INILAHCOM, Jakarta - Plt gubernur DKI Jakarta, Sumarno menyatakan tidak ada antisipasi guna mencegah kerusakan sejumlah fasilitas publik pasca aksi demo Bela Islam Jilid III.
"Tidak perlu kita bicara sanksi kita nuntun tidak usah, kita perbaiki dari pada resiko fasilitas publik, kita sikapi sepertu itu aja," ujar Sumarsono di Balaikota DKI, Jumat (2/12/2016).
Pada aksi demo sebelumnya, 660 tanaman dan 6 pintu rusak. Dari kejadian itu, lanjut Soni, pihaknya sudah mengimbau agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
"Ternyata mereka hari ini tertib sekali. Semua pintu kita buka sekarang. Kita buka, mereka masuk dengan tertib, taman juga dijaga dengan baik kalaupun kelak ada yang rusak 1,2,3,4,5 dan seterusnya ya sudah tidak ada sanksi bagi mereka," ungkapnya.
Ia pun menegaskan tidak akan memberikan sanksi jika terjadi kerusakan, dirinya menili hal itu sebagai resiko publik dan akan ditanggung oleh pemerintah sepenuhnya.
"Tidak masalah itu, cuma dari awal niatnya jangan merusak, niatnya memang gak sengaja merusak. Saya yakin mereka gak akan merusak, Karena Jakarta milik kita bersama," pungkasnya.[jat]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar