Laman

Kamis, 23 Februari 2017

Polisi Buru Pelaku Tawuran di Pasar Rebo

Polisi Buru Pelaku Tawuran di Pasar Rebo

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengejar pelaku tawuran yang berujung kematian satu orang pelajar pada 14 Februari 2017.

Tawuran yang terjadi satu sehari sebelum Pilkada DKI ini disebut terjadi antara STM Bunda Kandung dan SMK Adi Luhur, di flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Polres Jakarta Timur adakan penyelidikan dan olah TKP di lokasi. Saat ini sedang mengejar terhadap diduga pelaku dalam video tersebut. (Pelaku) Diduga lebih dari 2. Sedang kita lakukan pengejaran," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/2/2017).

Ia menjelaskan pelaku yang kini menjadi buron tersebut sudah dicari di lingkungan sekolah dan rumahnya.

"Di sekolah dan di rumah nggak ada. Jadi kita tunggu saja. Kita sedang bekerja untuk melakukan penangkapan," katanya.

Selain itu, polisi juga sedang mencari orang yang merekam kejadian tersebut. Oknum ini nantinya akan dijadikan saksi.

"Kita akan cari yang rekam dan akan kita mintai keterangan. Saksi juga bisa," bebernya.

Sebelumnya, dua sekolah menengah kejuruan di Jakarta terlibat tawuran. Peristiwa ini terungkap setelah beredarnya video tawuran di kawasan Jakarta Timur. Peristiwa itu terjadi pada 14 Februari 2017 atau tepat sehari sebelum warga mengikuti Pilkada Serentak 15 Februari.

"Iya benar itu kejadiannya," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes M Agung Budijono, saat dihubungi.

Mereka yang terlibat tawuran berasal dari sekolah STM Bunda Kandung dan SMK Adi Luhur. Tawuran itu terjadi di sekitaran flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Akibat tawuran itu, satu siswa dari STM Bunda Kandung menjadi korban. Sejumlah siswa sudah diperiksa terkait tawuran yang memakan korban ini.

"Ya benar satu meninggal, kasus ini masih kita selidiki," jelasnya.

Namun Agung belum mau bicara banyak tawuran yang menyebabkan seorang pelajar tewas. "Saya sedang cek lagi perkembangannya," jelas dia.

Hari ini, ramai beredar video tawuran pelajar dua sekolah itu. Dalam video itu terlihat pelajar yang masih mengenakan seragam putih abu-abu mengayunkan celurit ke arah pelajar lainnya yang menjadi lawan.

Dalam satu bagian rekaman video, terlihat seorang pelajar terkena sabetan celurit dan kemudian diinjak-injak. Hingga mengeluarkan darah. [rok]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar