Laman

Kamis, 06 April 2017

Tim Badja Datangi KPU Jakbar, Cek Data Pemilih

Tim Badja Datangi KPU Jakbar, Cek Data Pemilih

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Tim Pemenangan Badja (Basuki-Djarot) Putu Artha mendatangi KPU Kota Jakarta Barat guna meminta klarifikasi atas hilangnya suara tambahan pemilih Badja yang sudah diberikan tim kepada pihak PPS.

"Apa yang terjadi hari ini merupakan residu politik yang terjadi pada putaran pertama terutama di Cengkareng timur. Dimana sebagian pemilih kami tidak bisa gunakan haknya. Ini kami tanggapi serius," terang Putu saat ditemui wartawan di KPU Kota Jakarta Barat, Kamis, (6/4/2017).

Putu menjelaskan, dalam proses yang telah dilakukan tim sebanyak 30 orang, telah menginput sebanyak 119 orang pemilih. Ke-119 orang tersebut telah didaftarkan pada PPS sebanyak tiga tahap. Namun pada kenyataannya, ada permasalahan yang terjadi di tingkat PPS. Saat masuk ke tingkat PPK, dari 119 pemilih ada 27 orang tidak masuk DPT.

"Hari ini kita kroscek apa yang terjadi. Tidak ada masalah di tingkat KPU Pusat. Sebab, data yang di upload clear. Sistem di KPU Pusatbyabg eror, ternyata tidak. Ternyata persoalan di tingkat bawah saat upload di tingkat PPS ke PPK," paparnya.

Saat input di tingkat PPS ke tingkat PPK, pemilih yang sudah diinput atau di-upload diberi tanda hijau. Namun, sebelum nama pemilih di-upload ternyata sudah diberi tanda hijau.

"Yang jadi persoalan, apakh ini human error atau politik. Data yang kami setor sebanyak tiga tahap ada yang masuk ada yang tidak," sesalnya.

Untuk itu, Putu meminta KPU Kota Jakarta Barat untuk memperbaiki dan memasukkan pemilih yang sempat tidak ter-upload di tingkat bawah. "Harusnya diperbaiki dalam pleno tercecernya 27 suara yang tidak masuk DPT," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Daerah Jakarta Barat Sunardi sutrisno memastikan memang terjadi human error. Untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KPU DKI Jakarta. Namun, ia menepis adanya unsur kesengajaan menghilangkan suara.

"Bukan penghilangan tapi human error. Nanti kita koordinasi dengan KPU DKI Jakarta, Bawaslu dan Panwaslu," pungkasnya. [rok]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar