Laman

Rabu, 31 Juli 2019

Awal Bulan Agustus, Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Awal Bulan Agustus, Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Ibu Kota Jakarta cerah berawan pada Kamis (1/8/2019).

Berdasarkan informasi dari BPBD DKI Jakarta, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diperkirakan cuaca cerah berawan dari pagi hingga dini hari.

Kemudian, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur juga diprediksi cuaca dari pagi sampai dini hari nanti cerah berawan.

Selanjutnya, wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga tampaknya bakal cerah berawan dari pagi sampai dini hari nanti.[ris]



WNA Pencari Suaka Pesta Seks di Hotel di Jakpus

WNA Pencari Suaka Pesta Seks di Hotel di Jakpus

INILAHCOM, Jakarta - Petugas Satpol PP Sawah Besar mengamankan sejumlah WNA asal Afghanistan ditangkap saat tengah pesta sex di sebuah hotel di Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Nahasnya para pelaku merupakan pencari suaka yang tengah berada di Indonesia.

Tak hanya demikian ada pula WNA asal Afrika yang turut diamankan. Bahkan saat ditangkap para pasangan asal Afghanistan dan Afrika itu dalam keadaan bugil. Lurah

Kartini, Samuel mengatakan, penggerebekan ini dilakukan karena laporan dari masyarakat banyaknya keluhan.

"Kami bawa ke Imigrasi untuk proses lebih lanjut," kata Samuel, Rabu (31/7/2019).

Samuel menambahkan, saat ini para WNA itu sudah diamankan ke Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat guna diperiksa lanjut. [adc]



Sidang Gugatan Reklamasi Lanjut Pekan Depan

Sidang Gugatan Reklamasi Lanjut Pekan Depan

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan kembali melanjutkan Sidang gugatan penghentian proyek reklamasi pada pekan depan.

Adapun sidang lanjutan kasus tersebut digelar hari ini, Rabu (31/7/2019) dengan agenda pembacaan jawaban Pemprov DKI atas gugatan yang diajukan PT Jaladri Kartika Pakci terhadap SK Gubernur DKI Anies Baswedan tentang pencabutan izin reklamasi.

Jawaban Pemprov DKI dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Susilowati yang memimpin jalannya persidangan. Sebelumnya, jawabannya Pemprov DKI menegaskan pencabutan izin reklamasi tak melanggar hukum.

Setelah membacakan jawaban Pemprov DKI, Susilowati memutuskan untuk menunda proses persidangan dengan objek sengketa Nomor 409 Tahun 2018 itu.

“Sidang akan dilanjutkan pada 7 Agustus 2019,” ujar Hakim Ketua di ruang persidangan, Rabu (31/7/2019).

Ia mengatakan, sidang selanjutnya ialah pembacaan replik oleh PT. Jaladri Kartika Pakci selaku pihak penggugat dalam perkara ini.

“Agenda sidang selanjutnya, pembacaan replik oleh penggugat secara tertulis atas argumen Pemprov DKI,” tandasnya. [adc]



Pemprov DKI Sebut Tak Salahi Aturan Soal Reklamasi

Pemprov DKI Sebut Tak Salahi Aturan Soal Reklamasi

INILAHCOM, Jakarta -Sidang gugatan penghentian proyek reklamasi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta digelar hari ini, Rabu (31/7/2019).

Adapun agenda sidang hari ini ialah pembacaan jawaban Pemprov DKI atas gugatan yang diajukan PT Jaladri Kartika Pakci terhadap SK Gubernur DKI tentang pencabutan izin reklamasi.

Jawaban Pemprov DKI atas gugatan PT Jaladri Kartika Pakci dibacakan Hakim Ketua Susilowati. Tampak pula mendampingi yakni dua orang Hakim Anggota Taufik Perdana serta Edi Septa Surhaza.

Melalui jawaban pada persidangan,  Pemprov DKI selaku pihak tergugat menilai gugatan atas SK Gubernur DKI tentang pencabutan izin reklamasi kedaluwarsa.

"Eksepsi mengenai gugatan penggugat kedarluwarsa. Yang kedua eksepsi terkait penggugat tidak memiliki kepentingan hukum yang dirugikan," jelas Susilowati.

Selain itu, Pemprov DKI juga menjelaskan perihal kewenangan Gubernur DKI Anies Baswean mencabut izin reklamasi yang telah diterbitkan.

Dibacakan Susilowati, Pemprov DKI menilai SK Gubernur DKI tentang pencabutan izin reklamasi tidak bertentangan dengan putusan yang telah ditetapkan.

Melalui jawabannya, Pemprov DKI selaku tergugat berwenang mengeluarkan obyek sengketa. “Bahwa menurut tergugat obyek sengketa diterbitkan tidak bertentangan dengan putusan yang telah di-rate," lanjut Hakim Ketua.

Dengan demikian, Pemprov DKI merasa tidak perlu memberikan peringatan kepada PT Jaladri Kartika Pakci sebelum menerbitkan SK pencabutan izin reklamasi.

"Selanjutnya penerbitan obyek sengketa dapat dilakukan tanpa harus memberikan peringatan sebanyak 3 kali seperti yang terdapat dalam Pasal 20 ayat 2 Perpres Nomor 122 Tahun 2012," lanjutnya.

Selanjutnya, Pemprov DKI selaku tergugat juga menguraikan dalam pokok perkara penggugat tidak melaksanakan kewajiban yang ditetapkan sebagaimana dalam SK 2269 Tahun 2015.

“Sehingga SK Nomor 2269 Tahun 2015 tersebut menjadi cacat substansi dan dicabut dengan diterbitkannya obyek sengketa," tandasnya. [adc]



Anies Apresiasi Kritik Bestari Soal Sampah DKI

Anies Apresiasi Kritik Bestari Soal Sampah DKI

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi kritik yang disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DKI, Bestari Barus soal langkahnya yang dinilai tak tegas dalam menangani persoalan sampah di Ibu kota.

Anies menyebut, kritik Bestari sebagai bentuk perhatian terhadapnya sebagai pemimpin DKI. Ia meminta Bestari untuk mempercayakan sepenuhnya terkait masalah penanganan sampah pada pihaknya.

"Kami apresiasi pada perhatian dan lain-lain. Kemudian, biarlah Jakarta diurus oleh DPRD Jakarta dan Pemprov Jakarta,” ujar Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Lebih jauh, ia menganggap wajar kritik tersebut yang dianggapnya sebagai bentuk perhatian Bestari yang sebentar lagi akan pensiun dari jabatannya.

“Mungkin Pak Bestari itu lagi siap-siap mau pensiun. Ya, kami apresiasi perhatiannya,” ucap mantan Mendikbud ini santai.

Diberitakan, saat Bestari melakukan kunjungan ke Surabaya, ia mengatakan kepada Wali Kota Tri Rismaharini untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI pada Pilkada mendatang agar bisa menyelesaikan masalah sampah.

Menyikapi hal ini, Anies menilai pernyataan Bestari yang terkesan menyerang dan menyalahkannya ini salah alamat. Menurutnya, masalah sampah di DKI sudah terjadi sejak pemerintahan sebelumnya.

Justru, lanjut Anies, saat ini pemprov DKI tengah menyiapkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang tak dilakukan pemerintahan sebelumnya. [adc]



Polantas Gadungan Gasak Motor di 3 Pospol di Jakut

Polantas Gadungan Gasak Motor di 3 Pospol di Jakut

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria berinisial AS (22) karena mencuri kendaraan bermotor di tiga Pos Lantas di kawasan Jakarta Utara.

Tiga pos lantas itu yakni Pos Lantas Mall of Indonesia (MOI), Pos Lantas Permai, dan Pos Lantas Bintang Mas.

AS berhasil menjalankan aksinya karena ia menyamar dan menggunakan seragam Polisi LaluLintas. Ia pun dibantu empat rekannya, masing-masing berinisial MS, SS alias Gedek, RA, dan IA dalam menjalankan aksinya. Mereka telah beraksi sejak April 2019.

"Kendaraan bermotor yang dicuri merupakan kendaraan bermotor hasil tilang anggota lantas dan ada juga motor dinas milik anggota polisi," katanya di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Argo menjelaskan, kelima tersangka memiliki peran yang berbeda-beda saat beraksi.

AS berperan sebagai pengatur rencana pencurian kendaraan bermotor. Ketika menjalankan aksinya, AS selalu mengenakan pakaian polisi lalu lintas untuk mengelabui masyarakat.

"Tersangka AS berpakaian satu set lengkap pakaian dinas lantas agar terlihat seolah-olah yang mengambil motor adalah anggota polisi lalu lintas," ungkap Argo.

Sementara itu, keempat tersangka lainnya berperan membantu AS. Argo mengungkapkan, ada tersangka yang mengawasi lingkungan sekitar agar tidak dicurigai oleh masyarakat, ada yang membantu mendorong motor hasil curian, dan ada pula yang membantu memasukkan motor ke dalam mobil.

"Dalam melakukan tindak pidananya, para tersangka biasanya menggunakan mobil seperti Toyota Fortuner, Honda BRV, dan Toyota Kijang Inova. Mobil tersebut merupakan hasil rental di kawasan Koja," ungkap Argo.

Selanjutnya, motor hasil curian itu dijual kepada tersangka S dan AK. Saat ini, kedua penadah itu masih berstatus buron.

"Hasil penjualannya dibagi ke tersangka lainnya juga untuk kehidupan sehari-hari," tandasnya. [adc]



Anies Siapkan Roadmap Pengelolaan Sampah di DKI

Anies Siapkan Roadmap Pengelolaan Sampah di DKI

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan sejak awal memimpin DKI, dirinya sudah memikirkan solusi untuk mengatasi persoalan sampah.

Anies mengungkapkan, dirinya bahkan sudah menyiapkan sistem pemetaan atau roadmap pengelolaan sampah yang bakal dieksekusi dalam waktu dekat.

Hal ini menyikapi kritik Ketua Fraksi Partai NasDem DKI, Bestari Barus yang mengkritik Anies dalam mengatasi masalah sampah karena Pemprov baru terpikir membangun tempat pembuangan akhir (TPA) tahun depan.

"Sekarang kami sedang menyiapkannya. Sesudah dibuat roadmap pengelolaan sampah selesai, akan langsung kita laksanakan," ujar Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Justru, dirinya mengkritisi pemerintahan sebelumnya yang hanya memungut sampah hingga menumpuk dibuang ke TPA Bantargebang.

"Apa yang dikerjakan selama ini di Jakarta hanya memungut sampah bukan mengelola sampah. Kami mau mengelola, artinya dari mulai sumbernya sudah mulai ditata," tandasnya. [adc]



Langkah Anies Hadapi Sidang Gugatan Kualitas Udara

Langkah Anies Hadapi Sidang Gugatan Kualitas Udara

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat akan menyidangkan gugatan kelompok masyarakat Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibukota) terhadap Gubernur Anies Baswedan, Kamis (1/8/2019).

Melalui gugatan yang diterima PN Jakpus Kamis (4/7) dengan Nomor Perkara 374/Pdt.G/LH/2019/PN.Jkt.Pst itu, tidak hanya Anies yang digugat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Banten Wahidin Halim juga masuk pihak yang digugat.

Gugatan disampaikan lantaran dinilai para pemimpin lalai menjaga kualitas udara dan lingkungannya, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Menyikapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapinya dengan tenang. Ia menyebut selama ini pihaknya sudah biasa digugat oleh masyarakat.

"DKI rutin menerima gugatan itu. Memang dalam musim panas seperti ini, kualitas udara di Jakarta memang bisa dibilang poluted,” kata Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Saat ditanyakan kemungkinan dirinya akan hadir dalam sidang esok, ia tak menjawabnya secara gamblang. Namun, dirinya memastikan sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menyikapinya.

“Sudah kami siapkan dan nanti saya umumkan kalau sudah lengkap. Nanti akan kita gunakan langkah-langkah untuk menangani ini. Memang biasanya saya datang sendiri (kalau ada gugatan)?” tuturnya. [adc]



Soal Sampah, Anies Singgung Gubernur Sebelumnya

Soal Sampah, Anies Singgung Gubernur Sebelumnya

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons ktitik Ketua Fraksi Partai NasDem DKI yang menyalahkannya soal permasalahan sampah di ibu kota.

Diketahui, saat Bestari berkunjung ke Surabaya, ia mengatakan kepada Wali Kota Tri Rismaharini untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI pada Pilkada mendatang agar bisa menyelesaikan masalah sampah.

Anies menilai pernyataan Bestari yang terkesan menyerang dan menyalahkannya ini salah alamat. Menurutnya, masalah sampah di DKI sudah terjadi sejak pemerintahan sebelumnya.

“Pak Bestari menyerang gubernur sekarang, lupa ini menyerang gubernur-gubernur sebelumnya juga tuh," ujar Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Ia menegaskan justru saat ini dirinya tengah berusaha menangani masalah sampah semaksimal mungkin dengan melakukan berbagai inovasi, salah satunya membangun pengelolaan Intermediate Treatment Facility (ITF).

“Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengelolaan ITF. Sekarang mulai ada ITF dan sedang diproses. Di Bantargebang, sekarang ada pengelolaan sampah dari sampah menjadi energi. Dulu itu belum ada. Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin,” tuturnya. [adc]



HUT Gandhi Ke-150, Anies Ajak Anak Bersepeda

HUT Gandhi Ke-150, Anies Ajak Anak Bersepeda

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda santai bersama anaknya, Mikail Azizi Baswedan, Rabu (31/7/2019).

Kegiatan bersepeda Anies dan sang anak ini dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-150 Mahatma Gandhi. Gandhi dikenal sebagai tokoh besar yang berperan dalam berdirinya negara India.

Anies juga bersepeda santai bersama Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat dalam kegiatan ini. Gubernur DKI pun mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini

"Sepeda tidak bisa dilepaskan dari sosok Gandhi selama beraktivitaa. Ketika hidup di Ahmadabad, dia bersepeda. Sepeda bagian dari dirinya," ujar Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Ia menambahkan, bersepeda harus senantiasa rutin dilakukan warga DKI lantaran dinilainya sebagai salah satu transportasi yang ramah lingkungan.

"Gandhi adalah salah satu tokoh besar dunia. Pesan dan perjalanan hidup Gandhi menginspirasi jutaan manusia di dunia," pungkas mantan Mendikbud ini. [rok]



Selasa, 30 Juli 2019

Nunung Kenal Kurir Sabu dari Anggota Keluarganya

Nunung Kenal Kurir Sabu dari Anggota Keluarganya



INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvjin Simanjuntak mengatakan pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung mengenal tersangka Hadi Moheriyanto, pemasok sabu, dari salah satu keluarganya.

"Perkenalan antara Hadi dengan Nunung sudah satu tahun yang lalu. Diperkenalkan oleh salah satu keluarga Nunung," katanya, Rabu (31/7/2019).

Calvijn menjelaskan, fakta tersebut diketahui seusai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Nunung. Dalam pemeriksaan itu, Nunung hanya menyebut ia baru aktif memesan sabu pada Hadi terhitung sejak beberapa bulan terakhir.

"Perkenalan antara TB (Hadi Moheriyanto) dengan NN (Nunung) sudah satu tahun lalu. Tapi sesuai dengan keterangannya NN yang sudah tertuang di BAP, mulai intens memesan sejak 6 bulan lalu," sambungnya.

Nunung ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan bersama suaminya, July Jan Sambiran. Saat polisi menggerebek, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,36 gram.

Nunung mengaku sudah memesan 10 kali dalam waktu 3 bulan kepada sang kurir bernama Hadi Moheriyanto alias Hery yang lebih dahulu ditangkap. Setelah melakukan pemeriksaan, Nunung sudah mengkonsumsi narkoba selama 20 tahun, ssdangkan suaminya sudah selama 24 tahun.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mereka juga terbukti positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan. [rok]



Tabrakan Beruntun di Tubagus Angke, Satu Luka

Tabrakan Beruntun di Tubagus Angke, Satu Luka

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan bermotor terjadi di jalan layang Tubagus Angke, Jakarta Barat, Rabu (31/7/2019) pagi.

Kecelakaan berawal ketika pengendara sepeda motor Honda Revo bernama Dimas Santoso (DS) menabrak sebuah mini bus yang dikendarai Erwin yang melaju dari arah yang berlawanan.

"Motor yang dikendarai DS melaju dari arah timur ke barat. Saat berada di jalan layang Tubagus Angke, dia melaju terlalu ke kanan dan menabrak mini bus yang dikendarai E. Mini bus itu melaju dari arah berlawanan dari barat ke timur," kata Nasir.

Setelah ditabrak motor, mini bus itu juga ditabrak oleh dua pengendara motor yang berada di belakangnya.

"Selanjutnya kendaraan mini bus itu juga ditabrak oleh motor yang dikendarai Erwin Hidayat (EH) dan motor yang dikendarai Ade Sofyan (AS). Mereka melaju searah di belakang mini bus itu," ungkap Nasir.

Akibat kecelakaan tersebut, DS mengalami luka pada bagian kepala dan paha. Saat ini, ia dirawat di Rumah Sakit Pluit Atma Jaya. Empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu juga mengalami kerusakan.

"Motor Honda Revo yang dikendarai DS rusak pada bagian depan, kendaraan mini bus rusak pada body depan kanan dan kaca pecah. Untuk motor yang dikendarai EH rusak pada bagian stang dan motor Yamaha Vixion yang dikendarai AS rusak pada roda depan," ujar Nasir. [rok]



2 Petugas Wanita Gagalkan Penyelundupan Sabu

2 Petugas Wanita Gagalkan Penyelundupan Sabu

INILAHCOM, Jakarta - Pada Hari Minggu (28/7) lalu petugas Rutan Cipinang  menggagalkan penyelundupan narkotika diduga sabu seberat 25 gram yang dibawa oleh oknum petugas Rutan Cipinang.

Kali ini, hal yang sama terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat. Sebanyak dua petugas perempuan yai itu, Kartika dan Desti, kembali menggagalkan penyelundupan narkoba oleh pengunjung rutan.

Diamankan deorang pengunjung perempuan berinisial HA warga Citra Indah Bukit Mahoni S-00/02 RT 03/10 Sukamaju Bogor saat membawa dua bungkus plastik berisi sabu seberat 10,5 gram.

"Kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan lokasi kejadian, lingkungan dalam, serta melaporkan penemuan ini ke Kepala Divisi Pemasyarakatan DKI Jakarta," ujar Kepala Rutan Jakarta Pusat Masjuno, Rabu (31/7/2019).

Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian guna mendalami lebih lanjut temuan tersebut.

"Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Ini bukti keseriusan kami dalam memberantas narkoba," tandasnya.

Sementara itu, terpisah saat dikonfirmadi Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afandi Eka Putra, menegaskan masih mendalami soal informasi tersebut. [rok]



BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

melansir cuaca ibukota Jakarta hari ini (Rabu, 31/7/2019) akan cerah berawan

sepanjang hari.


Sejak pagi, langit ibukota Jakarta akan cerah berawan disemua wilayah Jakarta

sampai Kepulauan Seribu. Cuaca tak berubah hingga siang, bahkan malam hari. Tak

ada tanda-tanda hujan akan turun.
 

Malam harinya, cuaca tak berbeda sampai pergantian hari atau dinihari, cuaca akan

tetap cerah berawan di semua wilayah Jakarta.
 

Sementara suhu udara rata-rata pada hari ini akan berkisar antara 23-33 derajat

celcius dengan tingkat kelembapan berkisar antara 50-80%.[Ivs].



Polisi Rekonstruksi 40 Adegan Kasus Pelawak Nunung

Polisi Rekonstruksi 40 Adegan Kasus Pelawak Nunung

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan gelar rekonstruksi kasus penyalahgunaan sabu yang menjerat pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat dan suaminya July Jan Sambiran.

Rekonstruksi tersebut dilakukan langsung di kediaman pasangan tersebut di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Agenda ini untuk mencocokan hasil rekonstruksi dengan keterangan yang tertera di berita acara pemeriksaan.

Kanit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan rekonstruksi dilakukan selama beberapa jam sekitar pukul 13.00 WIB. Rekonstruksi tersebut berlangsung sebanyak 40 adegan yang diperankan tersangka.

"Kami lakukan rekonstruksi terkait mempertegas kembali fakta yang kami dapat dari BAP [Berita Acara Pemeriksaan] tersangka dan memeriksa saksi dari kepolisian dan saksi netral, ingin kami padukan dan pertegas peran tersangka yang ada baik TB, JJ dan NN," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Proses rekonstruksi yang berlangsung pada Jumat (26/7/2019) itu dilakukan untuk mempertegas beberapa hal yang telah disampaikan tersangka saat masih proses pemeriksaan.

"Diantaranya bagaimana NN memesan 2 gram sabu dari kurir sabu berinisial TB. Dari situ diketahui tersangka NN memesan sehari sebelum sabu itu tiba di rumahnya," ujarnya.

Setelah rekonstruksi itu, para tersangka juga dilakukan uji laboratorium di Pusat Laboratorium Forensik Bareskrik Mabes Polri. Hasilnya keduanya memang terbukti menggunakan sabu berdasarkan pemeriksaan urine, rambut dan darah.

Sebelumnya, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Herry Heryawan membenarkan penangkapan Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat, Jumat (19/7/2019).

"Iya betul. Diamankan Subdit I siang tadi pukul 13:00," katanya kepada INILAHCOM.

Diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatalan pihaknya berhasil menangkap Komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

"Iya telah diamankan seorang bernama HM alias Heri alias Tabo serta pasangan suami istri komedian TRP alias Nunung dan JJS alias July dirumahnya Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan pada hari Jumat, 19 Juli 2019 jam 13.15 WIB," katanya kepada INILAHCOM.

Ia menjelaskan, Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram.

"Diamankan satu klip sabu 0.36 gram, hasil test urine positif narkotika," bebernya.



Labfor: Suami Nunung Konsumsi Sabu Sekira 31 Bulan

Labfor: Suami Nunung Konsumsi Sabu Sekira 31 Bulan

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Narkoba Puslabfor Mabes Polri Kombes Sodiq mengatakan pihaknya telah memeriksa bukti urine dan rambut milik pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat (NN) dan suaminya July Jan Sambiran (JJ) yang dikirim penyidik Polda Metro.

Dari hasil tes rambut, diketahui Nunung sudah mengonsumsi Sabu sekira 13 bulan lalu. Sedangkan July Jan diketahui lebih lama aktif konsumsi barang haram tersebut.

"Dari metode yang sama, dari panjang rambut tersangka JJ 33 centimeter, diasumsikan secara teoritikel bahwa rambut itu tumbuh antara setengah cm sampai 1,3 cm perbulan. Sehingga kalau kita asumsikan pertumbuhan rambutnya tersangka itu satu bulan 1cm maka paling tidak diprediksi JJ sudah konsumsi setidaknya 31 bulan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Ia menjelaskan, Puslabfor mulai meneliti barang bukti dari PMJ pada tanggal 23 Juli. Barang bukti yang diteliti dari  Nunung dan Jan berupa kristal putih beratnya sekitar 0.17 gram juga darah, rambut dan urine kedua tersangka.

"Walaupun sebenarnya pada saat ditangkap sudah dilakukan pengecekan urine kita coba cek lagi pada tanggal 23 itu dan nanti hasilnya positif," ujarnya..

Di sisi lain ia menjelaskan, sekarang trend penggunaan narkoba adalah menggunakan Metafetamin atau sabu karena memang trendnya di Indonesia itu ratingnya teratas.

"Rating satu. Paling banyak penggunanya termasuk di Asia itu MA (Meta) itu paling banyak penggunanya paling tinggi karena memang disamping durasi efeknya itu lebih panjang sekitar 12 jam sampai 16 jam, dibanding dengan ekstasi yang hanya sekitar 2 sampai 4 jam," paparnya.

"Disamping memang bahan pembuatannya lebih mudah daripada bikin ekstasi. Makanya banyak pabrik ilegal di Indonesia itu terkait dengan penggunaan metafitamin," sambungnya.

Terkait dengan Nunung dan Jan, ia menehaskan, barang bukti yang diterima adalah benar barang bukti tersebut jenis Metafetamin yang lumayan bagus.

"BB yang kami teliti memang MA yang lumayan bagus," ujarnya.

"Kemudian dari darah kedua tersangka, karena sudah diambil lebih dari prosesnya sebenarnya kalau kita makan itu kan barang masuk ke mulut kemudian dikunyah masuk peredaran darah kemudian akan di distribusi ke urine dibuang lewat Unite atau ada yang terdeposite ke rambut maupun kuku biasanya," sambungnya.

Kebetulan yang diperiksa Labfor adalah urine, darah dan rambut. Karena darah sudah diambil pada hari ke lima, alat sudah tidak mendeteksi barang bukti tersebut di darah kedua tersangka, kemudian di urine walaupun sudah 5 hari ternyata masih temukan dia positif mengandung metafitamin.

"Jadi dugaannya dia memang pengguna aktif yang sudah lama memakai sehingga durasinya, biasanya dalam waktu satu dua hari kalau pengguna yang tidak aktif sudah tidak kita temukan di urine, karena bb cairan yang paling bagus tuh di urine. Namun ini masih kita temukan di hari kelima masih kita temukan dan kadarnya cukup tinggi," paparnya.

Sebelumnya, Nunung ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan bersama suaminya, July Jan Sambiran. Saat polisi menggerebek, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,36 gram.

Nunung mengaku sudah memesan 10 kali dalam waktu 3 bulan kepada sang kurir bernama Hadi Moheriyanto alias Hery yang lebih dahulu ditangkap. Setelah melakukan pemeriksaan, Nunung sudah mengkonsumsi narkoba selama 20 tahun, ssdangkan suaminya sudah selama 24 tahun.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mereka juga terbukti positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan. [adc]



Polisi Ungkap Alasan Abah Grandong Makan Kucing

Polisi Ungkap Alasan Abah Grandong Makan Kucing

INILAHCOM, Jakarta - Kapolsek Kemayoran, Kompol Syaiful Anwar mengatakan Abah Grandong, pria pemakan kucing hidup disinyalir melakukan aksinya guna menakuti pemilik warung di lahan yang ia jaga.

Pasalnya, ada tiga pemilik warung tak mau tutup meski telah dipaksa agar tak membuka warung di lahan yang dijaga oleh Abah Grandong.

"Nah saat kejadian masih ada tiga warung yang beroperasi. Nah bapak itu menyuruh mematikan lampu agar tidak beroperasi tetapi salah satu warung tidak mau," kata Syaiful saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2019).

"Akhirnya bapak itu action lah disitu, diambilah kucing, dimakan. Ini loh saya jangan sampe. Buat nakut-nakutin orang yang punya warung agar segera mematikan lampu warung itu," jelasnya.

Dari apa yang dilakukan Abah Grandong, membuat pemilik warung dan beberapa orang lainnya lari berhamburan. Lantaran Abah Grandong memakan  kucing hidup-hidup.

"Ya orang itu pada takut. Beneran dimakan," pungkasnya.

Sebelumnya viral seorang pria mengenakan jaket cokelat terlihat memegang seekor kucing lalu memakannya dengan cara menggigitnya terlebih dahulu di bagian perut. Lalu ia memakan kucing tersebut. Pria yang juga mengenakan topi berwarna biru ini, terdengar suaranya seperti sedang marah. [adc]



Puslabfor: Nunung Aktif Nyabu Setidaknya 13 Bulan

Puslabfor: Nunung Aktif Nyabu Setidaknya 13 Bulan

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Narkoba Puslabfor Mabes Polri Kombes Sodiq mengatakan selain telah memeriksa bukti urine yang dikirim penyidik Polda Metro, pihaknya juga sudah memeriksa bukti rambut milik pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat (NN) dan suaminya July Jan Sambiran (JJ).

"Di rambut kami ambil rambutnya tersangka NN, itu rambutnya panjangnya sekitar 12 cm tepatnya 11.9 cm, kemudian tersangka JJ itu sekitar 33 cm," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Setelah dilakukan pengujian, diketahui benar kedua sample positif. Baik dari Nunung maupun suaminya.

"Setelah dilakukan runut dan diasumsikan secara teoritikel bahwa rambut itu tumbuh antara setengah cm sampai 1,3 cm perbulan. Sehingga kalau kita asumsikan pertumbuhan rambutnya tersangka itu satu bulan 1cm maka paling tidak dia menggunakan itu sudah 13 bulan kalau dari punyanya NN. Saya gak tau penyidik sudah nanya atau belum kapan terakhir rambutnya dipotong," katanya.

"Dari hasil pemeriksaan kita bahwa masih positif dan kita bisa mengetahui bahwa penggunaan NN ya dari rambutnya minimal sudah 13 bulan yang lalu," tegasnya.

Diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatalan pihaknya berhasil menangkap Komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

"Iya telah diamankan seorang bernama HM alias Heri alias Tabo serta pasangan suami istri komedian TRP alias Nunung dan JJS alias July dirumahnya Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan pada hari Jumat, 19 Juli 2019 jam 13.15 WIB," katanya kepada INILAHCOM.

Ia menjelaskan, Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram.

"Diamankan satu klip sabu 0.36 gram, hasil test urine positif narkotika," bebernya. [rok]



5 Hari, Metafetamin di Urine Nunung Masih Tinggi

5 Hari, Metafetamin di Urine Nunung Masih Tinggi

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Narkoba Puslabfor Mabes Polri Kombes Sodiq mengatakan pihaknya telah memeriksa urine pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat dan suaminya July Jan Sambiran.

"Kebetulan yang kami periksa adalah urine darah dan rambut. Karena darah sudah diambil pada hari ke lima, alat kami sudah tidak mendeteksi barang bukti tersebut di darah kedua tersangka," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Untuk barang bukti urine Nunung dan suami, puslabfor menemukan sesuatu yang jelas menunjukkan Nunung pengguna aktif. Dimana walaupun kondisi urine sudah 5 hari ternyata masih temukan positif mengandung metafitamin.

"Jadi dugaannya dia memang pengguna aktif yang sudah lama memakai sehingga durasinya, biasanya dalam waktu satu dua hari kalau pengguna yang tidak aktif sudah tidak kita temukan di urine, karena bb cairan yang paling bagus tuh di urine. Namun ini masih kita temukan di hari kelima masih kita temukan dan kadarnya cukup tinggi," jelasnya.

Diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatalan pihaknya berhasil menangkap Komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

"Iya telah diamankan seorang bernama HM alias Heri alias Tabo serta pasangan suami istri komedian TRP alias Nunung dan JJS alias July dirumahnya Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan pada hari Jumat, 19 Juli 2019 jam 13.15 WIB," katanya kepada INILAHCOM.

Ia menjelaskan, Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram.

"Diamankan satu klip sabu 0.36 gram, hasil test urine positif narkotika," bebernya. [rok]



Penahanan Pengemudi Fortuner Ngamuk Ditangguhkan

Penahanan Pengemudi Fortuner Ngamuk Ditangguhkan

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Unit 3 Subdirektorat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco Simbolon mengatakan penahanan terhadap pengemudi Toyota Fortuner putih yang mengamuk di Tol Pancoran arah Cawang, Jakarta, ditangguhkan.

Hal itu lantaran antara korban dan pelaku sudah sepakat berdamai. Alhasil, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Ketenagakerjaan itu pun kini sudah bisa menghirup udara bebas. 

"Iya betul. Sudah ditangguhkan penahanannya," katanya di Jakarta, Selasa (30/7/2019)

Ia menjelaskan, penangguhan penahanan ini dijamin oleh keluarga pelaku. Kini polisi tengah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan mengingat berkas sudah dikirim ke sana.

"Jadi pertimbanganya yang pertama sudah ditangguhkanlah intinya karena sudah ada perdamaian dari pihak korban juga. Yang jamin dari keluarga yah, dari istrinya," bebernya.

Sebagaimana diberitakan, pengemudi Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi B 1592 BJK itu mengamuk di tengah kemacetan Tol Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 April 2019 sekira pukul 09.00 WIB.

Pria itu murka hingga mememaki, menginjak-injak kap mesin, atap dan memukul kaca mobil Honda Brio milik pengendara lain. Tak hanya itu, pelaku juga menantang pengemudi Brio untuk keluar dan berkelahi.

Kejadian ini viral di media sosial. Usut punya usut, pria itu mengamuk lantaran tak terima mobilnya tidak bisa menyalip mobil Honda Brio di depannya. Karena kondisi saat itu sedang macet.

Saat itu, mobil Fortuner hendak menyalip lewat bahu jalan, namun tak diberi celah oleh pengendara mobil Brio.

Akhirnya, pelaku tidak bisa menyalip dan malah dihentikan polisi. Namun, polisi tak menilang karena ternyata mobil Fortuner sudah ditilang sebelumnya. [rok]



Senin, 29 Juli 2019

Ini Hasil Tes Rambut dan Darah Nunung Srimulat

Ini Hasil Tes Rambut dan Darah Nunung Srimulat

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan hasil tes rambut dan darah komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung sudah keluar. Hasil tes ini menguatkan Nunung kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu.

"Berkaitan dengan urine positif, untuk kemudian rambut juga positif. Sehingga pengguna aktif untuk narkotik jenis satu, yakni sabu," katanya di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Dia mengaku belum bisa membeberkan soal sudah berapa lama Nunung mengkonsumsi sabu. Hal tersebut akan dirinci tim Laboratorium Forensik Mabes Polri nantinya.

Dengan keluarnya hasil ini, Argo menyebut bukan berarti Nunung akan langsung direhabilitasi. Soal rehab belum jelas karena sampai sekarang Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta belum memberikan jawaban terkait assesment yang telah diajukan.

"Hasil assesment belum keluar," ungkapnya.

Diketahui, Nunung ditangkap Jumat, 19 Juli 2019 siang di kediamannya di Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan sekira pukul 13.15 WIB. Nunung tak sendiri saat diamankan polisi, dia diamankan bersama suaminya July Iyan Sambiran.

Saat diamankan polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 0,36 gram. Sebelum menciduk salah satu anggota srimulat itu, polisi lebih dulu setelah menciduk pria bernama Heri Moheriyanto yang merupakan seorang kurir narkoba.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 122 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman lima tahun penjara. Polisi juga menahan ketiganya untuk 20 hari ke depan. [rok]



BMKG: Jakarta Seharian Akan Cerah

BMKG: Jakarta Seharian Akan Cerah

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jakarta pada Selasa (20/7/2019) akan cerah sepanjang hari.

Sejak pagi, Jakarta akan cerah hingga siang hari. Suhu udara rata-rata berkisar antara 23-34 derajat celcius dengan tingkat kelembapan berkisar antara 45-85%.

Malam harinya, BMKG tetap memprediksi cuaca akan cerah tanpa awan mendung di seluruh wilayah Jakarta.[Ivs].



Minggu, 28 Juli 2019

Laka Lantas Truk & Motor di Daan Mogot, Satu Tewas

Laka Lantas Truk & Motor di Daan Mogot, Satu Tewas

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah kecelakaan terjadi di  Jalan Daat Mogot Jakarta Barat, Minggu (28/7/2019). Kecelakaan ini melibatkan satu unit truk dengan nomor polisi T 8370 TC dengan sepeda motor B 4639 KDQ. Akibat peristiwa ini satu orang tewas di tempat.

"Iya benar, kecelakaan sekitar pukul 23.18 WIB," ujar petugas call center TMC Polda Metro Jaya Satrio, ketika dikonfirmasi, Senin (29/7/2019).

Dari data yang dikumpulkan diketahui, korban tewas dalam peristiwa ini adalah pengendara motor bernama Ade Surya Purnama (23). Peristiwa ini sudah ditangani oleh laka lantas Jakarta Barat.

"Iya sesuai data, ada satu orang korban tutup usia," ucap Satrio yang mengaku belum bisa memberi info lanjut kronologis peristiwa serta dampak kerugian akibat kejadian ini. [hpy]



Sabtu, 27 Juli 2019

Pagi Ini Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

Pagi Ini Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta pagi ini, Minggu (28/7/2019) akan cerah berawan.

Lewat situs resminya, BMKG juga memprakirakan cuaca di Jakarta siang ini akan cerah. Matahari diprediksi bersinar di seluruh wilayah Ibukota.

Pada malam harinya cuaca di seluruh DKI Jakarta akan sama. Dimana, BMKG memprediksi langit Jakarta akan cerah berawan. [hpy]



Jumat, 26 Juli 2019

Anies Pertimbangkan Upacara HUT RI di Pulau D

Anies Pertimbangkan Upacara HUT RI di Pulau D

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI berencana menggelar upacara HUT RI ke-74 pada 17 Agustus nanti di Pulau D yang merupakan hasil reklamasi Teluk Jakarta.

Hal ini diketahui berdasarkan informasi dari Jakpro. Disampaikan bahwa pulau yang dinamakan Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi menjadi lokasi upacara HUT RI nanti.

Alasan diwacanakan upacara digelar di sana untuk mencitrakan Pantai Maju bisa diakses oleh publik setelah sebelumnya ramai menjadi polemik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rencana ini masih dikaji oleh pihaknya. Namun, hingga kini kepastian lokasi upacara di kawasan tersebut belum ditetapkan.

"Kita semata-mata mempertimbangkan tempat yang cukup untuk menampung kita semua, banyak orang. Variasinya lokasi itu yang dipertimbangkan," ujar Anies, Jumat (26/7/2019).

Ia menambahkan, Pemprov DKI memang ingin menggelar lokasi upacara 17-an tidak hanya berlangsung seremonial di Balai Kota. Seperti tahun lalu, upacara berlangsung di Lapangan Banteng.

"Tahun lalu kita berupacara di Lapangan Banteng. Kemudian tahun ini kita lagi mencari tempat yang pas untuk upacara besok. Sampai saat ini, masih dipertimbangkan lokasinya," pungkasnya. [ton]



Anies Harap Pembungkus Daging Kurban Bukan Plastik

Anies Harap Pembungkus Daging Kurban Bukan Plastik

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani seruan gubernur (sergub) soal aturan kantong plastik yang digunakan untuk pembungkus daging kurban Idul Adha.

Melalui seruan yang ditekennya, Gubernur DKI meminta masyarakat agar membungkus daging kurban menggunakan kantong sekali pakai yang tak berbahan plastik.

Imbauan ini disampaikan Anies sebagai bentuk ajakan masyarakat agar senantiasa peduli terhadap lingkungan yang sudah semakin tercemar oleh sampah yang tak mudah terurai itu.

"Terkait dengan penyelenggaraan Idul Adha diminta untuk menggunakan pembungkus yang tidak dari bahan plastik sekali pakai,” ujar Anies, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Ia menambahkan, melalui seruannya itu pembungkus ramah lingkungan yang disarankan dipakai adalah kantong yang terbuat dari bahan seperti kain atau sejenisnya.

"Jadi, tidak pakai bahan plastik tapi menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang," tandas mantan Mendikbud ini. [ton]



Kamis, 25 Juli 2019

Biro Hukum Pemprov DKI Tegaskan Bisa Dipidana

Biro Hukum Pemprov DKI Tegaskan Bisa Dipidana

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI menyayangkan adanya ujaran kebencian yang bahkan berujung pada ancaman terhadap Gubernur Anies Baswedan dalam bentuk video di dunia maya.

Sebagaimana diberitakan, beredar video seorang pria yang melontarkan cacian dan ancaman pembunuhan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Biro Hukum DKI Jakarta memastikan hal ini bisa dibawa dan diperkarakan ke jalur hukum. Pelaku dalam video pun bisa terancam pidana, terlebih menyerang pribadi mantan Mendikbud ini secara personal.

"Kalau Pak Anies mau melaporkan ke polisi bisa karena ada unsur pidananya dari ucapan-ucapan orang itu," ujar Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Dalam kasus ini pihaknya hanya bisa memberikan pendampingan hukum untuk Anies, bukan sebagai bagian dari tim kuasa hukum.

"Jadi, video tersebut bisa dilaporkan ke polisi karena sudah ada unsur pidananya. Kami nanti hanya memberikan pendampingan," tandasnya. [rok]



Rabu, 24 Juli 2019

Malam Jumat, DKI Diprediksi Cerah Berawan

Malam Jumat, DKI Diprediksi Cerah Berawan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca DKI Jakarta pada Kamis (25/7/2019) dalam keadaan cerah berawan.

Siang harinya, DKI diprediksi cerah. Sedangkan pada malam Jumat hingga dini hari, cuaca Ibu kota diprakirakan kembali cerah berawan.

Sementara, suhu Jakarta sepanjang hari ini berdasarkan prakiraan BMKG berkisar antara 23 hingga 31 derajat celcius.



NasDem Siap Dukung Anies 2024

NasDem Siap Dukung Anies 2024

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Usai pertemuan Surya mengatakan, siap mendukung Anies bila ingin ikut bertarung di Pilpres 2024.

"Insya Allah apabila semua berjalan dan sesuai dengan harapan insya Allah apabila semuanya seperti apa yang kita harapkan dukungan itu kan tidak bisa hanya datang dari pada 1 kelompok termasuk 1 institusi parpol nasdem," kata Surya Paloh,  Rabu (24/7/2019).

Surya Paloh Anies berpotensi sebagai pemimpin bangsa dikemudian hari. Untuk itu, penting untuk didukung. Namun, semuanya tergantung pada Anies.

"Potensi ada. Tapi ada proses hantaran nah itu proses bersama-sama. Kita mengharapkan para pihak untuk anak-anak bangsa ini memenuhi kapasitas dan kapabilitas pemimpin negeri ini. 2024 kan tergantung anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat-niat baik harus terjaga asal baik," pungkasnya. [adc]



Ini Kata Anies dan Surya Paloh Usai Pertemuan

Ini Kata Anies dan Surya Paloh Usai Pertemuan

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Usai pertemuan Surya mengatakan, pertemuan ini layaknya pertemuan antara kaka beradik.

"Kita kedatangan keluarga daripada keluarga besar, pak Anies Baswedan rumahnya memang dari sini berangkatnya, ketika kita sudah bertugas cukup lama barang kali karenaa waktu yang memungkinkan, hari ini kita dipertemukan, kunjungan adik ke kakak," kata Surya Paloh, usai bertemu Anies, Rabu (24/7/2019).

Surya Paloh kembali menegaskan, pertemuan  ini juga sebagai bentuk pertemuan keluarga NasDem.

"Ada kesempatan baik, kita dapat tamu khusus Nasdem hari ini tapi bukan sebagai pribadi ya, tentu representasi tetap sebagai keluarga besar di Nasdem," tandas Surya Paloh.

Sementara itu, Anies menegaskan, pertemuan dengan Surya Paloh murni hanya berbicara tentang Jakarta.

"Betul seperti yang disampaikan bang Surya, kita diskusi santai cerita banyak tentang Jakarta," pungkasnya. [adc]



DSC|X Gelar Roadshow Pamungkas di Jakarta

DSC|X Gelar Roadshow Pamungkas di Jakarta

INILAH.COM, Jakarta - Perhelatan besar kompetisi kewirausahaan Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 / (DSC|X) yang digagas oleh Wismilak Foundation menggelar roadshow pamungkasnya di Jakarta.

Ajang yang hingga kini meraih antusiasme tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara daring pada 15 Mei lalu dihelat di Estubizi Business Center, sebuah coworking space di kawasan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Roadshow Jakarta menghadirkan narasumber mumpuni dibidang kewirausahaan seperti Mentor Nasional DSC|X 2019 sekaligus Founder & CEO Asumsi.co, Pangeran Siahaan dan Irfan Goldfather, penggagas Gold.inc., serta Andi Saptari dari Coworking Indonesia.

Roadshow DSC|X Jakarta dihelat di Estubizi Business Center, sebuah ruang kerja bersama yang digagas oleh Benyamin Ruslan bersama Simaeru Indonesia Raya untuk mendukung penggiat startup dan UKM agar mampu mengembangkan bisnis dan berjejaring serta berkolaborasi secara kreatif antar para wirausawan.


“Roadshow DSC|X #BikinGebrakan di Jakarta, para peserta akan diberikan pengetahuan mengenai wawasan kewirausahaan dan informasi terkait dengan mekanisme submisi proposal DSC|X,” kata

Penggagas DSC|X sekaligus Marketing Community & Event Manager Wismilak, Edric Chandra.

Lebih jauh Edric menjelaskan bahwa perhelatan DSC|X tahun 2019 ini telah menerima ribuan proposal, namun begitu waktu penerimaan proposal ide bisnis peserta masih terbuka hingga 17 Agustus mendatang.

Sejauh ini demografi peserta terbesar masih di Pulau Jawa, dengan proposal bisnis terbanyak berasal dari Jawa Tengah disusul Jawa Timur.


Proposal bisnis dari propinsi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta kawasan Timur Indonesia lainnya juga sudah cukup banyak masuk.

Ini adalah hal yang menggembirakan, sesuai dengan ekspektasi DSC bahwa program ini bisa dijangkau dan diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk kategori bisnis, kategori usaha Makanan dan Minuman masih menjadi kategori bisnis yang paling diminati. Hal ini lumrah, mengingat pertumbuhan industri ini di Indonesia sangat tinggi.

Selain itu, kategori start-up digital, menjadi kategori yang juga diminati banyak pendaftar DSC untuk tahun ini.


Hingga saat ini, DSC X 2019 juga sudah menerima proposal bisnis dari kategori agrobisnis, kriya & fashion, juga kategori teknologi terapan.

Untuk usia peserta, lebih dari 80% pendaftar DSC|X tahun 2019 adalah kaum milenial, dengan 80% diantaranya berusia 20-25 tahun.

Hal ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia saat ini tidak lagi berorientasi sebagai job-seeker, tetapi lebih kepada job creator alias pencipta lapangan kerja.

“Peserta akan melakukan presentasi langsung dalam waktu 90 detik dihadapan dewan juri. Proposal bisnis terbaik di tahap ini selanjutnya diuji kembali di babak National Selection,” kata Doni Arya selaku perwakilan PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

Doni memaparkan lebih jauh bahwa pada awalnya, Regional Selection hanya akan diselenggarakan di 3 kota. Tetapi melihat perkembangan dan animo pendaftar DSC tahun ini yang begitu tinggi, maka akan ada penambahan kota Regional Selection.



Pemasok Sabu ke Nunung, Napi Lapas Klas IIA Bogor

Pemasok Sabu ke Nunung, Napi Lapas Klas IIA Bogor

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, E pemasok sabu yang dikonsumsi oleh pelawak Tri Retno Praduyati alias Nunung Srimulat ternyata seorang narapidana. E adalah warga Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Bogor, Jawa Barat dalam kasus yang sama.

"Yang bersangkutan napi kasus narkotika," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Lapas terkait penangkapan E. Kini E masih diperiksa intensif oleh pihak kepolisian.

"Polisi menyita barang bukti sabu beserta satu telepon genggam dari yang bersangkutan," katanya lagi.

Sebagaimana diberitakan, Nunung diciduk Jumat siang, 19 Juli 2019 di kediamannya di Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan, sekira pukul 13.15 WIB. Nunung ditangkap bersama suaminya.

Saat diamankan, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 0,36 gram. Sebelum menciduk salah satu anggota Srimulat itu, polisi lebih dulu menciduk pria bernama Heri Moheriyanto, yang merupakan seorang kurir narkoba. [adc]



Said Didu Bahas Kritikan Publik ke Anies dan Ahok

Said Didu Bahas Kritikan Publik ke Anies dan Ahok

INILAHCOM, Jakarta - Mantan staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu mengomentari soal banyaknya pihak yang mengkritisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, bersamaan juga muncul suguhan terhadap mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Meski demikian, Said Didu tetap memuji ketabahan Anies. Lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut telihat sabar menghadapinya.

Sekelompok orang sdg menyuguhkan "makian" kpd pak gub @aniesbaswedan dan dalam waktu yang sama berikan "pujian" ke mantan Gub @basuki_btp. Walau sdh terkesan kasar tapi pak @aniesbaswedan tetap menanggapi dengan akal sehat dan tidak juga ada yang lapor ke polisi. Sikap pejabat seperti ini baik," tulis akun Twitter @msaid_didu, dikutip Rabu (24/7/2019).

Netizen pun ikut mengomentari apa yang ditulis Said Didu dengan berbagai tanggapan. Berikut kutipan-kutipan komentar tersebut:

@DianLes06141401 : @msaid_didu
@aniesbaswedan dan  @basuki_btp
Seperti nya Pak @aniesbaswedan tahan Banting,beliau lahir & dibesarkan bukan dr keluarga sembarangan, sdah terdidik serta terlatih,berilmu pengetahuan,,bukan dr keluarga bodoh Dan suka numpang tenar

@rezapahlevi010 : @msaid_didu @aniesbaswedan dan @basuki_btp

Polanya sama, orang2nya jg sama n tujuan sama. Mereka cuma ingin ngebuat jagoannya hits, apapun isinya, terlebih hasil pilpres dan pasangan yg didukung telah membuat para pendukung kecewa. Terlalu receh untuk ditanggapi

@sari00925317 : @msaid_didu @aniesbaswedan dan @basuki_btp Pak @aniesbaswedan kan orangnya cerdas dan punya akhlaq yg baik,mana mngkin Pak Anies mau membalas makian dgn makian. Yg penting saat ini warga Jakarta khususnya yg kelas bawah tdk perlu takut lagi rumahnya akan di gusur ataupun dimaki maki ditmpt umum.



1.790 Pemohon Rumah DP 0 Rupiah Siap Pilih Unit

1.790 Pemohon Rumah DP 0 Rupiah Siap Pilih Unit

INILAHCOM, Jakarta - Program Solusi Rumah Warga atau Samawa yang dikenal dengan Program DP 0 Rupiah telah memasuki tahap pengajuan permohonan kredit dan pemilihan unit.

Sebanyak 1.790 orang yang lolos seleksi dan memenuhi syarat, segera diundang untuk melengkapi berkas permohonan pengajuan kredit dan memilih unit di lokasi Rusunami Klapa Village, Pondok Kelapa Jakarta.  

Hal ini disampaikan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (24/7/2019), dalam rangka melanjutkan penjelasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 8 Juli 2019 lalu tentang pembangunan fisik telah mendekati selesai.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kelik Indriyanto, mengatakan, sesuai Peraturan Gubernur 104/2018, Program Samawa Rumah DP 0 Rupiah ditargetkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) warga DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan. “Sehingga Program ini menerapkan proses seleksi kepada calon penghuni, untuk memastikan kesesuaian dengan syarat yang ditetapkan sehingga  peruntukan fasilitas hunian yang tepat sasaran,” jelasnya.

Kelik memaparkan, program Samawa atau Program Rumah DP 0 Rupiah adalah program fasilitasi pembiayaan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah. Melalui program ini, Pemprov menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan dengan skema DP 0 Rupiah. Dengan pemenuhan kebutuhan skema kepemilikan ringan untuk warga DKI Jakarta untuk bisa memiliki tempat tinggal yang layak, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada pendaftaran November 2018 lalu, telah mendaftar sebanyak 2.359 orang.  Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terdapat 1.790 orang yang memenuhi kriteria, yang akan diproses untuk tahap selanjutnya.

Kepala UPT Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera, Dzikran Kurniawan, mengatakan bahwa, “Sebanyak 1.790 orang yang lolos dibagi dalam dua kategori prioritas, yaitu prioritas pertama 899 pendaftar dan prioritas kedua 891 pendaftar. Prioritas pertama adalah mereka yang telah menikah atau berkeluarga, karena program ini adalah untuk rumah pertama keluarga.”

1.790 pendaftar yang lolos tersebut diundang untuk untuk mengurus pengajuan permohonan kredit dan pemilihan unit di lokasi rumah DP 0 rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur. Pemohon memiliki waktu selama 10 hari dari Sabtu 27 Juli 2019 hingga Minggu, 4 Agustus 2019, untuk memilih unit yang diminati dan melakukan proses pengajuan permohonan kredit program DP 0 rupiah ke Bank DKI. Saat ini ada dua tipe utama  (tipe 36 dan 21) dan lima sub-tipe yang dapat dipilih di lokasi Rusunami Klapa Village yang terletak di jl H. Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Menurut Dzikran, setelah konsultasi dengan Bank DKI, bahwa biasanya proses kredit memakan waktu sekitar dua minggu, sehingga estimasi mereka, pada pertengahan atau akhir Agustus 2019, nama-nama yang pengajuan kreditnya disetujui oleh Bank DKI dapat diumumkan, dan akan dapat diadakan acara akad kredit

Adapun pembangunan fisik oleh PD Sarana Jaya tinggal penyelesaian sarana dan prasarana pendukung fasilitas publik antara lain, Lift, Taman, Ruang ibadah (musholla),  Ruang terbuka, serta Parkir motor dan parkir terbatas mobil (sesuai ketentuan Rusunami).

Kelik juga menekankan bahwa, pada Rusunami Klapa Village, pemilik unit hunian DP 0 Rupiah akan memperoleh Sertifikat Hak Milik (strata tittle) serta akan akan mencicil dengan bunga fixed 5 persen per tahun selama 15 atau 20 tahun.

Sedangkan untuk sarana transportasi publik, telah tersedia Busway dengan kode 7P Rute BKN Cawang – Pondok Kelapa yang telah beroperasi sejak 28 Juni 2019. Dari Rusunami DP 0 Rupiah Klapa Village ke BKN Cawang, dan sebaliknya, bus hanya membutuhkan waktu 30 menit. Namun, saat jam sibuk perjalanan lebih lama 10 sampai 15 menit. [*]



Polisi Tetapkan Kris Hatta Tersangka Penganiayaan

Polisi Tetapkan Kris Hatta Tersangka Penganiayaan

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan artis Kris Hatta (31) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap korban bernama Antony.

"Subdit Resmob menetapkan publik figure bernama KH sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019).

Argo menjelaskan, kasus ini terjadi kala tersangka KH dan teman korban terlibat cekcok, saat korban Antony melerai tersangka langsung memukul korban. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami patah tulang hidung dan berdarah.

"Tersangka emosi memukul korban yang mengenai wajah bagian hidung yang mengakibatkan hidung pelapor berdarah dan patah," bebernya.

Argo menjelaskan, peristiwa pemukulan terjadi di Dragon Fly Jakarta, pada 6 April 2019 sekitar pukul 03.30 WIB. Tersangka KH terlibat cekcok dengan rekan korban dan saat korban coba melerai, justru dipukul.

"Tersangka KH ditangkap tadi pagi di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan," tambah Argo.

Argo menyatakan, dari pengakuannya KH melakukan pemukulan karena tidak terima kekasihnya diganggu oleh teman pelapor Antony.

"Tersangka mengaku, memukul karena merasa tidak terima kekasihnya diganggu teman pelapor," bebernya.

Barang bukti yang dikumpulkan polisi berupa rekaman CCTV dan visum korban. Tersangka dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. [rok]



Belasan Mobil dan 1 Warga Terbakar di Pademangan

Belasan Mobil dan 1 Warga Terbakar di Pademangan

INILAHCOM, Jakarta -  Peristiwa kebakaran terjadi di Jl. Budi Mulia Utara RT.006/012, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara Rabu (24/7/2019). Dalam peristiwa ini, sebanyak 14 mobil dan pangkalan bambu serta triplek hangus terbakar dilahap si jago merah.

"Kita terima laporan dari warga adanya kebakaran. Anggota tiba di TKP 05.30," ujar Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakut Satriadi Gunawan saat dikonfirmasi, Rabu (24/72019).

Adapun penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik dari salah satu mobil yang terparkir.

"Ada 17 unit mobil pemadam yang kita kerahkan dengan 90 orang Personel.
Pemadaman Selesai sekitar pukul 07.27 WIB adapun luas area yang terbakar 375 meter persegi," tuturnya.

Sementara itu konfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pademangan, AKP Made Oka mengatakan akibat dari peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pria berinisial R (27) menjadi korban lantaran mengalami luka bakar cukup parah di sekujur tubuhnya.

"Ada korban luka bakar, satu orang berinisial R usia 27 tahun. Jadi sekujur tubuhnya terkena luka bakar. Kita belum bisa mengonfirmasi lagi karena korban masih dalam penanganan medis," pungkasnya. [rok]



Selasa, 23 Juli 2019

Polisi Tangkap DPO Pemasok Sabu Untuk Nunung

Polisi Tangkap DPO Pemasok Sabu Untuk Nunung

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya sudah berhasil mengamankan pemasok sabu ke kurir yang mengirimkan barang haram ke pelawak Tri Retno Praduyati alias Nunung alias NN.

Sosok E yang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diciduk polisi pada Minggu 21 Juli 2019 lalu.

"Ia betul. DPO E pemasok sabu yang dikonsumsi NN sudah ditangkap," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (24/7/2019).

Calvijn menyatakan, DPO E diciduk di kawasan Bogor, Jawa Barat. Hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus ini.

"Dikembangkan ke atasanya lagi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Nunung diciduk Jumat siang, 19 Juli 2019 di kediamannya di Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan, sekira pukul 13.15 WIB. Nunung tak sendiri saat diamankan polisi. Dia diamankan bersama suaminya.

Saat diamankan, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 0,36 gram. Sebelum menciduk salah satu anggota Srimulat itu, polisi lebih dulu menciduk pria bernama Heri Moheriyanto, yang merupakan seorang kurir narkoba. [rok]



Datang ke DPP NasDem Anies Penuhi Undangan Paloh

Datang ke DPP NasDem Anies Penuhi Undangan Paloh

INILAHCOM, Jakarta -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Anies mendatangi kantor DPP Partai Nasdem pada Rabu (24/7/2019) pukul 11:49 WIB.

Saat datang, Anies menaiki mobil dinas Pemprov DKI dan memakai baju dinas putih. Dia enggan berkomentar banyak mengenai kedatangannya.

"Pak Surya Paloh ngundang makan siang nanti aja penjelasannya nggak ada rangka apa-apa biasa saja undang makan siang," kata Anies.

Anies kembali memastikan bahws tak ada hal khusus yang ingin dibahas. "Nggak bahas politik, bahas soal Jakarta saja," tutupnya. [rok]



Kemarau di Jakarta Diprediksi Hingga Oktober

Kemarau di Jakarta Diprediksi Hingga Oktober

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di ibu kota akan terjadi hingga Oktober 2019. Pasalnya, puncak musim kemarau baru akan terjadi sekitar Agustus-September 2019.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi. "Jadi, baru mulai kemarau 1-2 bulan, dan harus bersiap masih 2-3 bulan ke depan," ujarnya.

Menurut dia, wilayah Jakarta kemungkinan akan mengalami kekurangan air bersih, khususnya warga yang masih menggunakan air tanah. Karena itu Pemprov DKI Jakarta diminta untuk mengantisipasi kekeringan di wilayahnya.

"Di Jakarta mungkin nanti berdampak ke kebutuhan air masyarakat, terutama masyarakat yang menggunakan sumur-sumur karena bisa jadi sumber air bersih sudah mulai berkurang," tambahnya. [ton/rok]



Tawuran Pemuda, Bedeng Dibakar di Tanah Abang

Tawuran Pemuda, Bedeng Dibakar di Tanah Abang

INILAHCOM, Jakarta - Ratusan pemuda terlibat tawuran di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) dini hari. Akibat tawuran tersebut, rumah bedeng di sekitar lokasi tawuran dibakar oleh mereka.

Informasi yang dihimpun, tawuran melibatkan dua kelompok warga di Tanah Abang dan Slipi Petamburan. Selain membakar bedeng warga, massa pun saling lempar batu. Hal tersebut membuat earga merasa ketakutan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriadi mengatakan pihaknya masih menelusuri soal peristiwa tersebut.

"Kayaknya itu perbatasan sama Jakarta Barat," kata Supriadi saat dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menegaskan bakal menangkap para provakator aksi tawuran.

"Kami akan cari para provokator tawuran tersebut, Kami sudah kantongi identitasnya," pungkasnya. [rok]



Jakarta Cerah Berawan Hingga Malam Nanti

Jakarta Cerah Berawan Hingga Malam Nanti

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca DKI Jakarta pada pagi ini, Rabu (24/7) cerah berawan.

Pada siang hari, cuaca kembali diprakirakan cerah berawan. Kondisi tersebut akan berlanjut hingga malam hari.

Pada dini harinya, cuaca DKi Ibu kota diprediksi dalam keadaan berawan. Suhu Jakarta hari ini, berkisar antara 24 hingga 34 derajat celcius.



Aktor Jefri Nicole Ditangkap Terkait Narkoba

Aktor Jefri Nicole Ditangkap Terkait Narkoba

INILAHCOM, Jakarta - Polisi mengamankan aktor Jefri Nichol terkait penyalahgunaan narkoba.

"Iya benar sudah dilakukan penangkapan," kata Kabag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Suharyono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/7/2019).

Namun, dia mengkau belum bisa berkata lebih jauh terkait penangkapan ini. Pasalnya, yang bersangkutan masih diperiksa intensif.

Maka dari itu, polisi meminta bersabar sampai pemeriksaan rampung. "Baru saja sore tadi ya," tambahnya. [ton]



Pablo Ditetapkan Tersangka Penipuan & Penggelapan

Pablo Ditetapkan Tersangka Penipuan & Penggelapan

INILAHCOM, Jakarta - Youtuber Pablo Benua yang terseret kasus 'Bau Ikan Asin', sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan kendaraan bermotor.

"Kita sudah memeriksa 12 saksi, sudah gelar perkara juga untuk menaikkkan status Pablo dari saksi menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/7/2019).

Kasus ini terkuak setelah adanya laporan dari masyarakat yang melapor ke Polda Metro Jaya pada 26 Februari 2018 silam. Saat itu polisi menggeledah rumah Pablo di Bogor, Jawa Barat terkait kasus 'ikan asin' pada 11 Juli 2019. Kala itu polisi menemukan puluhan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang diduga terkait kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan kendaraan bermotor.

Penyidik Polda Metro pun menjadwalkan pemeriksaan Pablo pada Kamis 25 Juli 2019 mendatang. Kasubdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana Marpaung menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus terkait pemeriksaan Pablo mengingat Pablo merupakan tahanan kasus di sana sekarang ini.

"Kita sudah koordinasi dengan penyidik Ditreskrimsus untuk pemeriksaan hari kamis nanti," bebernya.

Sebagaimana diketahui, kasus 'Bau ikan asin' yang menjerat Pablo bermula ketika mantan istri artis Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq melaporkan Galih ke polisi dengan didukung pengacara ternama Hotman Paris. Fairuz merasa tersinggung akibat ucapan Galih saat tampil di channel YouTube Rey Utami dan suaminya.

Ada lima ucapan yang menyinggung hati Fairuz, salah satunya soal ucapan 'ikan asin'.  Hal itu disampaikan kakak Fairuz, Ranifa. "Menyebarkan kalimat-kalimat konten asusila di posting-an akun YouTube tersebut," kata Ranifa saat berada di Gedung SPKT Polda Metro Jaya, Senin, 1 Juli 2019 lalu.

Laporan mereka diterima pihak kepolisian dan terdaftar dengan nomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Namun dalam kasus ini, Fairuz tak cuma melaporkan Galih, dia juga mempidanakan Rey Utami dan Pablo Putra Benua selaku pemilik channel YouTube.

Mereka bertiga diduga melanggar Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 43 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan atau fitnah.  [ton]



Senin, 22 Juli 2019

Hari Ini Nunung Jalani Pemeriksaan Rambut & Darah

Hari Ini Nunung Jalani Pemeriksaan Rambut & Darah

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung akan menjalani tes rambut dan darah hari ini, Selasa (23/7/2019), atas kasus penyalahgunaan narkoba.

"Untuk hari ini tersangka NN (Nunung) akan kita lakukan tes rambut kemudian tes darah," katanya di Mapolda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan tak lain guna menguak sudah berapa lama Nunung mengkonsumsi narkotika. Berdasarkan pengakuan Nunung ke polisi sendiri dia mengaku sudah sempat menggunakan sabu pada 20 tahun lalu lalu kemudian berhenti dan kembali menggunakan 5 bulan lalu.

"Jadi nanti kita akan melihat kira-kira sudah berapa lama yang bersangkutan menggunakan narkotika," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Nunung diciduk Jumat 19 Juli 2019 siang di kediamannya di Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan sekira pukul 13.15 WIB. Nunung tak sendiri saat diamankan polisi, dia diamankan bersama suaminya July Jan Sambiran.

Dimana saat diamankan polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 0,36 gram. Sebelum menciduk salah satu anggota srimulat itu, polisi lebih dulu  setelah menciduk pria bernama Heri Moheriyanto yang merupakan seorang kurir narkoba.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 122 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman lima tahun penjara. Polisi juga menahan ketiganya untuk dua puluh hari ke depan. [rok]



Sepanjang 2019 Gubernur Anies Baru Dua Kali Kunker

Sepanjang 2019 Gubernur Anies Baru Dua Kali Kunker

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tercatat dua kali mengadakan kunjungan kerja ke luar negeri. Keduanya merupakan konferensi global, sehingga ada keuntungan bertemu bilateral dengan banyak pemimpin kota dan lembaga sekaligus dalam satu tempat. Gubernur Anies juga diundang sebagai pembicara untuk memaparkan mengenai perkembangan kota Jakarta.

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDHKLN) Pemprov DKI Jakarta Mawardi mengatakan, selain dua kali kunjungan kerja, Gubernur Anies juga melaksanakan dua kali kunjungan singkat/sehari ke singapura yaitu untuk menjenguk Ibu Ani Yudhoyono dan untuk ceramah. Semuanya sudah berdasar pada persetujuan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. “Semua ada pemberitahuan dan ada balasan,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Mawardi menyebut perjalanan Gubernur Anies ke luar negeri pertama selama 2019 adalah, pada 2 Maret untuk menjenguk istri Presiden RI ke-6, Ani Yudhoyono yang saat itu dirawat di National University Hospital (NUH), Singapore. “Bahkan saat menjenguk itu semua perjalanan Gubernur menggunakan dana pribadi dan tanpa APBD. Beliau tidak bermalam, berangkat pagi dan sore sudah pulang ke Jakarta,” ujar Mawardi lagi.

Kemudian Gubernur Anies pada 3 Mei untuk menjadi Keynote Speaker The Pyramid’s Annual Post-AGM Gala Dinner yang dilaksanakan di Singapura. Acara tersebut berdasar undangan Vivian Balakrishnan yang juga Menteri Luar Negeri Singapura. Gubernur berpidato di hadapan pemimpin Singapura, mulai dari perdana menteri, para pemimpin bisnis, tokoh akademisi, para menteri anggota kabinet, dan termasuk mantan Perdana Menteri.

Mawardi juga menyebut bahwa seluruh transportasi dan akomodasi tersebut ditanggung oleh pihak penyelenggara. “Kami mengajukan permohonan izinnya pada 21 Maret dan dibalas oleh Mendagri pada 5 April,” terangnya.

Perjalanan dinas Gubernur Anies yang pertama yaitu menghadiri pertemuan Urban 20 (U20) Mayors Summit Agenda di Tokyo, Jepang pada 20-21 Mei. U20 merupakan pertemuan pemimpin ibu kota negara anggota G20. Pertemuan U20 adalah rangkaian dari kegiatan pertemuan G20 yang juga dilaksanakan di Jepang.

Pada pertemuan U20 tersebut, lanjut Mawardi, Gubernur Anies sekaligus menjadi pembicara mengenai perubahan iklim.  Gubernur Anies adalah satu-satunya gubernur yang diundang berbicara dalam 3 forum yang berbeda. Selain itu juga, Gubernur Anies juga memberikan paparan khusus tentang Jakarta di Sasakawa Foundation dan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperingati Hubungan Persahabatan Kota Ke-30 antara Tokyo dan Jakarta yang telah terjalin sejak tahun 1989. Bahkan, tambah Mawardi, untuk perjalanan ke Tokyo, Pemprov sudah mengajukan surat permohonan izin kepada Mendagri sejak bulan Januari 2019.

Perjalanan dinas kedua, Gubernur Anies menuju ke Medellin, Kolombia dan Amerika Serikat pada 8-17 Juli lalu. Ada sejumlah kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur. Seperti menjadi pembicara pada pertemuan pemimpin kota sedunia The World Cities Summit Mayors Forum 2019, pembicara pada pertemuan USINDO Open Forum, dan bernegoisasi dengan Formula E.

Hasilnya, Jakarta bisa menjadi tuan rumah Formula E pada 2020. Berdasar pada assessment ekonomi yang dihitung, Jakarta diperkirakan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1,2 triliun ketika menjadi tuan rumah Formula E.

Kemudian Gubernur Anies juga memaparkan kemajuan Kota Jakarta kepada pemimpin kota sedunia lainnya dan bersiap sebagai kota global. Pada keberangkatan ke Kolombia dan Amerika tersebut, Pemprov juga sudah mengajukan surat kepada Mendagri pada 28 Mei.

“Sesuai aturan, minimal 10 hari sebelum keberangkatan sudah mengajukan surat permohonan kepada Mendagri. Kami selalu beberapa minggu sebelumnya. Bahkan ada yang beberapa bulan sebelumnya. Dan selalu mendapatkan izin dari Mendagri,” ucapnya. [*]



Cuaca Ibukota Hari Ini Diprakirakan Cerah

Cuaca Ibukota Hari Ini Diprakirakan Cerah

INILAHCOM, Jakarta - BMKG memprakirakan cuaca Ibukota di pagi ini, Selasa (23/7) cerah.

Pada siang hari, cuaca kembali diprakirakan cerah berawan. Kondisi tersebut akan berlanjut hingga malam hari.

Pada dini hari, cuaca DKi Jakarta diprakirakan berawan. [fad]



Nunung Srimulat Akui Polisi Selamatkan Dirinya

Nunung Srimulat Akui Polisi Selamatkan Dirinya

INILAHCOM, Jakarta - Pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat menyampaikan terima kasih kepada penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang telah menangkap dirinya atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

"Kepada bapak polisi yang sudah ada pada kejadian ini, saya berterima kasih," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/7/2019).

Ia mengaku, langkah kepolisian ini justru menyelamatkannya dari bahaya ketergantungan barang haram tersebut.

"Saya terima kasih bahwasanya saya terselamatkan atas kejadian ini. Kalau tidak ada kejadian ini, sampai kapan saya bisa berhenti (mengkonsumsi sabu), saya tidak mengerti," jelasnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba di rumahnya Jl Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Juli 2019 pukul 13.15 WIB.

Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram dan hasil test urine pun positif narkotika. [ton]



Suami Minta Setop Nyabu, Nunung: Saya 'Ngeyel'

Suami Minta Setop Nyabu, Nunung: Saya 'Ngeyel'

INILAHCOM, Jakarta - Pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung mengaku sangat menyesal tidak mendengarkan nasihat suaminya, July Jan Sambiran yang meminta dirinya untuk berhenti mengkonsumsi narkoba.

Ia mengaku, terakhir pada saat hari ulang tahun Juli 1 Juli lalu, suaminya sempat memintanya berhenti mengonsumsi sabu sebagai kado.

"Tanggal 1 Juli kemarin, suami saya ulang tahun. Saya bilang sama suami saya 'yah, kamu minta kado apa?' Suami saya cuma bilang, saya minta kado kamu berhenti (mengonsumsi narkoba)," ujar Nunung terisak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Ia mengaku sangat menyesali tindakannya yang mengaku menolak permintaan suaminya tersebut.

"Tapi, saya ngeyel (tidak menuruti permintaan suaminya)," ungkap Nunung.

Selain itu, Nunung juga menyampaikan terima kasih kepada penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang telah menangkap dirinya atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

"Kepada bapak polisi yang sudah ada pada kejadian ini, saya berterima kasih bahwasanya saya terselamatkan atas kejadian ini. Kalau tidak ada kejadian ini, sampai kapan saya bisa berhenti (mengkonsumsi sabu), saya tidak mengerti," jelasnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba di rumahnya Jl Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Juli 2019 pukul 13.15 WIB.

Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram dan hasil test urine pun positif narkotika. [ton]



Ini Alasan Nunung Konsumsi Sabu Setiap Hari

Ini Alasan Nunung Konsumsi Sabu Setiap Hari

INILAHCOM, Jakarta - Dari hasil pemeriksaan pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung mengaku mengonsumsi narkoba jenis sabu setiap hari sebelum melakukan akitivitasnya di dunia hiburan tanah air.

"NN menggunakan sabu setiap hari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, Nunung mengaku mengonsumsi sabu untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

"Menggunakan sabu karena tuntutan pekerjaan, karena umurnya juga. Akhirnya menggunakan sabu untuk daya tahan tubuh juga," ucapnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan komedian Nunung (Srimulat) bersama suaminya, Jumat (19/7/2019) dalam kasus penyalahgunaan narkoba di rumahnya Jalan Tebet Timur Jakarta Selatan pada hari Jumat, 19 Juli 2019 jam 13.15 WIB," katanya kepada INILAHCOM.

Nunung dan suami diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram dan hasil test urine pun positif narkotika. [ton]
 



Minggu, 21 Juli 2019

Jenguk Nunung di Polda, Tarzan Sedih

Jenguk Nunung di Polda, Tarzan Sedih

INILACOM, Jakarta - Pelawak Tarzan menyambangi Polda Metro Jaya, Senin (22/7/2019) Kedatangannya diduga ingin menjenguk tersangka kasus kepemilikan narkoba yang juga rekannya, Nunung Srimulat. Tarzan mengaku sedih dan kecewa atas apa yang menimpa Nunung dan suaminya Jan Sambiran.

"Sebagai sahabat saya sedih aja," kata Tarzan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019.

Tarzan yang mengenakan kacamata hitam ini menambahkan, apa yang menimpa Nunung harus menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tak menggunakan narkoba.

"Yang lain jangan menggunakan lagi. Supaya selamat," sebut Tarzan.

Namun, Tarzan mengaku tak setuju kalau narkoba lekat stigmanya dengan artis. Sebab, semua orang bisa menjadi pemakai dan pengedar.

"Gak hanya artis. Jangan menuduh artis dong kan gak semua. Jangan coba coba kalau tak ingin celaka," tutup Tarzan.

Sebelumnya, Komedian Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran ditangkap petugas Polda Metro Jaya lantaran diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Setelah didalami dalam operasi kali ini aparat juga mengamankan seorang bandar narkoba, Hadi Moheriyanto alias Heri yang memberikan sabu pesanan Nunung.

Penangkapan kali ini diawali dari informasi masyarakat bahwa di rumah Nunung sering terjadi penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Oleh karena itu, setelah dilakukan upaya tindakan, aparat berhasil menangkap Heri.

Heri sendiri diketahui mendapat narkoba dari E, bandar tersebut saat ini berstatus buron. Setelah dilakukan penangkapan terhadap Heri, petugas kemudian menggeledah kediaman Nunung. Dan dktemukan sabu yang dibeli dari Heri seharga Rp 1,3 juta per gram.