INILAHCOM, Jakarta - Polusi udara akibat debu batu bara di Marunda, diduga menyebabkan banyak warga kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menindak lanjuti hal itu, Koalisi Masyarakat Jakarta Utara melakukan aksi demonstrasi di pelabuhan PT. Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (21/9/2019). Mereka mengaku, telah dirugikan akibat polusi udara tersebut.
"Kami disini mendesak agar segera memberhentikan pengoperasian perusahaan karena telah melanggar hukum yang telah diatur oleh pemerintah dan harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat dari operasi bongkar muat batu bara di pelabuhan tersebut," kata Laode Kamaludin, Kordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Jakarta Utara.
Debu berwarna hitam pekat itu lanjutnya, terbukti tampak jelas menempel di dinding dan kusen jendela salah satu warga bernama Sugiyanto, di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Sugiyanto mengatakan, debu hitam yang ia tunjukkan itu terhitung sedikit. Sebab, pada musim angin barat daya pada November–Februari, tebal tumpukan debu bisa lebih dari 1 sentimeter. Ia melanjutkan debu batu bara berbeda dengan debu pada umumnya, debu batu bara berdampak buruk bagi kesehatan.
"Kalau terhirup, tenggorokan terasa gatal," tandasnya. [fad]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar