Laman

Jumat, 30 September 2016

Petugas Dishub 'Nyambi' Jadi Begal di Jakut

Petugas Dishub 'Nyambi' Jadi Begal di Jakut

INILAHCOM, Jakarta - Seorang anggota Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara, ditangkap polisi karena nyambi jadi pelaku begal.

Kuswanto ditangkap aparat Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara karena terlibat aksi begal sadis. Bersama satu rekannya, Kuswanto 'biasa' melakukan aksinya di jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar Jl Yos Sudarso, Jakarra Utara.

Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Yuldi Yuswan mengatakan, pelaku terbilang sadis karena tidak segan-segan melukai bahkan menghilangkan nyawa korbannya.

"Sejauh ini sudah ada enam korban. Bahkan salah satu korban bernama Dirham meninggal dunia akibat dibacok di bagian kepalanya, setelah dirampas barangnya di Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara," ujar Yuldi.

Yuldi mengungkap, tersangka melancarkan operasinya pada malam hari. Sasarannya adalah perempuan yang berjalan kaki di sekitar Jl Yos Sudarso.

Tersangka melakukan aksinya bersama temannya, Andi Ari. Andi Ari ini diketahui bekerja sebagai wartawan"Pelaku Andi Ari ini memiliki senjata berupa pisau komando. Pisau komando tersebut digunakan untuk melukai korban salah satunya yang meninggal itu," sambungnya.

Kuswanto sebelumnya merupakan anggota Satpol PP Jakut yang berdinas sejak 200-2014. "Menurut pengakuaannnya, ia dipindah dari Satpol PP ke petugas Dishub karena dikenal pemalas dan rajin bolos kerja," imbuh Yuldi.

Polisi terpaksa menembak kaki tersangka Andi karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.



Dukun Cabul Pemerkosa ABG Dibekuk

Dukun Cabul Pemerkosa ABG Dibekuk

INILAHCOM, Jakarta - Seorang dukun cabul yang meperkosa ABG di Kosambi, Tangerang berhasil dibekuk.

RM alias AD (43) dukun cabul yang memperkosa gadis ABG berinisial DY (15) di Kosambi, Kabupaten Tangerang, akhirnya dibekuk aparat Polsek Teluknaga setelah dipancing oleh petugas pada Kamis (1/9/2016) lalu.

"Kita pancing dulu dengan berpura-pura menjadi calon pasiennya," ungkap Kapolsek Teluknaga, AKP Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, pelaku memiliki keluarga yang tinggal di wilayah Kosambi. Untuk mencari korbannya, pelaku memanfaatkan media sosial Facebook. Lalu pelaku merayu korban dengan mengaku bisa mengobati korban yang terkena guna-guna.

"Setelah dapet korban dia merayu dan mengajak ketemuan di sebuah rumah kosong. Baru kami tangkap," jelasnya.

Sementara itu, RM mengatakan bahwa dirinya baru menjalani kejahatan tersebut selama satu tahun terakhir dan baru mendapatkan tiga orang korban.

"Saya baru setahun, (Menyetubuhi) 10 kali itu cuma sama korban yang itu-itu saja. Awalnya saya dapat SMS bahwa perempuan itu dapat guna-guna, saya langsung ajak dia ketemuan," ungkapnya.

Dia mengaku, dirinya pura-pura jadi dukun, padahal dia enggak punya keahlian. "Saya ngakunya bisa mengobati segala penyakit, kalau mau sembuh syaratnya korban harus berhubungan badan sama saya," ujar RM.

Menurut dia korban berobat dengan dia gratis. Justru dirinya memberikan uang Rp 50.000 setelah dia setubuhi.



Kapolda Metro Janji Tetap Lanjutkan Kasus Akseyna

Kapolda Metro Janji Tetap Lanjutkan Kasus Akseyna

INILAHCOM, Jakarta - Sampai kini, polisi belum juga mengungkap siapa orang di balik tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori (19). Padahal, pembunuhan Akseyna sudah terjadi di tahun 2015 lalu.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan, meminta waktu kepada masyarakat perihal penyelesaian kasus Akseyna. Ia berjanji akan mempelajari kasus tersebut agar cepat terungkap sesuai data.

"Saya minta waktu karena kan ritme pekerjaan luar biasa. Jadi kami minta waktu untuk kami gelar, mempelajari kembali kasus terungkap atas data," kata Iriawan, Jum'at (30/9/2016).

Iriawan beralasan, Polda Metro Jaya saat ini tidak hanya tertuju kepada penyelesaian kasus Akseyna. Apalagi, DKI sebentar lagi akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Jadi mohon waktu ya, karena banyak yang harus kami jaga di Jakarta ini. Belum sebentar lagi memasuk fase kampanye, persiapan pencalonan Pilkada," kata dia.

Meski demikian, mantan Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri itu menegaskan kasus Akseyna akan tetap dilanjutkan.

"Pasti lah (tetap dilanjutkan)," ujarnya.

Akseyna mahasiswa Biologi, Fakultas MIPA UI ditemukan tewas mengambang di danau Kenanga, Universitas Indonesia (UI), pada Kamis (26/03/2015). Dari dalam tas, ditemukan lima buah batu konblok yang diduga digunakan untuk menenggelamkan korban. [ton]



Polri Janji Tindaklanjut 'Nyanyian' Jessica

Polri Janji Tindaklanjut 'Nyanyian' Jessica

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti keterangan terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam persidangan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin.

Dalam persidangan, Jessica bercerita terkait tekanan yang diberikan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, agar Jessica mengakui perbuatannya.

"Ya itu kan baru sepihak, nanti mungkin akan didalami oleh Propam," kata Iriawan, Jum'at (30/9/2016).

Iriawan menuturkan, keterangan tersebut akan menjadi masukan bagi kepolisian. Selain itu divisi Provesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri akan mendalami kesaksian Jessica.

Ia juga menyesalkan terkait Jessica yang baru membeberkan paska memasuki persidangan, bukan disaat sedang masa penyidikan.

"Propam Mabes Polri sudah merespon, karena dari Mabes juga sudah menganalisa tentang keterangan Jessica yang disampaikan di persidangan," ujar dia.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang digelar sebelumnya, Jessica bercerita terkait Krishna yang memintanya mengaku membunuh Mirna.

Krishna, menurut pengakuan Jessica,  terus mendesak agar Jessica mengaku, dengan dalih perbuatannya terekam kamera CCTV.

"Kalau ngaku, kamu enggak bakal dihukum mati. Dihukum seumur hidup juga saya enggak kasih. Kamu enggak bakal dihukum mati. Paling dihukum tujuh tahun, itu juga dipotong-potong lain-lain," ujar Jessica dalam persidangan. [ton]



Rumah Dibobol, Atase Kedubes Kuwait Lapor Polisi

Rumah Dibobol, Atase Kedubes Kuwait Lapor Polisi

INILAHCOM, Jakarta - Kediaman atase Kedutaan Besar Kuwait bernama Waleed Y Kh Almajeed di Jalan Taman Patra Kuningan II Setiabudi, Jakarta Selatan dibobol maling.

"Kami masih menyelidiki kasusnya. Tim dari Polres Jaksel bersama tim identifikasi sedang melakukan olah TKP," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso saat dihubungi, Jumat (30/9/2016).

Eko menuturkan, kejadian tersebut terjadi hari ini, sekira pukul 06.00 WIB pagi tadi. "Ketika korban bangun, korban melihat ada jejak kaki di tembok, kemudian korban melihat kamar yang ada di lantai dua dalam keadaan berantakan," ujarnya.

Korban lantas melaporkan hal tersebut ke Polsek Setiabudi. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui kerugian karena yang bersangkutan langsung melapor.



Ini Pemilik Konten Videotron Porno di Kebayoran

Ini Pemilik Konten Videotron Porno di Kebayoran

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyayangkan sehubungan dengan banyaknya berita di media sosial seputar videotron yang menayangkan video porno.

Kasudin Kominfomas Jakarta Selatan Lestari Ady Wiryono menerangkan pada pukul 14.30 WIB Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mendapat pengaduan bahwa salah satu videotron di Jl Iskandarsyah, perempatan Jalan Wijaya-Antasari, Kebayoran Baru menayangkan konten video porno.

"Saat itu juga tim dari Sudin Kominfomas meninjau ke lokasi dan mendapati laporan tersebut benar adanya. Bersama dengan masyarakat di sekitar lokasi, tim langsung mematikan saklar listrik yang berada di tiang reklame," ujar Lestari, Jumat (30/9/2016).

Dalam penulusurannya, LED berukuran 24 m2 tersebut diketahui milik PT Matapena Komunika Advertama yang mensubkontrakkan isi kontennya kepada PT Transito Adiman Jati Transito Advertising yang beralamat di Jl Palmerah Barat.

"Saat ini layar reklame LED tersebut dalam keadaan mati, namun kami menganggap serius masalah ini," ujarnya.

Setelah pihaknya berkoordinasi dengan Sudin Pelayanan Pajak Jakarta Selatan, tim Cyber Crime Polda Meto Jaya langsung bertindak dengan mendatangi PT Transito Adiman Jati Transito Advertising sore ini, Jumat (30/9/2016).

"Berdasarkan data yang ada, terdapat 58 titik LED yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan dengan luas monitor yang beragam," ungkapnya.

Berdasarkan Pasal 4 Pergub 244 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame, setiap penyelenggaraan reklame harus mematuhi ketentuan norma etika, estetika, keagamaan, keindahan, kesopanan, ketertiban umum, kesehatan, kesusilaan, keamanan dan lingkungan. [ton]



Polisi Tangkap Dalang Film Dewasa di Videotron

Polisi Tangkap Dalang Film Dewasa di Videotron

INILAHCOM, Jakarta - Polisi saat ini telah mengamankan pelaku yang bertanggungjawab atas penayangan video porno di videotron Jl Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hal ini dikatakan oleh Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto. "Lagi dijemput anggota (pelakunya)," kata Budi saat dikonfirmasi, Jum'at (30/9/2016).

Baca juga: Kominfo Telusuri Tayangan Film Dewasa di Videotron

Saat ini pelaku penayangan film dewasa di videotron itu sudah dibawa menuju Subdit Resmob Mapolda Metro Jaya. Namun, Budi tidak membeberkan identitas pelaku tersebut. [ton]



DPRD Minta Usut Film Dewasa di Videotron

DPRD Minta Usut Film Dewasa di Videotron

INILAHCOM, Jakarta - Videotron yang menayangkan film porno di Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini telah dinonaktifkan.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menyayangkan adanya kejadian tersebut. Karena itu dirinya meminta pihak terkait mengusut kasus bocornya film porno di papan iklan itu. .

"Harus diturunin tuh. Siapa yang pasang tuh. Itu kan sederhana pertama harus dicopot," kata Taufik usai menyambangi rumah mantan politisi PDI-Perjuangan Boy Sadikin, di Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2016).

Taufik pun mengimbau agar, pihak berwajib segera mencari tahu oknum yang melakukan perbuatan tidak bermoral tersebut. Sehingga dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Yang membuat harus bertanggung jawab. Masa ada film porno, pasti teledor," tandasnya.

Sesuai informasi yang dihimpun INILAHCOM, orang-orang dikagetkan lantaran adanya tayangan adegan seorang wanita sedang melakukan hubungan intim dengan seorang pria melalui videotron di Jl. Wijaya I dan Jl. Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  Jumat (30/9) siang.



Videtron yang Tayangkan Film Dewasa Digaris Polisi

Videtron yang Tayangkan Film Dewasa Digaris Polisi

INILAHCOM, Jakarta - Setelah geger dengan penayangan film porno di sebuah videotron atau papan iklan, kini videotron yang berada di Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan langsung diberi garis polisi.

Sejumlah warga di kawasan itu sangat menyayangkan bocornya tayangan film porno di videotron yang dapat dilihat semua warga serta pengendara yang melintas. Salah seorang warga pun akhirnya memutus aliran listrik videotron tersebut.

"Tadi rame-rame pada nonton film porno, trus saya disuruh polantas untuk matiin, ya udah saya matiin aja," kata Domang, warga sekitar, Jumat (30/9/2016).

Peristiwa itu pun sempat mengakibatkan kemacetan di ruas Jl Prapanca dari arah Blok menuju Cilandak. [ton]



Kominfo Telusuri Tayangan Film Dewasa di Videotron

Kominfo Telusuri Tayangan Film Dewasa di Videotron

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah videotron atau papan iklan yang berdiri di Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menayangkan video orang dewasa.

di kawasan Jakarta Selatan, atau tepatnya di sebelah kantor Walikota Jakarta Selatan menampilkan tayangan video porno

Kepala Suku Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan (Kominfomas) Jakarta Selatan Lestari Ady Wiryono, mengaku sudah menerima laporan terkait adanya tayangan porno di papan iklan LED atau videotron tersebut.

"Kami sudah terima laporannya dan sekarang tim sedang melakukan pemeriksaan dilokasi," kata Ady saat dihubungi, Jum'at (30/9/2016).

Dalam video tersebut berisi adegan ranjang layaknya suami istri antara wanita dengan pria. Diketahui video itu muncul pada Jumat (30/9/2016) sekira pukul 13.00 WIB.

Bahkan, video yang diputar selama lebih kurang 20 menit itu sempat menjadi tontonan warga hingga pengendara yang sedang melintas di lokasi.

Belum dipastikan siapa yang mengubah konten papan iklan itu menjadi tayangan video porno. Saat ini pihaknya masih menelusuri kasus tersebut. Namun di papan LED tersebut tertera nama PT Transito Adimas Jati. [ton]



Polisi Sita Dua Kontainer Sepatu Nike Palsu

Polisi Sita Dua Kontainer Sepatu Nike Palsu

INILAHCOM, Jakarta - Polisi mengamankan ribuan pasang sepatu palsu bermerk Nike di daerah Penjaringan, Jakarta Barat yang hendak diperjualbelikan di Jakarta.

Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Iman Setiawan, mengatakan para pelaku menggunakan merk Nike tanpa seizin pemilik yang sah.

"Pelaku diduga memalsukan, atau mengimport barang dagangan berupa sepatu menggunakan merk Nike tanpa seizin pemilik yang sah terdaftar," kata Irman di Polda Metro Jaya, Jum'at (30/9/2016).

Irman mengatakan, seluruh barang bukti 4.855 pasang sepatu itu berasal dari Guanzho, Thiongkok. Ribuan pasang sepatu itu dikirim menggunakan ekspedisi BR melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Kata dia, pihaknya juga sudah menangkap lima pelaku berinisial RK, DI, SL, FI dan GT yang terlibat dalam kasus tersebut.

Menurutnya, kegiatan menyuplai sepatu bermerk palsu sudah berlangsung selama kurun waktu satu tahun. Hasilnya, mereka sudah mengantongi untung sebesar Rp 120-150 juta tiap bulan.

Untuk kisaran harga, kata dia, berbeda cukup jauh dari sepatu asli, yakni sekitar Rp 400 ribu per pasang.

Sementara, Kuasa Hukum Legal Nike Gregoriua, menuturkan para pelaku biasa menjual sepatu palsu tersebut di pusat perbelanjaan di Jakarta, jarang di pasar tradisional.

Kata dia, Nike dipastikan mengalami kerugian, baik materil dan juga inmatetil. Apalagi, kasus pemalsuan merk Nike bukan sekali terjadi.

"Jarang dijual di pasar tradisional. Kerugian materil dan inmateril, tentunya merusak reputasi merek Nike," ujar dia.

Lebih lanjut, selain mengamankan lima pelaku dan ribuan pasang sepatu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain, diantaranya satu bendel surat jalan, dua unit truk kontainer dan satu mobil box Dihatsu Delta.

Atas perbuatannya, para pelaku akan disangkakan dengan Pasal 90, Pasal 91 dan Pasal 94 Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek. [ton]



Ini Kata Kapolda Metro tentang Sel Tahanan Jessica

Ini Kata Kapolda Metro tentang Sel Tahanan Jessica

INILAHCOM, Jakarta - Saat menjalani masa sidang, terdakwa Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso sempat menceritakan kondisi ruang tahanannya di Polda Metro Jaya.

Pada agenda pemeriksaan terdakwa, sembari menangis, Jessica menyebutkan ia diletakan di sebuah ruangan, tanpa ditemani tahanan lain.

Menurut Jessica, ruangan itu tidak hanya kecil, melainkan kotor dan juga dipenui serangga, seperti kecoa serta kalajengking.

Bahkan, di ruangan tersebut tidak dilengkapi sistem sirkulasi udara yang baik. Hanya ada ventilasi berukuran kertas A4.

Menyikapinya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan, mengatakan bila penempatan Jessica di ruangan tersebut bukanlah kehendak petugas.

Pihak Jessica yang meminta agar ditempatkan di ruang tersebut. Dengan alasan, tak ingin bersosialisasi dengan tahanan lain.

"Hasil info yang kami dapat itu permintaan yang bersangkutan. Karena mereka tidak mau sosialisasi dengan yang lain, tidak mau kumpul. Itu yang diinginkan Jessica," tambahnya. [ton]



Geger, Videotron Tayangkan Klip Dewasa

Geger, Videotron Tayangkan Klip Dewasa

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah video yang menampilkan videotron di salah sudut jalan Jakarta yang menayangkan klip konten dewasa beredar melalui dunia maya, Jumat (30/9/2016) siang.

Adapun, video ini awalnya disebarkan melalui jejaring sosial media Twitter dengan nama akun Tukang Ponten. Berdasarkan cuitannya, kejadian itu terjadi di sekitar kawasan lampu merah arah Blok M ke kantor Walikota Jakarta Selatan.

Berdasarkan tayangan video, tampak di klip konten dewasa yang ditayangkan adalah sosok seorang wanita setengah dada yang sedang dalam posisi terbaring. Kerumunan mobil yang saat itu memenuhi jalan terlihat melintas pelan di kondisi jalan yang tengah ramai lancar.

Sementara itu, di salah satu foto yang juga tersebar melalui sosial media tampak situasi lain kondisi lokasi kejadian tersebut. Kerumunan warga tampak mengerubungi sekitar videotron yang terus memainkan klip tersebut.

Belum diketahui kapan kejadian yang langsung membuat dunia maya geger itu terjadi. Hingga saat ini, video tersebut terus menjadi viral para netizen di sosial media. [rym]



Kamis, 29 September 2016

Tidak Terima Dipukul, Gojek Wanita Acungkan Pisau

Tidak Terima Dipukul, Gojek Wanita Acungkan Pisau

INILAHCOM, Jakarta - Pengemudi ojek online Habibah Silalahi (48) mengalami memar di bagian pipi setelah menjadi korban pemukulan dua pengendara ojek pangkalan di depan Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan saat itu Habibah tengah mengatarkan penumpang ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban menurunkan costumer di dekat opang, setelah menurunkan penumpang, korban hendak menghidupkan telepon genggamnya," kata Awi kepada wartawan, Jumat (30/9/2016).

Menurut Awi, wanita setengah baya itu didatangi oleh dua orang ojek pangkalan. Kemudian, terlibat percakapan yang meminta Habibah menjauhi pangkalannya.

Kata Awi, saat itu Habibah mengaku sudah menjelaskan kepada kedua orang tersebut jika tidak akan mengambil penumpang di sana.

"Opang tetap tidak terima dan marah-marah hingga terjadi cekcok mulut dan terjadi pemukulan terhadap korban pada bagian pipi sebelah kiri," ujar dia.

Tidak terima, lanjut Awi, Habibah lantas mengambil sebilah pisau milik pedagang sayur Sukarti (48) dan mengacungkannya kepada kedua dua ojek pangkalan.

Saat itu Habibah juga mengeluarkan obeng dari motornya setelah pisaunya diambil,  karena tidak terima dipukul.

"Habibah duduk dekat dagangan saksi (Sukarti), selanjutnya Ibu Habibah kembali mengacung-acungkan obeng kepada opang hingga akhirnya terjadi kericuhan dan mengakibatkan pemukulan terhadap ibu Habibah," kata Awi.

Tak lama kemudian, kericuhan tersebut dapat dilerai setelah seorang saksi bernama Supardi (34) memanggil petugas kepolisian.

"Untuk masalah pemukulan saksi tidak mengetahui dikarena takut terlibat," ujar dia.

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Habibah, saksi serta ojek pangkalan di Stasiun Kebayoran Lama. Sementara, barang bukti pisau sudah disita petugas. [rok]



Waspada Rampas HP Berkedok Tanya Alamat ke Pejalan

Waspada Rampas HP Berkedok Tanya Alamat ke Pejalan

INILAHCOM, Jakarta - Dua pemuda bernama Rizaldi  Gunawan (18) dan  Dhamar Agung S (19) nyaris tewas di Jl. Kepu Selatan, Senen, Jakarta Pusat.

Sepeda motor yang ditunggangi dua pria pengangguran ini terjungkal usai merampas handphone pejalan kaki di tempat kejadian perkara.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno mengatakan kejadian tersebut bermula dari korban Eron Rizky sedang berjalan kaki di sekitar TKP.

Kemudian datang Rizaldi dan Agung saling berboncengan dengan sebuah sepeda motor menghampiri korban. Kemudian duo sekawan ini berpura-pura menanyai alamat. Saat korban lengah Agung langsung merampas telepon genggam yang sedang dipegang Eron lalu kabur.

"Kemudian korban berteriak maling-maling, lalu dikejar warga. Sehingga sepeda motor pelaku terjatuh dan pelaku Rizaldi berhasil ditangkap sedangkan Agung lolos," tutur Suyatno, Jumat (30/9/2016).

Suyatno menambahkan, dihadapan petugas pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian agar uang dari hasil penjualan handphone rampasan itu dapat digunakan untuk membayar sewa playstation.

"Meski sempat kabur Agung akhirnya berhasil ditangkap petugas di kediamannya di kawasan Cempaka Putih. Kasus ini masih ditangani Polsek Senen," pungkasnya. [rok]



Polisi Temukan Mayat di Depan ASton Cengkareng

Polisi Temukan Mayat di Depan ASton Cengkareng

INILAHCOM, Jakarta - Pihak kepolisian menemukan sesosok mayat di sebuah kali di depan Hotel Aston Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/9/2016). Berita ini dikicaukan akun Twitter @TMCPoldaMetro.

"Ditemukan seorang mayat di kali depan Hotel Aston, Cengkareng. Sementara akses jalan ditutup," tulis @TMCPoldaMetro.

Dari kicauan di Twitter ini diketahui, pihak kepolisian sudah menangani penemuan mayat ini. Dimana dari foto yang dikirim, sejumlah aparat sudah mendatangi lokasi kejadian. Namun, hingga berita ini dinaikkan, belum diketahui identitas mayat tersebut. [hpy]



Fortuner Tabrak Motor di SCBD

Fortuner Tabrak Motor di SCBD

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah kecelakaan terjadi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jumat (30/9/2016). Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil Toyota Fortuner dan sebuah kendaraan roda dua.

Ditlantas Polda Metro Jaya lewat akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro diketahui kecelakaan terjadi tepatnya di depan Hotel Riz Carlton.
 
“Kecelakaan di Kawasan SCBD depan Riz Carlton Fortuner B 1143 UJE dengan sepeda motor B 3048 EXY,” kicau Polda lewat akun @TMCPolda.

Dalam informasi itu menyebutkan bahwa korban pengendara motor dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mintohardjo. [hpy]



DPRD DKI Evaluasi Pengambilalihan Parkir Pasar

DPRD DKI Evaluasi Pengambilalihan Parkir Pasar

INILAHCOM, Jakarta - Pengambilalihan parkir pasar dari swasta oleh Unit Pengelola (UP) Parkir berdampak kerugian pada pendapatan daerah. Evaluasipun dilakukan DPRD DKI terhadap kebijakan tersebut.

Evaluasi dilakukan berdasarkan keputusan bersama rapat gabungan antara DPRD DKI dengan Pasar Jaya, UP Parkir DKI dan Paguyuban Pengelola Parkir PD Pasar Jaya yang digelar pada Kamis (29/9/2016).

“Dari 15 pasar tersebut hanya diperoleh Rp 400 juta sebulan, padahal saat dipegang swasta mencapai Rp 600 juta perbulan,” kata Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Prabowo Soenirman.

Padahal, sejak dipegang UP Parkir tarif parkir telah dinaikkan dari sebelumnya hanya Rp 3 ribu menjadi Rp 4 ribu dengan sistem progresif setiap jamnya.

Tidak hanya itu saja, kerugian lainnya ialah dari sektor pajak retribusi yang selama ini diperoleh Pemprov DKI dari swastapun kini hilang.

“Saat dipegang swasta ada kewajiban membayar pajak Ppn sebesar 10 persen dan pajak parkir 20 persen. Nah, sekarang setelah dipegang UP Parkir tidak ada lagi pajak tersebut. Artinya di kebijakan ini dua kali Pemprov DKI merugi, karena itu kam merekomendasikan untuk dievaluasi,” ucapnya.

Karenanya untuk menutupi kerugian tersebut, Prabowo menambahkan telah meminta UP Perparkiran untuk menambah target pendapatan menjadi Rp 600 juta perbulan.

Hal lain yang menjadi rekomendasi DPRD DKI untuk menutup kerugian tersebut, Prabowo menyatakan bahwa pengambil alihan parkir pasar ini hanya diberlakukan di 33 pasar dari total sebanyak 153 pasar yang dikelola Pasar Jaya.

“Sisanya biar di beauty contest. Ini untuk mendongkrak pendapatan daerah juga,” tandasnya. [ton]



Rusun Marunda Terima Bantuan dari Bhayangkari

Rusun Marunda Terima Bantuan dari Bhayangkari

INILAHCOM, Jakarta - Bhayangkari Polri melakukan kegiatan sosial berupa pelayanan administrasi dan pemberian bantuan sembako kepada penghuni Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara pada Kamis (29/9/2016).

Fasilitas yang diberikan antara lain pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Akte Kelahiran, perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Karena, masih banyak warga di pelosok atau daerah padat penduduk desa atau kota yang belum dapat layanan dengan baik.

Istri dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Suswati mengatakan kegiatan bakti sosial ini untuk merealisasikan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-64 sekaligus memperingati HUT Polwan ke-68 dan Hari Ibu.

"Kenapa kita lakukan dan ikut aktif dalam kegiatan bakti kepada masyarakat, karena selama ini ibu-ibu Bhayangkari jarang terlihat tampil di sektor yang berperan penting dalam masyarakat seperti kita layani perpanjangan SIM, e-KTP, bahkan akta kelahiran," katanya di Jakarta.

Ia menjelaskan peran dari istri anggota Polri itu punya potensi yang sangat luar biasa dan memiliki tenaga untuk memberikan kepada yang membutuhkan, karena jumlahnya mencapai 400.000 ibu Bhayangkari yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Semoga ada program-program yang bisa membantu bapak dan ibu, kita sudah berjalan selama 26 tahun. Ada mitra-mitra melayani operasi katarak, pemeriksaan gigi gratis. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bakti sosial dan bakti kesehatan, kami usahakan akan dibantu," ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya akan memfasilitasi perpanjangan SIM gratis, dimana akan kembali digelar layanan perpanjangan SIM gratis di lapangan Bhayangkara Mabes Polri dalam acara Bazzar Bhayangkari pada 3 dan 4 Oktober nanti.

"Kami akan berikan bantuan simbolis berupa 2.000 akta kelahiran bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di DKI Jakarta, termasuk pembuatan e-KTP dari KTP model lama," jelasnya. [ton]



71 Kelurahan di DKI Rawan Banjir

71 Kelurahan di DKI Rawan Banjir

INILAHCOM, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 71 dari 267 kelurahan di DKI masih terdampak bencana banjir hingga akhir tahun ini.

"Sebagian besarnya (genangan baru) terjadi di wilayah Jakarta Selatan," kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Denny Wahyu, Kamis, (29/9/2016).

Total ada 37 keluarahan yang menjadi wilayah banjir baru pada tahun ini. Menurutnya, tingginya curah hujan baik lokal maupun didaerah hulu sebagai penyebab munculnya daerah baru rawan genangan.

"Ada juga fenomena La Nina di mana intensitas curah hujan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Namun, BPBD tidak tinggal diam. Selain intens melakukan sosialisasi meningkatkan kewaspadaan warga, penguatan sistem peringatan dini banjir melalui sistem audio yang dipasang di daerah rawan banjir.

"Kami juga memantau dan menyebarluaskan informasi masyarakat terkait genangan melalui sosial media dan dihimpun menjadi informasi daerah genangan secara realtime melalui petajakarta.org," tandasnya. [ton]



Merasa Ditekan Polisi, Ini Kata Mabes Polri

Merasa Ditekan Polisi, Ini Kata Mabes Polri

INILAHCOM, Jakarta - Mabes Polri menyayangkan perihal pengakuan Jessica Kumala Wongso yang ditekan selama pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Agus Rianto.

Terlebih lagi dengan disebutnya nama-nama perwira menengah Polri seperti Kombes Krishna Murti yang pernah mengiming-imingi Jessica mendapatkan keringanan hukuman.

"Harusnya ngomongnya dari kemarin-kemarin dong, kenapa baru sekarang dia ngomongnya. Kan kita di dalam institusi Polri sudah ada mekanisme, jika ada anggota Polri terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang jabatan, apalagi mengancam seseorang itu bisa diproses," kata  Agus di Mabes Polri, Kamis (29/9/2016).

Agus menambahkan, sebaiknya pada saat mendapat hal yang demikian, Jessica Terdakwa kasus Koffe bersianida langsung melaporkan kepada institusi kepolisian.

"Ia dong harusnya kan segera  melapor, kan ada Propam jika yang mengancam itu anggota Polri," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam persidangan Jessica menceritakan pertemuannya dengan Krishna yang saat itu menjabat sebagai Dirkrimum Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan itu, Krishna meminta Jessica mengaku membunuh Mirna.

"Kamu ngaku aja CCTV-nya sudah ada kamu menaruh sesuatu di minuman Mirna. Itu sudah di zoom berkali-kali. Kamu mengaku saja sekarang, kamu enggak akan dihukum mati. Seumur hidup saja saya enggak akan kasih. Paling tujuh tahun dipotong apa-apa, paling bentar lagi keluar." ucap Jessica menirukan omongan Khrisna Murti dalam persidangan, Rabu kemarin. [ton]



Jasad Korban Pengeroyokan di Tangerang Ditemukan

Jasad Korban Pengeroyokan di Tangerang Ditemukan

INILAHCOM, Jakarta - Polisi menemukan jenazah Yudi Anggara (23) di pinggir Kali Cisadane, Cisauk, Tangerang. Diketahui, korban tewas setelah dikeroyok oleh empat rekannya di pinggir kali tersebut pada Selasa (27/9/2016).

"Mayat korban baru diketemukan setelah tiga hari pencarian berjarak 10 km,  kondisi bengkak membusuk," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, Kamis (29/9/2016).

Awi menuturkan, pada Selasa dini hari kemarin, polisi terlebih dulu menemukan potongan jari milik korban di tempat kejadian perkara (TKP).

Kata dia, temuan itu setelah adanya laporan dari warga setempat yang melihat adanya perkelahian di TKP.

Atas laporan tersebut, lanjut Awi, anggota Reskrim Polsek Cisauk meluncur ke TKP dan berhasil mengamankan empat pemuda. Mereka yang diamankan ialah Ridwan, Indra, Riki dan Muhammad Hidayat.

Dari hasil interogasi sementara, diketahui mereka merupakan rekan korban yang telah membunuh dan membuang mayatnya ke kali.

"Selanjutnya dilakukan intograsi dan mengaku telah membunuh temannya saudara Yudi Anggara dan mayatnya dibuang ke sungai Cisadane," ujar Awi.

Adapun barang bukti yang diamankan di  TKP, diantaranya celurit bersimpul darah, jaket hitam milik korban, sepatu hitam milik korban dan sandal hitam.

Saat ini mereka sudah diamankan ke Polsek Cisauk untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih menyelidiki motif keempat rekan korban itu menghabisi nyawa Yudi. [ton]



Buruh Tolak Penggusuran, Ahok: Politik Itu

Buruh Tolak Penggusuran, Ahok: Politik Itu

INILAHCOM, Jakarta - Demo ratusan buruh dari berbagai aliansi di depan Kantor Balai Kota DKI rupanya tak menarik minat gubernur untuk melihat.

Bukan saja mengacuhkan tuntutan buruh soal UMP, Ahok juga menuding demo buruh kali ini berbau politis.

"Ngapain temuin mereka? Tadi dia bilang nggak usah pencitraan, nggak usah gusur-gusur. Lah buruh suruh nggak usah gusur, urusanya apa? politik itu," ujar Ahok, Kamis (29/9/2016).

Ratusan buruh yang hari ini turun ke jalan, menuntut kenaikan upah minimum 2017 sebesar Rp650.000, menolak UU Amnesty dan cabut PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Ahok mengatakan daripada harus mengiyakan tuntutan buruh soal kenaikan gaji, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikatakan Ahok lebih memilih mensubsidi ke transportasi, pendidikan dan kesehatan.

"Buat apa nuntut gaji Rp5 juta tapi daya saing produk perusahan anda turun, kalau biaya hidup anda Rp4,9 juta. Lebih baik gaji Rp3,5 juta tapi biaya hidup hanya Rp2,5 juta," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga ragu jika buruh yang menggelar aksi di depan kantornya adalah buruh yang bekerja di Jakarta.

"Kenapa dia ngotot, itu pendemo beli motor lihat saja motornya bagus-bagus, periksa saja KTP mereka emang KTP DKI," tandasnya. [ton]



Rabu, 28 September 2016

Ada Ledakan dan Api Di Galian Drainase Depok

Ada Ledakan dan Api Di Galian Drainase Depok

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah ledakan terjadi di depan pintu keluar Depok Town Square (Detos), Jalan Margonda Raya, pagi tadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, mengatakan ledakan itu berintensitas kecil, namun sempat mengeluarkan api.

"Dugaan awal api berasal dari gesekan kabel Telkom (bahan tembaga) yang membakar karet pelindung kabel," kata Awi, Kamis (29/9/2016).

Menurut Awi, api saat ini sudah dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

Ia menjelaskan, pada lokasi kejadian kini memang sedang tahap pengerjaan drainse. Sedangkan, posisi kabel hanya 30 cm dari permukaan jalan.

"Lokasi saat ini dalam tahap pengerjaan pembangunan drainase dan posisi kabel Telkom hanya 30 cm dari permukaan jalan, sehingga pada saat dilakukan pengeboran mengenai kabel Telkom," ujar Awi. [rok]



Jalan Licin, Truk Fuso Terbalik di Tol

Jalan Licin, Truk Fuso Terbalik di Tol

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah truk Fuso B 9616 JK oleng dan terbalik di Jalan Tol Cawang Grogol arah barat, Jakarta Selatan, pagi tadi.

Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan insiden bermula saat pengemudi bernama Muplihin melaju dari arah timur di jalan Tol Cawang Grogol.

"Sesampainya di depan Gedung LIPI tepatnya KM 7.800 diduga kurang hati-hati dan licin sehingga oleng kekiri kemudian menabrak pembatas jalan tol," kata Budiyanto dalam keterangannya, Kamis (29/9/2016).

Paska menabrak pembatas jalan, kata Budi, truk lantas terbalik dengan posisi ban kiri di atas.

"Selanjutnya pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan akhirnya terbalik dengan posisi ban kiri di atas," ujar dia.

Budi melanjutkan, tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut. Namun, pengemudi harus dievakuasi ke RS Budhi Asih untuk mendapat penanganan. [rok]



Pengacara: Wajar Jessica Banyak Lupa

Pengacara: Wajar Jessica Banyak Lupa

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan, mengatakan wajar apabila kliennya banyak lupa tentang apa yang terjadi di meja nomor 54, Kafe Olivier, pada 6 Januar 2016.

"Jangankan delapan bulan lalu, dua hari saja pasti sudah susah mengingat posisi gelas di mana, berapa meter dari posisi duduk," ujar Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis dini hari.

Karena itulah, lanjutnya, wajar pula jika Jessica menyatakan tidak ingat tentang pertanyaan apakah dia menggerakkan tas kertas ("paper bag") di atas meja nomor 54, tempat korban Wayan Mirna Salihin meminum kopi es vietnam dan kolaps tidak lama setelahnya.

Walau cukup banyak mengulang kata "tidak ingat", Jessica menurut Otto sudah memberikan keterangan yang jujur.

"Dia tidak menyangkal ketemu orang, mengakui bahwa memang ada kopi, juga cocktail," tutur pentolan Perhimpunan Advokat Indonesia ini.

Otto hanya menyesalkan beberapa hal dari barang bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang disodorkan JPU karena tidak memperlihatkan video Jessica sedang menelepon di Olivier.

Padahal, menurut dia, terdakwa sudah mengakui dia menelepon dan ada saksi, yaitu Direktur PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono yang juga melihatnya.

Selain itu, masih tentang video, tidak ada rekaman CCTV yang memperlihatkan pemindahan kopi dari gelas ke botol di pantry Olivier, meskipun ada CCTV di tempat tersebut.

"Ini semua karena tidak ada berita acara pengambilan barang bukti dari perekam video digital (DVR) ke 'flash disk'. Kalau berita acara tidak, artinya sumber tidak jelas dan wajib dicurigai," kata Otto.

Adapun pada Rabu (28/9) siang hingga hampir tengah malam keesokan harinya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menggelar sidang dengar keterangan Jessica Kumala Wongso, terdakwa atas kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin diduga akibat kopi bersianida.

Agenda selanjutnya adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Rabu (5/10). Kemudian disusul pledoi atau nota pembelaan pada Rabu (12/10).

Berikutnya, ada replik dan duplik masing-masing pada Senin (17/10) dan Kamis (20/10). Sementara vonis akan dijatuhkan pada hari yang ditetapkan kemudian. [tar]



Ini Rute Pengalihan Arus Demo Buruh

Ini Rute Pengalihan Arus Demo Buruh

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budianto mengatakan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalulintas saat demo buruh yang direncanakan digelar hari ini berlangsung.

"Ada beberapa alternatif pengalihan arus lalu lintas jika terjadi peningkatan konsentrasi massa dan peningkatan eskalasi," kata Budiyanto di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Ini rute pengalihan arus lalulintas yang disiapkan PMJ

A. Bundaran Air Mancur Monas menuju Harmoni:

- Belok kiri Jalan Budi Kemuliaan - Jalan Abdul Muis - Jalan Majapahit- Harmoni- dan seterusnya.

- Belok Kanan Jalan Merdeka Selatan - Jalan Merdeka Timur - dan seterusnya.

- Dari Jalan Merdeka Selatan menuju Jalan Budi Kemuliaan- Jalan Abdul Muis- Jalan Majapahit- Harmoni- dan seterusnya.

B. Traffic Light Budi Kemuliaan:

- Arus diarahkan Jembatan Serong belok kiri - Jalan Kebon Sirih - Jalan MH Thamrin - dan seterusnya.

C. Pertigaan Pertamina atau Pejambon arah Jalan Merdeka Utara:

- Arus diarahkan Jalan Merdeka Timur - Jalan Perwira - Jalan Lap Banteng - Pejambon - Jalan Merdeka Timur - Tugu Tani- Jalan Ridwan Rais, Jalan Merdeka Selatan, Bundaran Air Mancur - dan seterusnya.

D. Traffic Light Harmoni Arah Bundaran Air mancur Monas:

- Arus diarahkan Jalan IR.H. Juanda - Pintu Air - Jalan Pos - Jalan Lap Banteng - Jalan Pejambon - Jalan Merdeka Timur - Tugu Tani - Jalan Merdeka Timur - Jalan Merdeka Selatan - dan seterusnya.

Diberitakan sebelumnya, sekira 20 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana menggelar demo pada hari ini. Massa akan menyambangi sejumlah kantor pemerintahan seperti Balai Kota DKI, Istana Negara, Mahkamah Kontitusi dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). [hpy]



Satpol PP Bongkar Puluhan Bangunan di Pekapuran

Satpol PP Bongkar Puluhan Bangunan di Pekapuran

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar paksa puluhan bangunan liar di atas saluran air di Jl Pekapuran RW 04 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

Wakil Camat Tambora Sujoko menjelaskan penertiban puluhan bangunan tersebut untuk normalisai sungai dan aliran air.

"Kita takut jika hujan datang, karena banyaknya bangunan-bangunan ini jadi timbul bencana banjir," ujar Sujoko, Rabu (28/9/2016).

Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan PPSU pun ikut membantu dalam penertiban bangunan liar tersebut. [ton]



Jessica Mengaku Dihipnoterapi Tanpa Pengacara

Jessica Mengaku Dihipnoterapi Tanpa Pengacara

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin, mengaku pernah dihipnoterapi di sebuah ruangan Mapolda Metro Jaya tanpa kehadiran seorang pun pengacaranya.

"Saat itu saya tidak sadar dan seperti tidur saja," ujar Jessica dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016) malam.

Karena tidak awas dengan keadaan sekeliling, dia pun mengaku tidak tahu berapa lama dirinya dihipnoterapi di ruangan tersebut.

Namun, Jessica mengaku tidak merasa diperlakukan tidak pantas di tempat itu. "Saya sadar dalam keadaan sama seperti sebelumnya," tutur Jessica.

Kesaksian Jessica, di dalam ruangan tersebut juga hadir AKBP Herry Heryawan, mantan Kasubdit Umum Unit Jatanras Polda Metro Jaya kini menjabat Wakil Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Menurut Jessica, ada satu pertanyaan yang di luar kasus diungkapkan oleh Herry.

"Kamu kalau milih jodoh seagama atau tidak? Kamu tipe saya banget," ujar Herry seperti ditirukan terdakwa.

Jessica mengaku mengalami tekanan luar biasa selama pemeriksaan dan penahanan. Meskipun begitu dirinya tetap tidak marah atas kejadian yang menimpanya.

"Saya mendoakan yang terbaik untuk semuanya. Saya tidak marah, tidak dendam," jelasnya. [tar]



Jessica Akui Kirim Link Berita ke Kembaran Mirna

Jessica Akui Kirim Link Berita ke Kembaran Mirna

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso, terdakwa tunggal kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, membenarkan kabar dirinya sempat mengirim link berita via whatsapp tentang tewasnya Mirna ke Sandy Salihin.

"Iya pernah, itu (kirim link berita Mirna) sudah naik ke media-media," ujar Jessica, Rabu (28/9/2016).

Alasan pengiriman link berita ke Sandi, diakui Jessica hanya untuk menginformasikan kepada saudara kembar Mirna itu adanya dugaan tewas akibat mengonsumsi es kopi vietnam di Kafe Olivier beberapa waktu lalu.

"Hanya untuk kasih tahu, jangan-jangan Mirna mati karena kopi," tuturnya. [ton]



PN Jakut Diminta Proses Kasus Pemalsuan Poniman

PN Jakut Diminta Proses Kasus Pemalsuan Poniman

INILAHCOM, Jakarta - Kuasa Hukum Yayasan Wahidin, Yan Afdhal Muhammad meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memproses kasus pemalsuan yayasan pendidikan dengan terdakwa Siti Masnuroh dan Poniman Asnim.

"Kami harap sidang kasus pemalsuan yayasan pendidikan cepat selesai, ini perkara sudah cukup lama sejak tahun 2010. Bahkan, pelapornya Sudarno Mahyudin sudah meninggal pada 2014," kata Afdha, Rabu (28/9/2016).

Ia menjelaskan kasus ini sangat simpel sebenarnya karena terdakwa telah melakukan pemalsuan surat atau akte yayasan pendidikan di Bagan Siapi-api, Sumatra Utara termasuk memasukkan surat keterangan palsu. Menurutnya, memang saksi-saksi sudah sepuh sehingga banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

"Saksi-saksi yang seharusnya dihadirkan adalah saksi fakta, yang jadi obyek perkara," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari adanya konflik internal Yayasan Perguruan Wahidin pada 2008. Konflik mencuat setelah Sudarmo diangkat koordinator Perguruan Wahidin. Hingga akhirnya Sudarmo meninggal pada 24 Juli 2010.

Kemudian, Notaris Siti Masnuroh membuat Akta Nomor 77 tentang Pendirian Yayasan Perguruan Wahidin. Dalam akta itu, Sudarmo didesak menyerahkan perguruan ke tangan Poniman Asnim alias Ke Tong Pho, namun ditolak oleh Sudarno.

Atas dasar itu, Sudrno menduga ada pemalsuan akta oleh Siti Masnuroh yang kemudian mengaku disuruh oleh Poniman.‎ Sementara, Poniman dan Siti Masnuroh didakwa pasal 26 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. [ton]



Jessica Akui Kerap Terbayang Wajah Mirna

Jessica Akui Kerap Terbayang Wajah Mirna

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso mengaku sempat terbayang-bayang wajah Wayan Mirna Salihin setelah sahabatnya itu tewas usai mengonsumsi es kopi vietnam.

Bahkan lantaran seringnya, wanita yang kini berstatus sebagai terdakwa tunggal dalam kasus tewasnya Mirna ini memilih keluar dari grup WhatsApp.

Dimana dalam group yang diberi nama Billy Blue Days itu  terdapat Mirna, Boon Juwita alias Hani, Vera, dan Jessica.

"Saya trauma, sedih dan saya ke luar dari grup itu (group Whatsapp Billy Blue Days)," kata Jessica, di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Menurut Jessica, meski keluar dari group tersebut namun dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Hani yang diketahui sebagai salah satu saksi kunci dalam kasus tewaasnya Wayan Mirna Salihin.

"Saya tidak pernah katakan mental saya kepada siapapun. Saya hanya diam saja," tutur Jessica. [ton]



Ini Alasan Jessica Tolak Cicipi Kopi Mirna

Ini Alasan Jessica Tolak Cicipi Kopi Mirna

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso mengaku menolak untuk mencicipi es kopi Vietnam yang diseruput Wayan Mirna Salihin. Pasalnya, Mirna sempat mengatakan bahwa kopi yang diseruput itu rasanya mengerikan.

"Saya tidak mau cicipi kopi itu karena Mirna bilang awful (mengerikan). Saya juga habis minum koktail jadi tidak baik bagi lambung," kata Jessica, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Jessica pun mengaku yang keluar dari mulut Mirna setelah menyeruput es kopi Vietnam disangka hanyalah ucapan biasa.

"Saya kira hanya awful saja tidak ada yang lain lagi," tuturnya.

Sementara itu, Otto Hasibuan kuasa hukum Jessica mengaku tidak menskenariokan jawaban Jessica. Namun semuanya berjalan sebagaimana adanya dan ia pun menekankan agar Jessica tidak berbohong saat memberikan keterangan.

"Saya katakan, kalau you benar, katakan yang sebenarnya," pungkasnya.[jat]



Pemprov Siapkan Rusun untuk Warga Bukit Duri

Pemprov Siapkan Rusun untuk Warga Bukit Duri

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan jika Pemprov DKI menyediakan rumah susun untuk menampung warga Bukit Duri yang digusur pagi tadi.

"Sebagian yang bertahan di sana sudah mengikuti undian di Rusun Rawa Bebek," kata Djarot di Balai Kota, Rabu (28/9/2016).

Djarot menegaskan, penertiban yang dilakukan Pemprov DKI merupakan merupakan salah satu program pemerintah pusat, yang ditangani oleh Badan Balai Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane yang harus segera dilaksanakan untuk melakukan normalisasi sungai.

"Masa kita tersandera beberapa bidang, sehingga menghalangi proyek strategis dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Menurutnya jika penertiban rumah-rumah di bantaran Sungai Ciliwung tidak dilakukan, dikhawatirkan jika terjadi musim hujan mereka akan kembali terkena banjir.

"Kalau itu tidak kita sodet di situ, jangan sampai terjadi kejadian seperti di Kemang kemarin ya, tapi tidak sampai ada korban jiwa (seperti) ‎di Garut misalnya. Kita lebih fokus untuk kebaikan masyarakat Jakarta, supaya banjir itu betul-betul bisa kita antisipasi," tandasnya. [ton]



Warga Antusias Saksikan Sidang Jessica

Warga Antusias Saksikan Sidang Jessica

INILAHCOM, Jakarta - Sidang kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan agenda terdakwa Jessica Kumala Wongso masih terus bergulir.

Bahkan suasana di bagian dalam maupun luar ruang sidang menyerupai sebuah pasar dadakan. Pasalnya, terlihat orang-orang terus berdatangan menyaksikan proses persidangan dengan agenda pemeriksaan Jessica yang diketahui berstatus terdakwa itu.

"Kayak pasar dadakan aja nih. Banyak banget orangnya," tutur seorang pria di sekitar ruangan sidang, Rabu (28/9/2016).

Dari pantauan INILAHCOM, petugas kemanan organik Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memeriksa satu persatu tas orang-orang yang hendak memasuki area Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hal tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan saat proses persidangan kasus tewasnya Mirna di ruang sidang Mr. Koesoema Atmadja 1.

"Takutnya ada yang bawa barang-barang seperti air mineral atau benda lain di ruangan sidang," kata Kevin, salah satu satpam PN Jakpus. [ton]



Gusur Bukit Duri, Ahok Tak Peduli Elektabilitas

Gusur Bukit Duri, Ahok Tak Peduli Elektabilitas

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pasrah jika elektabilitasnya terus turun. Apalagi, berita soal penggusuran warga Bukit Duri diyakini bakal mempengaruhi tingkat ketenarannya.

"Ya enggak ada pilihan lain. Itukan janji kampanye saya dan Pak Jokowi agar Jakarta bebas banjir," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, penggusuran yang dilakukan di bawah kebijakannya bukan untuk menggusur warga. Di balik itu, ada kepentingan untuk menanggulangi persoalan banjir di Jakarta yang sudah menahun.

"Bagi saya masyarakat Jakarta harus menilai. Kalian dulu pilih saya jadi wakilnya Pak Jokowi kenapa? Karena percaya saya bisa mengatasi banjir, nah itu kami buktikan ketika dulu Waduk Pluit terbengkalai, tidak ada yang kepikiran Waduk Pluit bisa bagus, sungai bisa bagus, orang tak pernah kepikir Kampung Pulo puluhan tahun bisa kami bereskan. Kami buktikan,” ungkapnya.

Soal nanti pemilihan, Ahok tak mau melakukan pembelaan. Apa yang dia kerjakan, biar warga Jakarta yang menilai.

"Kita lihat saja lah, warga saya kira bisa melihat lah," tandasnya. [ton]



Selasa, 27 September 2016

Ini Jawaban Jessica Soal Celananya Tak Dijahit

Ini Jawaban Jessica Soal Celananya Tak Dijahit

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso mengaku membuang celana  jeans yang dikenakan saat hari tewasnya Wayan Mirna Salihin lantaran memiliki banyak celana.

"Celana itu robek karena naik mobil Arief (suami Mirna). Dan saya baru sadar pas pulang kata pembantu saya robek. Saya bilang buang saja," kata Jessica di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Di samping itu, Jessica pun mengaku mengalami sesak napas sebelum Mirna dinyatakan tewas akibat menyeruput es kopi Vitenam lantaran syok melihat sahabat yang baru ditemuinya itu tersungkur.

"Perasaan baru cipika-cipiki kok sudah seperti ini (Mirna jatuh usai menyeruput es kopi Vietnam) saya stres jadi sesak nafas," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, celana Jeans yang dikenakan Jessica Kumala Wongso saat hari kematian Mirna dibuang oleh pekerja rumah tangga yang bekerja di rumahnya.

Diduga ada sisa sianida di kantong celana itu. Namun, hingga kini belum ditemukan. [rok]



Jessica Beli Benda Ini Sebelum Ketemu Mirna

Jessica Beli Benda Ini Sebelum Ketemu Mirna

INILAHCOM, Jakarta - Jessica Kumala Wongso mengaku sempat membeli oleh-oleh untuk mendiang Wayan Mirna Salihin dan Boon Juwita (Hani) di Toko Bath and Body Works.

Jessica pun mengungkapkan sempat membeli sabun cuci tangan sebelum mereka bertemu di Kafe Olivier, beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan Jessica saat memberikan keterangan dalam sidang tewasnya Mirna dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. "Saya ke toko karena pulang dari Australia saya gak bawa oleh-oleh," kata Jessica, Rabu (28/9/2016).

Di samping itu, Jessica pun mengaku tidak ingat secara jelas mengapa menaruh paper bag  di atas meja.

"Ingat saya bawa tas dan tiga paper bag. Waktu itu saya gak fokus jadua kalau ditanya tas ditaruh dimana saya tidak ingat," tuturnya. [rok]



Ahok: Penertiban Bukit Duri Tak Bisa Ditunda

Ahok: Penertiban Bukit Duri Tak Bisa Ditunda

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan penertiban di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, tidak dapat ditunda lagi, mengingat sudah banyak warga yang direlokasi.

"Penertiban di Bukit Duri itu tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ini berhubungan sama normalisasi Sungai Ciliwung. Lagi pula, sudah banyak warga yang pindah," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Menurut dia, saat ini sebagian besar warga Bukit Duri sudah dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek yang terletak di Cakung, Jakarta Timur.

"Sebelumnya, warga memang sudah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek. Jadi, penertiban sudah bisa dilakukan hari ini. Kami juga tidak mau tunggu-tunggu lagi," ujar Basuki.

Selain itu, dia menuturkan penertiban Bukit Duri tidak dapat ditunda karena pekerjaan normalisasi Sungai Ciliwung menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Proyek normalisasi Sungai Ciliwung itu menggunakan APBN. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, pekerjaan normalisasi itu harus sudah selasai pada Desember 2016. Makanya kami kebut," tutur Basuki.

Dia mengungkapkan penertiban Bukit Duri juga dilakukan sekarang karena diprediksi musim hujan akan berlangsung selama Desember 2016 hingga Januari 2017 mendatang.

"Penertiban ini juga dilakukan karena menjelang musim hujan, yaitu untuk mengurangi banjir. Setelah bangunan-bangunan ditertibkan, baru lah normalisasi bisa dilakukan," ungkap Basuki. [tar]
"Ini periode pertama, ada periode kedua, dan ketiga. (Tanggal) 30 September belum selesai," katanya.

Dalam sidak tersebut, Presiden mendapatkan evaluasi di antaranya perlunya perbaikan sistem administrasi dan pelayanan sistem perpajakan.

"Sudah banyak juga yang masuk ke dapam negeri, ada crossing saham, artinya sebagian sudah masuk, kita dorong agar yang di luar masuk terus," katanya. [tar]



Jessica Diantar Sang Ayah Ke Kafe Olivier

Jessica Diantar Sang Ayah Ke Kafe Olivier

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, mengaku diantar sang ayah saat datang bertemu Mirna dan Boon Juwita Hani, di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Saya memang datang duluan karena takut kejebak 3 in 1 kan saya dari Sunter," kata Jessica dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2016).

Selain jarak jauh sebagai alasan datang lebih awal, Jessica mengaku dirinya jarang menggunakan transportasi umum saat berada di Indonesia. Sebab, dilarang oleh kedua orangtuanya.

"Kalau saya naik taksi juga tidak boleh sama orangtua," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus tewasnya Mirna kembali digelar. Adapun agenda sidang yang sudah memasuki tahap ke-26 ini adalah pemeriksaan Jessica sebagai terdakwa atas terkait tewasnya Mirna. [rok]



Pengacara Tantang JPU Buktikan Jessica Salah

Pengacara Tantang JPU Buktikan Jessica Salah

INILAHCOM, Jakarta - Kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin rencananya kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Agenda sidang yang sudah memasuki tahap ke-26 ini adalah pemeriksaan terdakwa tunggal dalam kasus tewasnya Mirna, Jessica Kumala Wongso.

Hidayat Boestam, kuasa hukum Jessica, mengaku tidak memiliki persiapan khusus ataupun mengarahkan klaiennya untuk menghadapi proses pemeriksaan sebagai saksi.

"Tidak ada arahan khusus. Tapi JPU (Jaksa Penuntut Umum) harus bisa membuktikan Jessica benar bersalah," kata Boestam.

Sebagaimana diketahui, Mirna terkapar dan tewas usai menyeruput es kopi Vitenam saat bertemu dengan Jessica dan Hani di Kafe Olivier, beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini Jessica didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Dengan Sengaja ancaman hukuman maksimal mati. [rok]



Torres & Kristie Info Berharga di Sidang Jessica

Torres & Kristie Info Berharga di Sidang Jessica

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menghadirkan saksi dari Australia dalam sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27) dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (26/9/2016) malam.

Saksi itu dari Kepolisian New South Wales Australia John Torres, dan rekan kerja Jessica Kumala Wongso di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter. Namun, kesaksian Kristie hanya dibacakan oleh jaksa sesuai di berita acara pemeriksaan (BAP).

Dari kesaksian Torres, Jessica memiliki 14 catatan laporan polisi saat tinggal di Australia mulai dari pelanggaran lalu lintas karena mengemudi dibawah pengaruh alkohol. Yang mengejutkan, Jessica beberapa kali menebar teror melalui pesan singkat hendak bunuh diri kepada mantan kekasihnya Patrick O'Connor.

Berbagai ancaman Jessica lakukan kepada Patrick, seperti akan bunuh diri pakai pisau, mencoba meracuni diri sendiri menggunakan karbon dioksida hingga membuat Patrick ketakutan. Akhirnya, Patrick melapor ke polisi melihat Jessica memiliki masalah kesehatan jiwa yang serius.

‎Sementara rekan kerja Jessica di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter me‎nyebut kalau Jessica memiliki dua kepribadian yang berbeda seperti memakai topeng. Terkadang, Jessica terlihat baik murah senyum, tapi secara tiba-tiba dia bisa berubah menjadi pemarah.

Namun demikian, tudingan yang disampaikan oleh saksi Polisi Australia Torres dalam persidangan dan keterangan BAP Kristie yang dibacakan jaksa disanggah keras oleh terdakwa Jessica bahwa hal tersebut semua tidak benar alias bohong.

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda mengatakan apa yang telah disampaikan oleh Torres didalam persidangan bisa saja menjadi pertimbangan majelis hakim untuk memutuskan terdakwa Jessica nanti.

"Bisa saja untuk menjadi dasar penilaian karakter terdakwa," kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

‎Menurut dia, penilaian terhadap terdakwa bukan hanya perbuatannya tapi juga sikap batinnya (kesalahan). Kemudian, untuk menilai kesalahan diperlukan informasi yang bukan hanya menyangkut keadaan kejiwaan terdakwa ketika melakukan suatu perbuatan.

"Tetapi juga sebelumnya, sebelum melakukan kejahatan. Informasi semalam itu berharga bagi hakim untuk menilai keterangan terdakwa yang akan disampaikan pada sidang berikutnya," jelas dia.

Untuk diketahui, polisi dari kepolisian New South Wales Australia, John Torres mengungkap sejumlah laporan yang pernah diterima institusinya terkait Jessica Kumala Wongso. Salah satunya laporan Jessica pernah kedapatan mengemudi dalam pengaruh alkohol dengan level sedang.

Mantan pacar Jessica Kumala Wongso saat di Australia, Patrick O'Connor pernah melapor ke Kepolisian New South Wales pada November 2015 agar dijauhkan secara formal dari Jessica. Karena Patrick menganggap kejiwaan Jessica tidak stabil dan dapat membahayakan keselamatannya.

"Tuan O'Connor memiliki kekhawatiran terhadap apa yang dilakukan Nona Wongso, beliau meminta untuk mendapatkan perintah penjauhan dari Nona Wongso. Pada dasarnya, ketakutan Tuan O'Connor bahwa hubungan mereka sudah berakhir atau sudah putus, dia (Jessica) memiliki permasalahan kesehatan jiwa yang serius," katanya.

‎Sedangkan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) rekan kerja Jessica Kumala Wongso di NSW Ambulance Australia, Kristie Louise Charter dibacakan oleh jaksa. Dalam keterangannya, Kristie menyebut Jessica memiliki 2 kepribadian.

"Jessica yang saya tahu selama saya kenal memiliki 2 kepribadian yang berbeda. Kadang saya melihat Jessica seperti orang yang baik, murah senyum, namun tiba-tiba bisa langsung berubah menjadi pemarah kalau ada orang yang tidak mengikuti kemauannya. Jessica orangnya licik dan suka berbohong," kata jaksa Melanie.

Namun demikian, Jessica Wongso menyatakan apa yang dikatakan Kristie 90 persen bohong. Menurut dia, Kristie tidak religius sama sekali dan bisa dikatakan keterangan Kristie itu sangat subjektif dan tidak ada artinya.

"Bisa saya bilang 90 persen yang dibilang di BAP orang tersebut adalah bohong," kata Jessica. [ton]



Butuh Biaya Kuliah, Mahasiswi Nekat Jual Sabu

Butuh Biaya Kuliah, Mahasiswi Nekat Jual Sabu

INILAHCOM, Jakarta - Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan berinisial MY (27) diamankan polisi setelah kedapatan mengedarkan narkoba.

Dalam menjalankan aksinya, MY dibantu kekasihnya bernama Andri (30) yang bekerja sebagai ekspedisi.

Mahasiswi semester 2 ini berdalih nekat menjual barang haram tersebut guna membiayai biaya kuliahnya. Keduanya dibekuk polisi di rumah kos MY di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

"Pada saat kami geledah, kami menemukan beberapa gram sabu di kosannya," kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Nasriadi, Selasa (27/9/2016).

Nasriadi menambahkan dalam seminggu terakhirnya, pihaknya berhasil menangkap 29 orang pengedar narkoba dengan beragam macam pekerjaan seperti, ekspedisi, mahasiswi dan rata-rata pengangguran yang menjajakan narkoba jenis ganja dan sabu.



Alhasil dari penangkapan ke 29 pelaku, polisi berhasil mengumpulkan 48 gram sabu, 4 gram ganja, lima timbangan digital dan bong serta uang tunai jutaan rupiah.

Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari, Kompol Bintoro menambahkan dari puluhan tersangka, polisi juga berhasil menangkap sepasang pelaku kakak beradik, Asep Saepudin (31) dan Suryana (27), mereka menjajakan barang haram tersebut ke sejumlah hiburan malam di Jakarta Barat dan apartemen serta kos-kosan.

"Ini mereka polanya sama, konsumennya memesan, kemudian si kakak mengantarnya," ujarnya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 114 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. [ton]



Warga Balikpapan Ditemukan Tewas di Hotel Blue Sky

Warga Balikpapan Ditemukan Tewas di Hotel Blue Sky

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria asal Balikpapan, Kalimantan Timur ditemukan tewas di kamar 313 Hotel Blue Sky, Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (27/9/2016).

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno menceritakan, kejadian ini bermula dari korban yang diketahui bernama Sunardi (56) tak kunjung keluar kamar meski telah masa check out hotel.

"Dihubungi lewat telepon juga tidak dijawab tetapi televisinya tetap hidup," tutur Suyatno.

Karena penasaran, karyawan hotel bernama Tri Waluyo , I Dewa Made Indrawan ,Tri Puryanto dan Sari Widodo melakukan pengecekan ke kamar korban. Namun pintu kamarnya masih dikunci ganda dari dalam, sehingga terpaksa dibongkar.

"Setelah itu terlihat korban dalam keadaan terlentang di tempat tidur. Hidungnya mengeluarkan darah, lalu pihak manajemen menghubungi petugas," ujarnya.

Suyatno menambahkan, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh Sunardi. Sehingga pihaknya menduga korban meninggal lantaran sakit.

Namun kondisi tersebut belum dapat dipastikan lantaran masih dilakukan proses autopsi di RSCM. "Kasus ini masih ditangani petugas Polsek Senen," pungkasnya. [ton]



Ahok Andalkan Pengembang Perbaiki 300 JPO di DKI

Ahok Andalkan Pengembang Perbaiki 300 JPO di DKI

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI siap memperbaiki seluruh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta agar tidak terjadi insiden JPO di Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut, setidaknya ada 300 JPO tidak aman bagi masyarakat. Tahun ini, dengan anggaran pemprov, 26 JPO akan diperbaiki. Sisanya, Ahok bakal 'menagih' kontribusi pengembang untuk memperbaiki JPO.

"Makanya saya perlu banyak kontribusi tambahan dari pengembang," kata Ahok, Selasa (27/9/2016).

Namun Ahok tidak merinci berapa banyak pengembang yang harus 'ditagih' kontribusi tambahannya untuk memperbaiki JPO-JPO yang rawan.

Yang pasti, Ahok sudah menggariskan untuk tidak ada iklan yang menutupi JPO kelak.

"Kita pengen JPO tidak ada lagi banyak iklan. Modelnya prototype JPO Bundaran HI paling bener plong. Termasuk TransJakarta sudah ada prototype," ungkapnya.

Saat ini, Pemprov kata Ahok, masih melakukan inventarisir soal jumlah JPO yang dipasangi iklan. Melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI, Pemprov berencana menertibkan JPO beriklan yang melanggar aturan.[jat]



Komnas HAM Janji Temui Pemanjat SUTET di Senen

Komnas HAM Janji Temui Pemanjat SUTET di Senen

INILAHCOM, Jakarta - Nur Kholis, Ketua Komnas HAM mengatakan segera berkoordinasi guna menyambangi Agustinus yang saat ini sedang memanjat tiang sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi) di Jl. Kramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016) pagi.

"Saya lagi di Semarang, nanti saya bilang ke teman-teman di kantor untuk ke sana," ujar Nur Kholis, saat dihubungi INILAHCOM.

Dirinya juga mengaku tidak mengetahui perihal dugaan pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh oknum TNI di Ngada, NTT. Namun ia berjanji akan mencari tahu.

"Ini saya baru tahu. Kita akan cari tahu," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Agustinus memanjat tiang sutet setinggi 30 meter di Jl. Kramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat. Meski sudah dibujuk oleh para anggota Tim Basarnas agar turun, namun Agustinus enggan dan baru mau turun bila ditemui oleh pihak Komnas HAM.

Dalam aksi pemanjatan itu, Agustinus terlihat membawa bendera merah putih dengan ukuran besar bertuliskan "HUKUM OKNUM DANDIM NGADA SENGAJA BUNUH ANAK YATIM"

Sesuai informasi dihimpun INILAHCOM, Agustinus berasal dari Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria berumur 48 tahun ini bukan pertama kali melakukan aksi protes memanjat tower SUTET.

Ini dilakukan sebagai aksi protes terhadap oknum TNI yang diduga menabrak keponakannya hingga tewas di Kabupaten Ngada dengan memanjat sejumlah tower. Di antaranya di Bali, dan Sidoarjo, Jawa Timur. [ton]



Tertangkap, Pembajak Film Warkop DKI Tak Ditahan

Tertangkap, Pembajak Film Warkop DKI Tak Ditahan

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Fadil Imran mengatakan perempuan P pembajak film Warkop DKI yang telah tertangkap, tidak akan ditahan.

"Kita tidak lakukan penahanan dengan pertimbangan berkas perkaranya tetap bisa kita lanjutkan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/9/2016).

Ia menjelaskan motif pelaku pelaku dalam melakukan aksi penyebaran ini masih didalami. Khususnya apakah pelaku mendapat keuntungan ekonomis dari aksinya ini.

"Masih kita dalami. Menurut dia (pelaku) iseng aja. Namun kami akan terus dalami apakah yang bersangkutan mendapat keuntungan secara ekonomi atau mendapatkan keuntungan lain daripada tindakan tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro berhasil menangkap pembajak film Warkop DKI Reborn. Pelaku adalah seorang perempuan berinisial P (31).

Pelaku melakukan pembajakan dengan cara merekam film dan memuatnya di aplikasi sebar video langsung bernama Bigo Live.[jat]



Panjat SUTET, Warga Ngada Tuntut Tangkap Dandim

Panjat SUTET, Warga Ngada Tuntut Tangkap Dandim

INILAHCOM, Jakarta - Seorang pria asal Ngada, Bajawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Agustinus (48) nekat memanjat menara (Suhu Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) setinggi 30 meter di Jl Kramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, Agustinus memasangkan bendera merah putih berukuran besar yang bertuliskan, "HUKUM OKNUM DANDIM NGADA SENGAJA BUNUH ANAK YATIM."

Pria tersebut tidak akan mau turun sebelum ada pihak dari Komnas HAM datang menemuinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku sudah berulangkali melakukan aksi protes lantaran keponakannya pernah ditabrak hingga tewas oleh oknum TNI di Kabupaten Ngada. Namun tindakannya tidak pernah digubris oleh pihak terkait. [ton]