INILAHCOM, Jakarta - Pemprov Jakarta akan terus menggenjot proyek normalisasi sungai di Jakarta. Sebab, normalisasi masih jadi solusi paling ampuh untuk mengatasi banjir yang tiap tahun mengenangi ibukota.
"Saya harus mohon maaf kan situasi kaya gitu, kita udah liat nggak ada cara lain (selain normalisasi). Ini sudah puluhan tahun (banjir) dari zaman gubernur yang dulu kok," kata Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (20/2/2017).
Namun, pembebasan lahan menjadi masalah dalam proses normalisasi sungai. Banyaknya bangunan dipinggir sungai yang tak mau dibebaskan membuat pemerintah tak bisa bergerak.
Ahok pun meminta warga yang mempunya rumah di bantaran sungai untuk mau menjual tanah dan bangunannya ke pemerintah.
"Kalau ada yang punya lahan, saya kan bilang masyarakat segera buat sertifikat atau rumah lama usahakan urus sertifikat," ungkapnya.
Ahok mengatakan pengurusan sertifikat rumah sekarang tidak sulit dan warga tidak lagi dibebankan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan untuk lahan dengan Nilai Jual Obyek Pajak di bawah Rp2 miliar.
"Dulu susah harus (mengurus sertifikat) bayar BPHTB. Sekarang saya gratiskan sudah dapat sertifikat, mau nggak mau kita bayar harga pasar supaya mereka bisa beli tempat lain," bebernya.[jat]
Minggu, 19 Februari 2017
Warga Pinggir Kali Diminta Jual Rumahnya ke Ahok
Warga Pinggir Kali Diminta Jual Rumahnya ke Ahok

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar