INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana mengusulkan jalan di Tanah Abang, Jakarta Pusat ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL).
Hal itu disampaikan menanggapi maraknya penertiban PKL berulangkali tapi tak kunjung steril.
“Seminggu bisa tiga kali (penertiban). Mereka hit and run,” ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Politisi PPP ini menilai maraknya PKL di trotoar karena letaknya yang terlalu dekat dengan pemukiman. Lulung berharap dalam melakukan penertiban, Pemprov DKI Jakarta memberdayakan masyarakat sekitar. Pemberdayaam masyarakat itu disebut Lulung pernah dilakukannya.
“Saya dulu bikin satgas penertiban PKL dan lalu lintas. Hampir 100 orang yang dibagi shift. Baru jalan dua bulan, ganti walkot ganti kebijakan,” tandas Lulung.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengatakan pedagang harus diberi kesempatan untuk berjualan.
“Di Tanah Abang ada dua hari pasar, ini harus dikompromikan dulu nih. Tiap hari pasar, di ditutup aja. Hari Kamis dan Senin. Yang khusus Jatibaru itu ditutup sampai pertigaan mau ke Petamburan, jadi satu jalur aja. Dari Petamburan muter ke Petamburan lagi dibuka,” pungkasnya.[jat]
Rabu, 02 Agustus 2017
Ini Saran Lulung Untuk Tertibkan Tanah Abang
Ini Saran Lulung Untuk Tertibkan Tanah Abang

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar