INILAHCOM, Jakarta - Ribuan buruh yang melakukan aksi di perayaan May Day dibuat kecewa oleh pihak keamanan. Pasalnya, seluruh akses masuk menuju Istana Negara ditutup dengan menggunakan kawat berduri.
Padahal, mereka berencana menyampaikan keluhannya di Istana Negara. Mereka menuntut agar pemerintahan menghapus PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Alhasil, mereka hanya bisa menyampaikan aspirasinya dari bundaran Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sebab, sterilisasi akses menuju Istana telah dilakukan mulai Jalan tersebut.
"Ini hari kita kawan-kawan tapi akses kita untuk melihat kantor Presiden kita masih saja diblokade, padahal kita juga rakyat Indonesia," ujar koordinator aksi dari atas mobil komando.
Meski begitu, mereka yang mengenakan seragam konfederasi organisasi tetap bersemangat melakukan aksi.
"Buruh bersatu tak bisa dikalahkan, kita akan terus berada disini untuk menyuarakan aspirasi kita agar buruh sejahtera, hidup buruh," ujarnya dengan bergelora.
Sementara itu, untuk mendingan suasana, lagu-lagu dangdut pun turut diputarkan disela mereka berorasi.
"Sambil menunggu perwakilan kita bernegoisasi agar bisa berorasi di Istana Negara, kita goyang dulu disini," ajak kordinator sembari memutarkan lagu Maumere.[jat]
Minggu, 30 April 2017
Tak Boleh ke Istana, Buruh Joget di Patung Kuda
Tak Boleh ke Istana, Buruh Joget di Patung Kuda

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar