Laman

Selasa, 27 September 2016

Torres & Kristie Info Berharga di Sidang Jessica

Torres & Kristie Info Berharga di Sidang Jessica

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menghadirkan saksi dari Australia dalam sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27) dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (26/9/2016) malam.

Saksi itu dari Kepolisian New South Wales Australia John Torres, dan rekan kerja Jessica Kumala Wongso di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter. Namun, kesaksian Kristie hanya dibacakan oleh jaksa sesuai di berita acara pemeriksaan (BAP).

Dari kesaksian Torres, Jessica memiliki 14 catatan laporan polisi saat tinggal di Australia mulai dari pelanggaran lalu lintas karena mengemudi dibawah pengaruh alkohol. Yang mengejutkan, Jessica beberapa kali menebar teror melalui pesan singkat hendak bunuh diri kepada mantan kekasihnya Patrick O'Connor.

Berbagai ancaman Jessica lakukan kepada Patrick, seperti akan bunuh diri pakai pisau, mencoba meracuni diri sendiri menggunakan karbon dioksida hingga membuat Patrick ketakutan. Akhirnya, Patrick melapor ke polisi melihat Jessica memiliki masalah kesehatan jiwa yang serius.

‎Sementara rekan kerja Jessica di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter me‎nyebut kalau Jessica memiliki dua kepribadian yang berbeda seperti memakai topeng. Terkadang, Jessica terlihat baik murah senyum, tapi secara tiba-tiba dia bisa berubah menjadi pemarah.

Namun demikian, tudingan yang disampaikan oleh saksi Polisi Australia Torres dalam persidangan dan keterangan BAP Kristie yang dibacakan jaksa disanggah keras oleh terdakwa Jessica bahwa hal tersebut semua tidak benar alias bohong.

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda mengatakan apa yang telah disampaikan oleh Torres didalam persidangan bisa saja menjadi pertimbangan majelis hakim untuk memutuskan terdakwa Jessica nanti.

"Bisa saja untuk menjadi dasar penilaian karakter terdakwa," kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

‎Menurut dia, penilaian terhadap terdakwa bukan hanya perbuatannya tapi juga sikap batinnya (kesalahan). Kemudian, untuk menilai kesalahan diperlukan informasi yang bukan hanya menyangkut keadaan kejiwaan terdakwa ketika melakukan suatu perbuatan.

"Tetapi juga sebelumnya, sebelum melakukan kejahatan. Informasi semalam itu berharga bagi hakim untuk menilai keterangan terdakwa yang akan disampaikan pada sidang berikutnya," jelas dia.

Untuk diketahui, polisi dari kepolisian New South Wales Australia, John Torres mengungkap sejumlah laporan yang pernah diterima institusinya terkait Jessica Kumala Wongso. Salah satunya laporan Jessica pernah kedapatan mengemudi dalam pengaruh alkohol dengan level sedang.

Mantan pacar Jessica Kumala Wongso saat di Australia, Patrick O'Connor pernah melapor ke Kepolisian New South Wales pada November 2015 agar dijauhkan secara formal dari Jessica. Karena Patrick menganggap kejiwaan Jessica tidak stabil dan dapat membahayakan keselamatannya.

"Tuan O'Connor memiliki kekhawatiran terhadap apa yang dilakukan Nona Wongso, beliau meminta untuk mendapatkan perintah penjauhan dari Nona Wongso. Pada dasarnya, ketakutan Tuan O'Connor bahwa hubungan mereka sudah berakhir atau sudah putus, dia (Jessica) memiliki permasalahan kesehatan jiwa yang serius," katanya.

‎Sedangkan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) rekan kerja Jessica Kumala Wongso di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter dibacakan oleh jaksa. Dalam keterangannya, Kristie menyebut Jessica memiliki 2 kepribadian.

"Jessica yang saya tahu selama saya kenal memiliki 2 kepribadian yang berbeda. Kadang saya melihat Jessica seperti orang yang baik, murah senyum, namun tiba-tiba bisa langsung berubah menjadi pemarah kalau ada orang yang tidak mengikuti kemauannya. Jessica orangnya licik dan suka berbohong," kata jaksa Melanie.

Namun demikian, Jessica Wongso menyatakan apa yang dikatakan Kristie 90 persen bohong. Menurut dia, Kristie tidak religius sama sekali dan bisa dikatakan keterangan Kristie itu sangat subjektif dan tidak ada artinya.

"Bisa saya bilang 90 persen yang dibilang di BAP orang tersebut adalah bohong," kata Jessica. [ton]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar