Selain itu hadir pula dari Majelis Al-Muwasholah dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon serta sekitar 500 undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, akademisi, para Da'i dan para ustad se-Jabodetabek.
"Gerakan yang harus kita lakukan adalah gerakan moral, gerakan Nahdlatul Qulub, kebangkitan jiwa dan perbaikan akhlak dan kualitas sumber daya manusia muslim di seluruh dunia," kata Hery.
Menurut Hery moralitas dan akhlak Islam harus menerangi dunia yang tengah mengalami krisis ini. Dan itu dapat dicapai dengan perbaikan hati dan moral secara terus menerus. Umat Islam harus bersikap pro-aktif dalam dialog dan kerjasama antar peradaban (ta’aruf al-hadharat) pada setiap tingkatan dan wilayah masing-masing.
"Pemahaman agama yang benar akan menyebabkan sikap yang benar terhadap masyarakat dan negaranya," ungkap Habib Umar.
Selain itu Habib Umar berwasiat agar umat Islam meneladani akhlak Rasulullah SAW. Akhlak Rosululloh tetap mulia terhadap musuh-musuh yang berusaha membunuh dan mematikan perjuangan Islam. Bahkan Nabi Muhammad SAW mendoakan musuh-musuhnya agar mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT.
Sedangkan Dr. Usama AlAzhari dari Mesir menyampaikan perlunya gerakan moral untuk mencintai tanah air di manapun umat Islam berada. Hal itu beriringan dengan perbaikan kualitas sumber daya umat Islam. Sehingga umat Islam mampu memberikan kontribusi terhadap peradaban manusia.
Beliau juga mempertegas bahwa umat Islam harus memperkuat kecintaan dan solidaritas sesama Muslim pada saat tanggung jawab kepada masyarakat dan negaranya bertumbuh.
"Tanah Air adalah salah satu aspek penting yang harus dijaga dan dipertahankan oleh umat Islam. Kita semua berjuang agar tidak ada perang dan kelaparan di muka bumi ini," kata Syeikh Azhari. [adc]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar