01 September 2016

Toko Obat Palsu di 3 Pasar Ini Terancam Ditutup

Toko Obat Palsu di 3 Pasar Ini Terancam Ditutup

INILAHCOM, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI bakal menutup toko obat yang kedapatan menjual obat palsu. Toko-toko tersebut tersebar di tiga pasar di Jakarta, yakni Pasar Pramuka, Pasar Kramatjati, dan Pasar Jatinegara.

"Arahan Gubernur, toko obat yang tidak baik ditutup," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Dia menegaskan, toko-toko obat itu ditutup karena berdasarkan penyelidikan yang dilakukan sejak tahun 2010, toko-toko tersebut kedapatan menjual obat ilegal. Obat ilegal adalah obat palsu dan obat tanpa izin edar.

Namun, Koesmedi tak mengungkap mekanisme dan waktu penutupan toko-toko obat tersebut. Koesmedi mengatakan, penutupan akan dilakukan terkait adanya temuan sebagian toko obat di sana juga menjadi saluran distribusi. Toko tidak sekadar melakukan penjualan namun menyalurkan obat palsu ke seluruh Indonesia.

"Ada obat (dari toko obat di Jakarta) yang sudah sampai Papua. (Sumber obat) dari luar negeri," tambah Koesmedi.

Menurutnya, efek samping yang tak bisa diprediksi bisa timbul saat seseorang mengonsumsi obat palsu. Ketahanan tubuh juga menjadi taruhan. Saat diberi obat asli, dikhawatirkan sistem kekebalan yang terbentuk dari obat palsu membuat khasiat yang seharusnya diberikan obat asli malah menjadi tak ada. [ton]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar