INILAHCOM, Depok - Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad memutasi sejumlah pejabat aparatur sipil negara (ASN) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bahkan ada yang dicopotnya. Kebijakan ini diduga terkait dengan persiapan pencalonan kembali Idris dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.
Beredar kabar pejabat Pemkot Depok yang akan dicopot dan dimutasi, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Depok, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagin), dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Depok.
Pencopotan jabatan para kepala dinas dilaksanakan Selasa (31/12) atau paling lambat awal Januari 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono tidak membantah hal itu. Namun, dia membantah bahwa mutasi dikaitkan dengan masalah pilkada dan raport merah kepala dinas.
"Mutasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, penyegaran," ujar Hardiono, yang juga Koordinator Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) itu, Munggu (29/12/2019).
Dia mengaku belum mengetahui siapa pejabat eselon II yang akan dimutasi wali kota. "Tidak tahu saya, tanya ke Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri, dia panitianya," kilahnya.
Menurut dia, mutasi atau rotasi pejabat daerah merupakan hak prerogatif kepala daerah. Jadi, tidak berhubungan dengan masalah pilkada dan kinerja buruk kepala dinas.
Meski mutasi tidak terkait masalah politik, Hardiono tidak menampik jika Kota Depok salah satu daerah yang ikut perhelatan pilkada serentak pada 2020.
Ramai pemberitaan bahwa petahana Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad akan mencalonkan kembali untuk kali kedua sebagai Wali Kota Depok masa jabatan 2020-2025. Dia akan menjadi rival wakilnya, Pradi Supriatna, yang juga akan maju sebagai calon wali kota setempat.
Kepala BKPSDM Kota Depok Supian Suri menambahkan mutasi pejabat eselon II kepala dinas selain penyegaran juga untuk mengisi jabatan kosong karena pensiun. "Ada pengisian jabatan yang kosong karena pensiun," tuturnya. [yha]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar