Laman

Kamis, 29 Desember 2016

Ganjil-Genap Dinilai Tak Ampuh Atasi Kemacetan

Ganjil-Genap Dinilai Tak Ampuh Atasi Kemacetan

INILAHCOM, Jakarta - Peraturan ganjil-genap (GG) dinilai tak efektif untuk mengatasi kemacetan di ibukota.  Apalagi, kata Juru bicara pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, Triwisaksana, ada lonjakan penindakan atas pelanggaran aturan GG pada pekan lalu.

Periode 19-23 Desember 2016, berdasarkan rilis Ditlantas Polda Metro Jaya, terjadi peningkatan jumlah pelanggaran aturan GG menembus 90 persen menjadi 342 kasus dibanding minggu sebelumnya.

"Artinya, semakin banyak pengguna kendaraan yang melanggar aturan ini, baik karena ketidaktahuan atau mencoba memanfaatkan kelengahan petugas dalam mengawasi plat nomor kendaraan yang melintas," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Saat pertama kali diterapkan, Sani, sapaannya, menerangkan, dirinya telah mengingatkan, bahwa peraturan GG memiliki banyak kelemahan yang bisa disiasati pengguna jalan dan potensi pelanggaran. "Aturan GG ini hanya cocok untuk solusi jangka pendek," jelasnya. Sani pun menyarankan Pemprov DKI mempercepat implementasi jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) yang dijanjikan sejak 2013.

Kalaupun Pemprov DKI ingin melanjutkan program GG, seharusnya didukung dengan penindakan secara elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE).

Pemprov DKI, sambung politikus PKS itu, bisa menyiapkan infrastruktur dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk aspek legalnya. Sehingga, aparat penegak hukum bisa mengeksekusi setiap pelanggaran yang terjadi.

Sani lantas menjelaskan, bahwasanya program GG hanya akan menjadi aturan transisi bagi Anies-Sandi dalam mengentaskan kemacetan di ibukota. "dan merealisasikan ERP segera setelah menjabat," beber wakil ketua DPRD DKI ini.

Kebijakan tersebut akan dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi melalui pajak progresif, kuota kendaraan, tarif parkir tinggi, dan pengunaan bahan bakar.  "Hal yang lebih penting yang juga menjadi program Anies-Sandi, adalah mengutamakan manajemen transportasi massal yang lebih baik, nyaman, dan murah," tukas Sani. [*]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar