Laman

Kamis, 30 Maret 2017

Intensitas Kampanye Damai Diharapkan Meningkat

Intensitas Kampanye Damai Diharapkan Meningkat

INILAHCOM, Jakarta - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 untuk putaran dua tinggal menunggu waktu. Jelang partai puncak kontestasi politik Ibu Kota situasi dan kondisi keamanan menjadi sorotan, bukan hanya aparat keamanan tapi juga masyarakat.

Pengamat politik Ubedillah Badrun memprediksi Pilkada DKI putaran dua akan berlangsung aman dan damai. Namun, agar situasi itu terjadi ada empat syarat yang harus dilakukan, baik oleh para kontestan pilkada ataupun masyarakat.

"Pilkada DKI putaran 2 akan aman-aman saja. Tetapi ada syaratnya. Pertama, kontestan pilkada (cagub-cawagub) harus mampu menahan diri untuk tidak mengemukakan pendapat yang memicu resistensi publik. Hindari komunikasi politik terkait SARA dan provokatif," papar dia saat diminta berkomentar, Kamis (30/3/2017)

Kedua, relawan dan para simpatisan pasangan calon juga harus merespon secara rasional ketegangan politik yang tengah terjadi di Ibu Kota. Yang tak kalah penting, sambung dia, masyarakat harus bekerja sama membangun kampanye damai.

"Ketiga, kelompok civil society perlu meningkatkan intensitas kampanye damai dan kampanye tolak pemilu curang. Keempat, media sebagai pilar demokrasi perlu merawat objektivitas untuk pilkada damai," jelasnya.

Apa yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta ini pun sejalan dengan imbauan dari Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. Perwira bintang dua itu juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu resitensi. [rok]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar