INILAHCOM, Jakarta - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan pengungkapan sabu 3.700 gram dan penangkapan dua WNA Taiwan di Bandara Soekarno Hatta berawal dari pertukaran informasi polisi Taiwan dan Indonesia dalam pengungkapan jaringan narkoba.
"Pengungkapan ini berawal dari kerja sama pertukaran informasi yang dilakukan Diresnarkoba berawal dari pengungkapan jaringan Jakarta Utara," katanya di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (5/4/2017).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari kepolisian Taiwan disinyalir akan ada pengiriman narkoba lewat udara ke Indonesia. Dari info itu polisi berhasil mengidentifikasi penumpang, jam penerbangan, serta jam masuk pengirim narkoba ke Indonesia.
Setelah itu, pihak kepolisian mengajak kerja sama Polres Bandara, Bea Cukai, dan Imigrasi. Kemudian mereka berhasil mengawasi saat masuk.
"Begitu tersangka masuk, kedua tersangka diarahkan ke tempat tertentu. Saat itu, langsung melakukan penggeledahan dan mendapati barang haram tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan pihaknya bekerjasama dengan beacukai dan Kepolisian Taiwan berhasil mengungkap masuknya narkoba jenis sabu lewat Bandara Soekarno Hatta.
"Senin 13 Maret di Terminal 2 Bandara Soetta kami berhasil mengungkap masuknya narkoba jenis sabu seberat total 3.700 gram," katanya di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (5/4/2017).
Ia menjelaskan dalam pengungkapan ini Polisi berhasil mengamankan dua orang Warga Negara Asing asal Taiwan. Masing-masing LCY (24) dan HMW (24). Modus yang digunakan lewat body wrapping. Dimana LCY membawa 1.714 gram sabu dan HMW membawa 2.066 gram sabu.[jat]
Rabu, 05 April 2017
Sabu 3,7 Kg Dibongkar Atas Info Kepolisian Taiwan
Sabu 3,7 Kg Dibongkar Atas Info Kepolisian Taiwan

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar