INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid membawa tim nya menemui Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, Selasa (9/7/2019). Pertemuan itu disebutnya untuk membahas temuan Amnesty terkait kerusuhan 22 Mei.
"Tujuannya kami menindaklanjuti pertemuan sebelumnya bersama dengan Kapolda untuk hari ini saya membawa tim-tim Amnesty yang memang ikut dalam memverifikasi temuan-temuan Amnesty di dalam insiden kekerasan 21-23 Mei," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2019).
Selain soal temuan saat aksi 21-23 Mei, Usman menyebut pihaknya juga akan membahas tentang kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Meski, kasus Novel itu diakuinya bukan poin utama pembahasannya dengan Kapolda Metro.
"Agendanya tentu saja yang paling utama itu, di luar itu bisa saja tentang Novel, tentang agenda penegakan hak asasi manusia secara umum yang memang di dalam hal ini Amnesty berkepentingan untuk menyampaikan ke jajaran kepolisian tentang 9 hak asasi manusia yang ditetapkan oleh Amnesty untuk priode pemerintahan yang akan datang maksunya 2019-2024," ungkap Usman.
Diketahui sebelumnya, Amnesty International Indonesia mengunjungi Bareskrim Polri, Senin (8/7/2019). Saat itu, Amnesty menanyakan perkembangan investigasi korban tewas di kerusuhan 21 dan 22 Mei. Ia juga menyebut ada 10 korban tewas di Jakarta maupun di Kalimantan Barat.
Saat di Bareskrim Polri, Usman menuturkan akan menindaklanjuti perihal dugaan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian ini, pihaknya juga akan bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar