INILAHCOM, Jakarta - Meski baru sehari menjadi pengganti Gubernur Jakarta, 'Soni' Sumarsono tak lantas diam dan menunggu pekerjaan.
Datang pagi layaknya PNS, Soni langsung berdiri didepan pintu masuk Balai Kota guna menunggu pengaduan masyarakat.
Kebiasaan Ahok selama menjadi gubernur, tidak dirubah oleh Soni. Soal apapun program yang sudah dijalankan Ahok-Djarot, Soni akan melanjutkan.
"Pokoknya apapun yang mengganggu masyarakat pemerintah action. Nama manajemennya MEA, Manajemen By Info And Manajemen. Ada info masalah harus ada aktion. Itu saja pikiran saya," katanya di Balai Kota, Jumat (29/10/2016).
Disinggung soal program Basmi Tikus ala Wagub Djarot, Soni pun punya jawabannya meski belum tahu detail programnya.
"DKI itukan APBD terbesar seleruh Indonesia dengan anggaran hampir Rp70 T cukup besar. Tergantung fleksibiltas penggunaan anggaran. Maka dalam KUAPPAS harus ada anggaran yang fleksibel dalam rangka merespon kebutuhan masyarakat. Saya kira itu intinya," beber Soni yang di Kemendagri menjabat Dirjen Otonomi Daerah.
"Inikan saya belum duduk, saya belum dapat informasi detail. Anggaran belum ada. Saya yakin kalau itu menjadi aspirasi masyarakat kita action," sambungnya menyudahi sesi wawancara.[jat]
Kamis, 27 Oktober 2016
Gaya Sumarsono Saat jadi Gubernur Pengganti
Gaya Sumarsono Saat jadi Gubernur Pengganti

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar