INILAHCOM, Depok - Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan terakhir menimbulkan bencana longsor di 14 titik di Kota Depok sejak 23 Desember hingga Senin (30/12/2019).
"Beberapa wilayah longsor hampir bersamaan waktunya," ungkap Kepala bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kota Depok, Denni Setiawan, Senin (30/12/2019).
Menurut Denni, bencana longsor yang terjadi di Kota Depok dibarengi hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur.
Peristiwa tanah longsor antara lain terjadi di Perumahan Kemang Suatama, Cilodong, menimbun satu rumah warga.
"Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah sedang di luar saat rumah tertimbun tanah longsor," ujarnya.
Bencana longsor juga menimbun sebuah rumah di Perumahan Griya Depok Asri, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Sama dengan di Perumahan Kemang Suatama, pemilik rumah sedang bepergian.
Tebing Kali Cabang Barat, Kali Cabang Tengah dan Kali Baru, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, juga mengalami longsor.
Denni bersyukur bencana yang terjadi selama sepekan di beberapa wilatah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya mengakibatkan kerugian APBD yang ditaksir sekitar Rp10 miliar.
"Semua kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan bencana longsor ditanggung APBD dari biaya tak terduga PUPR," jelasnya.
Sekretaris Dinas PUPR Kota Depok Indah Citra Yulianti mengatakan, material longsor di 14 titik sudah dibersihkan dan sudah dibuatkan material penahan longsor. Citra memprediksi hujan masih akan terus mengguyur wilayah Kota Depok hingga Maret 2020.
Untuk itu, dia mengimbau warga terutama yang rumahnya di pinggir tebing agar waspada jika terjadi hujan deras.
"Warga harap menjauhi bangunan yang berpotensi ambruk," tambahnya. [yha]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar