Laman

Minggu, 30 April 2017

Tak Hanya Karangan Bunga Ahok,Buruh Juga Bakar Ban

Tak Hanya Karangan Bunga Ahok,Buruh Juga Bakar Ban

INILAHCOM, Jakarta - Aksi demo May Day di sekitar patung kuda juga sempat memanas. Ribuan massa yang tak bisa ke Istana membakar ban tepat didepan barikade polisi disekitar Kementerian Pariwisata. Senin (1/5/2017).

Tak hanya ban, karangan bunga untuk Ahok yang bersender disekitar pagar monas, juga tak luput dari aksi bakar massa.

Sontak, insiden itu sempat membuat suasana memanas di antara massa aksi. Mereka segera mengingatkan massa aksi lainnya untuk tidak terprovokasi oleh hal tersebut.

"Hati-hati jika anda orang di sekitar kawan-kawan yang mencurigakan amankan saja mungkin dia provokator yang ingin mencoreng aksi kita," ujar koordinator massa menggunakan pengeras suara.

Beruntung api tersebut dapat segera dipadamkan oleh aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi. Setelah itu, barikade turut dilakukan oleh massa buruh, sementara massa lainnya kembali melakukan orasi. [fad]



Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok di Depan Balkot

Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok di Depan Balkot

INILAHCOM, Jakarta - Ratusan karangan bunga yang memenuhi Balai Kota ludes dibakar massa buruh tepat di depan Bali Kota DKI, Senin (1/5/2017) siang.

Akibatnya, api membumbung tinggi disertai asap pekat. Ribuan buruh berdalih, aksi mereka merupakan aksi 'bersih-bersih' Balaikota untuk menyambut gubernur baru kelak.

Beberapa petugas Satpol PP yang terlihat disekitar lokasi, tak berdaya menghalangi aksi bakar-bakar buruh. Polisi dan TNI, tak tampak.

Kepala Satpol PP DKI Jupan Ruter, tampak memberi komando kepada bawahannya untuk 'mengamankan' karangan bunga yang tersisa untuk menghindari aksi bakar-bakar massa buruh.[jat]



Tak Boleh ke Istana, Buruh Joget di Patung Kuda

Tak Boleh ke Istana, Buruh Joget di Patung Kuda

INILAHCOM, Jakarta - Ribuan buruh yang melakukan aksi di perayaan May Day dibuat kecewa oleh pihak keamanan. Pasalnya, seluruh akses masuk menuju Istana Negara ditutup dengan menggunakan kawat berduri.

Padahal, mereka berencana menyampaikan keluhannya di Istana Negara. Mereka menuntut agar pemerintahan menghapus PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Alhasil, mereka hanya bisa menyampaikan aspirasinya dari bundaran Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sebab, sterilisasi akses menuju Istana telah dilakukan mulai Jalan tersebut.

"Ini hari kita kawan-kawan tapi akses kita untuk melihat kantor Presiden kita masih saja diblokade, padahal kita juga rakyat Indonesia," ujar koordinator aksi dari atas mobil komando.

Meski begitu, mereka yang mengenakan seragam konfederasi organisasi tetap bersemangat melakukan aksi.

"Buruh bersatu tak bisa dikalahkan, kita akan terus berada disini untuk menyuarakan aspirasi kita agar buruh sejahtera, hidup buruh," ujarnya dengan bergelora.

Sementara itu, untuk mendingan suasana, lagu-lagu dangdut pun turut diputarkan disela mereka berorasi.

"Sambil menunggu perwakilan kita bernegoisasi agar bisa berorasi di Istana Negara, kita goyang dulu disini," ajak kordinator sembari memutarkan lagu Maumere.[jat]



Ribuan Buruh Sibuk Bikin Aksi Masing-masing

Ribuan Buruh Sibuk Bikin Aksi Masing-masing

INILAHCOM, Jakarta - Ribuan buruh mulai menyemut di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).

Bus-bus yang membawa bruh, terparkir disepanjang jalan mulai dari Depan Balikota DKI hingga Gedung Antara.

Namun, berbagai elemen buruh, tampak sibuj berorasi dengan kelompoknya.

Sehingga, terlihat beberapa kelompok buruh asik menyuarakan tuntutannya sendiri. Ada kelompok buruh yang sibuk berorasi di depan Gedung BI, ada juga yang sibuk bernyanyi didepan pintu masuk Monumen Nasional (Monas), dan ribuan buruh sisanya asik berjoget didepan Kementrian Pariwisata.

Sementara itu akses menuju istana negara ditutup dengan barikade kawat berduri dijaga ratusan aparat kepolisian. Polisi memang sejak awal melarang aksi buruh menyasar Istana."Tidak boleh di distana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo yuwono di HI pagi tadi.[jat]



Pagi Hari Jakarta Diprediksi Cerah, Siang Hujan

Pagi Hari Jakarta Diprediksi Cerah, Siang Hujan

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya cerah berawan pada Senin (1/5/2017) pagi.

Sedangkan di siang hari di Bekasi, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi hujan lokal dan hujan ringan. Untuk Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat berawan tebal.

Sementara, Bogor, Depok dan Tangerang pada siang hari diprediksi diguyur hujan disertai petir. Masyarakat pun diimbau untuk waspada.

Pada malam harinya, Bogor, Depok, dan Tangerang diguyur hujan. Nah, bagi pengendara roda dua disarankan menyiapkan jas hujan.

Sedangkan Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, diprediksi berawan.

Suhu udara diantara 21-31 derajat celcius. Sedangkan kelembaban antara 60-95 persen. [ind]



Kebakaran Terjadi di Komplek Polri Ciracas

Kebakaran Terjadi di Komplek Polri Ciracas

INILAHCOM, Jakarta - Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menginformasikan bahwa telah terjadi kebakaran di kompleks Polri Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (30/4/2017).

Dari postingannya lewat akun resmi twitter, diketahui kebakaran terjadi sekitar pukul 19:40. Berdasarkan foto yang diunggah diketahui api tengah ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran.

"19.45 Terjadi kebakaran di Komplek Polri Ciracas Jaktim Jl raya Raya Bogor Km 26, sdh penanganan petugas damkar," kicau akun twitter @TMCPoldaMetro. [hpy]



Tabrakan Beruntun, Jalur Puncak Macet Parah

Tabrakan Beruntun, Jalur Puncak Macet Parah

INILAHCOM, Puncak - Arus lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, menuju wilayah Cipanas mengalami kemacetan parah akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus dan beberapa mobil Avanza dan sepeda motor yang terjadi di wilayah Cianjur, Minggu (30/4/2017).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kabupaten AKP Hasby Ristama menyebutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pengaturan arus lalu lintas kedua arah, termasuk membantu mengirim pasukan untuk melakukan evakuasi di lokasi kecelakaan.

"Situasi saat ini dampak dari kecelakaan terjadi kemacetan hingga 11 km terutama dari arah Cianjur menuju Jakarta," kata Hasby.

Adapun lokasi kecelakaan berada di kawasan Puncak di wilayah Cianjur. Berjarak sekitar lima kilometer dari wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur.

"Jalur Puncak masih bisa dilalui tetapi karena kondisinya masih padat, harapan masyarakat dapat bersabar," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kecelakaan terjadi Minggu pukul 10.30 WIB tepatnya di Jl Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Kecelakaan terjadi antara bus pariwisata Kitran B 7058 BGA diduga mengalami rem blong. Bus menabrak sejumlah kendaraan di antaranya Avanza silver B 1608 BKV, lalu kendaraan Avanza lainnya, menabrak sejumlah mobil pick up dan beberpa sepeda motor. Bus berakhir masuk ke jurang.

Laporan awal diinformasikan delapan orang meninggal dunia di lokasi kejadian, dan sekitar 20 orang mengalami luka-luka.

"Saat ini upaya evakuasi masih dilakukan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas, karena ini sedang musim liburan jadi arus cukup padat," kata Yusri. [fad]



Tabrakan Beruntun di Puncak Karena Bus Rem Blong

Tabrakan Beruntun di Puncak Karena Bus Rem Blong

INILAHCOM, Cianjur - Tabrakan beruntun yang terjadi di Puncak, Desa Ciloto, Jawa Barat disebabkan bus pariwisata yang mengalami rem blong, Minggu (30/4/2017).

Peristiwa terjadi ketika bus pariwisata berpenumpang dengan tujuan Kebun Raya Cibodas, meluncur dengan kecepatan sedang dari arah Puncak, tiba-tiba tidak terkendali saat memasuki jalan menurun tajam di wilayah Ciloto.

Bus yang tidak terkendali, menghantam sejumlah kendaraan yang berada di depannya dan dari arah berlawanan. Akibatnya satu angkutan kota dan minibus, terjungkal di tengah jalan. Tidak sampai disitu, bus kembali menghantam dua minibus dan enam pengendara sepeda motor, hingga terjungkal ke dalam jurang sedalam 15 meter.

"Kami baru tahu setelah mendengar suara dentuman sebanyak beberapa kali dan melihat ada angkutan dan minibus terjungkal ditengah jalan. Selang beberapa saat kembali terdengar beberapa kali dentuman dan kami dapati dua minibus, sepeda motor dan bus terjungkal di dalam jurang," kata Yudi saksi mata warga sekitar.

Dia menjelaskan, melihat kondisi kendaraan yang dihantam bus nyaris tidak berbentuk, bahkan tubuh pengendara sepeda motor yang dihantam bus terpisah-pisah. Namun dia tidak dapat memastikan berapa orang korban yang tewas ditempat, namun diperkirakan mencapai puluhan orang.

"Selang beberapa saat peristiwa terjadi petugas berdatangan dari TNI dan polisi. Perkiraan korban yang meninggal yang saya lihat langsung lebih dari 10 orang belum yang masih terjepit di dalam dua minibus dan bus yang terjungkal," katanya.

Hingga saat ini, petugas masih berupaya mengeluarkan jasad korban dari sejumlah kendaraan yang nyaris tak berbentuk. Informasi puluhan orang di dalam bus masih berusaha dikeluarkan karena terjepit body dan jok truk yang hancur. [fad]



Pertahankan HP, Petugas Transjakarta Dibacok

Pertahankan HP, Petugas Transjakarta Dibacok

INILAHCOM, Jakarta - Seorang Petugas Halte Attendant (HA) Transjakarta, Abdurahman nyaris tewas lantaran dibacok orang tidak dikenal di Halte Bus PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat.

Humas Transjakarta, Wibowo menceritakan kejadian tersebut bermula ketika pelaku berusaha mengambil paksa ponsel milik Abdurrahman. Berusaha mempertahankan ponselnya, pelaku pun membacok Abdurrahman.

"Korban kena benda tajam di tangan sebelah kanan dan dipinggang sebelah kiri," kata Wibowo, Minggu (30/4/2017).

Melihat Abdurahman jatuh tersungkur, pelaku langsung mengambil telepon seluler korban dan melarikan diri.  Abdurahman pun telah dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan medis.

"Kami sudah melaporkan ke Polsek Kemayoran," pungkasnya. [fad]



Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Anggota Paspampres

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Anggota Paspampres

INILAHCOM, Jakarta - Aparat kepolisian meringkus pria berinisial R yang diduga salah satu penganiaya dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Prajurit Satu (Pratu) Pasaribu dan Prajurit Dua (Prada) Fatah Kudus.

"R ditangkap di Jawa Timur," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Argo menuturkan petugas masih mengembangkan kasus pengeroyokan itu guna menangkap pelaku lainnya yang diduga lebih dari satu orang.

Ia menambahkan penyidik juga akan mendalami motif pelaku menganiaya dua anggota Paspampres itu.

Menurut Argo, R bekerja sebagai pedagang es balok di sekitar lokasi pengeroyokan dua anggota Paspampres tersebut.

Sebelumnya, dua anggota Paspampres mengalami luka tusuk akibat dianiaya orang tidak dikenal di kawasan Jalan Kesehatan Jakarta Pusat pada Senin (24/4).

Dugaan sementara para pelaku itu terlibat perselisihan dengan dua anggota Paspampres hingga terjadi penusukan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, awalnya salah satu korban Pratu Pasaribu terlibat percekcokan dengan pengendara sepeda motor.

Selanjutnya, pengendara sepeda motor itu dibantu dua orang lainnya mengeroyok Pratu Pasaribu, saat itu Prada Fatah melintas untuk menolong korban namun salah satu pelaku memukul Prada Fatah hingga tidak sadarkan diri.

Akibat perkelahian itu, Pratu Pasaribu mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan dan kiri, sedangkan Prada Fatah pendarahan pada bagian mulut dan luka tusuk pada bagian punggung sebanyak lima tusukan. [fad]



Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Puncak

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Puncak

INILAHCOM, Jakarta - Tabrakan beruntun kembali terjadi di Jl. Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017). Tepatnya didaerah Ciloto.

Tabrakan melibatkan sebuah bus, 2 Toyota Avanza, satu mobil pick up dan beberapa motor.

Dari TMC Polda Metro Jaya, terlihat bus dengan nomor polisi B 7075 BGA terguling kedalam kebun milik warga yang berada disekitar jalan raya Puncak.

Sementara kondisi dua mobil Avanza ringsek tak berbentuk, rusak parah dibagian depan, samping kiri belakang dan bagian belakang mobil.

Dikabarkan 8 orang meninggal dunia di tempat kejadian. Namun belum diketahui indentitas kedelapan korban tersebut. Kecelakaan saat ini masih ditangani petugas.

Sebelumnya pekan lalu, tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan juga terjadi di Jl. Raya Puncak. [fad]



Sabtu, 29 April 2017

Minggu Pagi, Cuaca Jakarta Kembali Bersahabat

Minggu Pagi, Cuaca Jakarta Kembali Bersahabat

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ibukota akan kembali bersahabat sepanjang pagi hari ini, Minggu (30/4/2017).

Pagi ini cocok bagi warga Jakarta yang ingin berolahraga lari di kawasan Car Free Day. Wilayah Jakarta Pusat diprediksi akan berawan diikuti Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Timur.

Sementara itu, untuk di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu cuaca pagi ini diprediksi akan lebih terik, yakni cerah berawan.  

Siang harinya, hanya wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang diprediksi turun hujan lokal. Sedangkan di wilayah lainnya diprakirakan berawan hingga cerah.

Malam hari diprediksi hampir seluruh wilayah Jakarta akan cerah berawan. Sementara hanya di Kepulauan Seribu yang diprakirakan turun hujan lokal.

Adapun suhu rata-rata sepanjang hari ini di Jakarta berkisar antara 24 hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban sekitar 65 hingga 90 persen. [rym]



Kecelakaan Tunggal Terjadi di Kawasan Tebet

Kecelakaan Tunggal Terjadi di Kawasan Tebet

INILAHCOM, Jakarta - Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1941 SYM dilaporkan terjadi di depan pom bensin Jalan Kiai Haji Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2017) dini hari.

Peristiwa itu dilaporkan melalui akun Twitter TMC Polda Metro Jaya pada pukul 02.21 WIB. Dalam foto yang ditampilkan, tampak bagian depan mobil tersebut ringsek dan bagian kaca mobilnya rusak parah.

"02:21 Kecelakaan Toyota Avanza B 1941 SYM di dpn Shell Jl. KH. Abdullah Syafei Tebet Jaksel & sdh dlm penanganan Polri," kicau akun @TMCPoldaMetro.

Meskipun disampaikan telah dilakukan penanganan atas kecelakaan tersebut, tidak dilaporkan soal kemungkinan adanya korban dari insiden lalu lintas itu. [rym]



Bawa Sajam, 2 Pemuda Ditangkap Di Meruya

Bawa Sajam, 2 Pemuda Ditangkap Di Meruya

INILAHCOM, Jakarta - Dua orang warga Tanjung Duren berinisial YD (20) dan MI (20) harus meringkuk di balik jeruji besi. Keduanya ditangkap polisi karena kedapatan membawa dua bilah senjata tajam di Jalan Baru Taman Aries, Meruya Utara, Kembangan Jakarta Barat, Sabtu (29/4/2017) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Asmoro Bangun menjelaskan penangkapan tersebut terjadi pada dini hari tadi saat dirinya beserta anggota sedang melakukan patroli dalam rangka antisipasi tawuran.

"Saat kami melintas di lokasi, kami melihat seorang laki-laki (MI) tengah duduk di atas 1 sepeda motor tanpa plat kendaraan,'' ujar Asmoro di Jakarta Barat, Sabtu (29/4/2017).

Asmoro menambahkan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pria tersebut. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 1 bilah pedang yang disimpan dibalik baju dan 1 bilah belati di dalam jok sepeda motor serta 1 pasang plat nomor B 4341 BGR.

"Setelah kami interogasi. Bersama siapa saja pelaku ada dilokasi. Dia mengaku datang ke TKP bersama YD yang saat kejadian sedang berada di dalam sebuah bedeng," ucapnya.

Mendapat informasi dari pelaku, polisi langsung menuju bedeng dan berhasil mengamankan YD untuk dimintai pertanggung jawaban perbuatannya.[ris]



Wujudkan Sembako Murah, Sandiaga Gandeng Kadin

Wujudkan Sembako Murah, Sandiaga Gandeng Kadin

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno langsung tancap gas untuk menepati janji program yang didengungkan selama kampanye. Meski belum dilantik, Sandi tidak ingin membuang waktu.

Demi mewujudkan program harga bahan pokok murah dan tercapai seluruh lapisan masyarakat, Sandi berkunjung ke Semarang dan bertemu Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit SW. Dalam pertemuan tersebut Sandi membicarakan pasokan produk pangan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok.

Ketika tiba di Semarang, Sandi disambut secara antusias oleh warga setempat dengan seruan "OK OCE". Pertemuan dengan Kukrit SW dilakukan di Bakmi Djowo Pak Doel Noemani Jalan Thamrin Nomor 4, Semarang, Jawa Tengah.

Sandi mengatakan pertemuan tersebut berlangsung kondusif. "Ketua Kadin Jawa Tengah antusias untuk memastikan kerjasama pasokan bahan pangan secara kontinu (berkelanjutan) dan penerapan penyerdehanaan rantai distribusi khususnya menjelang bulan Ramadan," ujar Sandi.

Sandi menambahkan, untuk memperlancar program harga sembako murah, ia dan pasangan Anies Baswedan akan menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga.

"Untuk ketersediaan bahan baku, itu semua harus kita keroyok. Kita harus ada kemitraan dengan BUMD, BUMN, KADIN, HIPMI, APINDO. Semua kita keroyok," tuturnya.

Politikus Gerindra tersebut menegaskan kerjasama yang dilakukan kelak akan menggandeng KADIN di daerah. [*]

 



Yenny Wahid: DKI Bukan Kemenangan Kaum Radikal

Yenny Wahid: DKI Bukan Kemenangan Kaum Radikal

INILAHCOM, Jakarta - Putri Presiden keempat RI, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau dikenal dengan Yenny Wahid menegaskan kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta bukan kemenangan kelompok Radikal.

Hal itu dikatakan Yenny dalam acara Youth Islamic Festival, masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4/2017). "Saya katakan kritik kepada media asing di headline kemenangan kelompok Islam radikal. Di belakang Pak Anies penuh kebhinnekaan. Dalam komposisi timsesnya bukan hanya kaum muslimin saja," kata Yenny.

Tokoh muslimah NU ini sebelumnya menyebut Anies sebagai kawan lama yang diharapkan dapat merangkul seluruh warga Jakarta, termasuk yang tidak memilihnya.

"Ada harapan yang besar, ukhuwah dengan masyarakat muslim dan non-muslim dipelihara bersama sama. Bhinneka jadi semangat dalam membangun bangsa dan jakarta bersama sama. Saya titip cukup itu saja," ujarnya lebih lanjut.

Politisi PKB tersebut mengajak semua pihak mendoakan Anies-Sandi agar bisa amanah dan melaksanakan janji-janjinya. "Karena ikhtiar persatuan dan kemajuan Jakarta, tidak bisa dengan kekuatan lahir tapi juga kekuatan doa," kata dia. [*]



Anies Ajak Umat Islam Peduli Masalah Kemanusiaan

Anies Ajak Umat Islam Peduli Masalah Kemanusiaan

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan menilai umat Islam banyak menghabiskan waktu dan pikiran untuk masalah internal umat. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi keynote speech di Youth Islamic Festival, Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4/2017).

"Sudah saatnya umat Islam memikirkan dan memberi kontribusi pada masalah kemanusiaaan di seluruh dunia. Apa karya anda untuk kemanusiaan, Indonesia, atau dunia?," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap festival pemuda muslim menjadi tempat persemaian ide-ide baru untuk menjawab tantangan kemanusiaan. Pemuda, sambung Anies, tidak hanya belajar sejarah tapi juga harus buat sejarah.

"Selamat berfestival, semoga berorientasi pada action. Lets action speaks louder than words," kata Anies. [*]



Jumat, 28 April 2017

3 PHL Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Dipecat

3 PHL Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Dipecat

INILAHCOM, Jakarta - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat memberhentikan 3 pegawai.

Tiga pria itu diberhentikan lantaran positif mengkonsumsi narkoba. Kasus ketiganya terbongkar saat Sudin lingkungan Hidup Jakarta Barat menggandeng BNNP Provinsi DKI untuk melakukan pemeriksaan tes urine.

"Minggu keempat bulan Maret kemarin, sebanyak 1.112 pegawai kami yang terdiri dari PNS dan PHL dites urine di tempat kami. Hasilnya 3 orang positif pakai narkoba," ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto saat dihubungi INILAHCOM di Jakarta Barat, Sabtu (29/4/2017).

Edy mengaku akan menerimanya kembali jika telah melaksanakan proses rehabilitas dari pihak BNNP.

"Silakan kalo udah sehat daftar kesini lagi monggo, tapi kalo udah dapet rekomendasi dari BNNP. Karena kan mereka hanya pemakai," ujarnya.

Edy menjelaskan, tindakan tersebut dilakukannya guna memastikan para pegawai yang bekerja di jajarannya bersih dari narkoba. [rok]



Penjaga Rental PS Cabuli Bocah 3 Tahun Di Palmerah

Penjaga Rental PS Cabuli Bocah 3 Tahun Di Palmerah

INILAHCOM, Jakarta - Polsek Palmerah menangkap seorang seorang pemuda bernama Friyono alias Ono (22) warga Kemanggisan di Jalan H Saili, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Penjaga rental play station (PS) itu ditangkap karena telah mencabuli bocah yang masih berumur 3 tahun berinisial AGA.

Kapolsek Palmerah, Kompol Armunanto Hutahean menjelaskan, awalnya Andrie Nurkasa selaku ayah korban sedang berada di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi penangkapan terhadap pelaku.

"Kemudian, ia diberitahu oleh istrinya, Sari bahwa celana anaknya basah dan terdapat noda yang diduga sperma," ujar Armunanto di Jakarta Barat, Sabtu (29/4/2017).

Armunanto menambahkan, sewaktu korban diajak main oleh Ibunya di tempat playstation yang berada tidak jauh dari rumahnya, ia melihat anaknya sedang dipeluk oleh pelaku.

"Pada saat akan diajak pulang ke rumah, anaknya sedang berada dalam pelukan pelaku. Kemudian anaknya langsung diajak pulang, tapi ternyata celana yang sedang dipakai basah dan ada sperma," ucapnya.

Kesal dengan perbuatan pelaku yang telah merenggut masa depan anaknya, kedua orang tua korban langsung melaporkannya ke Mapolsek Palmerah Jakarta Barat.

''Mendapat laporan itu, kami langsung menangkapnya di Kemanggisan dan membawanya ke kantor beserta (bb) barang bukti berupa visum et repertum dan lab DNA celana milik korban," ungkapnya. [rok]



Sepanjang Pagi Ini Cuaca Jakarta Bersahabat

Sepanjang Pagi Ini Cuaca Jakarta Bersahabat

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gofisika (BMKG) memprediksi cuaca bersahabat akan menyelimuti Jakarta sepanjang pagi hari ini, Sabtu (29/4/2017).

Pada pagi harinya, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi akan cerah berawan.

Adapun hujan diprakirakan akan turun di seluruh wilayah Ibukota pada siang harinya. Hujan dengan intensitas sedang diprediksi akan mengguyur kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Di Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Utara diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Untuk wilayah Kepulauan Seribu diprediksi akan cerah berawan.

Malam hari nanti, cuaca cerah berawan diprediksi akan menyelimuti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sementaram cuaca di Jakarta Timur dan Jakarta Utara diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan.

Suhu rata-rata sepanjang hari ini di seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat celcius dengan kelembapan udara sekitar 65 hingga 95 persen. [rym]



Warga Meruya Temukan Buaya 1,5 Meter di Sawah

Warga Meruya Temukan Buaya 1,5 Meter di Sawah

INILAHCOM, Jakarta - Warga Meruya Selatan digegerkan dengan penemuan buaya sepanjang 1,5 meter di sebuah sawah di Jl H Sodon RT 09/03 Meruya Selatan, kembangan, Jakarta Barat.

Seorang kakek bernama Raswin (60) menuturkan orang yang pertama kali melihat dan menangkap buaya itu saat tengah menggarap sawahnya di pematang sawah.

"Awalnya saya kira ular, karena cuma terlihat buntutnya saja. Badannya masuk ke lumpur sawah," ujar Raswin, Jumat (28/4/2017) petang.

Melihat binatang itu, ia pun langsung menghampirinya dan berusaha menangkapnya dengan bermodalkan sebilah golok.

"Saya kejar lalu saya tebas golok. Tapi belum keluar (dari lumpur) juga. Saya kejar lagi," ucapnya.

Setelah itu, lanjut Raswin, buaya yang disangka ular itu menunjukkan tubuh aslinya. Hingga akhirnya Kakek itu terkaget-kaget lantaran ia akan diterkam hidup-hidup.

"Dia (buaya) meloncat sambil membelokkan kepalanya ke arah saya. Saya baru sadar itu buaya," ucapnya.

Merasa ketakutan, ia pun langsung berteriak dengan suara yang sangat keras ke arah warga adanya seekor buaya.

Mendengar teriakan Raswin, para warga pun langsung berdatangan ke lokasi hingga akhirnya buaya itu dapat ditangkap. [ton]



Ini Syarat untuk Anies-Sandi Jika Mau Ganti Sekda

Ini Syarat untuk Anies-Sandi Jika Mau Ganti Sekda

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengingatkan kepada Anies-Sandi untuk tidak gegabah mengganti posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan daerah merupakan wewenang kepala daerah, sebagai pejabat pembina aparatur sipil negara di daerah.

"Tetapi dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil negara, pergantian Sekretaris Daerah, yang dalam UU aparatur sipil negara,  diatur serangkaian kaidah," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (28/4/2017).

Salah satu kaidahnya adalah Sekretaris Daerah tidak bisa diganti dalam waktu 2 tahun terhitung sejak Sekretaris Daerah itu diangkat menduduki jabatan itu. Itu berarti setelah Sekretaris memangku jabatan itu setelah lebih dari dua tahun, baru dapat diganti.

Begitupun prosedur pergantiannya, harus dilakukan dengan seleksi, dan dalam seleksi itu harus diperoleh tiga nama. Ketiga nama itulah yang diusulkan ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk di SK kan.

Syarat lain yang harus diperhatikan, Pejabat aparatur sipil negara yang hendak diangkat menjadi sekretaris daerah, yang dalam UU Aparatur sipil negara disebut Pejabat Tinggi utama di daerah, harus memiliki kualifikasi kompetensi teknis, kinerja, moral.

Bagaimana jika calon kandidat Sekda saat ini bekerja di Kementerian. Apakah bisa ditarik?

"Sangat bisa ditarik ke Pemprov, penarikan itu dibenarkan dalam UU Aparatur Sipil Negara," tandasnya.[jat]



Ahok Minta Pejabat DKI Tidak Takut Diganti

Ahok Minta Pejabat DKI Tidak Takut Diganti

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap fokus bekerja.

Isu perombakan jabatan usai Ahok melepas kursi kepemimpinannya pada Oktober 2017 terus berhembus.

"Kelompok sana sudah bilang, camat yang enggak pro mereka mau diganti, wali kota mau diganti, lurah mau ganti. Jabatan itu Tuhan yang kasih," kata Ahok Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Ahok menekankan, bahwa jabatan yang diamanatkan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Dengan menunjukkan kerja yang maksimal, Ahok yakin akan dihargai siapapun pemimpinnya.

"Sekarang jadi pejabat duduk-duduk dapat Rp13 juta, jadi staf. Santai saja lumayan. Kalau enggak benar dipecat dari ASN (Aparatur Sipil Negara) baru nyaho. Ini penting," ujarnya.
 
Selain itu, Ahok mengingatkan bahwa pergantian pejabat di Pemprov DKI tidak sama dengan pergantian menteri di kabinet presiden. Sesuai UU ASN, pergantian pejabat baru bisa dilakukan minimal 6 bulan setelah gubernur baru menjabat. [rok]



Ahok Yakin Simpang Susun Semanggi Kurangi Macet

Ahok Yakin Simpang Susun Semanggi Kurangi Macet

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, dengan ada simpang susun semanggi bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen.

"Kalau dulu dari Grogol kamu mau ke Kebayoran Baru harus muter di luar lingkaran terus masuk lagi ke dalam Sudirman. Lalu, kamu dari Cawang mau ke Bundaran HI, bagaimana? Kamu harus turun lagi masuk ke dalam Sudirman. Kalau ini enggak, dari Cawang langsung lurus, dari Grogol juga masuk jalan layang itu, makanya bisa mengurangi 30 persen kemacetan," kata Ahok di Balaikota DKI, Jumat (28/4/2017).

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun berencana membuat empat jalur kendaraan agar dapat memperlebar trotoar jalanan untuk para pejalan kaki dan pedagang kaki lima (PKL).

"Kita akan bikin trotoar yang lebar, jadi orang bisa dagang kayak di Eropa, jual makanan minuman kecil di warung di sepanjang trotoar," pungkasnya.

Sebagai informasi, simpang susun Semanggi yang tersambung Rabu (26/4/2017), terdiri dari dua jembatan layang melingkar, yang bisa digunakan oleh pengendara dari arah Cawang untuk menuju arah Bundaran HI dan pengendara dari arah Grogol menuju ke arah Blok M. [ton]



Massa Aksi Long March ke PN Jakut

Massa Aksi Long March ke PN Jakut

INILAHCOM, Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya melakukan penutupan ruas Jl Veteran I dekat Tugu Adipura Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi semrawut sehingga membuat kendaraan terpaksa mencari jalan alternatif guna menghindari macet. Penutupan ini dilakukan bersamaan dengan rencana massa melakukan long march dari Masjid Istiqlal ke PN Jakut yang terletak di Jalan Gajah Mada.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya telah menerjunkan 4.600 personel mengawal massa.

"4.600 personel dari Istiqlal sampai Pengadilan Negeri Jakarta Utara (pengawalan terhadap massa GNPF)," kata Suyudi, Jumat (28/4/2017).

Sebelumnya, Massa Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPNF MUI) menggelar aksi bertajuk 'Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim' hari ini.

Hal tersebut dilakukan terlebih dahulu dengan shalat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, kemudian long march ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Hal ini dilakukan untuk meminta majelis hakim mengambil keputusan maksimal untuk menvonis terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [ton]



Ini Rekayasa Lalin Hindari Aksi Damai GNPF MUI

Ini Rekayasa Lalin Hindari Aksi Damai GNPF MUI

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan pihak telah menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait adanya rencana aksi dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Hal itu dilakukan guna tidak menyebabkan para pengendara baik itu roda dua dan roda empat terganggu apabila rencana itu benar terlaksana. Meski begitu, rekayasa lalu lintas disebut masih bersifat situasional.

"Rekayasa lalu lintasnya situasional ya, nanti kalau massa lewat akan kita tutup sementara, kalau sudah lewat kita buka lagi," katanya  saat dikonfirmasi, Jumat (28/4/2017).

Massa memulai aksinya usai menunaikan ibadah salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, kemudian menuju Gedung PN Jakut, massa akan di arahkan menuju Jalan Pasar Baru.

Setibanya di traffic light Markas Besar TNI Angkatan Laut, massa akan dibelokan ke kiri menuju Jalan Gunung Sahari, kemudian massa dibelokan ke kiri menuju Jalan Samanhudi sampai Jalan Sukarjo Wiryopranoto. Di persimpangan Jalan Gajah Mada, massa akan diarahkan melawan arus ke Jalan Zainul Arifin hingga di depan PN Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada.

Untuk diketahui, hari ini, Jumat 28 April 2017, akan adanya aksi yang kembali dipelopori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Aksi itu bertajuk 'Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim'. Berdasarkan informasi yang ada dalam media sosial itu, pada aksi itu nantinya akan dilakukan Shalat Jumat bersama di Masjid Istiqlal. Mengajak untuk melakukan dzikir, sholawat dan doa, serta orasi yang berakhlaqul karimah.

Aksi itu disebut akan terbagi menjadi tiga agenda, yakni, pada Jumat 28 April 2017 long march dari Masjid Istiqlal ke pengadilan negeri Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat. Kemudian tanggal 29 April sampai dengan 4 Mei, aksi bela Islam di Kejaksaan daerah masing-masing, juga memprotes kejahatan Jaksa yang bela penista agama dan tuntut copot jaksa agung RI.

Dan yang ketiga yaitu pada Jumat 5 Mei 2017, massa akan melakukan long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung RI. Aksi itu diduga menuntut agar Majelis Hakim memberikan putusan yang maksimal pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang pada 9 Mei mendatang akan menerima putusan atas perkara dugaan penodaan agama.

Sebab, dalam selebaran undangan yang ada di media sosial itu terdapat ajakan bertuliskan' Ayo dukung Majelis Hakim ambil putusan maksimal terhadap penista agama' #AyoPenjarakanAhok. [ton]



Polda Terima Surat Pemberitahuan dari GNPF

Polda Terima Surat Pemberitahuan dari GNPF

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan adanya rencana salat Jumat bersama yang dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada hari ini.

Argo mengaku sudah menerima pemberitahuan tentang kegiatan rencana salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, tetapi tidak untuk aksi long march. Untuk itu Argo  mengimbau massa tidak melakukan hal yang bisa mengintervensi pengadilan.

"Salat Jumat silakan saja, itu wajib dilaksanakan. Pemberitahuan sudah kita terima berkaitan itu, tapi untuk turun ke jalan kita berharap tidak dilakukan. Namanya pengadilan tidak bisa diintervensi, jadi tidak boleh," katanya saat dihubungi, Jumat (28/4/2017).
 
Atas dasar itu, Argo menegaskan pihaknya tetap menurunkan personel guna menjaga rencana kegiatan tersebut. Setidaknya anggota kepolisian yang diturunkan untuk mengawal massa yang diprediksi mencapai 500 sampai 1.000 orang itu.

"Belum semua update (massa) yang akan turun," katanya. [rok]



Kamis, 27 April 2017

Masjid Istiqlal Konfirmasi Berkumpulnya Massa GNPF

Masjid Istiqlal Konfirmasi Berkumpulnya Massa GNPF

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdulsalam mengatakan massa aksi dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI sudah berada di lokasi.

"Ada, tapi nggak begitu banyak (massa di Istiqlal). Ada bendera, atribut (masa aksi) juga sudah ada yang bawa," katanya di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah aksi ini akan tetap dilaksanakan. Mengenai jumlah massa yang sudah berkumpul, diperkirakan sudah ada ratusan orang.

"Saya nggak tau jadi atau nggak. Yang jelas di Istiqlal sekarang ini adalah beberapa orang jumlahnya ya masih biasa-biasa saja. Ya, ada lah mungkin sampai ratusan. Kan masjidnya luas ya. Kalau kami di Istiqlal tidak tahu agendanya apa di Isitiqlal ya (massa berkumpul)," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengacara GNPF MUI Kapitra Ampera membenarkan masa aksi sudah berada di Masjid Istiqlal.

"Iya sudah ramai disini ya (massa di Istiqlal)," kata Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera kepada Suara.com.

Rencana masa GNPF MUI, akan melakukan long march ke pengadilan Jakarta Utara yang saat ini menempati gedung bekas Pengadilan Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada. Mereka long march usai salat Jumat.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menegaskan tidak memberikan izin aksi.

"Nggak boleh. Sudah kami sampaikan. Aksi apalagi. Sudah cukuplah," kata Iriawan di Depok, Jawa Barat.

Menurut Iriawan saat ini masyarakat Jakarta sudah terlalu lelah melihat aksi-aksi massa yang muncul sejak menjelang pilkada.

"Sudah saya sampaikan untuk nggak usah lagi. Udah cukup. Masyarakat kita sudah cukup capek melihat aksi tersebut. Sudah cukuplah," kata dia.

"Mari kita selesaikan semuanya, mari kita kembali membangun rakyat ini untuk bersemangat bekerja sehingga tak ada keresahan. Cemas sekali. Jangan dibuat cemas terus lah," harapnya. [rok]



Mobil Kerap Depan Rumah Buat Istri Buni Yani Takut

Mobil Kerap Depan Rumah Buat Istri Buni Yani Takut

INILAHCOM, Jakarta - Buni Yani mengaku kerap diteror selama enam bulan terakhir tepatnya sejak kasus dugaaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Buzzer gak berhenti meneror saya, bahkan sekarang sering ada mobil yang berhenti depan rumah buat istri saya takut," kata Buni di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Selain teror, lanjut Buni karirnya pun terhenti, bahkan  penelitiannya di kuar negeri juga terpaksa vakum.

"Sudah enam bulan saya tidak bekerja disuruh mengundurkan diri setelah dilaporkan polisi," tuturnya.

Diketahui Buni Yani dikenakan Pasal 28 ayat 2 UU ITE terkait menyebarkan ujaran kebencian menggunakan video Ahok di Kepulauan Seribu tentang Surat Al Maidah ayat 51, di media sosial miliknya. [rok]



Polisi Kantongi Pelaku Penusukan Paspampres

Polisi Kantongi Pelaku Penusukan Paspampres

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Aryo Seto mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menusuk dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Jalan Kesehatan, Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Ya kita masih mencari orangnya, itu saja. Arahnya sudah ada, tinggal cari orangnya saja. Ciri-ciri sudah ada, tinggal nangkap pelakunya saja," katanya di Jakarta, Jumat (28/4/2017).
 
Sejauh ini pihaknya sudah memeriksa 10 saksi untuk mencari titik terang insiden yang melukai Prajurit Satu Pasaribu dan Prajurit Dua Fatah Kudus tersebut. Insiden itu disinyalir disebabkan oleh adanya salah paham antara korban dengan pelaku yang mengendarai motor tersebut.

"Ya itu, diduga karena ada missed komunikasi, intinya missed komunikasi," katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah memeriksa salah satu saksi yang diduga sebagai teman korban.

"Sampai saat ini kami belum menemukan (pelaku), tapi kita sudah menemukan temannya pelaku. Nanti kita tunggu saja bagaimana nanti pelaku kita tangkap dan kita tangani," kata Argo Kamis (27/4/2017). [rok]



GNPF Mengaku Siap Gelar Aksi Hari Ini

GNPF Mengaku Siap Gelar Aksi Hari Ini

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara GNPF MUI Kapitra Ampera memastikan pihaknya tetap menggelar aksi pada hari ini.

Dalam aksi ini, massa akan mengangkat isu menjaga independensi majelis hakim yang menyidangkan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Iya sudah ramai di sini ya (massa di Istiqlal)," katanya di Jumat (28/4/2017).

Ia menjelaskan masa GNPF MUI akan melakukan long march ke Pengadilan Jakarta Utara yang saat ini menempati gedung bekas Pengadilan Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada. Mereka long march usai salat Jumat. Meski demikian, Kapitra belum bisa memastika berapa jumlah masa.

"Belum dapat bisa kami hitung, saat ini ya (massa). Nanti ya kami salat dulu ya," ujar Kapitra.

Sementara itu, Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya Kombes Mersdisyam memastikan hari ini tidak ada aksi massa yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawasan Fatwa (GNPF).

"Nggak ada itu," tegasnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/4/2017). [rok]



Ini Kata PN Jakut Soal Bakal Disambangi Massa GNPF

Ini Kata PN Jakut Soal Bakal Disambangi Massa GNPF

INILAHCOM, Jakarta - Massa Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPNF MUI) dikabarkan akan menggelar aksi bertajuk "Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim" pada hari ini, Jumat (28/4/2017).

Hal tersebut dilakukan terlebih dahulu dengan salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, kemudian long march ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Hal ini dilakukan untuk meminta majelis hakim mengambil keputusan maksimal untuk menvonis terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menanggapi kabar tersebut, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Asoloan Sianturi mengaku pihaknya siap menerima apabila pihak GPNF ingin menyampaikan aspirasi terkait kasus penistaan agama.

"Pada intinya kita siap terima siapa saja yang ingin sampaikan aspirasi," kata Asoloan, saat dikonfirmasi, Jumat (28/4/2017).

Kendati demikian, apapun aspirasi yang disampaikan tidak bakal mengintervensi majelis hakim dalam mengambil keputusan yang akan dibacakan pada 9 Mei nanti.

"Mejelis hakim bekerja dan memutuskan sesuai dengan ketentuan hukum, tidak ada yang bisa intervensi majelis hakim," pungkasnya. [rok]



Polda Pastikan Hari Ini Tak Ada Aksi GNPF MUI

Polda Pastikan Hari Ini Tak Ada Aksi GNPF MUI

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya Kombes Mersdisyam memastikan hari ini tidak ada aksi massa yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawasan Fatwa (GNPF).

"Nggak ada itu," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (27/4/2017).

Ia menyatakan hingga kini pihaknya tidak melihat  pergerakan massa yang dari luar Jakarta. "Nggak ada juga itu," katanya.

Sebelumnya Kombes Merdisyam mengaku telah mengetahui akan adanya aksi yang dipelopori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Gerakan tersebut bertemakan "Aksi Simpatik Menjaga Independen Hakim".

"Kami lagi dalamin itu belum tau juga itu (benar atau tidak). Karena itu kan baru dishare-share aja itu. Belum ada yang secara pasti, kami masih dalami dari media sosial itu, dari mana," kata Merdisyam, Rabu (26/7/2017).

Pihaknya belum ada laporan resmi terkait hal tersebut. Sebab, info itu baru didapatkannya melalui media sosial.

"Belum ada laporan. Maksudnya itu kan di media sosial, kita juga baca," katanya. [rok]



Polres Jakpus Siap Kawal Aksi GPNF ke PN Jakut

Polres Jakpus Siap Kawal Aksi GPNF ke PN Jakut

INILAHCOM, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat  siap  mengamankan rencana aksi massa dari berbagai ormas yang tergabung dalam Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPNF MUI).

"Yang jelas bahwa polisi sudah menyiapkan personil yang cukup, untuk melaksanakan pengamanan kegiatan GPNF di Masjid Istiqlal," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno, Jumat (28/4/2017).

Tak hanya di Masjid Istiqlal, pihaknya bakal  mengamankan massa yang berencana mendatangi gedung sementara Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jl.Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kita tetap kawal dan imbau agar massa massa menyampaikan aspirasinya sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak anarkis," pungkasya.

Diketahui hari ini massa dikabarkan akan menggelar aksi bertajuk "Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim". Hal tersebut dilakukan terlebih dahulu dengan Salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, kemudian long march dari Masjid Istiqlal ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Mereka meminta majelis hakim mengambil keputusan maksimal untuk menvonis terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [rok]



Jabodetabek Pagi Ini Berawan

Jabodetabek Pagi Ini Berawan

INILAHCOM, Jakarta - Cuaca Jabodetabek pagi ini, Jumat (28/4) diprakirakan akan berawan.

Pada siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan disertai petir akan diterjadi di wilayah Bekasi, Bogor dan Depok. Sementara hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di Tangerang, sedangkan wilayah lainnya akan diguyur hujan ringan.

Malam hari, hujan ringan akan melanda wilayah Bekasi dan Bogor yang sebelumnya diguyur hujan lebat. Sedangkan wilayah lainnya diprakirakan akan berawan.

Pada dini hari, seluruh wilayah Jabodetabek diprakirakan akan cerah berawan. [fad]



Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan RSUD Koja ke DPR

Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan RSUD Koja ke DPR

INILAHCOM, Jakarta - Warga Jakarta mengeluhkan buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Koja Jakarta Utara. Keluhan itu dilontarkan seorang pasien kepada anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni.

"Saya Perwakilan Dapil 3 DKI dapat curhatan dari warga Tanjung Priok mengenai pelayanan rumah sakit dan dokernya tidak profesional," kata Sahroni di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan saat itu warga yang tidak mau disebut namanya mengaku kesal karena hasil diagnosa laboratoriumnya tak diberikan oleh pihak rumah sakit, padahal sudah tiga hari pasien itu menunggu.

"Kejadian sudah sering bukan sekali atau dua kali, tadi malam kejadian lagi," ujarnya.

Misalnya, seorang pasien DBD meminta hasil laboratorium sudah tiga hari tidak pernah diberikan dengan alasan dokternya tak pernah ada. Menurut dia, dokter yang tidak profeisonal melayani orang miskin dan hasil pemeriksaan tidak disampaikan langsung sama pasien.

"Ini sangat buruk pelayanannya, sepertinya dibiarkan, tidak dipedulikan dan jawaban dokter selalu bilang jangan banyak tanya tunggu saja dari dokter," ujarnya.

Maka dari itu, Sahroni meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk segera turun tangan mengevaluasi pelayanan RSUD Koja Jakarta Utara.‎ Karena menurut dia, pelayanan kesehatan itu menyangkut nyawa seseorang.

"Jika situasi ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan menimbulkan korban jiwa karena buruknya pelayanan rumah sakit, saya minta Menteri Kesehatan harus memeriksa RS Koja," tandasnya. [rok]



Gubernur DKI Terpilih Diyakini Lanjutkan Reklamasi

Gubernur DKI Terpilih Diyakini Lanjutkan Reklamasi

INILAHCOM, Jakarta - Pakar tekhnologi lingkungan yang juga direktur Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali optimistis Gubernur DKI Jakarta terpilih untuk tetap melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta karena hal ini merupakan solusi mengatasi permasalahan Ibukota.

Menurut Firdaus Ali, permasalahan ibukota multidimensi. "Ada ancaman banjir, problem kependudukan dan daya dukung lingkungan, masalah ketimpangan kualitas wilayah, termasuk kualitas Teluk Jakarta yang terus menurun, yang memerlukan solusi," jelas Firdaus Ali, Kamis (27/4/2017).

Reklamasi, kata Firdaus, bagi ibukota sangat penting dan urgen. "Sejak direncanakan di era sembilan puluhan, hingga saat baru sebagian kecil yang terwujud," tambah Firdaus Ali.

Firdaus Ali berharap, pergantian kepemimpinan di ibukota tidak membuat realisasi reklamasi menjadi tertunda. Ia optimis Anies dan Sandi akan melihat permasalahan ini dengan cermat dan bisa memiliki visi yang sama dengan pemerintah yang sedang mencari solusi tepat dan cepat untuk Ibukota yang berkembang sangat pesat. "Melihat latarbelakang keduanya, saya cukup yakin Pemimpin baru Jakarta akan melanjutkan reklamasi," kata Firdaus Ali.

Pendapat Firdaus Ali senada dengan yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Luhut Panjaitan, Anies-Sandi pada saatnya akan mengerti bahwa proyek reklamasi saat ini sangat penting dan tak perlu dihentikan.

"Saya kira setelah lihat datanya dari hasil penelitian tentu akan datang dengan pikiran lebih jernih. Kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan Jakarta. Karena penurunan kota Jakarta itu tiap tahun bisa 17,5 cm sampai 23 cm di beberapa tempat," ucap Luhut.

Di tempat terpisah, Ketua Indonesian Land Reclamation & Water Management Institute Sawarendro mengatakan, reklamasi merupakan hal yang lazim diterapkan di berbagai negara. "Banyak negara-negara di dunia yang sukses melakukan reklamasi. Singapura, Dubai, Hongkong, Jepang, Korea, Cina, bisa menjadi contoh," kata Sawarendro kepada media.

Menurut Sawarendro, teknologi saat ini sudah semakin canggih. Ekologi dan reklamasi bukan lagi hal yang terpisah. “Saat ini, dengan strategi perencanaan dan pengendalian yang tepat, reklamasi bisa membantu untuk mendukung kondisi lingkungan yang lebih baik,” tegas Sawarendro.

Karena itu, tambah Sawarendro, semakin banyak pengambil kebijakan di berbagai negara memanfaatkan reklamasi untuk membangun tanah airnya. "Selain memperluas wilayah, reklamasi dapat membuat lahan yang tidak produktif menjadi bermanfaat," kata Sawarendro. [rok]



Toko Bunga Sempat Terkejut Dapat Pesanan Mendadak

Toko Bunga Sempat Terkejut Dapat Pesanan Mendadak

INILAHCOM, Jakarta - Pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, Sukabumi Utara, Jakarta Barat mengaku para pemesan karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat dilakukan secara mendadak.

"Karangan bunga untuk Pak Ahok dadakan semua kok? Hari ini pesen, besok langsung diambil," ujar Nanay (41) pemilik toko Nanay Florist kepada INILAHCOM di lokasi, Kamis (27/4/2017) sore.

Menurut warga Pondok Aren itu, para pembeli karangan bunga di tokonya dilakukan perorangan dan berkelompok.

"Perorangan yang beli di sini. Ada juga gerombolan tapi belinya 1 papan karangan bunga doang. Tapi nama mereka minta ditulis semua di 1 papan karangan bunga yang dibelinya," ucapnya. [ton]



Djarot Bela Ahok Soal Serbuan Karangan Bunga

Djarot Bela Ahok Soal Serbuan Karangan Bunga

INILAHCOM, Jakarta - Ribuan karangan bunga yang mengelilingi Balai Kota, tempat Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkantor disindir sebagai settingan.

Berbagai karangan bunga yang terakhir tercatat mencapai 2.600 itu dituding sebagai cara Ahok untuk mendapat simpati warga. Maklum, setelah kalah di Pilkada Jakarta, Ahok kini harus siap-siap menghadapi vonis hakim atas kasus dugaan penodaan agama.

Namun, tudingan miring itu ditepis kolega Ahok, Djarot Saiful Hidayat

“Pencitraan murahan, enggak apa-apa sih. Tapi bagi kami, itu suatu hal yang mahal, satu hal yang mulia dan satu hal yang berharga,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, karangan bunga tersebut bentuk apresiasi yang tulus dari warga Jakarta dan disampaikan dengan penuh cinta, penuh bunga. "Bunga-bunga itu kan tambah cinta. Jadi terima kasih,” ujarnya.

Mendengar ada isu yang menganggap karangan bunga yang dikirimkan adalah rekayasa dari Ahok dan Djarot atau tim pemenangan untuk meraih simpati warga, Djarot mengajak semua pihak tidak berburuk sangka atau su’udzon.

“Yang bilang seperti itu, alasannya apa? Itu kansu’udzon ya. Kok dibilang setingan? Bagaimana ini? Tanyakan pada yang bilang apakah disuruh begitu, ya diseting?,” tanyanya.

Tudingan ribuan karangan bunga sebagai settingan sempat dilontarkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Menurutnya, serbuan karangan bunga ke Ahok tak lebih dari pencitraan murahan.[jat]



Ahok Kalah, Toko Bunga Raup Untung Puluhan Juta

Ahok Kalah, Toko Bunga Raup Untung Puluhan Juta

INILAHCOM, Jakarta - Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 membawa berkah bagi Lucyana (31). Pasalnya, pemilik toko bunga Lucky Florist, di Jl. Petojo Barat 1, Gambir, Jakarta Pusat ini menerima banyak orderan karangan bunga ucapan selamat kepada Ahok-Djarot.

"Dari kemarin total yang sudah pesan sekitar 150 buah," kata Lucyana, kepada INILAHCOM, Kamis (27/4/2017).

Lucyana mengungkapkan, pemesanan karangan bungan  dilakukan oleh orang-perorang. Ada yang bertandang langsung ke toko, ada pula yang memesan via sambungan telepon. Untuk itu, ia memastikan tidak ada yang  mengkoordinir pesanan karangan bunga kepada Ahok-Djarot itu.

"Ada juga yang ke sini. Kalau lewat telepon habis pesan  ditransfer dan kita antar. Kalau untung tidak bisa kita bilang, hanya untuk harganya Rp500 ribu-Rp600 ribu. Tapi intinya semua diungtungkan deh," jelasnya.

Begitu juga dengan pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, Sukabumi Utara, Jakarta Barat yang mengaku dibanjiri pesanan karangan bunga untuk Ahok-Djarot.

Taufik (42) yang bekerja sehari-hari di toko Alfinza Florist Pasar Rawa Belong mengaku sejak Sabtu (22/4/2017) kemarin, tokonya ramai pembeli. Bahkan dalam satu hari tokonya bisa menjual hingga 10 karangan bunga dengan harga satuan senilai Rp400 ribu-Rp500 ribu.

"Setiap hari bisa jual 10 karangan bunga. padahal kan sebelumnya paling kami hanya jual 5 karangan bunga saja," ucapnya.

Sebelumnya, ribuan karangan bunga berisi berbagai ucapan positif dikirim para pendukung Ahok-Djarot ke Balai Kota DKI. Namun, sebagian karangan bunga tersebut terpaksa dipajang di sekitar Silang Monas, Gambir Jakarta Pusat. Pasalnya sekitar kawasan Gedung Balai Kota DKI sudah penuh. [ton]



KAI Tantang Warga Manggarai Tunjukan Bukti

KAI Tantang Warga Manggarai Tunjukan Bukti

INILAHCOM, Jakarta - Humas PT. KAI Daop I, Suprapto menantang warga RW 12 Manggarai, Jakarta Selatan, untuk membuktikan kepemilikan sertifikat tanah yang rencananya bakal ditertibkan tersebut.

Ini untuk menanggapi Kuasa Hukum Warga RW 12, Nasrul S. Dongoran yang mengklaim sertifikat yang dimiliki PT. KAI sudah tidak berlaku atau kedarluwarsa. Mengingat yang digunakan sebagai dasar menggusur adalah menggunakan sertifikat Hak Pakai Nomor 47 Tahun 1988.

"Silahkan tunjukan. Sertifikat kalau ada bukti silahkan," kata Suprapto, di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Menurut Suprapto, tanah negara yang dimaksud dalam Undang-Undang Agraria itu adalah tanah negara bebas. Sedangkan yang di Manggarai tidak termasuk dalam kategori tersebut.

"Ini sudah dikuasi, peralihan dari Hindia Belanda sudah di nasional," pungkasnya.[jat]



Anies Bakal Rombak Pejabat DKI, Ahok: Biarin Aja

Anies Bakal Rombak Pejabat DKI, Ahok: Biarin Aja

INILAHCOM, Jakarta - Rencana perombakan pejabat di lingkungan pemprov seiring akan bergantinya gubernur ditanggapi santai oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dia menyerahkan kepada pasangan gubernur terpilih Anies-Sandi mengenai perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)‎ DKI Jakarta. Asal, sesuai aturan.

"Biarin aja. Tunggu aja ganti gubernur," ‎katanya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Sesuai turan UU Aparatus Sipil Negara (ASN), pergantian pejabat di DKI baru bisa dilakukan selambatnya enam bulan setelah gubernur baru menjabat. "(Harus) seizin Mendagri juga," tambahnya.

M. Taufik yang merupakan Wakil Ketua tim pemenangan Anies-Sandi mengatakan‎, akan ada perombakan SKPD DKI Jakarta ketika Anies-Sandi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Tau‎fik menyatakan, SKPD yang tidak mempunyai kesamaan visi misi dengan Anies-Sandi akan diganti.

Ahok-Djarot masih akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga Oktober 2017. [rok]



Berantas Preman, TNI/Polri Jaga Kawasan Kalijodo

Berantas Preman, TNI/Polri Jaga Kawasan Kalijodo

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenuhi janjinya untuk memberangus praktik preman dan parkir liar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.

Hari ini, sebanyak 30 personel Sudinhub Jakarta Utara dibantu 10 personel TNI dan 20 polisi diterjunkan.

"Kami tertibkan agar parkir kendaraan tidak menganggu kenyamanan pengunjung itu sendiri," ujar Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Benhard Hutajulu, Kamis (27/4/2017)

Benhard menambahkan, pihaknya akan melakukan penertiban dengan cara persuasif. Petugas kepolisian dan TNI, sifatnya hanya memback-up kalau-kalau ada perlawanan dari preman-preman yang biasa mangkal di Kalijodo.

"Penertiban ini juga sebagai upaya mencegah adanya oknum yang mengutip uang parkir di luar ketentuan," jelasnya.

Selain itu, pengawasan dan penjagaan kawasan parkir akan diperbanyak tiap akhir pekan di kalijodo.

"Untuk mencegah kemacetan saat akhir pekan, kami berharap warga datang menggunakan transportasi umum terutama bus Transjakarta," tandasnya. [ton]



Anies: Kami Berjuang untuk Tidak Ingkari Janji

Anies: Kami Berjuang untuk Tidak Ingkari Janji

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan memantapkan niatnya menghadirkan keadilan di Jakarta. Salah satunya menjalankan seluruh janji dan program kerja yang ditawarkan pada saat kampanye.

Mantan Mendikbud itu menceritakan cara meneguhkan komitmen atas janjinya yaitu saat Jumat pertama pasca pencoblosan, Anies dan Sandiaga Uno memilih Bukit Duri sebagai lokasi salat Jumat.

"Kenapa saya pilih Bukut Duri l? Karena di tempat itu dijanjikan tidak akan digusur, tapi ternyata mereka tetap digusur," kata Anies dalam sambutannya saat menghadiri Isra Miraj dan Tasyakuran bersama Forum Ulama dan Habaib (Fuhab) di gedung Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu malam (26/4/2017).

Anies menyadari dirinya bukanlah manusia sempurna. Untuk itu tugas pertamanya sebagai Gubernur mengingatkan diri sendiri atas seluruh janji dan memperjuangkan janji itu semaksimal mungkin. "Hari ini kami berjanji untuk berjuang dan jangan sampai janji itu diingkari," tegas Mantan Mendikbud itu.

Selain itu, inisiator Indonesia Mengajar itu meminta seleuruh warga Jakarta untuk selalu mengingatkan dirinya dengan wakilnya Sandiaga Uno untuk memenuhi janji tersebut, agar keadilan yang dicita-citakan seluruh warga dapat hadir di Jakarta.

"Apapun akan kami lakukan baik ringan maupun berat, saya harap, saya juga dingatkan untuk membela yang disingkirkan membela warga kebanyakan dan membela warga yang selama ini tidak diberi kesempatan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Anies juga menyampaikan kemenangan Anies-Sandi dalam gelaran Pilkada DKI merupakan gerbang awal menuju kemenangan yang lebih besar. Anies meminjam istilah kemenangan kecil dan besar dari Muhammad Ainun Nadjib atau biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun yang merupakan seorang tokoh intelektual Islam Indonesia.

Beliau mengatakan kemenangan besar merupakan tercapainya tujuan yang sebenarnya. "Istilahnya Cak Nun kemenangan 19 April lalu itu adalah kemenangan kecil karena perjuangan besar adalah setelah amanat itu diberikan yakni menjalankan tujuan dari perubahan," jelas Anies.

Maka dari itu selanjutnya Anies mengingatkan sudah saatnya tidak larut dalam euforia kemenangan kecil itu dan mengajak seluruh warga untuk kembali berikhtiar agar mencapai kemenangan besar yang sebenarnya. "Kemenangan besar yang sebenarnya adalah saat keadilan hadir di Jakarta," tutur mantan Ketua komite Etik KPK itu.

Anies-Sandi sendiri sudah mempersiapkan tiga program kerja untuk menghadirkan keadilan di Jakarta yakni dengan menambah lapangan pekerjaan melaui pengembangan kewirausahaan, menyediakan bahan pokok yang terjangkau serta pendidikan yang berkualitas tuntas dan gratis untuk seluruh anak Jakarta. [*]



KAI Segera Tertibkan Bangunan di Manggarai

KAI Segera Tertibkan Bangunan di Manggarai

INILAHCOM, Jakarta - Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP I Jhon Roberto bakal kembali menggelar proses penertiban 11 bangunan di RW 12, Manggarai, Jakarta Selatan.

Rencana proses penggusuran sempat tertunda  lantaran ditolak warga saat hendak dieksekusi pada Rabu (27/4/2017) kemarin.

"Kita tetap lakukan karena proyek ini selesai tahun 2019 hanya belum bisa kita informasikan," kata Jhon di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Jhon pun membantah opini yang beredar di masyarakat bahwa ada ribuan rumah yang masuk proses penertiban. Tercatat hanya 11 bangunan dengan luas wilayah 1.150 meter persegi yang bakal ditertibkan.

"Penertiban ini bukan sematamata untuk kepentingan PT KAI tetapi untuk  warga Jakarta," pungkasnya. [rok]



Karangan Bunga Ahok-Djarot Sampai ke Gambir

Karangan Bunga Ahok-Djarot Sampai ke Gambir

INILAHCOM, Jakarta - Karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terus berdatangan.

Sebagian karangan bunga tersebut terpaksa  terpajang di sekitar Silang Monas, Gambir Jakarta Pusat. Pasalnya sekitar kawasan Gedung Balai Kota DKI sudah penuh.

"Informasinya akan sampai mengelilingi Monas. Tapi enggak di depan Istana Negara. Hanya lewati Gambir terus sampai di depan Mahkamah Agung," ujar Bambang, salah satu pengawas lapangan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Di samping itu, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Sabdo Kurnianto mengaku, tidak mempermasalahkan soal pemajangan karangan bunga di depan kawasan Monas.

"Karena ditaruh di pedestrian. Dan sudah koordinasi dengan pihak kami," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan INILAHCOM, karangan bunga Ahok-Djarot sudah memenuhi sisi luar Monas Timur atau dekat Stasiun Gambir. Beberapa petugas PPSU terlihat sibuk memindahkan dan mengatur karangan bunga yang dibawa oleh sejumlah mobil pikap.[jat]



Polda Bakal Gelar Operasi Preman di Kalijodo

Polda Bakal Gelar Operasi Preman di Kalijodo

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan menelusuri isu beredarnya preman di RPTRA Kalijodo.

"Kita cek dulu preman seperti apa. Kita kan ada operasi-operasi preman," katanya di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ia menjelaskan dari aksi itu polisi akan melihat situasi riil di lapangan. Apakah ada preman dari salah satu geng yang menguasai lahan parkir. Polisi juga harus melihat kondisi ini cukup meresahkan atau tidak.

"Kalau meresahkan masyarakat jadi urusan polisi. Kalau urusan parkir ya Pemda kan gitu," jelasnya.

Sebelumnya, sistem parkir di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo tengah semrawut. Selain parkir terpadu elektronik (PTE) yang tidak terpakai, di tempat itu juga marak preman parkir liar yang dikendalikan oleh sekelompok orang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan meminta tolong kepada Brimob untuk mengurus preman parkir liar yang ada di sekitar RPTRA Kalijodo. Untuk urusan PTE, Ahok akan menyuruh Satpol PP dan Dishub DKI.

"Keluarin (para preman), kita minta bantuan Brimob," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Menurut Ahok, apa yang terjadi di Kalijodo saat ini hanyalah euforia saja. Ahok menyebut banyak orang yang menyangka, setelah dirinya kalah di Pilgub DKI, otomatis dia turun dari kursi DKI-1. Padahal dia masih akan menjadi gubernur hingga bulan Oktober.[jat]



Ahok: Tinggal Nyontek Aja

Ahok: Tinggal Nyontek Aja

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan warga Jakarta telah merasakan perubahan yang lebih baik di ibu kota selama kepemimpinannya bersama Djarot Saiful Hidayat.

Untuk itu, pasangan Gubernur DKI terpilih Anies-Sandi tinggal meneruskan kerja yang dilakukan dia dan Djarot.

"‎Tinggal nyontek aja kan. Udah kami lakukan semua, ada jalannya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengingatkan agar ada pengawasan terkait program yang akan dilaksanakan oleh Anies-Sandi.

Misalnya, jika Kartu Jakarta Pintar bisa ditarik kontan, maka perlu ada pengawasan, sehingga tidak disalahgunakan oleh warga.

"Misalnya KJP boleh tarik kontan, kami enggak bisa membaca digunakan oleh anak-anak untuk belanja apa, disalahgunakan orang," ucapnya.

Pada era Ahok, KJP tidak bisa ditarik tunai. Meski begitu, dia menyadari bahwa orang lebih suka jika KJP bisa ditarik tunai. Namun, Ahok mengaku tidak bisa memenuhinya. Pasalnya, jika KJP ditarik tunai, rawan penyalahgunaan. [rok]



Diskusi Reboan Gerindra Kawal Anies Jadi Gubernur

Diskusi Reboan Gerindra Kawal Anies Jadi Gubernur

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur terpilih Anies Baswedan memenuhi undangan peresmian kantor baru DPD Partai Gerindra, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Ketua DPD Gerindra Jakarta, Muhammad Taufik berterima kasih atas kedatangan Anies ke kantor baru ini. Ia lalu menjelaskan pola kerja DPD Partai Gerindra kepada inisiator gerakan Indonesia Mengajar tersebut. "Selain melakukan kaderisasi, kami ada diskusi rutin yaitu diskusi reboan," kata Taufik.

Wakil Ketua DPRD Jakarta ini menjelaskan diskusi reboan kerapkali menghadirkan berbagai tokoh masyarakat Jakarta. Diskusi reboan, sambungnya, diadopsi untuk pemenangan Anies-Sandi sehingga pergerakan di akar rumput menjadi lebih mudah.

"Diskusi Reboan DPD Gerindra akan dilanjutkan. Kami harap Pak Anies bisa datang nanti. Hari ini hari pertama kami berkantor di sini. Kita akan kawal terus pak anies dalam menjalankan roda pemerintahan DKI Jakarta," terangnya. [*]



Karangan Bunga Ahok-Djarot Picu Macet

Karangan Bunga Ahok-Djarot Picu Macet

INILAHCOM, Jakarta - Kemacetan terjadi di sepanjang Jl. Medan Merdeka Selatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017) pagi.

Sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua yang hendak melintas ke lokasi terpaksa mengurangi laju kendaraan mereka lantaran banyaknya warga yang bertandang ke sekitar lokasi.

Hal tersebut dilakukan guna melihat ataupun mengabadikan gambar dengan ribuan karangan bunga yang di pajang di dua sisi sepanjang Jl. Medan Merdeka Selatan.

Adapun sejumlah karangan bunga itu bertulis tentang berbagai ucapan dan pujian terhadap Ahok-Djarot. Salah satu ucapan itu, "Pak Ahok & Pak Djarot We Believe God Has Bigger Plans For You."

Meski kalah dalam versi hasil hitungan cepat di Pilkada DKI 2017, Balai Kota DKI justru dibanjiri oleh karangan bunga bahkan ratusan warga pun berdatangan ke Balai Kota guna mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Ahok. [rok]