INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pembangunan di ibukota sangat ideal menggunakan pendekatan gerakan. Menurutnya Jakarta memiliki dua modal yang menunjang pendekatan tersebut. Pendekatan gerakan sendiri menuntut semua terlibat secara aktif dalam pembangunan.
"Jakarta harus dibangun dengan pendekatan gerakan, kenapa? karena Jakarta memiliki dua modal khusus," kata Anies saat diskusi dengan anggota ISAFIS (Indonesian Student Asociation For International Studies) di rumah Faizal Motik, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/4) malam.
Anies menjelaksan modal pertama adalah keberadaan kelas menengah yang cukup untuk ikut terlibat dalam pembangunan. Selama ini menurut Anies kalangan itu kurang diajak Pemda untuk terlibat. "Contohnya keterlibatan para pelaku ekonomi melalui CSR yang gak harus dalam bentuk uang melainkan keikutsertaan pelaku perusahan membangun masyarakatnya," terangnya.
Selanjutnya, kata Anies adalah modal ketersambungan (konektivitas) antar warganya tinggi terlebih melalui teknologi komunikasi. Selama ini warga Jakarta mayoritas mampu mengakses teknologi komunikasi misalnya smartphone, yang seharusnya dapat dijadikan media untuk melibatkan seluruh warga Jakarta dalam pembangunan.
"Ke depan warga dilibatkan bukan cuma pada pelaksanaan program tetapi juga perencanaan," ujar mantan Mendikbud itu.
Inisiator Indonesia mengajar itu optimis dengan melibatkan warga dalam pembangunan melalui koneksi teknologi maka segala pembangunan di Jakarta akan setara dengan beberapa kota di dunia yang mengadaptasi pendekatan gerakan. [*]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar