INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air menjelaskan alasan kenapa wilayah Cipinang Melayu masih mengalamai banjir. Terlebih lagi banjir sempat tercatat mencapai ketinggian 1,2 meter.
"Karena memang lokasinya ini program Kali Sunter yang memang belum rampung. Sama seperti Kali Ciliwung. Tapi, kami sudah koordinasi supaya kami segera lakukan percepatan untuk sheetpile-nya," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan, Senin (20/2/2017).
Saat ini ada sekitar 100 warga korban banjir mengungsi di Masjid Universitas Borobudur sembari menunggu banjir surut.
"Tapi, proses surutnya juga masih berjalan. Mudah-mudahan siang ini atau paling lambat sore mereka sudah bisa kembali. Satgas kami ada di sana," ungkapnya.
Sementara itu, untuk percepatan pemasangan sheetpile, pihak Pemprov DKI Jakarta menyerahkan kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Pemprov DKI hanya berwenangan untuk pembebasan lahan.
"Kalau untuk pembebasan lahan masih berproses di Badan Pertahanan Nasional (BPN). Kemarin itu 33 bidang sudah kami relokasi ke rumah susun. Karena memang rumahnya juga berdiri persis di bibir Kali Sunter," tandasnya. [ton]
Senin, 20 Februari 2017
Banjir di Jakarta, Ini Penjelasan Pemprov DKI
Banjir di Jakarta, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar