INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sopir angkot penganiaya mantan Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Monang Nadapdap hingga kini masih dalam pelarian.
Ia mengatakan, usai kejadian pelaku diketahui langsung kabur dan sembunyi karena tahu kalau yang dipukul adalah anggota Korps Bhayangkara.
"Masih diburu pelakunya, karena usai insiden itu pelaku melarikan diri," katanya kepada awak media.
Polisi telah memeriksa keterangan beberapa saksi terkait insiden ini. Namun, belum dibeberkan hasil pemeriksannya.
Perwira menengah itu diketahui mengalami luka lembam. Bibir dan wajahnya luka-luka akibatnya. Kasus ini sendiri sudah dilaporkan dan teregistrasi dengan nomor LP/1847/K/VII/2019/PMJ/Resta Depok, tanggal 24 Agustus 2019. Diduga kejadian ini buntut salah paham saat berkendara.
Diketahui, kejadian ini terjadi di depan Apartemen Taman Melati, Margonda, Depok pada Sabtu 24 Agustus 2019 lalu. Kejadian bermula ketika angkot T 19 jurusan Depok-Pasar Minggu, nyaris menyerempet mobil Suzuki Ertiga yang dikendarai Nadapdap. Kesal melihat tingkah pengemudi angkot yang ugal-ugalan itu, Nadapdap pun akhirnya menghentikan laju kendaraan tepat di depan Apartemen Taman Melati.
Saat itu, Nadapdap berusaha memberikan pengertian terhadap pelaku. Namun bukannya sadar, sang sopir justru menyerang Nadapdap. Pelaku semakin tak terkendali meski Nadapdap telah menunjukkan identitasnya sebagai anggota Polri. [adc]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar