Laman

Rabu, 01 Maret 2017

Ini Hasil Refleksi Rembug Reboan Putaran Pertama

Ini Hasil Refleksi Rembug Reboan Putaran Pertama

INILAHCOM, Jakarta - Rembug Reboan sudah menjadi ajang kumpul mingguan relawan Anies-Sandi. Ajang pertemuan yang digelar setiap hari Rabu itu dilaksanakan di 267 kelurahan di seluruh Jakarta. Ada sejumlah hal yang didapat dari pertemuan mingguan para pendukung Anies-Sandi tersebut.

Juru Bicara Rembug Reboan Novita Dewi mengatakan, dari hasil refleksi selama putaran pertama, pihaknya menemukan ada tiga hal penting. Tiga hal itu juga sekaligus mewakili realitas dinamika politik di tengah warga.

“Pertama, pentingnya perspektif warga dalam proses pembangunan dan dalam proses Pilkada. Yang dimaksudkan dengan perspektif warga, cara pandang warga atas kenyataan dan harapan-harapan,” jelas Novita yang juga Ketua Koordinator Relawan Melawai di Posko Melawai, Rabu (1/3/2017).

Cara pandang warga, lanjut Novita, adalah cara pandang dari mereka yang setiap saat bergulat dengan perjuangan hidup. Oleh sebab itulah, strategi pemenangan Anies-Sandi, sedari awal tidak mengandalkan strategi tunggal, melainkan multi-strategi, dan kesemuanya mengandalkan strategi yang disusun langsung oleh warga melalui rembug diantara warga.

Lalu kedua, tingginya aspirasi perubahan atau besarnya keinginan warga terhadap perubahan di DKI Jakarta ini. “Kami menemukan hal yang berkebalikan dengan klaim sejumlah pihak bahwa warga puas dan tidak ingin perubahan. Justru yang jelas tertangkap bahwa warga ingin perubahan kepemimpinan. Atau tepatnya warga menginginkan gubernur baru,” papar Novita.

Itu terjadi, lanjut Novita, karena dengan kacamata warga, akan bisa dilihat dengan sangat jelas ekspresi keserakahan, kenyataan ketidakadilan dan keterbelakangan. Kesenjangan sosial yang ada di Jakarta, menunjukkan dengan amat vulgar, suatu keadaan tidak adil sedang berlangsung.

Lalu yang terakhir adalah potensi ekonomi warga. Novita menjelaskan, banyak yang mengira bahwa warga adalah sumber masalah. Namun yang sesungguhnya adalah warga itu merupakan sumber potensi sendiri. Warga sesungguhnya memiliki tekad ingin menolong dirinya sendiri.

Oleh sebab itulah, ketika Anies-Sandi melempar ide OK OCE, dengan segera gagasan tersebut menemukan lahan untuk tumbuh. Apa yang tampak, bahwa warga sangat dahaga kesempatan untuk bisa mengembangkan diri.

 “Dengan perubahan akses dan peningkatan SDM, kita semua percaya bahwa ekonomi warga akan bisa tumbuh dan menjadi kekuatan baru yang membuka lapangan kerja dan memajukan kesejahteraan warga,” ucap Novita. [*]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar