INILAHCOM, Depok - Indonesia merupakan negara yang beragam suku, ras, agama dan budaya. Begitu juga dengan Kota Depok, sebagai kota penyangga ibukota Jakarta, Depok banyak dihuni oleh berbagai etnis yang berbeda-beda.
Untuk menjaga keharmonisan dan melakukan integrasi sosial untuk mencapai misi Kota Depok yang bersahabat dalam keberagaman, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok membuat terobosan baru yang dinamakan dengan Kampung Pembauran.
Walikota Depok M. Idris Abdul Somad sangat mengapresiasi dan mendukung secara penuh atas adanya peluncuran kampung pembauran ini karena ini adalah jawaban untuk memberitahukan bahwa masyarakat Kota Depok adalah masyarakat yang toleran dan terbuka untuk siapa saja.
“Depok mengangkat tagline sebagai Kota Sahabat, dengan harapan bahwa Depok bisa bersahabat dengan beragam suku, agama, budaya, dan potensi lokal yang ada. untuk itu kita memang harus berorientasi dalam pembangunan Kota Depok ini untuk bisa kolaborasi antar semua pihak. Tujuannya cuma satu yaitu Depok satu untuk Indonesia satu," ujar Idris saat Peluncuran Kampung Pembauran di Lapangan Komplek Deppen, Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (28/10/2016).
Kampung pembauran ini ternyata merupakan pertama kalinya ada di Indonesia. Diharapkan jadi role model bagi daerah-daerah lainnya supaya kesatuan serta keharmonisan masyarakatpun dapat tercapai.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Depok Dadang Wihana mengatakan bahwa kampung pembauaran ini ada atas dasar adanya stigma masyarakat yang mengatakan bahwa masyarakat Jawa Barat merupakan masyarakat yang intoleran dan eksklusif.
“Kita harus bisa mejadi masyarakat yang toleran terhadap perbedaan karena perbedaan itu pasti ada dan tetap harus kami jaga, untuk mencapai Kota yang unggul, aman, dan religius, Depok harus bersatu dan Depok satu untuk Indonesia satu,” ujar Dadang.
Dadang juga berharap kedepannya Kampung Pembauran ini bisa ada di setiap kecamatan di Kota Depok. “Yang pertama kali konsep ini kami terapkan di RW 02 kelurahan Cisalak, dan RW 08 Kecamatan Limo Depok. Karena kedua tempat ini saat ini dihuni olah banyak etnis, ras, suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda," kata Dadang.
Acara ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Depok, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Forum Pembauran Kebangsaan, Kesbangpol Jawa Barat, Polres, komunitas adat dan tokoh masyarakat lainnya, dan dimeriahkan dengan berbagai macam penampilan seperti Musik 'Gong Sibolong', Tari Japin, Tari Merak, Tari Rampak, Tradisi Aduk Dodol (sebagai simbol Pembauran), Paduan Suara Gema Cisalak, Barongsay Kota Depok, Pentas Budaya Wawasan Kebangsaan dan penetapan Duta Pembauran. [rok]
Jumat, 28 Oktober 2016
Kampung Pembauran Diluncurkan di Kota Depok
Kampung Pembauran Diluncurkan di Kota Depok

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar