INILAHCOM, Jakarta - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, meminta Gubernur DKI Jakarta untuk memperhatikan nasib mereka.
Mereka merasa menjadi korban pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum PNS Kecamatan Sawah Besar inisial WY.
"Kalau dulu zaman pak Ahok tidak ada pungli, sekarang kok begini," kata Dion (30), petugas PPSU Kecamatan Sawah Besar, kepada INILAHCOM, Kamis (26/7/2018).
Dion menyayangkan oknum PNS yang diduga melakukan pungli tersebut juga kerap melakukan intimidasi terhadap para petugas PPSU.
"Kita itu juga diancam bukannya liat kinerja tetapi cari-cari kesalahan. Misalkan kita sakit belum sempat buat surat dokter kita di SP1, terus gitu diancam-ancam mau dikeluarin karena dibawa pimpinannya," tuturnya.
Sebelumnya Petugas PPSU Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat mengeluhkan dugaan adanya pungutan liar oleh oknum pegawai kecamatan setempat sebesar Rp 50 ribu kepada 90 petugas PPSU. Namun tidak diketahui secara jelas anggaran tersebut bakal dialokasikan kemana. [rok]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar