INILAHCOM, Jakarta - Sungai Ciliwung yang dipersepsikan sebagai sungai kotor dengan kawasan pinggiran penuh sampah di sepanjang alirannya saat ini tampak berubah. Salah satu perubahan tersebut tampak dari kawasan Kemuning Dalam, RT/RW 11/06, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Wilayah yang sebelumnya tempat pembuangan sampah disulap menjadi kawasan hijau dan asri. Terdapat peternakan, tempat pemancingan, pengolahan sampah, berbagai tanaman obat dan buah, serta tempat ibadah dan tempat terbuka warga beraktivitas. Semua itu tak lepas dari perjuangan Pak Haji Royani yang dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pendiri dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).
Royani yang merupakan pembina Sekolah Sungai Jakarta ini berharap Gubernur Ibukota terpilih nantinya dapat melakukan normalisasi tanpa betonisasi. Atas dasar tersebut, Royani bersama masyarakat setempat mengundang cagub bernomor urut 3, Anies Baswedan, untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung pada Senin (28/11/2016) sore menjelang matahari terbenam.
Dalam kesempatan ini, Anies Baswedan mengutarakan rasa syukurnya atas undangan pertemuan tersebut. Kegiatan masyarakat yang diprakasai oleh Royani dinilai Anies sangat sejalan dengan visi-misi yang dibawanya untuk Jakarta. "Insya Allah kita akan bisa membuat Jakarta kita seperti ini sepanjang Ciliwung nanti," ujar Anies membuka sambutannya kepada masyarakat.
Menurut mantan Rektor Paramadina ini, lingkungan hidup di Jakarta harus dikembalikan menjadi lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Berkelanjutan bermakna lingkungan tersebut dapat didayagunakan untuk generasi selanjutnya.
"Karena sebenarnya kita ini minjam, bukan meninggalkan ke anak cucu, tapi minjam dari anak cucu kita. Kalau kita meminjam, jangan dihabiskan. Justru harus kita rawat dan kita pastikan anak-cucu kita dapat merasakan seperti yang kita rasakan sekarang," papar Anies.
Anies kemudian menegaskan bahwa cara kepemimpinan di Jakarta harus berubah yang awalnya berorientasi progam kerja menjadi gerakan gotong royong. "Gotong Royong bermakna pemerintah berbuat, wargapun berbuat. Dan kami justru ingin lebih banyak lagi ada tokoh-tokoh masyarakat seperti Pak Royani ini. Jadi yang disebut sebagai program pemerintah bukan hanya yang diselenggarakan pemerintah," terang Mantan Ketua Komite Etik KPK ini. [*]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar