Laman

Selasa, 31 Januari 2017

Datangi Polda Metro, Antasari Tagih Kasusnya

Datangi Polda Metro, Antasari Tagih Kasusnya

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya sejak tahun 2011 pada Rabu (1/2/2017).

"Saya sudah mendatangi Krimsus dalam hal ini cyber untuk menanyakan sejauh mana progres laporan saya sejak 2011," kata Antasari di Mapolda Metro Jaya.

Mantan terpidana kasus pembunuhan ini mengatakan kasusnya terhenti alias stag setelah menemui pejabat yang berwenang, sehingga belum ada pergerakan sampai sekarang. Namun, mereka berjanji akan segera dituntaskan kasusnya.

"Mudah-mudahan sesuai dengan janjinya itu," ujarnya.

Namun, Antasari tidak mau menjelaskan kendala apa yang menyebabkan kasusnya terhenti oleh aparat Polda Metro Jaya.‎ Sebab, itu bukan merupakan ranahnya untuk menyampaikan alasan.

"Masalah kendala saya kira bukan saya yang menyampaikan, tanya langsung yang bersangkutan," jelas dia.

 Antasari berjanji akan mengawal terus kasusnya yang sudah beberapa tahun mangkrak di Mapolda Metro Jaya. Karena, kini Antasari sudah bebas dari tahanan sehingga mudah untuk mengawal dan memantau kasusnya.

"Iya disuruh menunggu lagi, ya terpaksa saya tunggu lah. Tapi tentunya mungkin karena sekarang saya sudah tidak lagi dalam kondisi susah keluar, saya akan terus mungkin seminggu, dua minggu, sebulan sekali akan saya tanyakan kemari. Itu aja ya," tandasnya. [rok]



Pria Asal Medan Tewas Di Apartemen Taman Anggrek

Pria Asal Medan Tewas Di Apartemen Taman Anggrek

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria bernama Tjitawan Tanjung (53) ditemukan tewas di Apartemen Taman Anggrek, Tower 3-12L, Kelurahan Tanjung Duren Selatan Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Selasa (31/1) malam.

Pria asal Medan itu ditemukan tewas mengenaskan dengan mengeluarkan bau tak sedap serta mengeluarkan darah berwarna hitam.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Suprihatin menjelaskan, awalnya pada hari Minggu 26 Januari 2017, korban sempat mengajak makan bersama seorang saksi bernama Nanny Tandun (78) warga Mangga Besar.

"Setelah ditunggu-tunggu, korban tidak ada kabar, selanjutnya pada hari Selasa 31 Januari 2017, sekitar pukul 19.00 WIB malam, Nanny mendatangi apartemen korban sekaligus untuk memberi makanan," ujar Suprihatin di Jakarta Barat, Rabu (1/2/2017).

Suprihatin menambahkan, setibanya di Apartemen tersebut, kemudian Nanny langsung membuka pintu kamar dan melihat korban sudah tergeletak dengan posisi miring ke kiri dengan kondisi tubuh  membengkak dan mengeluarkan darah hitam serta anggota tubuhnya berubah menjadi warna hitam.

Atas kejadian tersebut Nanny langsung melaporkan kepada petugas keamanan Apartemen yang selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Tanjung Duren Jakarta Barat.

"Setelah kami lakukan identifikasi bersama petugas identifikasi dari Polres, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal dunia diperkirakan sudah 3 hari karena sakit," ucapnya.

Selanjutnya korban dibawa ke RSCM guna dilakukan visum. [rok]



Pemeriksaan Rizieq, Polda Amankan Tiga Titik

Pemeriksaan Rizieq, Polda Amankan Tiga Titik

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pengamanan akan dikonsentrasikan di tiga titik terkait rencana pemeriksaan Habib Rizieq, Munarman, dan Bachtiar Nasir.

"Soal pengamanan pemeriksaan Rizieq, Munarman dan Bachtiar Nasir dalam kasus dugaan Makar untuk pengamanan massa yang infonya dua ribuan, kita lalukan di tiga titik. Masjid Al Azhar kemudian sepanjang jalur yang akan dilalui massa dan terakhir di Polda Metro Jaya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).

Argo terkesan enggan membeberkan jumlah personel yang akan diturunkan untuk mengamankan tiga titik ini.

"Yang pasti cukup lah. Yang pasti kami sudah siapkan personil dibantu anggota dari Kodam Jaya," jelasnya.

Pengalihan arus lalulintas akan dilakukan jika massa yang datang lebih banyak dari perkiraan. Awalnya, polisi hanya akan melakukan sistem buka tutup.

"Itu situasional maksudnya, jika massa banyak, kita lakukan (pengalihan arus). Tapi kalo masih bisa buka tutup kita lakukan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan pihaknya akan kembali memeriksa Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Rabu (1/2/2017).

Selain Rizieq, Juru Bicara FPI Munarman dan Ketua GNPF Bachtiar Nasir juga akan diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Iya mereka dijadwalkan pemeriksaan mulai jam 10.00 WIB. Surat panggilan sudah kita layangkan," katanya di Jakarta, Selasa (31/1/2017). [rok]



Awal Bulan,Hujan Akan Guyur Jakarta Sepanjang Hari

Awal Bulan,Hujan Akan Guyur Jakarta Sepanjang Hari

INILAHCOM, Jakarta - Seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan diguyur hujan sepanjang hari ini, Rabu (1/2/2017).

Prediksi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman situsnya bmkg.go.id.

Hujan dengan intensitas sedang diprediksi akan menggutur Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pagi hari dengan kisaran suhu antara 24 hingga 32 derajat celcius.

Sementara di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi harinya diprediksi BMKG akan turun hujan ringan dengan suhu berkisar antara 24 hingga 33 derajat celcius.

Untuk siang hari, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara akan diguyur hujan sedang dengan kisaran suhu antara 24 hingga 33 derajat celcius.

Sedangkan, di Kepulauan Seribu pada siang ini diprediksi akan dilanda hujan petir dengan suhu antara 24 hngga 32 derajat celcius.

Malam harinya, hujan ringan hingga lokal diprediksi mengguyur seluruh wilayah Jakarta dengan kisaran suhu antara 24 hingga 32 derajat celcius. [rym]



Program Anies-Sandi Paling Diterima Warga Jakbar

Program Anies-Sandi Paling Diterima Warga Jakbar

INILAHCOM, Jakarta - Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan, Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah yang menjadi target utama para kandidat Pilkada DKI untuk mendulang suara.

"Ya, sesuai dengan survei kami, Jakbar merupakan salah satu medan terdepan dari pemilihan. Ini terbukti sekali, bahwa pasangan nomor 2 atau nomor 1 sangat aktif di Jakbar yang menjadi basis dari masing-masing pasangan," ujar Aryo di Jalan Jaya VI, Cengkareng, Jakbar, Selasa (31/1/2017).

Banyaknya jumlah pemilih, menjadi salah satu faktor Jakbar menjadi target utama dalam mendulang suara. Karakteristik masyarakatnya pun heterogen dibanding wilayah lain. "Sangat majemuk," jelasnya

Dia lantas membandingkan dengan Jakarta Selatan yang umumnya ditinggali pemilih kelas menengah atas dan etnis Betawi. "Jakarta Timur banyak dari kalangan keluarga TNI," sambungnya ketika menemani Sandi blusukan.

Karenanya, sambung politikus Gerindra itu, setiap calon harus mampu beradaptasi dengan masyarakat Jakbar, agar bisa diterima. Misalnya, mengetahui masalah yang ada.

Sebagai realisasi, Anies-Sandiaga telah melakukan survei kepuasan masyarakat atas program yang dicanangkan paslon nomor 3 tersebut. Hasilnya berbuah manis.

"Dan data yang kami terima mengatakan, bahwa programnya paling diterima. Tetapi, cara yang paling efektif tatap muka seperti ini, kampanye darat seperti ini sangat efektif," tutup Aryo, anggota DPR dapil Jakarta. [*]



Sandiaga Bakal 'Obati' Pengangguran dengan OK OCE

Sandiaga Bakal 'Obati' Pengangguran dengan OK OCE

INILAHCOM, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, blusukan di Jalan Bojong Pulo, RT 09 RW 04, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (31/1/2017). Saat berdialog, salah seorang warga, mempertanyakan solusi yang ditawarkan Sandiaga untuk mengurangi angka pengangguran, khususnya para pemuda.

"Konsep apa yang bapak miliki untuk "mengobati" dan menanggulangi tenaga kerja, agar masayarakat ekonominya semakin hari semskin naik," tanya Bahrul Lutfi di lokasi.

Dia juga meminta kandidat nomor 3 itu memberikan solusi atas masalah lahan antara warga dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Kami sudah perjuangkan, agar bisa kembali kepada masyarakat. Kami sering dihantui dengan gusur sampai saat ini belum selesai. Andai Anies-Sandi terpilih, kami mohon diberikan solusi," ungkapnya.

Sandiaga pun menjawab. Terkait pengangguran, dia bakal membuka lapangan pekerjaan melalui One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE).

Cawagub yang diusung Gerindra dan PKS ini bahkan mengungkapkan, program itu sudah melahirkan 3.500 pelaku usaha baru dengan memberikan pelatihan dan modal usaha hingga Rp300 juta.

"Dalam kurun waktu 1,5 bulan, insya Allah target kita 40 ribu pelaku usaha, baik yang baru ataupun yang sudah ada, bisa tercapai di hari pencoblosan," tutur suami Nur Asia.

Sedangkan masalah sengketa lahan, Sandiaga bakal mengedepankan dialog dengan warga dalam menata pemukiman. "Insya Allah Anies-Sandi tidak akan menggusur semena-mena," tandasnya. [*]

 



Anies Akan Tingkatkan Kualitas Madrasah

Anies Akan Tingkatkan Kualitas Madrasah

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkomitmen memperbaiki dan meningkatkan kualitas madrasah di Jakarta, karena kalah bersaing dengan sekolah umum, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, ada beberapa faktor infrastruktur dan kualitas madrasah tertinggal. Misalnya, kurangnya perhatian maksimal dari pemerintah daerah (pemda).

Masalah berikutnya, banyak madrasah swasta dan pengelolaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara, dukungan dana dari warga belum tentu cukup, apalagi banyak orang tua yang berasal dari sosial ekonomi kurang kuat.

"Untuk itu, mereka membutuhkan dukungan dari pemda, karena meskipun secara administratif madrasah di bawah pembinaan Kementrian Agama, tetapi mereka adalah warga jakarta," papar mantan mendikbud ini di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017).

Selain menjanjikan peningkataan kualitas madrasah, kandidat nomor 3 tersebut juga bakal menyejahterakan para tenaga pengajarnya. "Agar mereka termotivasi mengajar ke siswanya," tutur Anies. [*]

 



Anies: Boleh, Takbir di Monas & Kurban di Sekolah

Anies: Boleh, Takbir di Monas & Kurban di Sekolah

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan komitmennya untuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan di Jakarta. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi dan milad KH Syaifuddin Amsir di Cipinang Melayu, Jaktim, Selasa (31/1/2017).

"Kita ini mau takbiran gak boleh, kurban di sekolah gak boleh, takbiran di jalan gak boleh," keluh Anies mengomentari kondisi kegiatan keagamaan di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sampai merasa bukan berada di sebuah negara yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa. "Kita ini seperti tidak berada di negara berketuhanan saja. Padahal sila pertama kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa," ungkap Anies.

Maka dari itu ke depan, jika Anies-Sandi menjabat, maka komitmen untuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan akan dilakukan. Nantinya semua batasan dan larangan itu akan dihapus oleh Anies. "Insya Allah jika kami menjabat itu semua (kegiatan keagamaan) akan kami bebaskan," jelas mantan Ketua Komite Etik KPK itu.

Dalam kesempatan itu, Anies juga meminta doa restu dari KH Syaifuddin Amsir agar dapat memimpin Jakarta dengan lebih baik lagi. "Mohon didoakan agar kami amanah dan istiqamah, kita ingin Jakarta yang menjunjung tinggi adab, maju kotanya bahagia warganya dilandasi iman dan takwa," ucap Anies. [*]



Sandiaga: Hadiri Maulid untuk Tiru Sifat Nabi

Sandiaga: Hadiri Maulid untuk Tiru Sifat Nabi

INILAHCOM, Jakarta - Bagi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, menghadiri Maulid Nabi bukan semata-mata untuk mencari simpati dari pemilih. Namun hanya untuk meniru dan mendapatkan berkah dari Nabi Muhammad SAW.

Sandiaga mengaku bukan untuk berlomba lomba dalam merebut hati warga yang beragama islam. Namun, Maulid merupakan sudah menjadi kegiatan dalam mengangkat nilai nilai luhur ajaran Nabi.

"Bagaimana ke depannya, kita bisa dapat sifat-sifat luhur Nabi yang fatanah, amanah, sidiq, tablig dan kita pasti ingin pemimpin Jakarta ke depan miliki sifat yang amanah," kata dia menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Abuya Saifuddin di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017).

Hari ini juga merupakan ulang tahun dari Abuya Saifuddin. "Beliau milad ke-62 dan kami ikut mendoakan, karena beliau ini salah satu ulama betawi yang sangat dihormati yang sangat komitmen untuk mengusung islam yang rahmatan lil alamin," terangnya.

Saat di tanya mengenai data suara pemilih umat islam paslon nomor urut 3 masih kalah dengan paslon nomor urut 1, Sandi mengaku memiliki data yang bertolak belakang dengan data pihak mana pun.

"Kami memiliki data yan kurang lebih bertolak belakang bahwa kami berhasil mengkonsolidasikan suara dari kalangan muslim yang memilki komitmen jelas, bahwa kita mengusung Islam yang damai. Islam yang sejuk sangat toleran dan itu diapresiasi oleh warga Jakarta," tutur suami Nur Asia itu. [*]



Pantura untuk Antisipasi Perkembangan Jakarta

Pantura untuk Antisipasi Perkembangan Jakarta

INILAHCOM, Jakarta - Jakarta adalah kota pesisir. Empat puluh persen dari topografi Jakarta lebih rendah dari laut. Itulah sebabnya dulu Belanda membangun Jakarta di darat.

"Tetapi, begitu kita selesai kemerdekaan dan setelah itu Ali Sadikin berhasil membangun Pluit. Itu menjadi contoh bahwa ternyata rawa itu bisa dibangun," kata Rudy Tambunan, pakar perkotaan yang juga dosen Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurut Rudy, Jakarta yang semakin padat memerlukan solusi. Migrasi penduduk ke ibukota dari waktu ke waktu ternyata berlipat ganda.Jumlah penduduk Jakarta meningkat dua kali lipat hanya dalam sekian tahun. Jika jumlah penduduk meningkat dua kali lipat, tambah Rudy, maka berarti sarana dan prasarana harus meningkat dua kali lipat juga.

Sayangnya, pemerintah tidak bisa menyediakan prasarana mengantisipasi perkembangan tersebut. Karena itulah, orang-orang yang datang ke Jakarta mencari rumah sendiri. "Tanah siap bangun tidak ada, mereka pun menempati tanah di pinggir sungai, dan tempat-tempat lain termasuk di pantai Jakarta," jelas Rudy Tambunan.

Karena tanah  di pantai sudah digunakan, maka diperlukan tanah baru. Menurut Rudy, dari situlah Jakarta mulai memikirkan solusinya dan terciptalah pantai mutiara. Berikutnya, untuk pengembangan pantai utara Jakarta, Pemerintah DKI mulai melakukan studi antara tahun 1990 sampai 1993.

"Langkah ini kemudian dilanjutkan tahun 1993 sampai 1995 untuk menyusun konsep pengembangannya," kenang Rudy.

Akhirnya, tahun 1995 itu keluar istilah Pantura sebagai kawasan andalan. Di tahun yang sama, kata Rudy, terbit Keputusan Presiden yang mendorong DKI untuk cepat melaksanakan reklamasi. Sayangnya, tahun 1998 krisis datang menghampiri. Realisasi reklamasi mandeg. Baru di tahun 2003 berbagai pihak mulai diajak.

"Kemudian, badan pelaksana Pantura dibentuk untuk menjadi semacam pemandu," cerita Rudy.

Semua pihak memahami bahwa membangun dan melaksanakan reklamasi ongkosnya mahal. Sehingga, pemerintah pun mengundang pihak swasta sebagai mitra pelaksana. "Dari sekian Mitra, tadinya ada beberapa yang akan mulai melaksanakan reklamasi pada tahun 2007. Namun itu tertunda. Dan yang pertama pertama itu memulai secara fisik baru di tahun 2013," ujar Rudy.

Pemerintah mengundang dunia usaha untuk menjadi mitra dengan pendekatan PPP (Public-Private Partnership). Ada perjanjian kerja, dan dalam perjanjian ini sudah ditentukan siapa berbuat apa. "Nah pihak swasta akan melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Sementara, kewajiban pemerintah antara lain membakukan rencana tata ruang," kata Rudy.

Emil Salim, kata Rudy Tambunan, pernah mengatakan, untuk land provision atau penyediaan lahan masa depan, reklamasi menjadi keniscayaan. "Untuk itu, karena pantura Jakarta masih mengalami penurunan maka reklamasinya harus mempertimbangkan semua syarat-syarat yang berlaku," jelas Rudy.
Dana Terbatas, Pemerintah Perlu Gandeng Swasta dalam Pembangunan

Senada dengan Rudy Tambunan, pakar perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan bahwa pemerintah daerah memang perlu menggandeng swasta untuk mempercepat pembangunan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tak akan cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan kota seperti berbagai proyek strategis, termasuk infrastruktur. Keterlibatan swasta dalam berbagai program pemerintah bisa dilakukan melalui berbagai cara. "Misalnya dilibatkan dalam program CSR," jelas Yayat Supriatna.

Melalui CSR (Corporate Social Responsibility), Yayat mencontohkan, pihak swasta bisa dilibatkan dalam pembinaan pedagang kecil yang bekerja sama dengan program pemberdayaan dari perusahaan. Contoh terbaru, kata Yayat, adalah pembangunan fasilitas publik di Kalijodo dan jembatan di Semanggi. "Yang terpenting semua pemanfaatan terintegrasi dalam rencana kerja pemerintah dan transparan sehingga terpercaya," kata Yayat.

Program CSR, kata Yayat, seharusnya menjadi bagian strategi pengembangan jaringan ekonomi dan sistem produksi.  Berdasarkan data Pemerintah Jakarta, 64 persen anggaran DKI Jakarta 2017 sudah terbagi untuk keperluan di luar belanja modal.

Terkait pengembangan kawasan Pantura Jakarta,  Pemprov DKI, misalnya, mewajibkan kepada pihak swasta untuk memberikan kontribusi dalam mengendalikan banjir di kawasan utara Jakarta. Bentuk kontribusinya adalah melaksanakan pembangunan seperti pompa, pengerukan sungai dan waduk, peninggian tanggul kali dan pantai, juga pembangunan jalan inspeksi, juga rumah susundan berbagai kelengkapannya. [rok]



Anies Hadiri Milad ke 62 KH Syaifuddin Amsir

Anies Hadiri Milad ke 62 KH Syaifuddin Amsir

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan maulid nabi dan Milad KH Syaifuddin Amsir di Jalan Budi Harapan, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017). Terlihat Anies langsung menyalami Syaifuddin Amsir yang tengah duduk di kursi roda.

Dalam acara itu, Anies mendoakan Kyai yang akrab disapa Abuya Amsir itu. "Semoga di miladnya yang ke 62 ini buya diberikan kesehatan dan selalu menjadi penerang bagi umatnya, khususnya warga Jakarta," ucap Anies saat memberikan sambutan.

Sebelumnya Abuya dalam sambutannya juga memberikan sambutan dan bercerita mengenai masa perjuangan Abuya saat menentang Undang-Undang (UU) Pernikahan pada masa lalu. Anies menganggap perjuangan yang dilakukan Abuya pada masa lalu sama dengan perjuangan umat islam sekarang.

"Baik Buya maupun kita yang hadir pada aksi 212 lalu sama, yakni sama-sama menyuarakan ketidakadilan," ungkap Anies.

Selain menguatkan sambutan dari Abuya, Anies juga menyampaikan bahwa dulunya kakeknya, AR Baswedan bersahabat baik dengan ayahanda dari Abuya. Bahkan keduanya merupakan teman main yang akrab. "Kami seolah merajut kembali silahturahmi lintas generasi," tandas Anies. [*]



Massa Pro-Kontra Ahok di Gedung Kementan Bubar

Massa Pro-Kontra Ahok di Gedung Kementan Bubar

INILAHCOM, Jakarta - Massa pro-kontra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membubarkan diri dari Jl. MR Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2016) petang.

Pantauan INILAHCOM, massa pro Ahok terlebih dahulu membubarkan diri kemudian disusul massa kontra yang tergabung dalam Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Adapun hal tersebut terjadi usai aparat kepolisian menginstruksikan agar massa bubar mengingat waktu yang ditentukan untuk berunjuk rasa telah selesai.

"Waktu sudah selesai kami berharap massa membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing," ujar salah seorang petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Di sisi lain, arus lalu lintas di depan Gedung Kementerian Pertanian yang sempat ditutup dibuka kembali. [ton]



Senin, 30 Januari 2017

Polda Periksa Ade Armando Hari Ini

Polda Periksa Ade Armando Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dosen komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia Ade Armando sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Iya benar. Hari ini pemeriksaan. Untuk datang enggaknya, kita liat nanti," katanya di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Argo menjelasan pada pemanggilan pertama Ade tidak datang, penyidik akan menjadwalkan pemanggilan kedua.

"Kalau sampai tiga kali pemanggilan tidak datang, kita jemput paksa yang bersangkutan. Makanya kita liat hari ini dia datang atau enggak," ujarnya.

Ade Armando dilaporkan oleh Johan Khan ke Polda Metro Jaya pada 2016 atas postingan dia di akun media sosial berkicau, "Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues." begitu tweetannya.

Ade Armando dilapor atas dugaan penistaan agama. Ia sempat diperiksa pada Juni 2016. Penyidik lalu menjadikannya tersangka dan dijerat dengan Pasal 156 A dan atau Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE). [rok]



Akhir Januari, Jakarta Diprediksi Hujan Petir

Akhir Januari, Jakarta Diprediksi Hujan Petir

INILAHCOM, Jakarta - Sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi hujan disertai petir pada pagi dan malam hari ini, Selasa (31/1/2017).

Prediksi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman situsnya bmkg.go.id.

Hujan disertai petir itu terjadi pada pagi hari di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan suhu antara 23 hingga 31 derajat celcius.

Sementara di Jakarta Selatan, pada pagi harinya diprediksi BMKG akan turun hujan lokal dengan suhu berkisar antara 23 hingga 33 derajat celcius.

Untuk siang hari, seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan lokal dengan kisaran suhu antara 23 hingga 31 derajat celcius.

Malam harinya, hujan petir diprediksi terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan kisaran suhu antara 24 hingga 31 derajat celcius.

Sedangkan, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprediksi diguyur hujan lokal dengan suhu berkisar antara 23 hingga 33 derajat celcius. [rym]



Ronal Surapradja: Anies Orangnya Asyik

Ronal Surapradja: Anies Orangnya Asyik

INILAHCOM, Jakarta - Komedian Ronal Surapradja memiliki kesan personal terhadap sosok Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan.

Di mata Ronal, mantan Mendikbud itu merupakan sosok yang asyik dan memiliki visi untuk membangun Ibukota.

"Pak Anies orangnya asyik dan mampu menyampaikan rencananya untuk Jakarta ke depan," ujar Ronal di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017).

Anies diketahui menumpangi mobil yang dikemudikan Ronal saat berangkat menuju lokasi jumpa pers program acara "Santai Sore Anies-Sandiaga" di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.

Turut ikut serta di mobil Nissan X-trail bernomor polisi B 101 JAK itu, yakni komedian Tike Priatnakusumah dan Melanie Ricardo dari Gedung Recapital bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, usai rekaman.

"Kita taping untuk siaran di Jak FM saat nebeng tadi," ungkap Ronal saat turun dari mobilnya.

Namun, pria yang juga berprofesi sebagai penyiar radio itu enggan menjawab awak media saat ditanya hal apa saja yang dibahasnya bersama Anies.

"Nanti tunggu program kita, ya," jawab komedian yang meroket namanya melalui acara Extravaganza ini. [rym]



Usai Dicium Pipi, Anies Doakan Rafatar

Usai Dicium Pipi, Anies Doakan Rafatar

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendapat sambutan hangat dari pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat peluncuran program acara "Santai Sore Anies-Sandiaga".

Adapun peluncuran program acara itu digelar di Waroeng Sunda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017).

Bukan hanya Raffi dan Gigi, buah hati mereka, Rafatar, juga ikut menyambut Anies. Setelah bersalaman dengan Nagita dan Raffi, Anies langsung mendapat cium di pipi dari Rafatar yang sedang digendong ayahnya.

"Wah pintarnya. Semoga jadi anak yang berbakti kepada orang tua," ucap Anies yang terkesan dengan kecupan dari Rafatar.

Raffi dan Nagita pun langsung mengamini doa yang dilontarkan mantan rektor Universitas Paramadina itu.

"Makasih Pak, sudah didoakan Rafatarnya," ucap sang ibu, Nagita Slavina. [rym]



Anies Buat Raffi Ahmad Teringat Sang Ayah

Anies Buat Raffi Ahmad Teringat Sang Ayah

INILAHCOM, Jakarta - Peluncuran program "Santai Sore Anies-Sandiaga" di Waroeng Sunda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017) berlangsung meriah.

Pada acara itu, turut menyangkan video perdana "Santai Sore Anies-Sandiaga" bersama artis Raffi Ahmad dan Cagub DKI nomor urut 3, Anies Baswedan yang gambarnya diambil di dalam VW Combi Limo.

"Awalnya deg-degan nih. Soalnya yang saya ajak ngobrol Pak Anies Baswedan, terkenal sangat cerdas dan pintar," ucap Raffi di sela acara tersebut.

Pria yang juga dikenal sebagai presenter ini pun mengaku sempat minder saat berhadapan dengan Anies.

Hal itu dikarenakan dirinya mengkhawatirkan tak dapat menyesuaikan dengan gaya bahasa Anies yang sangat tinggi.

Namun, apa yang dipikirkan Raffi tersebut bertolak belakang. Rupanya, mantan Mendikbud itu merupakan sosok yang memiliki kepribadian asyik dan cair.

"Bahkan, kita suap-suapan gudeg lho," cetus suami dari artis Nagita Slavina ini.

Keakraban Raffi dan Anies pun berlanjut hingga membuat ayah dari Rafatar ini merasa terhanyut suasana.

Bahkan, ia merasa Anies merupakan sosok kebapakan yang tak dirasakannya sejak ayah kandungnya meninggal dunia. "Saya seperti melihat sosok orang tua saya pada Pak Anies," ucap Raffi.

Sementara itu, Anies Baswedan menilai sosok Raffi merupakan presenter yang hebat dan mampu mencairkan suasana serta menunjukkan sisi lainnya.

"Kalau saya nih, biasa pegang mic pasti ngomongnya resmi. Sama Raffi, tanpa mic, kita jadi santai," pungkas Anies. [rym]



Anies Hadiri Peluncuran Acara "Santai Sore"

Anies Hadiri Peluncuran Acara "Santai Sore"

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan bersama pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi) meluncurkan program acara "Santai Sore Anies-Sandiaga", Senin (30/1/2017).

Adapun peluncuran program acara tersebut digelar di Waroeng Sunda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan berlangsung meriah.

Program acara itu diusung bertujuan untuk mengenalkan seluruh gagasan yang diusung Anies-Sandi kepada anak muda di Jakarta.

Acara peluncuran tersebut juga mendapatkan sambutan dari pemrakarsa program dan Ketua Tidar, Yudha Permana.

Yudha menjelaskan, program acara "Santai Sore Anies-Sandiaga" ini akan dipandu oleh Raffi-Gigi dan Kartika Putri.

"Setting-nya ada di mobil VW Combi Limo sebagai mobil kebanggaan Anies-Sandi," ucap Yudha di sela peluncuran "Santai Sore Anies-Sandiaga" di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017).

Mengenai pemilihan VW Combi Limo, Anies memiliki alasan tersendiri, yakni mobil klasik tersebut memiliki karakter yang sama dengan Jakarta.

"VW Combi ini tua, sama seperti Jakarta yang kaya sejarah. Jadi, harus dirawat dengan baik, agar menghasilkan hal unik dan keren," jelas mantan Mendikbud itu.

Pria yang menggagas "Indonesia Mengajar" ini juga menyampaikan pendapatnya mengenai pemilihan host.

Anies menilai, Raffi-Gigi dan Kartika adalah representasi dari anak muda Ibukota. Ketiganya juga mewakili sosok keluarga muda di Jakarta.

"Mereka yang bisa menyampaikan progam kami ke dalam bahasa anak muda, sehingga mampu dipahami oleh anak muda itu sendiri," tandasnya. [rym]



Sandiaga Harapkan Pemprov DKI Terlibat OK-OCE

Sandiaga Harapkan Pemprov DKI Terlibat OK-OCE

INILAHCOM, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengharapkan adanya keikutsertaan dari Pemprov DKI Jakarta dalam program One Kecamatan-One Center Of Enterpreneurship (OK-OCE) ke depannya.

Pasalnya, kata Sandi, program tersebut nantinya akan diberlakukan di seluruh Kecamatan yang ada di Ibukota.

"Pemprov harus menciptakan ekosistem yang ramah untuk berbisnis dengan perizinan yang mudah," ujar Sandiaga Di GOR Grogol di Jalan Nurdi 1, Grogol Petamburan,  Jakarta Barat Minggu (29/1/2017).

Cawagub yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS ini menegaskan, Pemprov harus memberikan pendampingan akses Bank DKI agar dapat menentukan sikap terhadap para UMKM yang membutuhkan modal usaha.

"Sekarang Bank DKI dibawah 5 persen untuk pembiayaan UMKM," kata politikus berdarah Gorontalo ini.

Adapun nantinya, jika Jakarta ada di bawah kepemimpinan Anies-Sandi, mereka akan menghadirkan lebih dari 25 hingga 30 persen daripada pendanaan Bank DKI untuk para pelaku UMKM. [rym]



Polisi Tangkap Ibu Hamil Sedang Konsumsi Sabu

Polisi Tangkap Ibu Hamil Sedang Konsumsi Sabu

INILAHCOM, Jakarta - Seorang ibu rumah tangga kedapatan sedang mengonsumsi sabu di rumahnya Jl Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Padahal ibu berinisial ST (36) itu tengah hamil enam bulan.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan pihaknya mengamankan ibu beranak empat itu berkat adanya informasi dari masyarakat.

Diduga, ST mengalami stres setelah sang suami ditahan di penjara. "Pelaku sedang hamil anak yang ke lima. Suaminya ditahan di Rutan Cipinang karena kasus sabu," ujarnya, Senin (30/1/2017).

Dari tangan ST, pihaknya menyita barang bukti sabu sisa pakai seberat 0,2 gram dan kini masih ditelusuri darimana mendapat barang haram tersebut.

"Dia (ST) saat ini masih diperiksa oleh anggota Polsek Menteng," tandasnya. [ton]



Minggu, 29 Januari 2017

Ini Alasan Jumlah DPT Jakpus Paling Sedikit

Ini Alasan Jumlah DPT Jakpus Paling Sedikit

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilkada DKI 15 Februari 2017.

Adapun hasil rekapitulasi DPT oleh KPU DKI Jakarta tersebut tercatat, Kepulauan Seribu 17.415 pemilih, Jakarta Barat 1.652.051, Jakarta Timur 2.006.397, Jakarta Utara, 1.091.874, dan Jakarta Pusat 747.152. Berdasarkan jumlah di atas, Jakarta Pusat lebih sedikit ketimbang wilayah lainnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Jakarta Pusat Arif Bawono tak menampik mengenai hal itu. Mengingat Jakarta Pusat tergolong wilayah heterogen sehingga disibukan dengan berbagai aktivitas.

"Karena masyarakat Jakpus dari elit banget sampe bawah banget kan ada," ujar Arif, Senin (30/1/2017).

Kendati demikian, lanjut Arif, pihaknya terus melakukan berbagai terobosan guna menstimulan para pemilih agar menggunakan hak pilihnya pada Pilkada DKI 15 Februari 2017 mendatang.

"Segala macam sosialisasi terus, jadi tiap hari teman-teman kelurahan turun terus ke Rw-Rw untuk sosialisasi supaya partisipasi pemilih meningkat," pungkasnya. [rok]



Ratusan Surat Suara Jakarta Pusat Rusak

Ratusan Surat Suara Jakarta Pusat Rusak

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Jakarta Pusat Arif Bawono memastikan penghitungan surat telah rampung dan saat ini sedang persipan untuk diserahkan ke seluruh tempat pemilihan suara yang tersebar di wilayah administrasinya.

"Petugas yang hitung teman-teman dari PPK dan PPS kecamatan dan kelurahan," kata Arif, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/1/2017).

Kendati demikian, lanjut Arif, ada ratusan surat suara yang rusak. Pihaknya segera melakukan proses tahapan pergantian surat suara yang bakal digunakan pemilih pada Pilkada DKI 15 Februari 2017.

"Untuk rusaknya seperti apa nanti bisa dilihat ke gudang dan difoto, target pergantian informasinya minggu ini," tandansya. [rok]



Hujan Masih Selimuti Jakarta Hari Ini

Hujan Masih Selimuti Jakarta Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Hujan masih berpotensi mengguyur seluruh wilayah Ibu Kota Jakarta dan wilayah sekitar sepanjang hari ini, Senin, 30 Januari 2017.

Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan akan turun di hampir seluruh wilayah Ibu Kota, kecuali Jakarta Pusat yang dikabarkan berawan tebal. Pagi ini, hujan juga mengguyur wilayah sekitar Ibu Kota, seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Hujan masih berpotensi terjadi hingga siang hari dengan intensitas beragam, mulai dari hujan ringan hingga disertai petir.

Beranjak malam hari, hujan ringan berpotensi turun di hampir seluruh wilayah di Jabodetabek. Namun, untuk wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan  Kepulauan Seribu dilaporkan berawan.

Adapun suhu udara berkisar pada 22-33 derajat celsius, dengan kelembaban udara beragam pada rentang 60-100 persen.



Puluhan Ribu Pendukung & PKS Padati GOR Sumantri

Puluhan Ribu Pendukung & PKS Padati GOR Sumantri

INILAHCOM, Jakarta - Kampanye akbar Pasangan Calon nomor urut 3, Anies-Sandi yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Soemantri di Jalan Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Seatan pada Minggu (29/1/2017) di hadiri oleh ribuan pendukung.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, ‎Sahkir Poernomo menjelaskan, bahwa sampai siang ini, massa yang sudah hadir di lokasi berjumlah 15 ribu orang. "‎Ini 15 ribu orang berasal dari lima Kotamadya DKI," ungkap Sahkir.‎

Untuk diketahui, acara yang diselenggaran itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufrie, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden PKS, Moh Sohibul Iman. [*]

 

 



Jadi Gubernur, Anies Berjanji Kunjungi Seluruh RW

Jadi Gubernur, Anies Berjanji Kunjungi Seluruh RW

INILAHCOM, Jakarta - Cagub Anies Baswedan menghadiri kampanye akbar bertemakan "Dukungan Perempuan untuk Maju Kotanya dan Bahagia Warganya" di GOR Remaja Jakarta Utara, Jl. Yos Sudarso, Minggu (29/1/2017).

Kampanye yang dipadati oleh ribuan pegiat perempuan se-Jakarta tersebut dihadiri pula oleh Prabowo Subianto, Mardani Ali Sera, dan Cawagub Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menuturkan bahwa terdapat lebih dari 2700 RW di Jakarta. "Namun selama ini, tidak semuanya dapat dikunjungi," terang Anies.

Mantan ketua komite etik KPK tersebut kemudian berkomitmen akan mengunjungi semua RW di Jakarta apabila dirinya terpilih sebagai Gubernur dalam pilkada nanti. "Insya Allah apabila diamanatkan, dalam waktu lima tahun semua tempat itu akan dikunjungi satu per satu," tegas Anies.

Anies yang juga didampingi istrinya Fery Farhati menyatakan bahwa amanahnya sangat besar karena keberpihakan atas kepemimpinannya jelas pada keadilan dan kesejahteraan rakyat. "Amanat ini memang tidak kecil. Namun akan terasa ringan apabila kita menjalaninya bersama-sama," tandasnya. [*]

 



Prabowo: Anies dan Sandi Bukan Anak Kemarin Sore

Prabowo: Anies dan Sandi Bukan Anak Kemarin Sore

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra menyampaikan orasinya di hadapan ribuan pegiat perempuan se-Jakarta, GOR Remaja Jakarta Utara, Jl. Yos Sudarso, Jakarta pada Minggu (29/1/2016).

Forum yang bertema "Dukungan Perempuan untuk Maju Kotanya dan Bahagia Keluarganya" ini turut dihadiri oleh Paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, Susi Barbara (Ketua PIRA DKI) serta Sholikhah (Ketua Sayap Perempuan PKS).

Prabowo mengutarakan bahwa Gerindra dan PKS telah menghadirkan putra-putri terbaik  di Indonesia untuk Pilkada Jakarta. "Anies dan Sandi dua orang uang akhlaknya baik. Mereka berdua adalah orang cerdas dengan gagasan yang baik," terang Prabowo.

Anies dan Sandi, sambung Prabowo memiliki track record yang baik dan bukan anak kemarin sore. "Mereka berdua memang masih muda tapi berkarya untuk republik ini. Anies misalnya telah membuat gerakan Indonesia Mengajar," tandas Prabowo.

Menguatkan kembali barisan relawan dan pendukung perempuan Jakarta, Prabowo berujar bahwa Pilkada Jakarta 2017 adalah kesempatan memperbaiki yang harus diperbaiki. Prabowo menilai bahwa aroma dan getaran kemenangan sudah begitu terasa di paslon nomor tiga tersebur

"Nomor tiga adalah lambang dari Kebenaran, kejujuran dan keadilan. Ini adalah perjuangan suci untuk perjuangan Indonesia. Sampai bertemu di TPS kemenangan Indonesia," tegas Prabowo yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah. [*]



Majelis Taklim: Jadikan Jakarta Kota Pendidikan

Majelis Taklim: Jadikan Jakarta Kota Pendidikan

INILAHCOM, Jakarta - Forum Ustadzah dan Majelis Taklim se-Jakarta mengadakan tabligh akbar yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur, pada Minggu (29/1/2917).

Kegiatan ini dimeriahkan dengan hadirnya Anies Baswedan bersama Istri, Fery Farhati, juga beberapa politisi PKS antara lain Hidayat Nur Wahid, Mardani Ali Sera, Sohibul Iman, dan Muzammil Yusuf.

Ustazah Atifah Hasan sebagai koordinator ustazah se-DKI menyatakan kegiatan ini sekaligus pernyataan dukungan dan tekad untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi. "Ibarat mangga, Anies Sandi ini matang dan manis. Enak dimakan. Bukan mangga muda atau mangga yang sudah terlalu lama," ujar Atifah.

Atifah melanjutkan keinginan Majelis Taklim se-Jakarta agar Jakarta menjadi kota pendidikan. "Kita miris terhadap generasi penerus. Jangankan yang sekolah, yang tidak sekolah saja suka nongkrong di mall, di billiard," terang Atifah.

Atifah menyampaikan bahwa anak-anak di Jakarta diharapkan mendapatkan pendidikan agama yang baik dalam kepemimpinan Anies. "Tolong canangkan kalau jadi Gubernur, anak-anak di jalanan itu kalau maghrib duduk bersujud ke masjid bukannya joget. Ingat, mengajari anak itu gampang tapi mendidik anak itu susah," tandasnya yang diamini hadirin.(*)



Lewat Debat, Warga Mendengarkan Visi Misi Calonnya

Lewat Debat, Warga Mendengarkan Visi Misi Calonnya

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan debat masih menjadi acuan para pemilih untuk menentukan pilihannya. Termasuk juga debat Cagub Cawagub DKI Jakarta yang putaran kwduanya diselenggarakan di Hotel Bidakara Jumat (27/1/2017).

"Kita yakin warga jakarta peduli terhadap debat,mereka mau mendengarkan visi misi dan program kerja yang dibawa calon gubernurnya," ujar Anies saat berkampanye di daerah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (28/1/2017).

Kepedulian itu diwjudkan dari respon setelah debat. Anies sendiri mengaku senang bahwa penampilannya pada debat putaran kedua mendapat sambutan positif dari warga, salah satunya dari pengguna media sosial.

"Respon di sosial media sangat positif sekali, kita lihat nitizen merespon debat dari paslon no urut 3 dengan tone yang positif," terang mantan reltor Universitas Paramadina itu.

Ke depan Anies Sandi akan tetap berkomitmen mendatangi denat siapapun yang mengadakan. Sebab, Anies menilai debat bukanlah sebuah kewajiban yang harus didatangi dengan penuh beban.

"Kami tidak melihat debat sebagai kewajiban kami melihat debat sebagai hak warga jakarta yang harus kami penuhi karena warga jakarta berhak tahu pemimpinnya, rencananya track recordnya," papar Anies. [*]

 



Anies: Kami Bukan Menantang Tapi Gantikan Petahana

Anies: Kami Bukan Menantang Tapi Gantikan Petahana

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta menjawab pertanyaan salah satu media bahwa dia dinilai selalu menyerang kepemimpinan calon petahana. Muncul pertanyaan apakah Anies Sandi akan menjadi penantang bagi petahana?

"Kami bukan menantang, tetapi kami menggantikan petahana," tegas Anies menjawab pertanyaan wartawan ketika blusukan di darrah Kapuk, Cengkareng, Jakbar, Sabtu (28/1/2017).

Mantan Mendikbud itu melanjutkan statmentnya untuk menggantikan petahana pada acara deklarasi dukungan alumni UI di hotel Sofyan Inn, Tebet pada hari yang sama. Dia memberikan alasan bahwa petahan sudah tak layak dipertahankan. "Kita sudah paparkan raport kerja birokrasi Jakarta di saat kepemimpinan petahana yang nilainya merah semua," paparnya.

Maka dari itu Jakarta perlu diperbaiki, dengan program yang dapat membawa perubahan besar untuk memperbaikinya. Dan pasangan Anies Sandi adalah sosok paling tepat untuk mengemban tugas itu. "Jakarta harus dibebaskan dari kotak-kotak, dan petahana kita cukupkan tugasnya sampai disini," tandasnya. [*]



Guru SMP Anies: Saya Haru dan Bangga

Guru SMP Anies: Saya Haru dan Bangga

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada sosok Sudjono Ragil Santoso dalam debat Cagub Cawagub putaran kedua di Hotel Bidakara, Jumat (26/1/2017).

"Maturnuwun Pak Djono yang sudah mengajari saya kepemimpinan sejak SMP," ungkap Anies dalam acara yang disiarkan live dan disaksikan seluruh masyarakat Indonesia itu.

Sudjono yang merupakan guru BK sewaktu Anies masih duduk di SMP  Yogyakarta itu kebetulan diundang jauh dari Yogyakarta dan hadir dalam acara tersebut. "Anies merasa lebih percaya diri kalau ditungguin saya," celetuknya saat ditemui di ruang makan setelah acara.

Pria yang akrab disapa Pak Djono itu, mengaku sangat terharu ketika namanya disebut oleh Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu saat debat putaran kedua. Bahkan dia mengaku tak dapat menggambarkannya dengan kata-kata. "Sulit untuk diceritakan dengan kata-kata, adanya hanya bangga campur haru saja," kata Djono dengan mata yang sedikit berlinang mengingat ucapan Anies.

 

Pak Djono sama sekali tak menyangka bahwa Anies masih mengingat apa yang dia ajarkan dulu. "Ada gitu ya siswa yang sudah jadi orang hebat, tapi masih mengingat gurunya," ucap Djono, saat menemani Anies blusukan, Sabtu (28/1/2017).

Pria 60 tahun ini berharap jika nanti anak didiknya diamanahkan untuk memimpin Jakarta, maka pimpinlah Jakarta dengan Iman dan Ahlak. "Jadilah pemimpin yang mengedepankan iman dan ahlak, karena memimpin dengan iman dan akhlak akan menjadikanmu kuat," pesan Pak Djono. [*]



Anies Baswedan Apresiasi Kinerja Kader Jumantik

Anies Baswedan Apresiasi Kinerja Kader Jumantik

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kinerja para kader Jumantik saat mengunjungi daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Sabtu (28/1/2017). Sebab berkat para kader ini warga Jakarta terhindar dari bahaya demam berdarah.

"Para ibu kader jumantik inilah bentuk nyata dari pelayanan kesehatan sehingga kita harus berterima kasih kepada mereka," jelas Anies.

Anies sendiri memiliki rencana untuk menambah dan memberdayakan para tenaga medis ke rumah warga,bahkan ke depannya bukan hanya kader Jumantik, melainkan ada tenaga pemeriksa kesehatan masyarakat yang akan keliling ke rumah warga.

"Sehingga mereka akan mendeteksi dini penyakit yang berbahaya sebelum menjadi parah," kata Anies.

Mendengar Anies berterima kasih kepada para tenaga medis door to door membuat salah satu Kader Jumantik, Ibu Yola mengatakan sangat bangga telah berpartisipasi dalam mencegah demam berdarah di masyarakat.

"Saya merasa hasil kerja kami para kader Jumantik dihargai mas, semoga ke depannya para tenaga medis keliling lebih diperhatikan," kata Yola. [*]

 



KPAI Harap Muncikari di Taman Sari Dihukum Berat

KPAI Harap Muncikari di Taman Sari Dihukum Berat

INILAHCOM, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengatakan mengenai modus perekrutan anak di bawah umur yang dijadikan PSK di Taman Sari Jakarta Barat kerap terjadi di kota besar.

"Perekrutan para mucikari bisa melakukan berbagai tipu daya dan rayuan hingga akhirnya anak di bawah umur mau dijadikan PSK," ujar Rita saat dihubungi wartawan, Minggu (29/1/2017).

Mendapat rayuan tersebut, lanjutnya, si anak menjadi berfikir instan dan tidak melihat dampak dan bahaya nasibnya.

Selain dijerat UU Perlindungan anak, pihaknya berharap muncikari dijerat Undang- Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Karena ini sudah kasus trafficking. KPAI mendukung itu harus dihukum seberat-beratnya," ungkapnya.

Diketahui, Polsek Metro Taman Sari berhasil mengungkap sindikat pelacuran anak di bawah umur. Para korban masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Korban berinisial  DA dan Y. Ia masih berumur 15 dan 16 tahun dan statusnya masih pelajar SMP di Jakarta. [ton]



Sabtu, 28 Januari 2017

Pedagang Ayam Ting-ting Ingin Ikut OK OCE

Pedagang Ayam Ting-ting Ingin Ikut OK OCE

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan mampir ke sebuah gerobak penjual jajanan ayam ting-ting saat berkampanye di daerah Jati Padang Pasar Minggu, Sabtu (28/1/2017).

"Ini berapaan kalau beli lima tusuk," tanya Anies kepada pedagang jajanan yang terbuat dari ayam ditusuk stik itu.

Anies sebenarnya ingin membeli jajanan tersebut karena memang dalam kampanye itu dibarengi bazaar yang diadakan oleh warga Jati Padang , tetapi sang pedagang yang bernama Ikhsan itu memberikan Ayam ting ting yang dia jual secara gratis.

"Emang gak boleh pak kalau saya ngasih gratis ke Pak Anies," celutuk Ikhaan karena tahu Pak Anies hendak membayar jajanan itu.

Menurut Ikhsan dia memberikan jajanan itu secara sukarela sebagai wujud harapan kepada Anies tentang nasib pedagang kecil yang membutuhkan perhatian dari pemerintah. "Pengennya kita diperhatikan mas, jangan digusur melainkan kita diberikan tempat jualan," ucapnya setelah Anies pergi.

Pria 32 tahun itu mengaku sangat setuju dengan program Anies Sandi mengenai kewirausahaan, salah satunya OK OC. Bahkan Ikhsan optimis untuk bergabung dalam program itu.

"Pengen mas kalau bisa ikutan lumayan dibantuin modal sama pendampingan biar usaha saya makin berkembang," tandas pedagang yang sudah berjualan sejak 3 tahun itu. [*]



Anies Paparkan Latar Belakang Indonesia Mengajar

Anies Paparkan Latar Belakang Indonesia Mengajar

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan kembali kisahnya ketika membuat gerakan Indonesia Mengajar. Hal itu ia ungkapkan kepada Ralph Tampubolon dalam interview bersama Channel News Asia di kediamannya Sabtu pagi (28/1/2017).

Menurut Anies dirinya tak menyangka program itu akan begitu berhasil. Sebab latar belekang gerakan Indonesia mengajar adalah mediatribusikan pendidikan yang merata ke seluruh Indonesia. "Banyak daerah di Indonesia yang kekeurangan guru berkulitas dengan infrastruktur sekolah yang serba terbatas pula," ungkap Anies saat ditanya mengenai latar belakang gerakan Indonesia Mengajar.

Niat untuk mendistribusikan pendidikan ternyata memiliki efek yang sangat besar kepada kehidupan dan masa depan anak-anak di daerah, terlebih yang berada di pelosok Indonesia.

"Dengan mengirim guru ke daerah-daerah di Indonesia yang ternyata tak hanya mendistribusikan pendidikan, tetapi mendiatribusikan masa depan bangsa," jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelasakan yang dikirim merupakan guru muda yang masih minim pengalaman. "Justru itu mereka menawarkan cara mengajar yang baru, beda dan menyegarkan," ucap Anies lagi.

Anies yang juga menjadi inisiator gerakan itu berhasil menyakinkan para guru muda untuk datang dan mengajar ke pelosok negeri dengan penuh kebanggan. "Ini bukan tentang uang, mereka melakukannya demi kebanggaan, saya bilang ke mereka jika kamu ingin perbedaan inilah tempatnya," paparnya.

Cagub yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga mengatakan  bahwa para guru muda bukan hanya datang untuk megajar melainkan mereka juga akan belajar mengenai kepemimpinan.

"Di tempat itulah kepemimpinan mereka diuji mengenai bagaiman berkomunikasi dengan maayarakat, menyeleaaikan masalah dan lain sebagainya," tandas mantan ketua komite etik KPK itu. [*]



Soal Reklamasi, Sandi: Keadilan adalah Harga Mati

Soal Reklamasi, Sandi: Keadilan adalah Harga Mati

INILAHCOM, Jakarta - Penolakan reklamasi sudah menjadi kebijakan bagi pasangan Anies-Sandi. Namun keputusan Pemprov untuk melanjutkan reklamasi adalah bentuk tiadanya komitmen pemerintah atas keadilan di Jakarta.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan, bahwa keadilan harus menjadi harga mati di Jakarta. “Masalah rekalamasi adalah masalah keadilan,” sebut Sandi pada debat kedua pilkada DKI Jakarta 2017 di Hotel Bidakara, Jumat malam (27/1/2017).

Menurut pria kelahiran Juni 1969 itu, reklamasi yang saat ini dilakukan pemerintah Jakarta menunjukkan adanya proses yang sangat tidak berkeadilan dan jauh dari prinsip transparasi. “Keadilan di Jakarta adalah harga mati bagi kami,” ujarnya.

Pasangan nomor urut 3 ini memandang reklamasi sangat tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan cenderung tidak transparan sehingga akan banyak merugikan. “Reklamasi untuk siapa?” tanya Anies.

Apabila reklamasi, lanjut dia, dilakukan untuk masyarakat lalu diatur oleh pemerintah, itu hal yang beda. Tetapi kalau reklamasi bertujuan untuk komersil, tentu akan salah. “Jual beli privat tanpa transparansi akan dan banyak yang rugi,” tegas Anies. [*]



Bocah Terlibat Prostitusi Taman Sari Berprestasi

Bocah Terlibat Prostitusi Taman Sari Berprestasi

INILAHCOM, Jakarta - Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Nasriadi mengungkapkn, salah satu korban prostitusi anak yang berhasil diungkap pihaknya merupakan murid berprestasi di sekolahnya.

"Ada dua korban yang kita amankan yakni DA dan Y. Korban inisial DA merupakan murid dengan prestasi lumayan bagus. Itu dilihat dari nilai rapornya," ujar Nasriadi di Jakarta Barat, Sabtu (28/1/2017).

Nasriadi menambahkan, DA memilih nekat terjun ke dalam praktik prostitusi dengan motif untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. [Baca Juga: Mucikari Prostitusi Anak Diciduk di Taman Sari]

"Perbuatan tersebut sudah dilakukan sebanyak 4 kali dengan laki-laki yang berbeda beda,'' ucapnya.

Nasriadi menambahkan, dalam setiap kencannya, DA dan Y diberikan upah sebesar Rp1 juta rupiah.

"Tapi masing-masing korban hanya dapat 70 persen dari hasil uang yang didapat, 30 persennya lagi untuk mucikari," tandasnya. [rym]



Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (29/1/2017).

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Bekasi, Depok dan Bogor pada pagi, siang dan sore hari.

Sementara itu wilayah lainnya seperti Jakarta Timur dan Tangerang, meski tidak masuk wilayah dengan peringatan dini, hujan diprediksi akan tetap mengguyur sepanjang hari ini. Hanya intensitasnya yang berkisar antara ringan dan sedang.



Bocah Terlibat Prostitusi di TamanSari Berprestasi

Bocah Terlibat Prostitusi di TamanSari Berprestasi

INILAHCOM, Jakarta - Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Nasriadi mengungkapkn, salah satu korban prostitusi anak yang berhasil diungkap pihaknya merupakan murid berprestasi di sekolahnya.

"Ada dua korban yang kita amankan yakni DA dan Y. Korban inisial DA merupakan murid dengan prestasi lumayan bagus. Itu dilihat dari nilai rapornya," ujar Nasriadi di Jakarta Barat, Sabtu (28/1/2017).

Nasriadi menambahkan, DA memilih nekat terjun ke dalam praktik prostitusi dengan motif untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. [Baca Juga: Mucikari Prostitusi Anak Diciduk di Taman Sari]

"Perbuatan tersebut sudah dilakukan sebanyak 4 kali dengan laki-laki yang berbeda beda,'' ucapnya.

Nasriadi menambahkan, dalam setiap kencannya, DA dan Y diberikan upah sebesar Rp1 juta rupiah.

"Tapi masing-masing korban hanya dapat 70 persen dari hasil uang yang didapat, 30 persennya lagi untuk mucikari," tandasnya. [rym]



Mucikari Prostitusi Anak Diciduk di Taman Sari

Mucikari Prostitusi Anak Diciduk di Taman Sari

INILAHCOM, Jakarta - Polsek Metro Taman Sari berhasil mengungkap sindikat prostisusi anak di bawah umur.

Adapun para korbannya diketahui anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Korban inisialnya DA dan Y. Ia masih berumur 15 dan 16 tahun yang statusnya masih pelajar SMP di Jakarta," ujar Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Nasriadi di Jakarta Barat, Sabtu (28/1/2017).

Nasriadi menambahkan, dalam melakukan penyelidikkan kasus tersebut, pihaknya memerlukan waktu selama satu bulan.

"Penangkapan ini kami lakukan di sebuah hotel L di wilayah Taman Sari pada Kamis (26/1/2017). Dimana pelaku berinisial AD memboking 2 anak tersebut untuk melayani nafsu seksnya," ucapnya.

Melalui penyergapan itu, pihak kepolisian pun berhasil mengamankan mucikari yang terlibat di dalam sindikatnya.

"Selain itu, dalam penyergapan tersebut, kami berhasil mengamankan seorang mucikari berinisial WP dengan uang sebesar Rp 2 jt," tandasnya. [rym]



Jumat, 27 Januari 2017

Hujan Guyur Jakarta di Akhir Pekan

Hujan Guyur Jakarta di Akhir Pekan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan membasahi wilayah Jabodetabek sepanjang akhir pekan, Sabtu (28/1/2017).

Berdasarkan info dari situs resmi BMKG diketahui seluruh Jakarta akan hujan dengan itensitas ringan. Sedangkan wilayah Kepulauan Seribu mengalami hujan sedang. Begitu pula hujan lokal akan membasahi Bogor dan Depok.

Di siang hari hujan tetap akan turun. Cuaca akan sedikit berubah pada malam hari di sejumlah wilayah. Diantaranya Bekasi, Bogor, Depok, seluruh wilayah Jakarta, Kepulauan Seribu dan Tangerang. Daerah ini akan dibasahi hujan lokal.

Sementara itu, untuk suhu yang hadir di musim hujan ini setinggi 22-31 celcius dengan tingkat kelembapan 60-95 persen. [hpy]



Tawuran Pemuda Pecah di Bukit Duri

Tawuran Pemuda Pecah di Bukit Duri

INILAHCOM, Jakarta - Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengatakan telah terjadi tawuran antar pemuda di daerah Bukit Duri Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017) dini hari.

Dari info yang diposting TMC lewat akun Twitter resminya diketahui, kejadian ini terjadi sekitar pukul 00:51 dan hingga saat ini masih dalam penanganan pihak Kepolisian.

"00:51 Tawuran antar Pemuda di dkt Wisma Ciliwung Bukit Duri Tebet Jaksel & msh penanganan Polri. @jennyclaudia13," kicau @TMCPoldaMetro. [hpy]



Nasir Djamil: Warga Jakarta Butuh Pemimpin Baru

Nasir Djamil: Warga Jakarta Butuh Pemimpin Baru

INILAHCOM, Jakarta - Nonton bareng (nobar) debat publik II Pilgub DKI Jakarta tidak hanya digelar di posko pemenangan Cicurug tetapi juga di  kawasan Kalibata dan Bukit Duri. Nobar di Kalibata bahkan semakin menarik karena dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Nasir Djamil.

Nasir yang juga juru bicara pasangan Anies-Sandi mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan warga yang turut meramaikan acara nobar, Jumat malam (27/1/2017). Nasir berusaha menguatkan para relawan bahwa dari beberapa survei internal, pasangan Anies-Sandi ini yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta

 “Warga jakarta tidak menutup mata mereka bahwa ada progres pembangunan infrastruktur di DKI. Tapi mereka ternyata membutuhkan pemimpin yang memberikan keteladanan,” terang Nasir.

Wakil rakyat Dapil Aceh tersebut kemudian melanjutkan bahwa selama ini warga Jakarta merasakan gubernur yang seperti penguasa dan bukan pemimpin. “Karenanya keinginan dari Anies-Sandi adalah menjadi pemimpin yang memberikan keteladanan, pemimpin yang memersatukan,” ujar Nasir. [*]



Tim Anies-Sandiaga Surati Dukcapil Soal Suket

Tim Anies-Sandiaga Surati Dukcapil Soal Suket

INILAHCOM, Jakarta - Tim Pemenangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno meminta informasi data penerima surat keterangan (suket) kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta.

"Kami memohon informasi detail tentang suket tersebut dengan mengirimkan surat resmi ke Dukcapil, Rabu (25/1) kemarin," ujar Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pengamanan Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Yupen Hadi, di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Surat tersebut dilayangkan, karena persoalan suket menjadi salah satu isu strategi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Kedua, Bidang Advokasi dan Pengamanan Anies-Sandiaga telah melayangkan surat serupa ke KPU DKI sebelumnya, Senin (22/1/2017) kemarin. "Dan jawaban KPU, mengagetkan dan membingungkan kami. Dalam suratnya, mereka bilang belum menerima suket," beber Yupen.

Tim Pemenangan Anies-Sandiaga pun meminta selambat-lambatnya Senin (30/1) depan, Dukcapil DKI telah memberikan data penerima suket kepada KPU DKI dan pihaknya.

"Dukcapil harus mencatat ini, jika data penerima suket untuk pemilih, kedudukannya sama dengan pemilih yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang wajib diberikan kepada tim kampanye," paparnya.

"Sehingga, masuk dalam kualifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, 9, dan Pasal 17 UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," imbuh Yupen. Jika hal itu tak dipenuhi, dia mengingatkan, ada sanksi hukumannya sebagaimana tertuang dalam Pasal 52 dan Pasal 55 UU No. 14/2008. [*]