INILAHCOM, Jakarta - Seorang polisi menjadi korban penganiayaan oleh seorang remaja berusia 16 tahun bernama Tofik Hidayatullah yang ketika itu dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Korban bernama Aiptu Nurwahid (58) mengalami luka memar di bagian dadanya setelah dipukuli korban. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Rensa mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Minggu, (28/1/2018) dini hari.
Peristiwa bermula ketika Aiptu Nurwahid bersama rekannya melakukan patroli di Jl Tubagus Angke dan melihat remaja bernama Tofik bersama dua temannya di pinggir jalan dengan sebuah motor Yamaha Jupiter.
Saat dihampiri, Aiptu Nurwahid bersama rekannya melihat nopol kendaraan pelaku sudah mati atau masa berlakunya sudah habis. "Korban menanyakan legalitas sepeda motor dan identitas, ternyata yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan legalitas dan juga identitas," kata Rensa, Selasa (30/1/2018).
Anggota kepolisian pun berupaya mengamankan sepeda motor yang diduga tak memiliki surat-surat tersebut ke kantor polisi beserta tiga pelaku untuk dimintai keterangan. Terlebih lagi pelaku diduga dalam kondisi mabuk minuman keras yang tercium dari aroma mulutnya.
Saat hendak diamankan, pelaku menolak dan terjadi perdebatan. Tiba-tiba Tofik mendorong Aiptu Nurwahid hingga tersungkur ke dalam saluran air.
"Dan ketika di dalam got, pelaku memukul dada korban sebanyak dua kali," ucapnya.
Tak lama kemudian warga yang melihat kejadian itu langsung datang menolong hingga akhirnya Tofik berhasil diamankan. Namun dua rekannya melarikan diri dengan sepeda motornya.
Hingga kini kasusnya masih dalam penanganan Polsek Tanjung Duren untuk memburu dua pelaku lainnya. [ton]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar