INILAHCOM, Jakarta - Satu persatu cacatan kriminal Ius Pane, pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulomas terkuak. Pasca ditangkap dan jadi pelaku terakhir, Ius rupanya sudah 'pengalaman' soal urusan perampokan.
"Dia pernah kita tangkap tahun 2011 kasus perampokan, dan baru bulan November 2016 kemarin bebas. Kemudian langsung merencanakan aksinya bersama komplotan Ramlan Butarbutar," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat berbicara di salah satu stasiun tv, Senin (2/1/2017).
Argo menjelaskan, kelompok Ius merupakan perampok spesial rumah mewah dengan sasaran uang dan perhiasan.
"Jadi setelah kita tanya ke pelaku, yang diambil itu hanya tas berisi jam tangan, handphone dan uang sejumlah Rp7 juta dari rumah Dodi," ungkapnya.
Dalam catatan kepolisian, komplotan Ius Pane ini sebelumnya juga pernah melakukan aksinya di kawasan Jonggol, Purwakarta dan terakhir di Pulomas.
"Modus operandinya semua sama. Peran Ius juga sebagai orang yang survei rumah incarannya, terutama yang pagar pintunya terbuka," ucap dia.
Seperti diketahui, aparat gabungan Polres Metro Jakarta Timur, Polresta Depok dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil menangkap buron pelaku perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane di terminal Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara.
Minggu, 01 Januari 2017
Sepak Terjang Ius Pane, Si Perampok Rumah Mewah
Sepak Terjang Ius Pane, Si Perampok Rumah Mewah

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar