INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan ingin agar anak-anak juru parkir dapat dana bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Juru parkir yang dimaksudkannya adalah tukang parkir yang terdata di Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi.
Djarot mengatakan, pemberian dana KJP merupakan salah satu cara memberikan kepastian agar mereka tak lagi terlibat pungutan liar. Selain pemberian gaji bulanan dan namanya didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.
"Selain otomatis dapat KJP, nanti naik bus transjakarta juga gratis," kata Djarot saat peluncuran mesin terminal parkir elektronik (TPE) di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).
Pada sistem pembayaran parkir dengan mesin TPE, pembayaran dilakukan secara non tunai dengan kartu elektronik. Pada sistem ini, juru parkir dilarang menerima uang tunai dari pengguna jasa.
Selain mencegah pungutan liar, Djarot menyatakan penggunaan mesin TPE juga efektif meningkatkan pemasukan daerah dari sektor parkir. Karena itu ia ingin agar para jukir dididik untuk bisa mentaati aturan yang ada.
"Bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan, tapi lebih dari itu. Berusaha betul hijrah, dari yang dulu suka pungli, sekarang tidak ada pungli. Sekarang transparan betul-betuk dimonitor. Itu misi utamanya," ujar Djarot.[jat]
Senin, 24 Oktober 2016
Djarot Ingin Anak Juru Parkir Dapat KJP
Djarot Ingin Anak Juru Parkir Dapat KJP

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar